PROGRAM

KELUARGA
SEHAT
UNTUK
INDONESIA
DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG

VISI DAN MISI PRESIDEN

TRISAKTI:
Mandiri di Bidang Ekonomi; Berdaulat di Bidang Politik;
SEKTOR UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN
3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA,

Berkepribadian dlm Budaya

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)

NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA
Agenda ke 5: Meningkatkan Kualitas Hidup
Manusia Indonesia

PROGRAM INDONESIA KERJA
PROGRAM INDONESIA PROGRAM PROGRAM INDONESIA
PINTAR INDONESIA SEHAT SEJAHTERA

RENCANA STRATEGIS KEMENKES 2015-2019

PENERAPAN PENGUATAN JAMINAN KESEHATAN
PARADIGMA SEHAT PELAYANAN KES NASIONAL (JKN)

KELUARGA
UKM dan UKP
SEHAT
DTPK
2

AKB, AKI, Stunting , ATM,
PTM

TIGA PILAR
PROGRAM INDONESIA SEHAT

PILAR-2 PILAR-1 PILAR-3
PENGUATAN YANKES PENERAPAN JAMINAN KES NAS (JKN)
--------------------------------------- PARADIGMA SEHAT ------------------------------------
ARAH KEBIJAKAN: ------------------------------------ KERANGKA PENDANAAN:
(1) PENGUATAN PHC, (2) PENDE- PENINGKATAN PENDANAAN PRO-
KATAN CONTINUUM OF CARE, (3) (1) PENGARUSUTAMAAN KES MOTIF & PREVENTIF, PENINGAKATAN
INTERVENSI BERBASIS HEALTH RISK DLM PEMBANGUNAN EFEKTIVITAS PEMBIAYAAN KES.

(2) MENJADIKAN PROMOTIF PROGRAM:
PROGRAM: & PREVENTIF SBG PILAR UTAMA (1) PENYEDIAAN BENEFIT,
(1) PENINGKATAN AKSES TERUTAMA UPAYA KES (2) PENYELENGGARAAN SISTEM
PADA FKTP, ASURANSI SOSIAL (AZAS GOTONG
(2) OPTIMALISASI SISTEM RUJUKAN, (3) PEMBERDAYAAN
(3) PENINGKATAN MUTU ROYONG), (3) KENDALI MUTU &
MASYARAKAT KENDALI BIAYA  KIS .……….
3

SASARAN STRATEGIS
 Meningkatkan Upaya Promosi
Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat
 Meningkatkan Pembiayaan Kegiatan
Promotif Preventif
 Meningkatkan upaya peningkatan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS)

DUA “SAYAP” PUSKESMAS

UKM PUSKESMAS UKP

JAMINAN
PENDEKATAN
KESEHATAN
KELUARGA
KELUARGA NASIONAL
SEHAT

5

Disability limitation 5. Health promotion 2. Rehabilitation . Early Diagnosis & Prompt Treatment 4.Paradigma Sehat: ditarik ke hulu 5 Level of prevention (Level and Clark): UKP UKM 1. Spesific protection 3.

Desa Siaga. dll Yankes Sumber : Susenas 2010 .PARADIGMA SEHAT: Mengutamakan Promotive . Self care Promosi Kesehatan Self care Sarana Nasional Kesehatan UKBM( Posyandu. Dokter kecil. Posyandu Lansia. Kualitas SBH. Poskesdes.preventif Sehat (70%) Mengeluh Sakit (30%) Self care Yankes (42%) (58%) KIE. Posbindu PTM. Polindes.

 Kondisi sekarang belum seimbang  sebagai contoh dari sisi dana (kapitasi JKN dibanding BOK)  Harus diupayakan agar dana juga seimbang . dll)  UKM: Puskesmas adalah aktor utama dan koordinator semua kegiatan UKM di wilayahnya.UKM dan UKP harus seimbang  UKP: dilakukan oleh Puskesmas dan faskes lainnya (dokter praktek.

sakit  JKN  terutama untuk menyembuhkan yang sakit  Penerapan paradigma sehat  membuat yang sehat makin sehat. tidak menjadi sakit  Untuk itu dikembangkan aspek sehat  dibuat pendekatan keluarga dengan tujuan menyehatkan keluarga  Dibuat indikator keluarga sehat sebagai ukuran tingkat kemajuan keluarga sehat di tiap wilayah 9 .Keseimbangan sehat .

