You are on page 1of 47

OPTIMALISASI PEDESTRIAN/ CITY

WALK DAN PARKIR DI JALAN
SLAMET RIAYADI
KOTA SURAKARTA

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
DINAS PERHUBUNGAN
TH. 2010
A. Umum
 Ruang publik yang demokratis mempunyai arti
bagi masyarakat, mamberikan kemudahan bagi
masyarakat yang mendatanginya dan membuat
masyarakat berpartisipasi memanfaatkannya (Francis
Moundon, 1987:23). Hal ini berarti bahwa ruang publik
harus, memperhatikan aksesibilitas sehingga menjadi
ruang yang baik dan nyaman bagi masyarakat untuk
memanfaatkannya.

Kawasan
 pedestrian/City Walk merupakan tempat
dengan aksesibilitas yang cukup tinggi,akan memenuhi
kebutuhan pengunjung dan mereka dapat melakukan
kebebasan dalam mengakses ruang terbuka. Dengan
aksesibilitas yang baik pula akan menjadikan ruang
publik yang memberi arti, sehingga akan membuat
masyarakat selalu ingin berkunjung dan menumbuhkan
rasa rindu untuk mengunjunginya.
B. Maksud dan Tujuan
• Maksudnya adalah untuk menciptakan
pedestrian/ city walk yang nyaman dan
manusiawi.
• Sedangkan tujuan adalah :
 1.Menciptakan rasa aman,nyaman,selamat,
tertib dan teratur di kawasan city walk .
 2. Mengevaluasi fasilitas pejalan kaki dan
parkir di sepanjang jalan Slamet Riyadi
 3. Memberikan rekomendasi kepada pelaku
usaha di sepanjang jalan Slamet Riyadi
terkait dengan fasilitas pejalan kaki dan
parkir.
 4.Terwujudnya penegakan hukum dan
kepastian hukum bagi masyarakat.
C. DASAR
 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2009 tentang Pengelolaan dan Pengendalian
Lingkungan Hidup;

 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun
2004 tentang Jalan;

 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun
2007 tentang Penataan Ruang;

 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2009 tentang Pelayanan Publik;

 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun
2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di
D. Tanggung Jawab Pemerintah
dan Peranserta Masyarakat
 # Tanggung Jawab Pemerintah diatur dalam
UU nomor 22/ 2009 tentang LLAJ pada Bab
IV Pasal 5 :
 - ayat (1), Negara bertanggung jawab atas

lalu lintas dan angkutan jalan dan
pembinaanya dilakukan oleh Pemerintah.
 - ayat (2), Pembinaan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan (fasilitas pejalan kaki dan
parkir) sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi
Perencanaan,Pengaturan,pengendali
an dan pengawasan
ILUSTRASI PEMBANGUNAN KOTA

PRASARANA SARANA
Pemerintah membangun prasarana
kota untuk merangsang
pertumbuhan ekonomi

PRASARANA Pembangunan yang dilakukan
SARANA
Pemerintah dapat merangsang
masyarakat untuk lebih
meningkatkan aktifitasnya, namun
tidak diimbangi dengan fasilitas
pendukungnya , sehingga
menimbulkan masalah.
Kegiatan
PRASARANA SARANA Perencanaan , Pengaturan , pengendali
an dan pengawasan sebagaiman di
maksud dalam Pasal 5 ayat ( 2 ),
adalah :
Menyeimbangkan antara kebutuhan
prasarana dan saranacguna
menunjang kegiatan perekonomian
kota .
#. Peran Serta Masyarakat di dalam
penyelenggaraan LLAJ di Kota
Surakarta
• Pasal 256 ayat (1), masyarakat
berhak untuk berperan serta
dalam penyelenggaraan lalu
lintas dan angkutan jalan.

Pasal 256 ayat (2) :
-huruf a, pemantauan dan penjagaan
keamanan,keselamatan, ketertiban dan
kelancaran lalu lintas dan angkutan
jalan.
- huruf b, masukan kepada instansi pembina dan
penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan
di tingkat pusat dan daerah dalam
penyempurnaan peraturan,pedoman dan standar
teknis di bidang lalu lintas dan angkutan
jalan
- huruf c, pendapat dan pertimbangan
kepada instansi pembina dan
penyelenggara lalu lintas dan angkutan
jalan yang menimbulkan dampak
lingkungan.
- huruf d, dukungan terhadap
penyelenggaraan lalu lintas dan
E. Batas Wilayah
Pembahasan
• Memperhatikan permasalahan kota
yang cukup komplek (PKL,barang
dagangan di trotoar dan parkir)
Pemerintah Kota Surakarta di dalam
pengawasan dan pengendalian LLAJ
terkait dengan permasalahan
pendestrian dan parkir, berkosentrasi
di jalan Slamet Riyadi.
• Mengingat jalan Slamet Riyadi
merupakan jalan utama yang
menghubungkan ke pusat-pusat
kegiatan(Bisnis,perbankan,pemerinta
han,kesehatan,dll) di Kota Surakarta
Karakteristik ruas jalan yang ada pada Jalan Slamet
Riyadi ini memiliki lebar ruas jalan efektif
mencapai sekitar 14 meter dengan jalur lambat pada
dua sisi dengan masing-masing lebar antar 3-6 meter.
Pekerasan pada jalur utama yang ada pada ruas jalan
Slamet Riyadi berupa jalan Hotmix.
Jalur Lambat Median Perkerasan Jalan Median Jalur Lambat

