LAPORAN KASUS

BPH

ANDI MUHAMMAD SYUKUR
11120150107

PEMBIMBING
Dr. Haizah Nurdin, M.Kes, Sp.An, KIC

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016

Identitas Pasien
NAMA : Tn. T
Usia : 70 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Antang
Tgl Masuk : 13 Desember 2016
Tgl Periksa : 12 Agustus 2016

Anamnesis
KU : Sulit Buang Air Kecil
 Dialami sejak kurang lebih satu tahundan memberat kurang lebih
satu bulan terakhir. Pasien menyatakan harus mengedan agar air
kencingnya keluar. Selain itu pasien juga merasakan buang air kecil
yang tidak tuntas atau tidak puas sehingga buang air kecil menjadi
lebih sering. Pasien bahkan mengaku sering terbangun tengah malam
karena ingin buang air kecil hingga >5x dalam semalam. Pasien juga
mengeluh nyeri sesaat sebelum berkemih.Saat berkemih pancaran air
kemih semakin melemah hingga di dekat kaki. Tidak ada darah
maupun butiran seperti pasir saat berkemih. Tidak ada nyeri
punggung.
 Anamnesis Sistematis :Demam (-), batuk (+) berlendir, sesak, BAB
biasa
 Riwayat Pengobatan: Tidak ada

 RIWAYAT PENYAKIT
SEBELUMNYA
 Riwayat dengan keluhan yang sama RIWAYAT KEBIASAAN:
(-)
Riwayat merokok :+
 Riwayat kencing batu sebelumnya
Konsumsi alkohol :-
(-)
 Riwayat hipertensi (+) dialami
sejak 10 tahun yang lalu
 Riwayat diabetes mellitus (-)

RIWAYAT KELUARGA
Riwayat sakit serupa (-)
Riwayat hipertensi (+)
Riwayat sakit jantung (-)
Riwayat diabetes mellitus (-)

PEMERIKSAAN FISIK .

gizi cukup. composmentis GCS 15 (E4M6V5) Tanda Vital : Tekanan darah : 150/100 mmHg Nadi : 89x/menit Nafas : 22x/menit Suhu : 36.0oC .Status present : Sakit sedang.

lurus. sukar dicabut Mata Eksoftalmus/enoftalmus : -/- Gerakan : dalam batas normal Tekanan bola mata : tidak diperiksa Kelopak mata : dalam batas normal Konjunctiva : anemis -/- Kornea : jernih Sklera : ikterus -/- .Kepala Ekspresi : normal Simetris muka : simetris kiri=kanan Deformitas :- Rambut : hitam.

Telinga Pendengaran : dalam batas normal Tophi : (-) Hidung Perdarahan : (-) Sekret : (-) Mulut Bibir : kering (-) Gusi : normal. perdarahan (-) Lidah : kotor (-) Tonsil : T1-T1 hiperemis (-) Faring : hiperemis (-) .

Leher Kelenjar getah bening : tidak ada pembesaran Kelenjar gondok : tidak ada pembesaran DVS : R-2 cmH2O Pembuluh darah : tidak ada kelainan Kaku kuduk : (-) Tumor : (-) Thoraks Inspeksi:  Bentuk : Normochest. . pergerakan napas : simetris Ki=Ka.

Paru Palpasi Selaiga : kiri=kanan Nyeri tekan : (-) Massa tumor : (-) Perkusi Paru kiri : sonor Paru kanan : sonor Auskultasi Bunyi pernapasan : vesikuler  Bunyi tambahan : Rh -/-. Wh -/- .

MT (-)  Hepar : tidak teraba  Lien : tidak teraba  Perkusi : timpani (+)  Ekstremitas  Edema : (-) . ikut gerak napas  Auskultasi : peristaltik (+). bising (-)  Abdomen  Inspeksi : cembung. batas jantung kesan normal  Auskultasi : BJ I/II murni reguler. Cor  Inspeksi : ictus cordis tidak tampak  Palpasi : ictus cordis tidak teraba  Perkusi : pekak. kesan normal  Palpasi : NT (-).