200 NAKES 150 PUSKESMAS 20 Prov 69 kab 19 Prov 64 kab 1. 44 Kabupaten. 3.120 NAKES 2016 140 PUSKESMAS 18 Prov 59 kab 1. PUSKESMAS 9 Prov 64 Kab 1. 64 Kabupaten. 120 Puskesmas . 9 Prov 64 Kab 2019 470 2018 1.280 NAKES 2017 PUSKESMAS.040 NAKES 2015 130 PUSKESMAS 17 Prov 54 kab DTPK 960 NAKES 120PUSKESMAS 15 Prov 44 kab • INTERVENSI BERBASIS-TIM NUSANTARA SEHAT 10 di layanan kesehatan primer • 15 Provinsi. 9 Prov 203 Kab 2238 PUSKESMAS. PROGRAM PRIORITAS 2015-2019 • 149 KAB/ KELUARGA SEHAT •PENYELAMATAN 1000 HPK • 27 Provinsi.525 KOTA Puskesmas 8610 PUSKESMAS 5085 27 Prov 149 Kab PUSKESMAS.

MENURUNKAN PREVALENSI HIPERTENSI .MENINGKATKAN KESEHATAN JIWA 11 .MENURUNKAN PREVALENSI TUBERKULOSIS .MENURUNKAN PREVALENSI BALITA PENDEK (STUNTING)  PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR: .MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI)  KESEHATAN ANAK: .MENURUNKAN PREVALENSI MALARIA  PENGENDALIAN PENYAKIT TDK MENULAR .5 .MEMPERTAHANKAN PREVALENSI HIV-AIDS <0.MENURUNKAN PREVALENSI KANKER .4 .MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB) .MEMPERTAHANKAN PREVALENSI OBESITAS PADA 15. PROGRAM KESEHATAN PRIORITAS  KESEHATAN IBU: .MENURUNKAN PREVALENSI DIABETES .

MENCAPAI INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA .

Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama: Pelayanan kesehatan perorangan Pelayanan kesehatan masyarakat . Pusat pemberdayaan masyarakat (kelompok masyarakat dan keluarga) 3.Paradigma sehat: 1. 2.

meningkatkan akses keluarga thd pelayanan kes yg komprehensif 2. melainkan juga keluar gedung dg mengunjungi keluarga2 di wilayah kerjanya (tdk hanya mengandalkan ukbm yg ada)  pendekatan pelayanan yg mengintegrasikan ukp & ukm secara berkesinambungan dg target keluarga  didasari data & informasi dari profil kes keluarga Dengan tujuan: 1. mendukung pencapaian spm kab/kota & spm provinsi 3. mendukung pelaksanaan JKN 4.PENDEKATAN KELUARGA Cara kerja puskesmas yg tdk hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dlm gedung. mendukung tercapainya program indonesia sehat 14 .

Kenapa harus pro-aktif ke keluarga?  Disampaikan 2 contoh masalah kesehatan yang dalam Renstra 2015 – 2019 menjadi prioritas  Masalah status gizi khususnya stunting (pendek)  Penyakit Tidak Menular (PTM) khususnya hipertensi. diabetes mellitus dan obesitas 15 .