Lebar Kelandaia Lebar Lebar
Tipe Kondisi Lebar Lebar (m) Tipe Kondisi Tipe Kondisi
(m) n (m) (m)

Penetrasi Penetrasi
4,5 Agregat Baik 3 4% - 2% 3,0m jalur rel+8,5+6,0 Aspal J a lu r
Baik KA 1 4,5 Agregat Sedang

P e m b a ta s Ta m a n /J a lu r h ija u (6 ,7 m ) C ity W a lk
J a lu r la m b a t (4 ,1 m ) J l. S la m e t R iy a d i (1 6 m )
(1 m )
F. Identifikasi Masalah
• Dari hasil indentifikasi masalah di
lapangan dapat di bagi 3(tiga)
berdasarkan jenis permaslahan
yang terjadi, yaitu :
I. Perubahan fisik trotoar,
II. Penggunaan City Walk diluar
fungsinya,dan
III. Keterbatasan lahan parkir pada
bangunan tertentu
4.
I . PERUBAHAN FISIK PEDESTRIAN
 1. SOLO 1. Trotoar satu obyek dgn
SQUARE jalan dan untuk Parkir

2. Tidak adanya fasilitas
penyebrang untuk ke barat

8 . 5m 3. Trotoar berubah menjadi
85 . 5 m 14 . 6m taman
2
3m Trotoar 1 3

Jalur Lambat
1 . Permukaan trotoar tidak
 2. DIAMOND datar
dan untuk parkir

2 . Tidak adanya fasilitas
pejalan kaki
di daerah bukaan
Diamond
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Trotoar 3.5 m
1 2 1.5
m
5 . 2m 25 m 35 . 2 m
 3. SOLO INN 1 . Permukaan trotoar tidak
datar
dan untuk parkir

2 . Keterbatasan Lahan
Parkir di dalam Gedung
Hotel

Hotel
Jalur Lambat

Jalur Hijau

2
1
Trotoar 2 m
3 . 8m 5 . 7 m 15 . 9 m 5 m
 4. ADEM 1 . Permukaan trotoar tidak
datar
AYEM dan untuk parkir

2 . Dilantai atas ada ruang
pertemuan tapi tidak
menyediakan lahan parkir

Ruang 2
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Pertemua
n

1 1.7 m
Trotoar 1 . 8 m

13 . 1m
 5. EDWERD 1 . Permukaan trotoar tidak
FORRER datar

2 . Kondisi Pendestrian
rusak dan berlubang
Jalur Lambat

Jalur Hijau

1 2 4.3 m
Trotoar 2 m
14 m
 6. GRAHA
PRIORITAS 1 . Permukaan pedestrian tidak
datar
2 . Fasilitas Parkir di dalam
Gedung Terbatas

Perkantor
Jalur Lambat

Jalur Hijau

an &
konter
2 HP
1
Trotoar 2.3
1 . 73 . 5 43 3.8
 7. AM-PM
1 . Pedestrian hilang dan
berfungsi untuk kegiatan
usaha & parkir

Rumah
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Makan

1
2.3
13
 8. RUKO PASAR
PON 1 . Permukaan Pedestrian tidak
Datar

RUKO
Jalur Lambat

Jalur Hijau

1 3.6
Trotoar 2
35
9. Toko Fashion

Village 1 . Permukaan Pedestrian tidak
Datar dan untuk parkir
Jalur Lambat

Jalur Hijau

TOKO

1 1
Trotoar 1.5
16 . 4
 10. Bumiputera
1912 1 . Permukaan Pendestrian tidak
Datar dan untuk parkir
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Kantor

6
1
Trotoar 1.4
15 . 8
 11. CIMB
1 . Permukaan Pendestrian tidak
NIAGA Datar dan untuk parkir
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Bank
POS

6.6
1
Trotoar 2.2
4 21
1 . Permukaan Pendestrian datar
 12. BEST WETERN dan tidak memiliki lahan
PREMIER parkir yang memadahi

