PENGAWASAN KESLING

JABFUNG SANITARIAN
TERAMPIL PELAKSANA

DIKLAT JABFUNG SANITARIAN
TERAMPIL PELAKSANA
( 08 – 17 Feb 2011)

( Oleh : Alam P. Harahap, SKM )

PERTIMBANGAN MENTERI KESEHATAN RI
ATAS PERLUNYA JABFUNG SANITARIAN

KARIER JABATAN
semangat
Sanitarian Jab fung KARIER PANGKAT
DERAJAT
TUNJANGAN JAB KES
PROFESIONAL

Untuk Peningkatan Derajat Kes Masyarakat, sanitarian perlu bekerja lebih
profesional, oleh karenanya itu pula sanitarian perlu dimotivasi dengan :
-Diberi Jabatan, demi tegaknya kewibawaan
-Diberi kenaikan pangkat sesuai dengan prestasi (semangat)
-Diberi Tunjangan Yang Lumayan

JENJANG JABATAN & PANGKAT

No Sanitarian Ahli Sanitarian Terampil
1 Sanitarian Pertama 1 Sanitarian Pelaksana Pemula
-Penata Muda / IIIa, ( Pengatur Muda )
-Penata Tingkat I / IIIb 2 Sanitarian Pelaksana
2 Sanitarian Muda - Pengatur Muda Tk. I / IIb
Penata, IIIc - Pengatur / IIc
Penata Tingkat l / llld - Pengatur Tingkat I / IId
3 Sanitarian Madya 3 Sanitarian Pelaksana Lanjutan
- Penata Muda / IIIa
Pembina lVa
- Penata Muda Tk. I / IIIb
Pembina Tingkat l/ lVb 4 Sanitarian Penyelia
Pembina Utama Muda lVc - Penata / IIIc
- Penata Tk..I / IIId

LANDASAN DIKLAT JABFUNG
SAN. TERAMPIL PELAKSANA

1. PP No.101, Tahun 2000, Tentang Diklat PNS.
“Bahwa untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai
dengan jenis dan jabfung, diperlukan Pelatihan Fungsional.
oleh karena itu Pejabat Jabfung Sanitarian harus mengikuti
Pelatihan Pembekalan sesuai dengan Jenjang Jabatannya.”
2. PerMenPan No.10 / 2006, (revisi KepMenPan No.19/2000 dan
PP.101/2000 )
Pengangkatan PNS menjadi Pejabat Fungsional Terampil,
tidak memerlukan / tidak mesti lulus dari pelatihan Fungsional.
3.

LANDASAN DIKLAT JABFUNG
SAN. TERAMPIL PELAKSANA

3. Standar dan Pedoman Pelatihan Jabfung Sanitarian,
Pusdiklat, BPP-SDM Kes, Depkes RI :
“Bagi Calon Pejabat Sanitarian Ahli, diwajibkan untuk pelati-
han pengangkatan, karena pejabat pengangkatan pejabat
ini, berasal dari Latar Belakang Pendidikan yang Beragam.
Lain halnya dengan Pejabat Sanitarian Terampil ( tidak
diwajibkan pelatihan Pengangkatan ), karena
pengangkatan pejabat ini berasal dari Latar Belakang
Pendidikan Kesling yakni SPPH, AKL dan Poltekes Jurusan
Kesling.”

TIDAK DITEMUKAN. BUTIR KEGIATAN PENGAWASAN LINGKUNGAN SAN. SEBAGAIMANA HALNYA PADA PERSIAPAN KESELING JADI MASING-MASING SANITARIAN DISEGALA JENJANG DAPAT MELAKUKAN JENIS KEGIATAN SESUAI DENGAN TUPOKSI .TER. LAK. MENURUT TEMPAT KERJA.

.Pengolahan data sederhana menyusun Rencana 5 Tahun.TER. BUTIR KEGIATAN PERSIAPAN LINGKUNGAN SAN. 2. 6.Pengolahan data lanjut menyusun Rencana 5 Tahun . LAK. 5.Penyusunan data/literatur menyusun Pedoman.Pengumpulan data menyusun Rencana 5 Tahun 2.Analisis data sederhana menjusun Rencana 5 Tahun. 3. 4. MENURUT TEMPAT KERJA. 2 Propinsi 1. TEMPAT NO BUTIR KEGIATAN KERJA 1 Pusat 1.Penyusunan data/literatur menyusun Juklak/Juklis.Penyusunan data/literatur menyusun Juklak/Juklis.Penyusunan data/literatur menyusun Pedoman.

.Pengolahan data sederhana menyusun Rencana tahunan 5 Penyusunan data/literatur menyusun Juklak/Juklis. 3.Penyusunan data/literatur menyusun Pedoman.Penyempurnaan Rancangan Rencana 5 tahun.TER. LAK.Penyusun Rancangan Rencana 5 tahun.Penyusunan TOR Rencana 5 Tahun 2. 6. MENURUT TEMPAT KERJA. 4. No TEMPAT BUTIR KEGIATAN KERJA 3 Kab/Kota 1. BUTIR KEGIATAN PERSIAPAN KEG JABFUNG SAN.