IMS Puskesmas wawasan kesehatan & UKM ITS (P-1. P-3) Rekam Medik Pemberdayaan Desa masyarakat /Kelu UKBM Kecamatan SIMPUS rahan IKS Sehat SIKKa Pemberdayaan Sehat (Sistem keluarga Informasi Kesehatan Pelayanan kesehatan IIS Keluarga) perorangan tk pertama (UKP) IMS : INDEKS MASYARAKAT SEHAT ITS : INDEKS TATANAN SEHAT UKBM : UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT IKS : INDEKS KELUARGA SEHAT 16 IIS : INDEKS INDIVIDU SEHAT . P-2.UPAYA PUSKESMAS MENCAPAI KECAMATAN SEHAT Manajemen Pembangunan wilayah ber.

PENDEKATAN “CONTINUUM OF CARE” & “LIFE CYCLE” BERKESINAMBUNGAN & THD SELURUH TAHAPAN SIKLUS HIDUP MANUSIA PENDEKATAN KELUARGA 17 .

Pendekatan keluarga Puskesmas UKBM: Posyandu. PAUD. Posmaldes. Poskestren. dll Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga . Posbindu PTM.

C Tim 2 Desa D. J Dan seterusnya . G Tim 3 Desa H. I. F. B. bertanggung jawab terhadap indikator kesehatan kaluarga di wilayah binaannya Staf Puskesmas Desa binaan Tim 1 Desa A. E. Bina wilayah • Wilayah kerja Puskesmas bisa dibagi menjadi beberapa wilayah binaan • Puskesmas membentuk Tim Pembina Wilayah (2-3 staf Puskesmas).

DARRIME Manajemen Keluarga Sehat D Database: pendataan seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas A Analisis data R Rumusan masalah R Rencana kegiatan I Implementasi kegiatan M Monitoring E Evaluasi 20 .

Database seluruh keluarga  Pendataan seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas  Pembuatan database keluarga sehat  Analisis data keluarga sehat  bisa diketahui prioritas masalah kesehatan dan atau prioritas wilayah  Dikembangkan SIKKa (Sistem Informasi Kesehatan Keluarga) yang merupakan subsitem dari SP2TP 21 .

Analisis Analisis data base keluarga sehat:  Masalah kesehatan prioritas tiap keluarga  bekal untuk kunjungan rumah  Masalah kesehatan prioritas tiap desa  bekal utk penyuluhan kelompok di desa/ pembinaan UKBM  Masalah kesehatan prioritas tingkat kecamatan  bekal untuk penyuluhan masal di Puskesmas & penyusunan program  Desa yang paling tertinggal dalam KS  prioritas wilayah pembangunan kesehatan 22 .

Desa/Kelurahan  Rumusan masalah kesehatan prioritas tingkat kecamatan  rumusan target  rumusan intervensi/program Puskesmas 23 .Rumusan Masalah  Rumusan masalah kesehatan prioritas keluarga  rumusan penyuluhan/konseling keluarga & pinkesga yg disiapkan  Rumusan masalah kesehatan prioritas di setiap desa/kelurahan  rumusan target  rumusan intervensi/pemberdayaan masy.

Rencana Kegiatan Membuat rencana kegiatan:  Di tiap Keluarga  kunjungan rumah  Di masing-masing Desa  Di tiap UKBM yang akan digunakan untuk wahana komunikasi (Bila perlu ada pelatihan kader kesehatan)  Di tingkat Kecamatan  Dsb 24 .

berupa program peningkatan keluarga sehat:  Intervensi antar desa/kelurahan bisa berbeda. sesuai indicator yang paling tertinggal di RW/RT tersebut  Bahkan intervensi bisa ke tingkat keluarga. sesuai dengan indicator yang tertinggal di masing2 desa  Intervensi bias difokuskan lebih lanjut sampai ke tingkat RW/RT per desa/ keluarahan.Intervensi Melakukan intervensi kegiatan. sesuai dengan masalah keluarga yang bersankutan  Semua jenis intervensi dituangkan dalam POA (Plan of Action) 25 .