2 . Neonbox menghalangi
fungsi pendestrian
Jalur Lambat

Jalur Hijau

Hotel
POS

1 2
Trotoar 2.5
1 . 77 . 6 24 . 2 8.31.5
II. Penggunaan City Walk diluar
fungsinya
• Dari hasil inventarisasi masalah penggunaan City Walk
di luar fungsinya, pengamat membagi menjadi
beberapa segmen, yaitu :
- Sp4 SE (Solo Center Point) s/d Gendengan :
 (Solo Center Point, Hotel Arini,Bank Permata,Bank Mega)
- Sp.4 Gendengan s/d Sp.3 R.Maladi
 (Sepeda Motor PKL depan Gereja Baptis,Becak SGM)
- Sp. 3 R. Maladi s/d Sp. Ngapeman
 (Bursa Mobil di kawasan Sriwedari)
- Sp.4 Ngapeman s/d Gladag
 (Takaful,Bajay,Naga Tara Elektonik,Toyota
Genune,Maxi Style,Hotel Kota,
Google,Swamitra,Dana Utama,Relax Spa,Sinar
Mulia,Bunga Sumadjan)
II . PENGGUNAAN CITY WALK
DILUAR FUNGSINYA
U
CITY WALK
CITY WALK
Solo Center Point - Gendengan

Hot
el
Ari
ni

Bank
P erma
ta
Gendengan
ga
Bank Me
U
CITY WALK
Gendengan-R. Maladi
CITY WALK

Jalan Protokol

ga
Bank Me
U
CITY WALK
R. Maladi-Ngapeman
CITY WALK
CITY WALK U
CITY WALK
Ngapeman - Gladag
III . KETERBATASAN LAHAN PARKIR
PADA BANGUNAN TERTENTU
1. HOTEL DANA

Kapasitas Lahan parkiryang tersedia :
→ 30*60.1*0.70 =1262 m²
Prediksi prosentase roda 4 dan 2 :
Roda 4 → {(1262 *0.76)/(2.5*1.5)} =216 SRP
% pengguna r.4 Dimensi
Roda 2 → {(1262 *0.24)/(2.0*0.7r.)}
4 =404 SRP
% pengguna r.2 Dimensi
r.2
Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa
kapasitas tamu undangan hotel Dana adalah
536 ≈ 550 undangan

Permasalahan di hotel Dana, adalah : U
1.Undangan resepsi lebih dari 550 undangan
2.Halaman depan gedung pertemuan tidak
dimanfaatkan untuk parkir ,beralih menjadi
35
tempat duduk tamu dgn dipasang tratak.
3. Didalam halaman hanya di gunakan parkir tamu hotel dan tamu resepsi diarahka
2 Pedestrian Pedestrian

28 9.5 22 . 6
 2. GRAHA NIAGA
Kapasitas Lahan parkiryang tersedia :
→( 71.9*86 )-(41.5*luas
luas 54)*0.70 =2760m²
lahan bangun
an
Prediksi prosentase roda 4 dan 2 :
Roda 4 → {(2760*0.76)/(2.5X1.5)} = 699 SRP
% pengguna r.4 Dimensi
Roda 2 → {(2760 *0.24)/(2.0X0.7)}r.4 = 473 SRP
% pengguna r.2 Dimensi
r.2
Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa
kapasitas tamu undangan gedung Graha Niaga adalah 1172 ≈

4.4
an di hotel Dana, adalah :
giatan
41 . 5 resepsi tdk ada gendala dgn lahan parkir hanya oknum jukir liar yg mengara
U lahan parkir untuk kegiatan pameran sehing
pameran biasanya menggunakan sebagian
26

City Walk City Walk
25 7 10 12 12 20
3. WISMA BATARI
Kapasitas Lahan parkiryang tersedia :
→( 26.7*35.7)*0.70 = 667m²
Prediksi prosentase roda 4 dan 2 :
Roda 4 → {(667*0.76)/(2.5x1.5)} = 169 SRP
Roda 2 → {(667*0.24)/(2.0x0.7)} = 114 SRP

Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa
kapasitas tamu undangan gedung Wisma Batari adalah283 ≈

han di gedung Wisma Batari, adalah:
resepsi lebih dari 300 undangan
knum jukir liar yg mengarahkan parkir diatas City Walk ,diatas rel KA dan jalur c
depan gedung pertemuan tidak
imanfaatkan
26 . 7 untuk parkir ,beralih menjadi
tempat duduk tamu dgn dipasang tratak
U
POS

City Walk
3.4 4.5 23 . 4.1 5.5
7
4. SMP BINTANG
Kapasitas Lahan parkiryang tersedia :
LAUT
→( 36.41*37.12)*0.70 = 946 m²
Prediksi prosentase roda 4 dan 2 :
Roda 4 → {(946*0.05)/(2.5x1.5)} = 16 SRP
Roda 2/sepeda angin:
→ {(946*0.95)/(2.0x0.7)} = 642 SRP

Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa
kapasitas parkir untuk guru dan siswa adalah 658 ≈ 660 si
36 . 4
1
ung Wisma Batari, adalah: U
atan di lapangan bahwa sekolah sudah menyediakan lahan parkir khusus guru dan siswa/siswi yang mengguna
entuan
37 . 1dari sekolah bahwa siswa/ siswinya dilarang membawa sepeda motor, konsekwensinya sebagian siswany
swa
2/siswi menggunakan mobil jemputan secara pribadi, sehingga membebani jalur cepat.