4. 7. Penyusunan data/literatur menyusun Juklak/Juklis. LAK.TER.Analisis data sederhana menjadi rencana 5 tahunan. 5.Penyajian Rancangan rencana tahunan 3. 2.Penyusunan Rencana bulanan. 6.Penyusunan Rencana 3 bulanan. No TEMPAT BUTIR KEGIATAN KERJA 4 Puskesmas 1.Penyusunan data/literatur menyusun Pedoman. BUTIR KEGIATAN PERSIAPAN KEG JABFUNG SAN.Penyusunan Rencana operasional. MENURUT TEMPAT KERJA. .

Sanitarian yang melaksanakan tugas Sanitarian di atas jenjang jabatan nya. Pasal – 9 1. dan akan memperoleh angka kredit. PELAKSANAAN TUGAS SANITARIAN YANG BUKAN BUTIR KEGIATANNYA ( Kep Meneg Pan no. jika tidak terdapat sanitarian yang berwenang. 2. dan diberi penugasan seca ra tertulis dari pimpinan unit kerja atau unit pelaksana teknis ybs. dapat memperoleh angka kredit sama ( 100 % ) dengan angka kredit sanitarian dibawah jenjangnya.19 / 2000 ) Pasal – 8 dan 9 Pasal – 8 Sanitarian boleh melaksanakan kegiatan yang bukan rincian kegiatan nya ( Kegiatan Sanitarian yang satu tingkat di atas atau dibawah jenjang jabatannya ).. Sanitarian yang melaksanakan tugas Sanitarian dibawah jenjang jabatannya. dapat memperoleh angka kredit sebesar 80% . .

Pasal – 7. PELAKSANAAN TUGAS SANITARIAN YANG BUKAN BUTIR KEGIATANNYA ( lanjutan ) Perhatikan SK MenegPan. minta tanda tangan pimpinan. Jika Jabfung SanTerLak Lanjutan ( diatas jenjang ).Lak Pemula ( dibawah jenjang ). apa saja kegiatan ini ? 2. dan susun dokumennya. Buat Surat Tugas. Coba lihat lampiran SK MeNegPan 19/2000. Jika Jabfung San Ter. belum ada kantor anda Buat Surat Tugas. Bab-V.lanjutan. dan susun dokumennya. Coba lihat lampiran SK MeNegPan 19/2000. Lakukan Kegiatan SanTerLak. belum ada di kantor anda. minta tanda tangan pimpinan. Lakukan Kegiatan SanTerLak. apa saja kegiatan ini ? . halaman-10 Cermati kegiatan SanTerLak Pemula & SanTerlak Lanjutan 1.Pemula.19/2000.

1 KONVERSI TUGAS POKOK JABFUNG SANITARIAN KEDALAM UNSUR/SUB UNSUR KEGIATAN Kep Meneg Pan no.5 Tugas Pokok Unsur Keg. Pengem.19/2000. Lak Mat Kesling 2.Pengawasan Kesling 3. Sub Unsur Keg.Pengamatan Kesling 2. pasal – 4 jo. 1206/2004. Profesi Kegiatan Penunjang Unsur Penunjang Unsur Utama . Pasal . Pasal – 5 Kep Menkes No. Lak Was Kesling Keg Pelay Kesling 3. Pemberd Masy. 4.Pemberdayaan Masy Keg. Pasal – 3 Jo. Keg Pendidikan 1 Persiapan Lak. Kegi 1.

1 UNSUR UTAMA Kep Menkes No. Pasal – 8 . 1206/2004.

1 UNSUR UTAMA ( Pelayanan Kesling ) Kep MeNegPAN No. Pasal – 5 . 19/2000.

19/2000.1 UNSUR UTAMA ( Pengembangan Profesi ) KepMeNegPAN No. Pasal – 5 .

19/2000.1 UNSUR PENUNJANG Kep MeNegPAN No. Pasal – 5 .

1 UNSUR PENUNJANG Kep Menkes No. 1206/2004. Pasal – 8 .

TERAMPIL (1) No Kegiatan A. RINCIAN KEGIATAN & ANGKA KREDITNYA JABFUNG SAN.080 Pelak Lanj 4 Melakukan pemeriksaan objek kelompok II secara Konvensional 0.10 Pelak Pemu 2 Melakukan pemeriksaan objek kelompok I secara Konvensional 3 Melakukan pemeriksaan objek kelompok II 0.018 Pelak Pemu sederhana 0.20 Penyelia 5 Melakukan pemeriksaan objek kelompok II secara canggih .Kredit Jabfung PENGAWASAN KELING (1) 1 Melakukan pemeriksaan objek kelompok I secara 0.028 Pelaksana secara sederhana 0.

024 Pelaksana sederhana 9 Mengambil sampel obyek kelompok II secara 0.009 Pelak Pemu II secara sederhana 7 Mengambil sampel dan specimen obyek kelompok 0. RINCIAN KEGIATAN & ANGKA KREDITNYA JABFUNG SAN.024 Pelak Pemu II secara Konvensional 8 Mengambil sampel obyek kelompok II secara 0.07 Pelak Lanj konvensional 10 Mengambil sampel obyek kelompok II secara 0.Kredit Jabfung PENGAWASAN KELING (2) 6 Mengambil sampel dan specimen obyek kelompok 0.16 Penyelia canggih . TERAMPIL (2) No Kegiatan A.