26 .Monitoring Melakukan pemantauan/monitoring:  Pemantuan bisa dilakukan melalui mini lokakarya Puskesmas  Pola pemantauan bisa melihat kesesuaian kegiatan antara POA dan pelaksanaannya.  Pada tengah tahun bisa dilakukan review seberapa jauh peningkatan keluarga sehat telah terjadi.

desa/keluarahan dan RW/RT  Bisa dilihat desa mana yang mencapai target.Evaluasi Melakukan evaluasi:  Dilakukan perhitungan berapa persen proporsi keluarga sehat baik di tingkat Puskesmas. dan mana yang belum mencapai target  Dilakukan analisis penyebab tercapai dan tidak tercapainya target  untuk perbaikan intervensi tahun depan  Hasil evaluasi dipakai juga sebagai usulan kegiatan tahun berikutnya 27 .

28 .

Keluarga Sadar Kesehatan (KSK) Batasan operasional  Indikator yang digunakan untuk menentukan keluarga sadar kesehatan ada 12 indikator  Keluarga sadar kesehatan adalah keluarga yang semua indikator kesehatan yang ada pada keluarga adalah baik.  Pemilihan indikator (SMART): diterima masyarakat. tidak sesaat. relatif sering .

Gizi (Stunting) 2. Anggota keluarga yang akses dlm pelayanan kesehatan 6 Kesehatan Jiwa jiwa (penderita gangguan jiwa berat yg akses ke Yankes) . Pemantauan pertumbuhan balita 3. PUS ikut KB 1. PM (ATM) 1. menggunakan air bersih Perilaku dan 2. Penderita TB yang berobat sesuai standar PTM (Hipertensi. Asi Eksklusif 0-6 bulan 2. Penderita hipertensi berobat teratur Obesitas. DM. Menggunakan jamban sehat 5 kesehatan lingkungan 3. Bumil ikut progrram ANC sesuai Standar 3. 4. 1. Kanker) 1. Indikator keluarga sadar kesehatan Program prioritas Indikator AKI dan AKB (termasuk 1. Menjadi anggota JKN / Asuransi Kesehatan 1. Tidak ada anggota keluarga yang merokok 4. imunisasi) 2. Bayi Imunisasi dasar lengkap 1.

Indikator Keluarga Kesehatan 1 PUS ikut KB 2 Bumil ikut progrram ANC sesuai Standar 3 Bayi Imunisasi dasar lengkap 4 Asi Eksklusif 0-6 bulan 5 Pemantauan pertumbuhan balita 6 Penderita TB yang berobat sesuai standar 7 Penderita hipertensi berobat teratur 8 Menggunakan air bersih 9 Menggunakan jamban sehat 10 Tidak ada anggota kelaurga yang merokok 11 Menjadi anggota JKN / Asuransi Kesehatan 12 Penderita gangguan jiwa berat yg akses ke Yankes) .

Format rekapitulasi Family Folder Keluarga Indikator Suami Istri Balita by 0-6 bl Keluarga Keluarga mengikuti program KB Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar Balita mendapat Imunisasi lengkap Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan Pemantuan pertumbuhan balita Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar Penderita hipertensi yang berobat teratur Tidak ada anggota keluarga yang merokok Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN Menggunakan air bersih Menggunakan jamban keluarga Penderita gangguan jiwa berat yang akses dengan Yankes Jumlah indikator Y (ya) Indeks Keluarga Sadar Kesehatan (IKSK) .

Cara pengisian format  Kotak yang berwarna gelap tidak diisi karena tidak sesuai dengan anggota keluarga  Kotak yang kosong diisi sebagai berikut: N: Negatif. bila tak layak isi. bila tidak sesuai dengan yang tertulis . maka pada kolom TB ditulis N Y: ya. bila sesuai dengan yang tertulis T: tidak. misalnya dalam keluarga tersebut tidak ada yang menderita tuberculosis.

Format Rekapitulasi Data Kesehatan Keluarga Indikator Suami Istri Balita by 0-6 bl Keluarga Keluarga mengikuti program KB N N N Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar N Balita mendapat Imunisasi lengkap Y 1 Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan Y 1 Pemantuan pertumbuhan balita Y Y 1 Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar N N N Penderita hipertensi yang berobat teratur Y N 1 Tidak ada anggota keluarga yang merokok T Y 0 Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN Y Y Y Y 1 Mempunyai sarana air bersih 1 Menggunakan jamban keluarga 1 Anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa T T 0 Jumlah indikator Y (ya) 7 Indeks Keluarga Sehat (IKS) 7/9 .

