You are on page 1of 45

Oleh: dr.

Dila Nandari

Pembimbing: dr. Andre Iswara, Sp.THT-KL


Pendamping : dr. Marniyanti
PENDAHULUAN
Abses peritonsil merupakan infeksi yang umum terjadi pada
daerah tenggorokan
Di Amerika Serikat, insiden mencapai 30 kasus per 100.000
orang pertahun

Dikenal juga dengan abses Quinsy


Sering terjadi pada usia 20-40 tahun, jarang pada anak

PTA terjadi pada pasien dengan riwayat tonsilitis berulang 7


episode tonsilitis dalam setahun, 5 kali infeksi dalam 2 tahun
berturut-turut atau 3 kali infeksi setiap tahun selama 3 tahun
berturut-turut
ANATOMI TONSIL
Fungsi Ring Waldeyer
Pertahanan terhadap kuman patogen
Penghasil antibodi spesifik
Penghasil limfosit
Berperan terhadap proses imunologis
Tonsil palatina
Terletak di fosa tonsilar, di orofaring
Anterior : m. palatoglosus ( plika anterior)
Posterior : m. palatofaringeus (plika posterior)
kedua otot bergabung di palatum mole
Jaringan limfoid yang dibungkus kapsul jar.fibrosa
(fasia faringeal)
Terdiri dari folikel dan kanalikuli (saluran)
Bermuara di ostium (kripta)
Permukaan tonsil dilapisi epitel squamous
berlapis, terdiri dari 10-20 kripta
Dinding lateral : melekat longgar pd m.konstriktor
faringeus superior
Sensory Nerve Supply of the
Pharyngeal Mucous Membrane
Oropharynx: The glossopharyngeal nerve
Abses Peritonsil (Quinsy)
merupakan abses yang terdapat diantara kapsul
tonsil dengan tonsiler bednya

Etiologi :
Komplikasi tonsilitis akut
Ditemukan kuman anaerob dan aerob
Aerob : Group A Beta-hemolytic streptococcus,
Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae
Anaerob : Fusobacterium, Peptostreptococcus sp
Diagnosis
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK

Demam Palatum mole Edema


Odinofagia Fluktuasi
Disfagia Tonsil Hiperemis
Muntah (Regurgitasi) Detritus
Otalgia Uvula terdorong
Halitosis
Hipersalivasi
Hot potatoe voice
Trismus
Infeksi kuman
Aerob dan
Anaerob

Peritonsilar INFLAMASI
Tenggorokan Rubor
Abses Tonsilitis Akut

Kalor

- Palatum mole - Demam


bengkak - Odinofagia Dolor
- Uvula - Hipersalivasi
Terdorong - Halitosis
- Tonsil - Trismus Tumor
Hiperemis
- Hot potatoe
voice
Fungsio laesa
Infiltrasi supuratif
ke ruang peritonsil

Edema Uvula dan tonsil


Palatum mole terdorong
Edema dan ruang peritonsil
kearah yang
hiperemis sehat

Inflamasi
terus menerus

Iritasi
m.Pterigoid interna Trismus
Pemeriksaan Penunjang
Complete blood count

Kultur pus

Kultur darah
Imaging studies
Intraoral Ultrasonography

Computed Tomography ( CT)


kepala dan leher
Tatalaksana
Aspirasi dan darainase
Operasi : Tonsilektomi

Antibiotik

Analgetik
Kortikosteroid
Beberapa Jenis Operasi Tonsilektomi :

Tonsilektomi achaud yaitu dilakukan bersama-sama


dengan tindakan drainase abses.
Tonsilektomi atiede yaitu dilakukan 3-4 hari setelah
tindakan drainase abses.
Tonsilektomi afroid yaitu dilakukan 4-6 minggu setelah
tindakan drainase abses.
Komplikasi :

1. Abses pecah spontanperdarahanaspirasi


paru/aspirasi pneumonia
2. Penjalaran infeksi dan abses ke daerah parafaringabses
parafaringmediastinummediastinitis
3. Bila menjalar sampai intrakranialtrombosis sinus
kavernosus, meningitis, dan abses otak
Diagnosa Banding
Infeksi gigi

Infeksi Mononukleosis

Faringitis

Abses Retrofaring
Prognosis
Dubia ad bonam
Prognosis umumnya baik, dengan terapi yang adekuat,
angka kesembuhannya berkisar 90-95 %
Abses peritonsil hampir selalu berulang bila tidak
diikuti dengan tonsilektomi
ILUSTRASI KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Y
Umur : 47 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Sasak
Suku bangsa : Minang
ANAMNESIS
Keluhan utama : Nyeri menelan sejak 2 hari
SMRS
Keluhan Tambahan :
Demam ( Febris)
Sulit Menelan ( Odinofagia)
Suara Bergumam ( Hot potato Voice)
Mulut bau ( Halitosis)
Sulit membuka mulut ( Trismus)
Hipersalivasi
Riwayat penyakit dahulu :
Disangkal