Kredit Jabfung PEPENGAWASAN KESLING (3) 11 Menentukan diagnosa dan treatment intervensi 0.016 Pelaksana intervensi obyek kelompok I tingkat awal secara konvensional 13 Menentukan diagnosa dan treatment intervensi 0.05 Pelak Lanj obyek kelompok I tingkat lanjut secara sederhana 14 Menentukan diagnosa dan treatment intervensi 1.10 Penyelia obyek kelompok I tingkat lanjut secara konvensional .009 Pelak Pemu obyek kelompok I tingkat awal secara sederhana. TERAMPIL (3) No Kegiatan A. RINCIAN KEGIATAN & ANGKA KREDITNYA JABFUNG SAN. 12 Menentukan diagnosa dan treatment 0.

04 Pelak Lanj I tingkat awal secara Regional .016 Pelaksana kelompok I tingkat awal secara Lokal 19 Konsultasi kesehatan lingkungan obyek kelompok 0. TERAMPIL (4) No Kegiatan A. RINCIAN KEGIATAN & ANGKA KREDITNYA JABFUNG SAN.016 Pelaksana intervensi obyek kelompok II tingkat awal secara sederhana 16 Menentukan diagnosa dan treatment intervensi 0.18 Penyelia obyek kelompok II tingkat awal secara canggih 18 Konsultasi kesehatan lingkungan obyek 0.04 Pelak Lanj obyek kelompok II tingkat awal secara Konvensional 17 Menentukan diagnosa dan treatment intervensi 0.Kredit Jabfung PENGAWASAN KESLING (4) 15 Menentukan diagnosa dan treatment 0.

05 Pelak Lanj II tingkat awal secara Lokal 22 Konsultasi kesehatan lingkungan obyek kelompok 0.08 Penyelia I tingkat awal secara Nasional 21 Konsultasi kesehatan lingkungan obyek kelompok 0.Kredit Jabfung PENGAWASAN KESLING (5) 20 Konsultasi kesehatan lingkungan obyek kelompok 0.140 Penyelia kelompok I secara regional .12 Penyelia II tingkat awal secara regional 23 Melakukan kunjungan / bimtek ke obyek 0. RINCIAN KEGIATAN & ANGKA KREDITNYA JABFUNG SAN.070 Pelak Lanj kelompok I secara lokal 24 Melakukan kunjungan / bimtek ke obyek 0. TERAMPIL (5) No Kegiatan A.

penentuan diagnosa & treatment intervensi. d. Memahami kewenangan Jabatan Fungsional 2. c. Laporan pengambilan sampel / spesimen. Memahami teknis penyusunan dokumen : a. Laporan konsultasi kesling e. Diklat Pengangkatan dan Diklat Teknis 3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang Kesehatan Lingkungan. Laporan pemeriksaan kondisi lingkungan. Mengetahui cara-cara pemeriksaan kondisI lingkungan. b. pengambilan sampel. Rekomendasi penentuan diagnosa & treatment intervensi. konsultasi kesling dan kunjungan bimtek ……… Diklat Teknis 4. Laporan kunjungan bimtek . KOMPETENSI PELATIHAN PENGANGKATAN & PEMBEKALAN 1.

. KEWENANGAN JAB FUNG. KOMPETENSI PELATIHAN PENGANGKATAN & PEMBEKALAN 1. Kewenangan Sanitarian Terampil. wewenang dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pengamatan. b. melindungi meningkatkan cara-2 hidup bersih & sehat. pengawasan & pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas lingkungan untuk dapat memelihara. Kewenangan Sanitarian ahli Pengembangan pengetahuan. tanggungjawab. SANITARIAN Mempunyai tugas. penerapan konsep dan teori. ilmu dan seni untuk pemecahan masalah dan pemberian pengajaran dengan cara yang sistematis dibidang kesling. a. Pelaksanaan kegiatan teknis operasional yang berkaitan dengan penerapan konsep dan metoda operasional bidang kesling.

Melakukan penilaian HACCP. 2. JENIS KEGIATAN PENGAWASAN KESLING ( Seleksi Rincian Kegiatan. 6. Melakukan AMDAL. 4. Melakukan kunjungan bimtek Kesling. 8. Pelacakan dan penanggulangan KLB. Pemeriksaan kondisi lingkungan. 5. 10. Penentuan Diagnose dan treatment intervensi. 7. SK Mekes 19/2000 ) 1. Pengambilan sample / spesimen. 9. Catatan : 1 –5 ( Kegiatan Sanitarian Terampil ) 6 –10 ( Kegiatan Sanitarian Ahli ) . 3. Pelacakan cemaran Lingkungan dan Kejadian Bencana. Melakukan konsultasi Kesling. Melakukan penilaian Sajian Analisis Kesling Lainnya.

PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN Kegiatan mendatangi. JENIS KEGIATAN (1) PENGAWASAN KESLING 1. mengukur. Pemeriksaan No Objek Kelompok I Objek Kelompok II ( sederhana ) ( Canggih ) 1 Tempat-tempat Umum Tempat-tempat Umum 2 Tempat Pengolahan Makmin Tempat Pengolahan Makmin 3 Tempat Pengolahan Pestisida Tempat Pengolahan Pestisida 4 Industri Kecil Industri 5 Limbah Perus Air Minum . dan melaporkan kondisi lingkungan objek kelompok I dan objek Kelompok II. mencatat.