9 94.0 65.3 25.9 3 Balita mendapat Imunisasi lengkap 80.2 68.1 2 Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar 30.1 79.9 44.7 46.6 43.8 6 Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar 74.0 22.0 82.9 Anggota keluarga akses dalam pelayanan 12 91.4 4.0 22.9 38.8 24.2 68.6 .2 40.0 11.8 40.4 92. Rekapitulasi Data Keluarga Sehat Tingkat Desa Nomer Indikator RW 1 RW 2 RW 3 RW 4 Desa A.8 41.8 41.8 19.2 68.1 kesehatan jiwa Jumlah IKS = 1 30 71 10 35 146 Jumlah KK 278 366 225 387 1256 IKS Desa 10.6 45.7 9 Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN 69.3 5 Pemantuan pertumbuhan balita 99.8 27.1 71.0 63.7 11.6 61.0 62.7 11 Menggunakan jamban keluarga 74.1 10 Mempunyai sarana air bersih 80.6 8 Tidak ada anggota keluarga yang merokok 22.3 73.3 66.6 95.5 91.7 58. 1 Keluarga mengikuti program KB 82.1 16.9 98.2 95.0 62.1 71.9 7 Penderita hipertensi yang berobat teratur 21.9 69.7 39.9 36.8 40.6 61.8 31.9 44.4 9.2 90.5 57.0 49.7 4 Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan 27.9 98.

4% 86.45% Balita mendapat Imunisasi lengkap 68.75% Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar 24.9% 66.7 85.7% 90.35% Menggunakan jamban keluarga 44.0% 70.4% 92.1% 60.1 69.25% Pemantuan pertumbuhan balita 82.8 45.12% Tidak ada anggota keluarga yang merokok 49.20% 3.2% 16.3 74.1% kesehatan jiwa 86.9 53.6 13.5% 71.3% 63.4% 8.5% 56.1% 54.2% 71. Rekapitulasi Data Keluarga Sehat Tingkat Puskesmas Indikator Desa A Desa B Desa C Desa D Puskesmas Keluarga mengikuti program KB 79.05% Anggota keluarga akses dalam pelayanan 94.6% .2% 73.9 87.3% 6.6% 66.3% 62.7 89.5% 75.25% Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN 66.4% 95.0% 64.95% Mempunyai sarana air bersih 68.2% 64.9% 85.5% 60.05% Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar 44.9% 77.70% 7.7% 78.3% 68.6% 62.1% 74.80% 11.9 48.3% 74.9% 51.9% 85.75% Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan 39.27% Penderita hipertensi yang berobat teratur 36.1 56.1 78.7% 68.30% 5.8% 67.00% Indeks Keluarga Sehat (IKS) 10.4% 90.9% 94.7 62.

Prioritaas masalah tingkat kecamatan adalah Hipertensi & Jaban Sehat dan Penderita TB berobat sesuai standar 3.6% keluarga sadar kesehatan 2. Prioritas wilayah: Desa D dan Desa C 4. Rumusan 1. Hanya 7. Prioritas masalah kesehatan per desa:  Desa A: ANC dan Hipertensi  Desa B: Hipertensi dan pemantauan pertumbuhan Balita  Desa C: Hipertensi dan JKN  Desa D: Hipertensi dan pemantauan pertumbuhan Balita .

Pati ( 18 Pusk ) Tahun 2017 : 35 Kab/Kota. Cilacap ( 7 Pusk ) 2. Pekalongan ( 7 Pusk ) 8. Banyumas ( 10 Pusk ) 3. Kota Semarang ( 6 Pusk ) 11. Pemalang ( 5 Pusk ) 6. Brebes ( 10 Pusk ) 4. Kab. Batang ( 6 Pusk ) 9. Grobogan ( 4 Pusk ) 12. Banjarnegara ( 5 Pusk ) 7. Kendal ( 2 Pusk ) 10. . Kab. Tegal ( 12 Pusk ) 5.Program Keluarga Sehat di Jawa Tengah Uji Coba 2016 : 12 Kab/Kota : 1.