Status Lokalis (Status Urologi) Regio costovertebralis Inspeksi : warna kulit sama dengan sekitarnya. hematom (-). ballotement ginjal tidak teraba. nyeri tekan costovertebra (-) Perkusi : nyeri ketok costovertebra (-) . massa tumor (-) Palpasi : massa tumor tidak teraba. tanda radang (-).

tampak penis sudah disunat. edema (-) Palpasi : teraba 2 buah testis. hematom (-) Palpasi : massa tumor (-). kesan normal.Regio genitalia eksterna : Penis Inspeksi : warna lebih gelap dari sekitarnya. nyeri tekan (-) Skrotum Inspeksi : warna lebih gelap dari sekitarnya. nyeri tekan (-) .massa tumor (-). OUE di ujung penis.massa tumor (-). hematom (-). massa tumor (-).

hematom (-). massa tumor tidak teraba . buli-buli tidak teraba. edema (-) Palpasi : Nyeri tekan (-). warna kulit sama dengan sekitar. massa tumor (-).Regio suprapubik Inspeksi : kesan datar.

mukosa licin. lendir. batas tegas.Pemeriksaan Dalam Rectal toucher :  Sfingter ani mencekik. Darah. dan feses tidak ada . permukaan rata.Teraba penonjolan prostat di arah jam 12 yang konsistensinya kenyal. ampulla kosong . puncak tidak teraba.

PEMERIKSAAN PENUNJANG .

9 % Leukosit : 6.000/uL GDS : 128 mg/dl Ur/Cr : 28 mg/dl / 1.4 mg/dl SGOT/SGPT : 26 u/L / 29 u/L .8 g/dl Ht : 6.000/uL Trombosit : 178.Darah Rutin Hb : 11.

permukaan rata. Pada pemeriksaan fisis. Tidak ada darah maupun butiran seperti pasir saat berkemih. Pasien menyatakan harus mengedan agar air kencingnya keluar. Selain itu pasien juga merasakan buang air kecil yang tidak tuntas atau tidak puas sehingga buang air kecil menjadi lebih sering. Resume Pasien seorang laki-laki 70 tahun datang ke UGD RS Ibnu Sina dengan keluhan sulit kencing yang dialami sejak kurang lebih satu tahun dan memberat satu bulan terakhir. puncak tidak dapat diraba. teraba penonjolan prostat yang konsistensinya kenyal. rectal touche didapatkan mukosa licin. simetris. . Pasien bahkan mengaku sering terbangun tengah malam karena ingin buang air kecil hingga >5x dalam semalam. batas tegas. Tidak ada nyeri pada punggung. Pasien juga mengeluh nyeri sesaat sebelum berkemih. Saat berkemih pancaran air kemih semakin melemah hingga di dekat kaki. Tidak ada demam.

Ca Prostat  Infeksi Saluran Kemih . Diagnosis Kerja Hiperplasia Prostat grade III DD :  .

Non medikamentosa Pengaturan gaya hidup meliputi . rmengurangi 1. (1 kali sehari) kacangan). Doksazosin 1-2mg/kali kerangan. Prazosin 0. mengonsumsi air putih 2-3 Obat golongan alfa blocker : liter/hari.5-1mg / kali makanan pedas atau asin. Operatif : TURP . jeroan. diet (2 kali sehari) rendah purin (kerang. tidak menahan Medikamentosa kencing terlalu lama. kacang. 2.

Prognosis : Dubia ad bonam .

DEFINISI .

.

ANATOMI PROSTAT .

.

EPIDEMIOLOGI .

PATOFISIOLOGI BPH .

.

TAHAPAN PERKEMBANGAN PENYAKIT BPH DERAJAT 1 .

kemih bawah .MANIFESTASI KLINIS Gejala sal.

DIAGNOSIS Kuesioner IPSS .

.

DIAGNOSIS Striktur uretra BANDING KonTraktur leher kandung kemih Batu buli Kanker prostat yang meluas secara lokal Penurunan kontraktilitas kandung kemih .

PENATALAKSANAAN Observasi .

TERAPI MEDIKAMENTOSA Penyekat aderenergik – .

Indikasi pembedahan : • Retensi urin • ISK berulang • Hematuria mikroskopis • Gagal ginjal • Batu buli • Tidak ada perbaikan dengan terapi non-bedah .

bisa dipercepat jika terjadi infeksi Hematuri ( sisa urin endapan  batu  iritasi ( sistitis ).KOMPLIKASI Retensi urin akut ISK Involusi kontraksi kandung kemih Refluk kandung kemih Hidroureter dan hidronefrosis Gagal ginjal. refluk  pielonefritis ) Hernia. hemorrhoid .

TERIMA KASIH .