d dst . JENIS KEGIATAN PENGAWASAN KESLING PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN ( Lanjutan ) Pemeriksaan No Objek Kelompok I Objek Kelompok II ( sederhana ) ( Canggih ) 6 Pemandian Umum Perus Air Bersih 7 Lingkungan Pelabuhan Kolam Renang 8 Jamban Kebisingan 9 Sampah Pembuangan Sampah 10 Perumahan Catatan : Hubungkan dengan lampiran SK MeNegPAN 19/2000 dengan kode huruf a.c.b.

b. Catatan : Hubungkan dengan lampiran SK MeNegPAN 19/2000 dengan kode huruf a.c. JENIS KEGIATAN PENGAWASAN KESLING Catatan : Pemeriksaan sederhana adalah pemeriksaan objek tanpa menggunakan alat peralatan. ( secara visual ) Pemeriksaan secara konvensional adalah pemeriksaan objek dengan menggunakan peralatan sederhana tanpa bantuan Laboratorium. Pemeriksaan secara canggih adalah pemeriksaan objek yang membutuhkan peralatan canggih dan laboratorium.d dst .

1. Pemeriksaan objek kelompok I secara konvesional Pemeriksaan terhadap objek kelompok I dengan mengunakan alat pengukuran sederhana dilapangan. 3. . tanpa menggunakan peralatan. JENIS KEGIATAN PENGAWASAN KESLING 5 Spesifikasi pemeriksaan. Pemeriksaan objek kelompok I secara sederhana Pemeriksan terhadap objek kelompok I. Pemeriksaan objek kelompok II secara sederhana Pemeriksaan terhadap objek kelompok II. tanpa menggunakan peralatan pengukuran ( pemeriksaan dilakukan secara visual ) 2. ( pemeriksaan dilakukan secara visual ).

5. Pemeriksaan objek kelompok II secara konvesional Pemeriksaan terhadap kelompok II. dengan menggunakan peralatan pengukuran yang sederhana. Pemeriksaan objek kelompok II secara canggih Pemeriksaan terhadap objek kelompok II. (2). Catatan : Hubungkan dengan lampiran SK MeNegPAN 19/2000 dengan kode angka (1). JENIS KEGIATAN PENGAWASAN KESLING 4. (3) dst Oleh karenanya : Bukti fisik perlu dicantumkan metodologi yang mencantumkan alat yang dipakai dan prosedur kerjanya . dengan menggunakan peralatan yang canggih dan dibantu pemeriksaan laboratorium.

Pengambilan sampel No Objek Kelompok I Objek Kelompok 1 Cara sederhana Cara sederhana 2 Cara Konvensional Cara Konvensional 3 Cara Canggih . JENIS KEGIATAN (2) PENGAWASAN KESLING 2. yang dianggap mewakili sifat-sifat seluruh bahan. PENGAMBILAN SAMPEL / SPESIMEN ( Pengambilan contoh bahan sesuai dengan prosedur tertentu ) Contoh bahan = Sebahagian kecil bahan yang akan diperiksa.

PENENTUAN DIAGNOSA & TREATMEN INTERVENSI ( Pengambilan kesimpulan dari hasil kegiatan penggalian informasi hasil pemeriksaan dan penilaian kondisi kualitas lingkungan ) Diagnosa = kesimpulan hasil penggalian informasi Penentuan diagnosa & treatmen Intervensi No Objek Kelompok I Objek Kelompok II 1 Tahap Awal Sederhana Tahap awal Sederhana 2 Tahap Awal Konvensional Tahap Awal Konvensional . JENIS KEGIATAN (3) PENGAWASAN KESLING 3.

PENENTUAN DIAGNOSA & TREATMEN INTERVENSI Penentuan diagnosa & Treatmen Intervensi No Objek Kelompok I Objek Kelompok II 3 Tahap Lanjut Sederhana Tahap awal canggih 4 Tahap lanjut Konvension Tahap Lanjut Sederhana 5 Tahap Lanjut Konvension 6 Tahap Lanjut Canggih . JENIS KEGIATAN (3) PENGAWASAN KESLING 3.

Tahap Lanjut Tk Regional Tahap Lanjut Tk Regional 6. serta uji kelaikan & penetapan mutu ) Konsultasi Kesling No Objek Kelompok I Objek Kelompok II 1. Tahap Awal Tk Regional Tahap Awal Tk Regional 3. Tahap Lanjut Tk Nasional Tahap Lanjut Tk Nasional . JENIS KEGIATAN (4) PENGAWASAN KESLING 4. Tahap Lanjut Tk Lokal Tahap Lanjut Tk Lokal 5. KONSULTASI KESLING ( Permintaan nasihat untuk perbaikan objek kelompok I dan objek kelompok II. Tahap Awal Tk Lokal Tahap awal Tk Lokal 2. Tahap Lanjut Tk Nasional Tahap Awal Tk Nasional 4.

Kunjungan Bimtek / Supervisi No Objek Kelompok I Objek Kelompok II 1. Bimtek Tingkat Regional Bimtek Tingkat Regional . Kunjungan Bimtek / Supervisi KeslLing Kunjungan Pejabat Fungsional dari wilayah yang tinggi kepada pejabat di wilayah dibawahnya ( beda kantor dan hierargi) untuk mengidentifikasi. menilai pelaksanaan penerapan prosedur pemeriksaan dan penilaian hasil-hasil pemeriksaan. JENIS KEGIATAN (5) PENGAWASAN KESLING 5. Bimtek Tingkat Lokal Bimtek Tingkat Lokal 2.