PAKET INFORMASI KESEHATAN KELUARGA (PINKESGA) 39 DLL .

V. PENUTUP .

PENUTUP 1. 3. Indikator Kinerja Kegiatan perlu mendapatkan perhatian untuk mendukung program-2 kesehatan masyarakat. Advokasi kebijakan kesehatan mendukung pencapaian program PHBS dan Kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan. ROK TA 2016 PROMKES 41 . Pelatihan : mendukung implemetasi kegiatan program keluarga sehat dengan pendekatan keluarga. 2.

42 .

DAFTAR PUSKESMAS FOKUS TAHUN 2016 PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA PROVINSI JAWA TENGAH .

TALANG 12. WARUREJO 7. DUKUHTURI 4. KRAMAT 10. KUPU 5. KALADAWA 9. KEDUNGBANT 11. MARGASARI 2. PAGERBARAN ENG G 6. PANGKAH 8.KAB TEGAL (12 PUSK) 1. KALIBAKUNG . ADIWERNA 3.

KEBANDARAN . MOJO 5. KEBONDALEM 2. WATUKUMPUL 4.KAB. PETARUKAN 3. PEMALANG (5 PUSK) 1.

BINANGUN 5. MAJENANG I 3.KAB. WANAREJA I 2. GANDRUNGMANGU I . CIMANGGU I 6. CILACAP TENGAH II 4. CIMANGGU II 7. CILACAP (7 PUSK) 1.

KALIBAGOR 4. PURWOKERTO SELATAN 3. BANYUMAS (10 PUSK) 1. KEMRANJEN I 5. PEKUNCEN 2. KEMRANJEN II 6. AJIBARANG II 7. LUMBIR 9. RAWALO . WANGON II 10.KAB. KARANGLEWAS 8.

KOTA SEMARANG (6 PUSK) 1. NGESREP 3. BANGETAYU 4. HALMAHERA 2. MIJEN 6. MANGKANG . GUNUNGPATI 5.

PURWODADI I 2. GUBUG I 3. GROBOGAN . NGARINGAN 4.KAB. GROBOGAN (4 PUSK) 1.

BANJARNEGARA (5 PUSK) 1. PURWANEGARA II 3. SUSUKAN I . BATUR I 4.KAB. PEJAWARAN 2. PUNGGELAN I 5.

KAB. SRAGI I 4. KANDANGSERANG 6. PEKALONGAN (7 PUSK) 1. KESESI I 3. DORO I 5. PANINGGARAN 7. KARANGDADAP 2. BOJONG I .

BATANGAN 14. TAMBAKROMO 17. JUWANA 6. PATI II 9. CLUWAK 13. PATI (18 PUSK) 10. JAKENAN 8. DUKUHSETI 7. SUKOLILO II 3. WINONG I 15. KAYEN 5.KAB. JAKEN 18. GUNUNGWUNGKAL . WEDARIJAKSA II 1. GEMBONG 12. WINONG II 16. GABUS I 4. SUKOLILO I 2. WEDARIJAKSA I 11.

KETANGGUNG 10. BREBES (10 PUSK) 1. BANJARHARJ AN O . TONJONG 7. SALEM 8. KECIPIR 3. JATIBARANG 9. KLUWUT 5. PAGUYANGAN 6. BOJONGSARI 2. LOSARI 4.KAB.

BANYUPUTIH 6. BANDAR I 3. TULIS . KANDEMAN 5. BATANG (6 PUSK) 1. WARUNGASEM 2. BAWANG 4.KAB.

KENDAL (2 PUSK) 1. BOJA I .KAB. KALIWUNGU SELATAN 2.

56 .