You are on page 1of 16

OLEH:

Tim icu
adalah suatu kelainan autoimun yang
ditandai oleh suatu kelemahan abnormal
dan progresif pada otot rangka yang
dipergunakan secara terus-menerus dan
disertai dengan kelelahan saat
beraktivitas.
Miastenia gravis merupakan penyakit yang
jarang ditemui, dan dapat terjadi pada
berbagai usia. Biasanya penyakit ini lebih
sering tampak pada usia 20-50 tahun.
Wanita lebih sering menderita penyakit ini
dibandingkan pria. Rasio perbandingan
wanita dan pria yang menderita miastenia
gravis adalah 6 : 4. Pada wanita, penyakit
ini tampak pada usia yang lebih muda,
yaitu sekitar 28 tahun, sedangkan pada
pria, penyakit ini sering terjadi pada usia
42 tahun.
Mekanisme imunologik memegang peranan yang
sangat penting pada patofisiologi miastenia gravis,
dimana antibody yang merupakan produk dari sel B
justru melawan reseptor asetilkolin

Ikatan silang reseptor Ach terhadap anti body anty-


AChR dan mengurangi jumlah Reseptor ACh pada
Neuromuskuler junction dengan cara
menghancurkan sambungan ikatan pada membran
postsipnatic, sehingga mengurangi area permukaan
yang dapat digunakan untuk insersi reseptor
reseptor ACh yang baru disintesis.
Kelemahan pada otot ekstraokular atau ptosis
Kelemahan otot Bulbar
Kelemahan Otot Leher Dan ektremitas gerak,
memburuk pada sore atau malam hari dan
setelah berolah raga.
Klas I
Adanya kelemahan otot-otot okular, kelemahan
pada saat menutup mata, dan kekuatan otot-otot
lain normal.
Klas II
Terdapat kelemahan otot okular yang semakin
parah, serta adanya kelemahan ringan pada otot-
otot lain selain otot okular.
Klas IIa
Mempengaruhi otot-otot aksial, anggota tubuh,
atau keduanya. Juga terdapat kelemahan otot-otot
orofaringeal yang ringan.
Klas IIb
Mempengaruhi otot-otot orofaringeal, otot
pernapasan atau keduanya. Kelemahan pada otot-
otot anggota tubuh dan otot-otot aksial lebih ringan
dibandingkan klas IIa.
Klas III
Terdapat kelemahan yang berat pada otot-otot
okular. Sedangkan otot-otot lain selain otot-otot
okular mengalami kelemahan tingkat sedang.
Klas IIIa
Mempengaruhi otot-otot anggota tubuh, otot-otot
aksial, atau keduanya secara predominan. Terdapat
kelemahan otot orofaringeal yang ringan.
Klas IIIb
Mempengaruhi otot orofaringeal, otot-otot
pernapasan, atau keduanya secara predominan.
Terdapat kelemahan otot-otot anggota tubuh, otot-
otot aksial, atau keduanya dalam derajat ringan.
Klas IV
Otot-otot lain selain otot-otot okular mengalami
kelemahan dalam derajat yang berat, sedangkan
otot-otot okular mengalami kelemahan dalam
berbagai derajat.
Klas IVa
Secara predominan mempengaruhi otot-otot anggota
tubuh dan atau otot-otot aksial. Otot orofaringeal
mengalami kelemahan dalam derajat ringan.
Klas IVb
Mempengaruhi otot orofaringeal, otot-otot
pernapasan atau keduanya secara predominan.
Selain itu juga terdapat kelemahan pada otot-otot
anggota tubuh, otot-otot aksial, atau keduanya
dengan derajat ringan. Penderita menggunakan
feeding tube tanpa dilakukan intubasi.
Klas V
Penderita terintubasi, dengan atau tanpa ventilasi
mekanik.
Untuk penegakan diagnosis miastenia gravis,
dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:
Penderita ditugaskan untuk menghitung dengan
suara yang keras. Lama kelamaan akan terdengar
bahwa suaranya bertambah lemah dan menjadi
kurang terang.
Penderita ditugaskan untuk mengedipkan
matanya secara terus-menerus. Lama kelamaan
akan timbul ptosis.
Uji Tensilon (edrophonium chloride)
Uji Prostigmin (neostigmin)
Uji Kinin
Pemeriksaan Laboratorium
Anti-asetilkolin reseptor antibody.
Antistriated muscle (anti-SM) antibody.
Anti-muscle-specific kinase (MuSK) antibodies.
Antistriational antibodies.

Imaging untuk diagnosa miestenia gravis


Chest x-ray (foto roentgen thorak)
Meningitis basalis (tuberkulosa atau luetika).
Paralisis pasca difteri.
Apabila terdapat suatu diplopia yang transient
maka kemungkinan adanya suatu sklerosis
multipleks.
Terapi Jangka Pendek untuk Intervensi
Keadaan Akut
Plasma Exchange (PE)
Intravenous Immunoglobulin (IVIG)
Intravenous Methylprednisolone (IVMp)
Pengobatan Farmakologi Jangka Panjang
Kortikosteroid

Azathioprine

Cyclosporine

Cyclophosphamide (CPM)

Thymectomy (Surgical Care)


&
TERIMA KASIH