1 Pelaksanaan Pengawasan Sederhana ( tanpa peralatan/secara visual ) Objek kel I Konvensional Skala kecil Pemerik ( pakai kit lapangan ) saan Sederhana ( tanpa peralatan ) Objek kel II Skala menengah & besar Konvensional ( pakai kit lapangan ) Canggih ( pakai laboratorium ) .RINGKASAN JENIS KEGIATAN .

RINGKASAN JENIS KEGIATAN .2 Pelaksanaan Pengawasan Sederhana ( tanpa peralatan/secara visual ) Objek kel I Konvensional Skala kecil Pengam ( pakai kit lapangan ) bilan sampel Sederhana ( tanpa peralatan ) Objek kel II Skala menengah & besar Konvensional ( pakai kit lapangan ) Canggih ( pakai laboratorium ) .

3 Tindak lanjut Pengawasan Sederhana ( tanpa peralatan ) Tahap Konvensional ( pakai kit lapangan ) Awal Sederhana Objek kel I ( tanpa peralatan ) Skala kecil Tahap Konvensional lanjut ( pakai kit lapangan Penentuan Sederhana diagnosa & ( tanpa peralatan ) treatmen Konvensional intervensi ( pakai kit lapangan ) Tahap Canggih Objek kel II awal ( pakai laboratorium ) Skala menengah & besar Sederhana ( tanpa peralatan ) Tahap Konvensional lanjut ( pakai kit lapangan ) Canggih ( pakai laboratorium ) . RINGKASAN JENIS KEGIATAN .

RINGKASAN JENIS KEGIATAN .4 Tindak lanjut Pengawasan Tk Lokal (di kab / kota puskesmas) Tahap Awal Regional ( di propopinsi ) Objek kel I Skala kecil Tahap lanjut Nasional ( Nasional ) konsultasi Kesling Tk Lokal (di kab / kota puskesmas) Tahap Objek kel II awal Skala menengah & besar Regional ( di kab/ kota ) Tahap lanjut Nasional (nasional ) .

5 Tindak lanjut Pengawasan Tahap Tk Lokal ( di wilayahnya ) Awal Objek kel I Regional Skala kecil Tahap ( dibawah wilayah lanjut nya ) Bimtek Kesling Tahap Tk Lokal Objek kel II awal ( diwilayahnya ) Skala menengah & besar Regional ( dibawah Tahap wilayahnya lanjut . RINGKASAN JENIS KEGIATAN .

Penilaian < 9 jam Penilaian < 18jam 2.36 jam .RKL dan RPL ) Cara Penilaian AMDAL No Secara Garis Besar Secara Deteil 1.18 jam Penilaian 18 . ANDAL PEL KA-SEL SEL. KA-AMDAL. Penilaian 9 . JENIS KEGIATAN (6) PENGAWASAN KESLING 6. PENILAIAN AMDAL (Proses analisis terhadap PIL.

Penilaian 49 – 58 jam Penilaian 94 –112 jam 7. Penilaian 29 –38 jam Penilaian 56 – 74 jam 5. Penilaian 19 – 28 jam Penilaian 37 . Penilaian 39 -48 jam Penilaian 75 . Penilaian 69 – 78 jam .55 jam 4.93 jam 6. JENIS KEGIATAN (6) PENGAWASAN KESLING Cara Penilaian AMDAL No Secara Garis Besar Secara Deteil 3. Penilaian 59 –68 jam Penilaian 94 – 112 jam 8.

Penilaian 39 – 48 jam 6. Penilaian 19 – 28 jam 4. JENIS KEGIATAN (6) PENGAWASAN KESLING No Cara Penilaian Khusus RPL & RKL AMDAL 1. Penilaian 69 – 78 jam . Penilaian 59 – 68 jam 8. Penilaian 9 –18 jam 3. Penilaian 49 – 58 jam 7. Penilaian 29 – 38 jam 5. Penilaian < 9 jam 2.

Penilaian penyajian < 9 jam 2. Penilaian penyajian 9 . Penilaian penyajian 19-28 jam 4.18 jam 3. JENIS KEGIATAN (7) PENGAWASAN KESLING 7. PENILAIAN HACCP Hazard Analysis Critical Control Point (Suatu pendekatan dalam pengendalian risiko secara terfokus pada proses Pengolahan makanan ) No Cara Penilaian HACCP 1. Penilaian penyajian 29-38 jam .

JENIS KEGIATAN (7) PENGAWASAN KESLING 7. Penilaian penyajian 39-48 jam 6. Penilaian penyajian 69-78 jam . Penilaian penyajian59-68 jam 8. PENILAIAN HACCP No Cara Penilaian HACCP 5. Penilaian penyajian 49-58 jam 7.

Penilaian penyajian 19 .28 jam . Penilaian penyajian 9 . JENIS KEGIATAN (8) PENGAWASAN KESLING 8. Penilaian penyajian < 9 jam 2.18 jam 3. PENILAIAN SAJIAN ANALISIS LINGKUNGAN LAINNYA (Suatu proses analisis penyajian analisis kesehatan lingkungan lainnya selain AMDAL dan HACCP ) No Cara Penilaian SALL 1.

JENIS KEGIATAN (8) PENGAWASAN KESLING 8.38 jam 5. Penilaian penyajian 39 .48 jam 6. Penilaian penyajian 59-68 jam 8. Penilaian penyajian 69-78 jam . Penilaian penyajian 49-58 jam 7. PENILAIAN SAJIAN ANALISIS LINGKUNGAN LAINNYA No Cara Penilaian SALL 4. Penilaian penyajian 29 .

