You are on page 1of 21

Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT

/
RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou-Manado

7/21/2017 1

TUJUAN
1. MENENTUKAN ADANYA PENURUNAN
KESADARAN PADA SAAT JUMPA
PERTAMA
2. MENENTUKAN URUTAN INTERVENSI
DIAGNOSTIK DAN PENGOBATAN
3. MENENTUKAN EVALUASI DAN
PENATALAKSANAAN

7/21/2017 2

sangat tanggap terhadap lingkungan 2. gangguan kesadaran ringan 3. Letargi (somnolent). tepat dan adekuat DERAJAT PENURUNAN KESADARAN 1. mengantuk sampai tertidur 4. menyerupai tidur dalam 5. Koma: tidur dalam tanpa dapat dibangunkan 7/21/2017 3 . Kompos mentis (sadar atau bangun). Obtundasi (apatis). Stupor (sopor).KOMA Gangguan SSP paling berat Perlu penanganan yang cepat.

Terminologi tersebut bersifat subyektif Skala koma Glasgow Skala koma pediatrik paling objektif Menilai beratnya penyakit Indikasi memulai terapi Pemantauan Meramal prognosis penyakit E4V5M6 (3-15) PENURUNAN RINGAN : 13-14 SEDANG: 9-12 BERAT: 3-8 7/21/2017 4 .

Keterangan Skala koma Glasgow (SKG) Nilai tertinggi : 15 Nilai terendah : 3 Penurunan kesadaran ringan : 13-14 sedang: 9-12 berat : 3-8 7/21/2017 5 .

hilangnya Henti kardiorespirasi. malformasi disfungsi motilitas okular. sindroma atau pandangan (gaze) diskonjugat Reye. ggn respon hipotensi pupil. Motorik fokal sgt jelas infark Deviasi konjugat atau pandangan diskonjugat Respon pupil thd cahaya tidak reaktif atau ekual Lesi subtentorial Tumor. Kelainan metabolisme bawaan Kelainan struktural Lesi supratentorial Trauma (kecelakaan atau non Penurunan kesadaran kecelakaan). infark. ggn elektrolit. dehidrasi. perdarahan. gagal organ. keracunan. posterior. perdarhan (fossa Disfungsi brainstem awal. sindroma Hemolitik uremik. hilangnya deviasi konjugat Kejang atau pasca kejang. ensefalitis Penaurunan kesadran. Gej. abses.Pola arteriovena) pernafasan abnormal 7/21/2017 6 . tumor. hipotermia. subdural. tanda-tanda lateralisasi. Penyebab koma Jenis Koma Contoh kelainan/penyakit Gambaran Klinis Kelainan non struktural Meningitis.

SKALA KOMA PEDIATRIK SKALA KOMA GLASGOW Membuka mata Nilai Membuka mata Nilai •Spontan 4 •Spontan 4 •Respon terhadap bicara 3 •Thd perintah verbal 3 •Terhadap nyeri 2 •Terhadap nyeri 2 •Tidak ada respon 1 •Tidak ada respon 1 Respon verbal Respon verbal •Bicara. berkukur (bayi) 5 •Bicara terorientasi 5 •Kata-kata tak karuan/menangis 4 •Bicara tak terorinteasi 4 •Menangis atau memekik tak karuan 3 •Kata-kata tidak tepat 3 •Bersungut-sungut (grunts) 2 •Suara tidak khas 2 •Tidak ada respon 1 •Tidak ada respon 1 Respon Motorik Respon Motorik •Spontan/normal 6 •Menurut perinta 6 •Melokalisasi nyeri 5 •Melokalisasi nyeri 5 •Menghindar thd nyeri (fleksi) 4 •Menghindar thd nyeri (fleksi) 4 •Fleksi abnormal thd nyeri 3 •Fleksi abnormal thd nyeri (dekortikasi) 3 •Eksentsi abnormal thd nyeri 2 •Eksentsi abnormal(deserebrasi) 2 •Tidak ada respon 1 •Tidak ada respon 1 7/21/2017 7 . tersenyum.

Keracunan 3. Sindroma Reye 4. Infeksi susunan saraf pusat 7.Ensefalopati hipoksik iskemik dan metabolik 7/21/2017 8 . Keadaan pasca kejang 6. Tumor intraserebri 5.ETIOLOGI KOMA Koma 95% disebabkan kelainan nonstruktural Keadaan yg sering menyebabkan koma: 1. Trauma 2.

riwayat kesehatan yl dan hub dg pengobatan. SSP (meningitis. ensefalomielitis pasca infeksi) 7/21/2017 9 . juga tanda-tanda lokalisasi misalnya hemiparese A. alkohol dan toksin Demam inf. ANAMNESIS Trauma. kejang. ensefalitis) atau ensefalopati pasca infeksi (sindroma Reye.DIAGNOSIS DAN PENILAIAN Tentukan tipe koma dg penilaian klinis (tabel 2) Carilah gejala dan tanda-tanda TTIK.