Riwayat Sosial Ekonomi dan Kebiasaan


Riwayat merokok tidak ada
Hygiene Mulut Kurang
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : sedang
Kesadaran : CM
Tekanan Darah : 120/70mmHg
Frekuensi Nadi : 84x/menit
Frekuensi Nafas : 22x/menit
Suhu Tubuh : 36,5
Status Gizi : Baik
BB/TB: 60 kg/158 CM
PEMERIKSAAN SISTEMIK
Toraks :
Paru
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan
Palpasi : Fremitus kiri sama dengan kanan
Perkusi : Sonor
Auskultasi: Suara nafas vesikuler, ronkhi (-/-),
wheezing (-/-)
Abdomen
Inspeksi : Perut tidak tampak membuncit
Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) nomal
STATUS LOKALISATA
TELINGA
Kelainan Kanan Kiri

Sempit Tidak ada Tidak ada


Liang Telinga
Hiperemi Tidak ada Tidak ada

Edema Tidak ada Tidak ada

Sekret Tidak ada Tidak ada

Membran timpani Perforasi Tidak ada Tidak ada


HIDUNG
Pemeriksaan Dextra Sinistra

Kavum nasi Cukup lapang (N) N N

Sekret Tidak ada Tidak ada

Konka inferior Ukuran Eutrofi Eutrofi

Warna Merah muda Merah muda

Permukaan Licin Licin

Edema Tidak ada Tidak ada

Septum Deviasi Tidak ada Tidak ada


TENGGOROKAN
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Arkus faring Simetris/tidak Asimetris
Warna Hiperemis
Edema Ada Ada
Eksudat Tidak ada Fluktuatif
Dinding Faring Warna Merah muda Merah
Tonsil Ukuran T3 T4
Warna Merah Muda Merah
Permukaan Licin Berbenjol
Muara kripti melebar
Detritus Ada Ada
Uvula Terdorong kesisi sehat
Pemeriksaan Penunjang:
Hb : 12,5 g/dl
Leukosit : 12.100/mm3
Ureum : 38 mg%
Kreatinin : 0,5 mg%
GDS : 140 mg%

Diagnosis Kerja :
Abses Peritonsil Sinistra + Abses Faring
Terapi:
IVFD RL 20 tetes/menit
Paracetamol syr 3x2 cth
Ceftriaxone Inj. 2x1 gr IV Skin test
Ranitidine inj. 2x1
Methylprednisolone Inj. 2x 6.25 gr
Diet ML

Anjuran :
Aspirasi drainase
Eksisi Tonsil
Tanggal 23 Januari 2017 Setuju Tindakan

Tindakan Pembedahan
Aspirasi dan Drainase
Tonsilektomi
Aspirasi Faring
Tanggal 24 Januari 2017 Post Op
S / Susah menelan (-)
Nyeri menelan (-)

O / PF: Tonsil : T0T0, abses (-/-), pus (-), hiperemis

A/ Post Op Aspirasi Drainase Abses Peritonsil + Abses Faring

P/
VFD RL 8 jam/kolf
Inj. Ampicillin 3x1 amp. iv
Inj. Gentamicin 2x1 amp. Iv
Inj. Dexamethasone 3x1 amp. iv
Paracetamol tab 3x500 mg
Betadine Kumur
Obat Pulang :

Cefixime syr 2x1


Paracetamol syr 3x1
Ambroxol syr 3x1
Cetirizin syr 1x1
DISKUSI
TEORI KASUS DISKUSI
Abses peritonsil sering Pasien perempuan usia 47 Sesuai dengan teori
terjadi pada usia 20-40 tahun
tahun, jarang pada anak

Berdasarkan teori gejala dan Gejala Klinis yang Gejala yang di keluhkan
tanda abses perionsil : ditemukan pasien sesuai dengan teori
Odinofagia
Nyeri telinga
Demam
Mual & Muntah
(regurgitasi)
Mulut bau (halitosis)
Hipersalivasi
Suara sengau ( Hot potato
voice)
Sukar membuka mulut
(trismus)
Teori Kasus Diskusi
Beberapa hasil pemeriksaan Pada pemeriksaan fisik pada Berdasarkan hasil
yang dapat ditemukan antara pasien ini ditemukan: pemeriksaan fisik yang
lain: tonsil membesar dan ditemukan sesuai dengan
Palatum mole bengkak dan hiperemis temuan pada pemeriksaan
menonjol ke depan uvula membengkak dan peritonsilar abses
Teraba fluktuasi terdorong kesisi yang sehat
Kutub tonsil superior palatum mole membengkak
eritema dan menonjol kedepan
Uvula membengkak dan
terdorong ke sisi yang sehat
Tonsil bengkak, hiperemis,
mungkin banyak terdapat
detritus, dan terdorong ke
arah tengah, depan, dan
bawah
Teori Kasus Diskusi
Aspirasi dan Drainase Aspirasi dan drainase Terapi yang diberikan
Operasi Tonsilektomi Abses pada pasien ini sesuai
Antibiotik Tonsilektomi achaud dengan teori
Analgetik Antibiotik
Kortikosteroid Analgetik
Kumur-kumur cairan Kortikosteroid
hangat

Prognosis Prognosis Sesuai dengan


Dubia ad bonam Dubia ad bonam teori
TERIMA
KASIH