PENILAIAN PELACAKAN DAN PENANGGULANGAN KLB ( Proses analisis terhadap hasil pelacakan dan penanggulangan KLB penyakit ) . JENIS KEGIATAN (9) PENGAWASAN KESLING 9.

Angin puyuh dan lain-lain) . PENILAIAN CEMARAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN KEJADIAN BENCANA ( Proses analisis terhadap cemaran lingkungan seperti Fabrik / reaktor Meledak atau Banjir Lumpur dengan Gas H2S & Phenol ataupun Banjir akibat tsunami / Gunung Meletus. Gempa Bumi. JENIS KEGIATAN (10) PENGAWASAN KESLING 10.

PERKENALAN DOKUMENT

JENIS-JENIS
DOKUMENT SATUAN HASIL/
SEBAGAI BUKTI FISIK

1. Laporan Pemeriksaan Kondisi Lingkungan
2. Laporan pengambilan sampel /
spesimen
3. Rekomendasi penentuan dagnosa &
treatment intervensi
4. Laporan Konsultasi Kesling
5. Laporan Kunjungan Bimtek.

CARA MENYUSUN
DOKUMENT / BUKTI FISIK
Mungkin Kantor / Tim Penilai Belum Punya Standart Baku,
Sehingga Dokumen / Bukti Fisik DUPAK yang diajukan kepada
Atasan dan Tim Penilai Angka Kredit, hendaknya
“ Meyakinkan Isi valid, uraian sistematis, tampak rapi
Barangkali pada gilirannya, Konsep anda bisa dijadikan standart oleh
tim penilai

h. Hasil kegiatan dibuat berupa laporan. butir-4. Surat pernyataan melakukan persiapan lak keg kesling yg ditandatangi atasan unit kerja 2.1206/2004 Lampiran-9. CARA MENYUSUN DOKUMENT / BUKTI FISIK KEGIATAN PENGAWASAN LINGKUNGAN SK Menkes No.a. 87 Tanggapan ? 1.3). rancangan dan naskah yang telah ditanda tangani oleh atasan langsung unit kerja .

Hasil kegiatan bentuk oleh atasan langsung unit kerja laporan dan rekomendasi yang ditanda tangani atasan langsung . 87 ( joint ke Rincian keg SK MeNegPan 19/2000 1. h. Surat tugas dari atasan persiapan lak keg kesling yg langsung ditandatangi atasan unit kerja 2. Surat pernyataan tlh melakukan 2.a. Surat pernyataan melakukan 1. CARA MENYUSUN DOKUMENT / BUKTI FISIK KEGIATAN PENGAWASAN LINGKUNGAN SK Menkes No. butir-4.1206/2004 Diusulkan Lampiran-9. Hasil kegiatan dibuat berupa pengawasan kesling laporan. rancangan dan naskah yang telah ditanda tangani 3.3).

Surat tugas dari atasan langsung 2. Hasil kegiatan bentuk laporan dan rekomendasi yang ditanda tangani atasan langsung . Surat pernyataan telah melakukan pengawasan kesling 3. CARA MENYUSUN DOKUMENT / BUKTI FISIK BUKTI FISIK DUPAK KEGIATAN PENGAWASAN KESLING 1.

CARA MENYUSUN DOKUMENT .

bahan. CARA MENYUSUN LAPORAN RIK KONDISI LINGKUNGAN No INPUT PROSES OUT PUT 1 Surat Perintah Persiapan alat.Pengisian formulir di T. Atasan instrumen.Pengukuran Kesling yang inspeksi sanitasi .Pemeriksaan ran dilapangan Kondisi 3 Instrumen/form . .Tangan pada 5 Buku Pedoman / Menyusun Laporan & “ Kata Juknis dan Meminta T. komputer Laporan 2 Alat & Bahan Melakukan penguku. Tangan Sambutan “ Manual fabrican pimpinan.

Pendahuluan / Latar belakang ( SK – SK atau Surat Tugas ). a. Kesimpulan . c. Hasil Pelaksanaan Kegiatan. Metodologi / Cara pelaksanaan. Jadwal Pelaksanaan. d. b. e. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN PENGERTIAN Laporan pemeriksaan kondisi lingkungan adalah Dokumen tertulis atau bentuk rekaman yang disetujui tim penilai dari hasil pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kondisi / kualitas lingkungan sebagai pertanggungjawaban perlaksanaan tugas. f. Dokumen tertulis atau bentuk rekaman tersebut memuat . Tujuan dan sasaran.

LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN VISUAL LAPORAN .

Hasil Pelaksanaan V. Lampiran Dimana letak jadwal ? Apa isi Pendahuluan ? . Kesimpulan & saran VI. Tujuan & Sasaran III. Metodologi. IV. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN Daftar Isi Pendahuluan I. Pendahuluan II.

... dan Surat Tugas ……. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN PENDAHULUAN Berdasarkan SK Kepala Dinas kesehatan. … Tanggal PENDAHULUAN ….. ... No. No…… Tanggal …….... tentang …………………….

Ling. Tujuan Khusus Terdeteksinya kualitas lingkungan ……….. b.. Tujuan Khusus (1) Telaksananya pengukuran kua.. SASARAN . TUJUAN PENDAHULUAN a. (2) Terdeteksinya kualitas lingkungan……. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN TUJUAN DAN SASARAN 1. .. 2.