Pemeriksaan nerologis .derajat kesadaran . respirasi. PEMERIKSAAN FISIS Tujuan utama: membedakan kelainan struktural (supra atau subtentorial). refleks gerakan bola mata. fungsi motorik) 7/21/2017 10 . dan non struktural 1.B.fungsi sensori-motorik Bagaimanan derajat kesadarannya? Adakah tanda-tanda lokalisasi? Apakah fungsi brainstem normal? (mata: reaksi pupil.fungsi saraf otak .

atau sindroma Reye Pernafasan Cheyne –Stokes: disfungsi hemisfer serebri bilateral Hipertensi: peny ginjal. Tanda vital Hiperventilasi: asidosis metabolik. TTIK 7/21/2017 11 .2. Pemeriksaan fisis umum a. keracunan. keracunan salisilat.

Progresifitas rostrokaudal 3. Kelainan neurologik tergantung daerah yg terkena Lesi Infratentorial 1.Timbul gangguan pernafasan secar dini 7/21/2017 12 . Gejala awal bersifat fokal 2. Disfungsi batang otak sebagai gejala dini 2. Timbul koma mendadak 3. Kelumpuhan saraf otak 4.DIAGNOSIS BANDING Lesi Supratentorial 1.

Penyakit infeksi. metabolik. Reaksi pupil tetap baik 4. mioklonus. tremor atau asteriksis 5.Hipoventilasi atau hiperventilasi 7/21/2017 13 . atau toksik 1. Kejang. Gejala motorik simetrik 3. Mengacau atau stupor mendahului gejala motorik 2.

b. Tanda-tanda umum Demam. laserasi. kaku kuduk. hematoma dan hemotimpanum Ptekie atau perdarahan: kel. Pemeriksaan rontgen dan laboratorium 7/21/2017 14 . Perdarahan c. infeksi SSP Tanda trauma : memar.

gula darah dan tek. Langkah terpenting adalah mencegah kerusakan otak lebih lanjut TATALAKSANA KOMA DI RUANG GAWAT DARURAT A. darah. Konsultasi dg NC bila ada lesi struktural C. Pantau keseimbangan cairan. Pasang dauer kateter dan urinalisis 7/21/2017 15 . Pertahankan jalan napas: ventilasi memadai Hipoventilasi/TTIK: intubasi dan ventilasi Stabilisasi leher bila taruma leher/multipel B.PENATALAKSANAAN KOMA 1.

berikan dekstrose 10% 2.1 mg/kgbb 7/21/2017 16 . ambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium E. bila tidak efektif dapat diulang dengan dosis 0. Pasang akses IV (infus).5 ml/kg BB pada neonatus dan dekstrose 25% 1-2 ml/kgBB pada anak (bolus IV diikuti infus dekstrose 10%) F. Bila tersangka keracunan berikan nalokson 0. Bila glukosa darah rendah.D.01 mg/kgBB.

G. Bila tersangka ensefalitis herpes simpleks. ambil sampel darah untuk kultur dan segera berikan antibiotik H. Bila tersangka meningitis bakterialis. periksa EEG (bila mungkin). obati dg asiklovir I. berkan hiperventilasi dan manitol J. Bila ada herniasi. Bila TTIK : hiperventilasi dan obat-obatan 7/21/2017 17 . pungsi lumbal (konsul). Bila keracunan benzodiaxzepin: obati Flumezenil K.

seperti refleks kornea. Tidak ada refleks batang otak. okulovestibuler dan refleks muntah 4. Apnea. Tidak memberi respon vokal maupun motorik 2. Ketiga kriteria diatas menetap selama 12 jam dan pada anak kecil selama 72 jam 7/21/2017 18 . tidak ada napas spontan setelah 10 menit 3. okulosefalik.Kematian otak 1.

DISPOSISI 1. Semua penderita koma harus dirawat 2. Terapi definitif koma kadang-kadang dapat dilakukan di ruang gawat darurat 7/21/2017 19 .

lamanya dan adanya tanda klinis Koma karena HIE : buruk Koma karena metabolik atau toksis: baik Koma non traumatik : 50% sembuh Koma metabolik : 50-75% sembuh 7/21/2017 20 .PROGNOSIS Tergantung kepada etiologi.

PADA ANAK 95% KOMA DISEBABKAN KELAINAN NON STRUKTURAL B. JANGAN MELAKUKAN PUNGSI LUMBAL PADA ANAK KOMA KECUALI DALAM PENGAWASAN DOKTER SPESIALIS ANAK. SARAF ATAU NC 7/21/2017 21 .KEY POINTS A.