You are on page 1of 29

Miopia

Dynna Akmal
11-137

Anatomi

. Definisi Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar sejajar dengan garis pandang mata tanpa akomodasi dibiaskan di depan retina.

Epidemiologi Ras Penelitian .

Etiologi Faktor • Gen PAX6 genetik • Refraksi mata terlalu Faktor panjang lingkungan • Daya pembiasan mata terlalu kuat .

cairan di lap. Sensoris Retina lepas Ablasio Retina masuk retina & epitel pigmen . Patofisiologi Bola mata terlalu Refraksi mata panjang terlalu kuat Cahaya masuk melewati lensa di depan retina Cahaya di fokuskan tdk tepat di retina Korpus viterus Pandangan kabur Penurunan Menyusutnya menarik sebagian melihat penglihatan korpus viterus di retina Menimbulkan Cairan mengalir lubang.

Patofisiologi Pandangan kabur melihat Penurunan penglihatan Lensa berakomodasi terus Kelelahan otot Pusing / nyeri mata Mata lelah / Konvergensi terus Mata terlihat juling Esotropia astenopia menerus ke dalam .

00 s/d -9. Klasifikasi • Miopia aksial : Bola mata yang bertambah Etiologi panjang • Miopia refraksional : komponen refraktif pada mata • Miopia ringan < -3.00 D .00 s/d -6.00 D -6.00 D Derajat • Miopia sedang • Miopia berat -3.

Klasifikasi • Juvenile-Onset Myopia (JOM) : Onset antara 7- Onset 16 tahun • Adult-Onset Myopia (AOM) : Usia 20 tahun • Miopia stasioner : Menetap setelah dewasa • Miopia progresif : Bertambah terus pada usia Perjalanannya dewasa akibat bertambah panjang bola mata • Miopia maligna : Progresif. yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan .

Gejala Klinis • Pupilnya midriasis • Siliarisnya menjadi atrofi menyebabkan Obyektif iris letaknya kebih kedalam • Bilik mata depan menjadi lebih dalam • senang melakukan pekerjaan-pekerjaan dekat Subyektif • Mengeluh tentang penglihatan jauh yang kabur .

Diagnosis Gejala klinis • Objektif • Subjektif .

Penatalaksanaan Non operatif Operatif • Kacamata • Keratotomi radial (RK) • Kontak lens • Keratektomi fotorefraktif (PRK) • Laser assisted In situ interlamellar keratomilieusis (LASIK) .

Komplikasi Ablasio strabismus Kebutaan retina .

LAPORAN KASUS Identitas pasien • Nama : Nn. M • Umur : 23 tahun • Jenis Kelamin : Perempuan • Pekerjaan : Mahasiswa • Tempat tinggal : Batam .

• Pandangan kabur apabila membaca jarak jauh dan huruf terlihat agak membayang . Anamnesa Keluhan Utama : Penglihatan kedua mata kabur Riwayat Penyakit Sekarang : • Sejak ± 16 tahun yang lalu pasien merasakan pandangan kabur pada kedua mata.

• Pandangan kabur terjadi perlahan lahan dan makin lama makin kabur • Mata merah (-). kotoran mata (-) • Riwayat membaca ditempat gelap (+). silau (-). nyeri pada mata (-). mata berair (-). membaca dengan tiduran (+) .

Riwayat penyakit sebelumnya : • Riwayat lahir prematur usia kehamilan 28 minggu. • Riwayat trauma pada mata disangkal • Riwayat memakai kaca mata Riwayat penyakit keluarga : • Ayah dan adik pasien menderita miopia . Dengan berat badan 1800 g. atas indikasi plasenta previa.

Pemeriksaan Fisik • Keadaan umum : sakit sedang • Kesadaran : compos mentis cooperative • Tekanan darah : 120/70 mmHg • Nadi : 80x/menit • Nafas : 20x/menit • Suhu : 37.50C .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Visus : Non Corected 20/200 20/200 Corrected 20/20 20/20 Pin Hole Dilakukan Dilakukan Refleks Fundus + + Silia/Supersilia: Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Madarosis Trikiasis Krusta/skuama Distikhiasis .

Tumor . Kalazion . Blefarokalasis . Xanthelasma . Abses . Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Palpebra Superior: Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan . Nevus . Hordeolum . Ekteropion . Edema . Ptosis / pseudoptosis . Enteropion . Ephikantus .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Palpebra Inferior : Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Hordeolum Kalazion Abses Tumor Edema Blefaritis Enteropion Ekteropion NevusStatus Oftalmologi Meibomitis Aparat Lakrimalis: Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Hiperlakrimasi Obstruksi Epifora Dakriosistitis Dakriostenosis .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Konjungtiva Tarsalis : Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Folikel Papil Lithiasis Hiperemis Sikatrik Membran Pseudomembran Konjungtiva Bulbi : Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Injeksi Konjungtiva Pingekuela Pterygeum Kemosis Perdarahan sub konjungtiva Sklera : Putih Putih Warna .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Kornea : Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Infiltrat Sikatrik Ulkus Edema Neovaskularisasi Injeksi silier Arkus Kornea COA : Cukup dalam Cukup dalam -Kedalaman Flare Hipopion Hifema Pigmen .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Iris : Warna coklat Warna coklat Warna Rugae Atropi Iris Coloboma Sinekia Pupil : Bulat Bulat Bentuk Refleks pupil langsung Normal Normal Reflek pupil tak langsung Normal Normal Lensa : Bening Bening -Bening/keruh Kelainan letak Normal Normal Korpus Vitreus Jernih Jernih .

Status Oftalmologi Pemeriksaan OD OS Funduskopi Tidak dilakukan Tidak dilakukan pemeriksaan pemeriksaan Tekanan Bulbus Okuli / TIO Tidak dilakukan Tidak dilakukan pemeriksaan pemeriksaan Gerakan Bulbus Tidak dilakukan Tidak dilakukan Okuli pemeriksaan pemeriksaan Posisi Bulbus Okuli Tidak dilakukan Tidak dilakukan pemeriksaan pemeriksaan .

Diagnosis kerja : Miopia derajat berat Therapy : Resep kacamata sesuai dengan koreksi Prognosis : Quo ad vitam : bonam Quo ad sanam : bonam .

Analisa Kasus Pemeriksaan Pasien diberikan Anamnesa Oftalmologis Pasien penatalaksanaan didapat visus non didiagnosa Pemeriksaan kacamata sferis corected 20/200 dengan miopia negatif Corrected 20/20 .

• faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya miopia antara lain adalah faktor genetik. . Kesimpulan • Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar sejajar dengan garis pandang mata tanpa akomodasi dibiaskan di depan retina. faktor lingkungan.

• Penatalaksanaan pada penderita miopi dapat dilakukan dengan cara non bedah dan bedah. . Kesimpulan • Gejala pada miopi dapat dibedakan menjadi berdasarkan gejala subjektif dan gejala objektif.