BINTANG

• Bintang merupakan benda langit yang
memancarkan cahaya
• Bintang semu, bintang yang tidak menghasilkan
cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya
yang diterima dari bintang lain
• Bintang nyata adalah bintang yang
menghasilkan cahaya sendir

parsek).01″ atau setara dengan jarak maksimum 100 parsek  1 pc (parsec.265 SA atau 3. yaitu jarak bintang yang mempunyai paralaks 1 detik busur (206. paralaks hanya bisa dideteksi dengan ketelitian 0.JARAK BINTANG Mengukur Jarak Bintang Dengan Metode Paralaks  Paralaks adalah perbedaan latar belakang yang tampak ketika sebuah benda yang diam dilihat dari dua tempat yang berbeda  Hingga tahun 1980-an.09 x 10^13 km) .

. Mengukur Jarak Bintang Dengan Bintang Cipheid  menggunakan hubungan periode-luminositas bintang variabel Cepheid.  Dari pengamatan bintang Cepheid kita bisa dapatkan periode variabilitas dan magnitudonya.81 log(P)-1.  Hubungan sederhana antara periode dan luminositas bintang variabel Cepheid ini bisa digunakan dalam menentukan jarak karena astronom sudah mengetahui adanya hubungan antara luminositas dengan kecerlangan/magnitudo semu bintang yang bergantung pada jarak.43. Kemudian periode yang kita peroleh bisa digunakan untuk menghitung luminositas/magnitudo mutlak bintangnya dengan formula M = -2.

TINGKAT TERANG BINTANG .

 Kelas O  Bintang yang paling panas  Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. contoh Rigel.  Bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat. sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah di mana mereka dibentuk  Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0. Spica . sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama. contoh Zeta Puppis  Kelas B  Bintang yang cukup panas  Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek.13 % bintang kelas B.

Sirius  Kelas F  Bintang kelas F kira-kira 3. Procyon  Kelas G  Paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. contoh Matahari.  sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama.63% dari seluruh populasi bintang deret utama. contoh Canopus. Capella. Kelas A  Bintang kelas A kira-kira hanya 0.1% dari seluruh populasi bintang deret utama. contoh Vega. Alpha Centauri A .

Betelgeuse . Arcturus. Aldebaran  Kelas M  bintang dengan populasi paling banyak  sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama. Kelas K  Berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari  Sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama. Antares. contoh Alpha Centauri B. contoh : Proxima Centauri.

LUMINOSITAS BINTANG  jumlah cahaya atau energi yang dipancarkan oleh sebuah bintang ke segala arah per satuan waktu. Biasanya satuan luminositas dinyatakan dalam watt (satuan internasional). R : jari-jari bintang dan Te : temperatur efektif bintang . erg per detik (satuan cgs) atau luminositas  L : luminositas. σ : tetapan Stefan-Boltzmann.

WARNA BINTANG  Jika suhunya rendah maka radiasi yang dipancarkan akan berwarna kemerahan contohnya bintang betegeuse dan antares  Jika suhunya tinggi maka radiasi yang dipancarkan akan berwarna kekuningan contohnya bintang Alpha centauri dan capella  Jika suhunya cukup tinggi maka radiasi yang dipancarkan akan berwarna kebiruan contohnya bintang sirius dan vega  Jika suhunya sedang maka radiasi yang dipancarkan dapat juga akan berwarna keputihan contohnya bintang procyon .

DIAGRAM HERTZSPRUNG-RUSSELL .

 bagi kebanyakan bintang. Bintang deret utama disebut juga sebagai bintang katai . Hampir 90% usia bintang dihabiskan pada tahap deret utama ini yang menjadi penyebab tingginya populasi. Bintang pada kelompok ini adalah bintang yang sedang melangsungkan pembakaran hidrogen di intinya. makin tinggi suhu permukaannya makin terang cahayanya. sumbu x dari kiri ke kanan menyatakan suhu tinggi ke suhu rendah (tetapi 'warna' dari kecil ke besar). dan temperatur permukaan sekitar 5400K (kelas spektrum G2). Yang paling dominan adalah kelompok yang membentuk diagonal diagram dari kiri atas (panas dan cemerlang) hingga kanan bawah (dingin dan kurang cemerlang) yang disebut deret utama.  Berdasar konsensus.  Matahari terletak di deret utama dengan luminositas 1 (magnitudo sekitar 5).

Gap ini disebut sebagai gap Hertzsprung dan menunjukkan evolusi yang berlangsung cepat pada saat pembakaran hidrogen di kulit yang mengelilingi inti dimulai. Kelompok yang tampak terlihat jelas berikutnya adalah kelompok yang disebut sebagai cabang raksasa. tempat bagi bintang-bintang yang sedang melangsungkan pembakaran hidrogen di kulit yang mengelilingi inti helium yang belum terbakar. .  Ciri lainnya yang dapat dilihat dengan jelas adalah adanya gap antara deret utama dan cabang raksasa.