Jalur lambat
G. Pemecahan Masalah
 Upaya didalam mengoptimalkan
pedestrian/ City Walk dan Parkir di
jalan Slamet Riyadi tidak dapat
diselesaikan secara instan namun
bertahap, mengingat karakter
permasalahan ditiap TGL (Tata Guna
Lahan) yang ada berbeda-beda.
 Sehingga dalam hal ini perlu
adanya penanganan jangka pendek
dan jangka panjang

1. Jangka Pendek
 a.Penanganan jangka pendek
diwajibkan kepada pelaku usaha
yang terlanjur merubah bentuk
trotoar/pedestrian yang ada, untuk
mengembalikan seperti
semula,adapun speks
Bahan yang teknisnya
digunakan :
1 . Paving Blox
sebagai berikut : 2 . Beton Cor
3 . Urukan Pasir
2.5 m 15cm

25cm
 b. Untuk manajemen dan penanggung
jawab Solo Center Point segera
mengembalikan fungsi
trotoar/pedestian dari taman menjadi
trotoar dan mengecat marka zebra
cross di daerah penyebrangan dekat
tangga pejalan kaki tepatnya utara pos
pemeriksaan satpam

Usulan zebracross di daerah akses
Usulan pedestrian di sebagian pintu masuk solosquare
Taman sisi barat solosquare
 c. Mengembalikan kelandean trotoar
atau dengan cara memasang zebra
cross, agar memberikan kepastian
hukum bagi pejalan kaki yang akan
melintas.
 d.Untuk manajemen dan penanggung
jawab Hotel BEST WETERN PREMIER
segera membongkar neonbox yang
berada di daerah trotoar/pedestrian.
Piye … terus liwat ngendi iki
e. Pemilik gedung
/Bangunan yang berada
di daerah City Walk
atau selatan jalan
Slamet Riyadi untuk
memarkirkan
kendaraanya di utara
jalan dan apabila
tidak memungkinkan
maka pihak pemilik
bangunan untuk
menyediakan ruang
parkir sendiri, misal
lantai bawah menjadi
tempat parkir/
mengurangi volume
usaha untuk kegiatan
parkir konsumennya . Walk
City
 f. Mewajibkan kepada bangunan yang memiliki
keterbatasan lahan parkir sperti Hotel Dana,
Graha Niaga dan Wisma Batari untuk tidak
melakukan kegiatan yang dapat menarik
perjalanan orang melebihi kapasitas parkir yang
di miliki dan tidak diijinkan memanfaatkan
ruang parkir yang di miliki untuk difungsikan
selain kepentingan parkir

Ra bener
kae… lahan
parkir kok
dipasang
tratak
 g. Untuk mewujudkan kelancaran lalu
lintas di jalan Slamet Riyadi perlu
adanya peran serta masyarakat , terkait
dengan kemacetan di daerah SMP
Bintang Laut, maka mewajibkan pihak
sekolahan untuk menyediakan bus
sekolah/ mobil jemputan
2. Jangka Panjang
• Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta
akan menerapkan pembatasan
kendaraan bermotor dan akan
mengembangkan angkutan massal
ramah lingkungan.
• Dimana Pemerintah akan membangun
kantong-kantong parkir di luar kota
dan transfer moda ke BRT apabila ke
dalam kota bila belum terlayani BRT
maka disediakan pinjaman sepeda
angin dengan jaminan kartu identitas,
di beberapa simpang yang ada di
H. Pembinaan dan Kepastian
Hukum
• Untuk segera dipenuhi kewajiban
pelaku usaha yang di
rekomendasikan sebagaimana di
maksud diatas dan apabila tidak di
penuhinya kewajiban tersebut,
sesuai dengan PERDA Kota
Surakarta nomor 6 tahun 2005
maka akses masuk bangunan
dapat ditutup dan pidana kurungan
6 (enam) atau denda Rp.
50.000.000,-
Arzoni .DTRK
• Terkait dengan class eksen dari
bapak Taufik yang jadi perhatian
Solosquare, Solo Center Point, Solo
Grand Mall, Best Western dari tata
kota sudah memberikan surat
teguran