Dan lain-lain . 5. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN TUJUAN DAN SASARAN 2. SASARAN PENDAHULUAN Tuliskan objek pemeriksaan : ( pilih 10 aspek Kesling ) 1. Tempat Pengolahan Pestisida. TTU 2. 4. Industri Kecil. 3. Tempat Pengolahan Makmin.

LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN METODOLOGI 1. Secara sederhana. reagensia dan lain-lain sehingga terlihat klassifikasi berikut : a. assessori alat. sederhana. (pake alat atau visual) b. canggih dan dukungan konfirmasi laboratorium ) 2. Kelompok I atau II. konvensional dan canggih ( jenis alat yang dipakai. Alat dan bahan yang dipakai PENDAHULUAN Tuliskan nama alat/ alat ukur. Sofware program jika pake komputer . Instrumen yang digunakan a. Formulir inspeksi sanitasi/ pengumpulan data b.

Prosedur Pelaksanaan PENDAHULUAN Uraikan secara khronologis langkah-langkah yang ditempuh : . cek battre. kalibrasi alat. pencacatan hasil ) .Persiapan ( misalnya . mungkin dikali dengan nilai konstanta ). 4. proses pengukuran. Uraikan cara pengolahan data hasil pencacatan ( misalnya cara konversi nilai hasil catatan kedalam satuan. setting alat ) . LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN METODOLOGI 3.Cara Pengolahan data / Analisis data.Pelaksanaan kegiatan ( misalnya . .

Cara Penyajian PENDAHULUAN Sajikan dalam tabel atau grafik. sehingga mudah dianalisis / di evaluasi. Cara analisis / evaluasi Bandingkan nilai hasil olahan dengan nilai standart.Kepada unit yang terkait . sehingga ditemukan posisi kondisi lingkungan (bermasalah atau tidak) 7.Cara pendistribusian . 6.Kepada pimpinan. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN METODOLOGI 5. .

Uraikan kondisi / kualitas lingkungan yang diperiksa. Hasil pemeriksaan / pengukuran No Kegiatan Nilai Pengukuran Konstanta Nilai Satuan Pemeriksaan 1 2 . LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN HASIL-HASIL PELAKSAAN PENDAHULUAN 1. cantumkan nilai-nilai yang ditemukan dari hasil pemeriksaan dalam bentuk tabel.

sehingga terlihat posisi kondisi lingkungan yang diperiksa ( bermasalah atau tidak ) Kegiatan Perbandingan No Pemeriksaan Nilai Satuan Nilai Standar Posisi Masalah 1 + / — 2 . Uraikan bahasan yangPENDAHULUAN membanding dengan kondisi / kualitas lingkungan dengan kondisi standar. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN Dikerjakan oleh Pranata Lab HASIL-HASIL PELAKSAAN 2.

Kesimpulan Pernyataan singkat hasil pemeriksaan kondisi lingkungan 2. Saran a. Bertujuan untuk mengurangi dan mengeliminasi resiko dan dampak buruk lingkungan . Gagasan diskripsi yang dibuat berdasarkan pengalaman dan jalan fikiran logis & rasional dan realistis b. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN KESIMPULAN & SARAN PENDAHULUAN 1.

Bisa berupa tabel. Diskripsi atau rincian yang terlalu panjang atau sangat PENDAHULUAN spesifik bila dicantumkan dalam bab Metodologi atau bab Hasil-hasil Pemeriksaan. LAPORAN PEMERIKSAAN KONDISI LINGKUNGAN LAMPIRAN 1. Dan lain-lain yang dianggap perlu . peta. gambar atau hasil-hasil analisis laboratorium 2. grafik. Formulir Inspeksi sanitasi 3.

CARA MENYUSUN LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL No INPUT PROSES OUT PUT 1 Surat Perintah Atasan Persiapan alat. teknik Laporan pengambilan dan Pengambilan cara transport sampel sampel yang di T. penentuan titik sampel.Tangan 2 Alat & Bahan Melakukan pengambi- an sampel dilapangan 3 Instrumen/Formulir Melakukan pengambilan sampel Pencatatan pada form pengambilaan sampel . instrumen. bahan.

Tangan sampel yang Manual fabrican pimpinan. CARA MENYUSUN LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL No INPUT PROSES OUT PUT Laporan 4 Buku Pedoman / Menyusun Laporan & Pengambilan Juknis dan Meminta T. di T.Tangan .

Pendahuluan / Latar belakang ( SK – SK atau Surat Tugas ). Metodologi / Cara pelaksanaan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan. Tujuan dan sasaran. b. Dokumen tertulis atau bentuk rekaman tersebut memuat . d. Kesimpulan . LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL PENGERTIAN Laporan pengambilan sampel / spesimen adalah : Dokumen tertulis atau bentuk rekaman yang disetujui tim penilai dari hasil pelaksanaan kegiatan pengambilan sampel / spesimen sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. a. e. c. f. Jadwal Pelaksanaan.

LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL VISUAL LAPORAN .

IV. Pendahuluan II. Metodologi. LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL Daftar Isi Pendahuluan I. Hasil Pelaksanaan V. Tujuan & Sasaran III. Lampiran Dimana letak jadwal ? Apa isi Pendahuluan ? . Kesimpulan & saran VI.

. LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL PENDAHULUAN Berdasarkan SK Kepala Dinas kesehatan..... tentang …………………….. No. dan Surat Tugas ……. No…… Tanggal ……. .. … Tanggal PENDAHULUAN …...

. (2) …………. TUJUAN PENDAHULUAN a.. LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL TUJUAN DAN SASARAN 1. Tujuan Khusus Terdeteksinya …………………….. SASARAN . Dan seterusnya 2. b. Tujuan Khusus (1) ………….

Tempat Pengolahan Makmin. 5. Dan lain-lain . Industri Kecil. 4. TTU 2. LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL TUJUAN DAN SASARAN 2. SASARAN PENDAHULUAN Tuliskan objek pemeriksaan : ( pilih 10 aspek Kesling ) 1. 3. Tempat Pengolahan Pestisida.

LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL METODOLOGI PENDAHULUAN 1. Formulir isian . Catatan penentuan titik sampel b. dan cara transport sampel dan lain-lain. penentuan titik sampel. 2. teknik pengambilan sampel. Alat dan bahan yang dipakai Tuliskan persiapan yang dilakukan . Instrumen yang digunakan a.

Persiapan ( misalnya . pengisian formulir ) . penyiapan alat / botol/sumbat. .Pelaksanaan kegiatan ( misalnya . formulir ) . proses pengambilan sampel. Prosedur Pelaksanaan PENDAHULUAN Uraikan secara khronologis langkah-langkah yang ditempuh : . LAPORAN PENGAMBILAN SAMPEL METODOLOGI 3. catatan .

Susun saran perbaikan 3 Buku Pedoman / Menyusun Laporan & Juknis Meminta T. . apa. T.Melakukan penelaahan diagnosa dan konfirmasi lab data kualitas lingkungan pd Treatmen catatan & konfirmasi lab intervensi . sejak kapan peralatan sederhana.Tangan uraikan caranya masalahnya . CARA MENYUSUN LAPORAN PENENTUAN DIAG & TR. Tangan pimpinan. komputer. tabel - bantu dan lain-lain Laporan Penentuan 2 Hasil pencatatan / . IN No INPUT PROSES OUT PUT 1 Surat Perintah Penyiapan hasil pencatatan Atasan kalkulator.Mengambil kesimpulan yang di Kalau menngunakan dimana.

d. Dokumen tertulis atau bentuk rekaman tersebut memuat . b. Kesimpulan . Pendahuluan / Latar belakang ( SK – SK atau Surat Tugas ). e. LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI PENGERTIAN Laporan penentuan diagnosa dan treatmen intervensi adalah Dokumen tertulis atau bentuk rekaman yang disetujui tim penilai dari hasil penggalian informasi data pemeriksaan dan pengambilan kesimpulan sebagai pertanggungjawaban perlaksanaan tugas. f. Jadwal Pelaksanaan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan. Metodologi / Cara pelaksanaan. c. Tujuan dan sasaran. a.

LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI VISUAL LAPORAN .

IV. Hasil Pelaksanaan V. Metodologi. Kesimpulan & saran VI. LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI Daftar Isi Pendahuluan I. Pendahuluan II. Tujuan & Sasaran III. Lampiran Dimana letak jadwal ? Apa isi Pendahuluan ? .

No.. tentang ……………………... No…… Tanggal …….....LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI PENDAHULUAN Berdasarkan SK Kepala Dinas kesehatan.. … Tanggal PENDAHULUAN …. dan Surat Tugas …….. .

Tujuan Khusus Mengambil kesimpulan data hasil ………. b.LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI TUJUAN DAN SASARAN 1. Tujuan Khusus (1) Menggali informasi dari data hasil …. TUJUAN PENDAHULUAN a... SASARAN . (2) Mengambil kesimpulan data hasil …. 2.

. 2. SASARAN PENDAHULUAN 1. Data hasil pemeriksaan ………….LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI TUJUAN DAN SASARAN 2. Data hasil pemeriksaan ………….

Tabel bantu untuk penilaian . alat hitung untuk menilai kualitas lingkungan 2.LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI METODOLOGI 1. Alat dan bahan yang dipakai PENDAHULUAN Tuliskan semua data hasil pemeriksaan yg akan digali. Instrumen yang digunakan a. Standar baku mutu b.

Jika menggunkan pelaratan sederhana. uraikan caranya . penyiapan alat. bahan dan instrumen ) . LAPORAN PENENTUAN DIAGNOSA DAN TREATMEN INTERVENSI METODOLOGI 3. proses perbandingan data dg standar baku mutu ) . Prosedur Pelaksanaan PENDAHULUAN Uraikan secara khronologis langkah-langkah yang ditempuh : .Persiapan ( misalnya .Pelaksanaan kegiatan ( misalnya .

Tangan Manual fabrican pimpinan.Tangan . CARA MENYUSUN LAPORAN KONSULTASI KESLING No INPUT PROSES OUT PUT 1 Surat Perintah Persiapan dokumen Atasan yang memuat masalah Laporan 2 Dokumen yang Melakukan konsultasi dgn : Konsultasi memuat masalah .Menunjukkan/mendiskusikan Kesling kekeliruan/kesalahan Yang .Melakukan uji kelaikan mutu di T.Menyusun saran / nasihat ditemui 3 Buku Pedoman / Menyusun Laporan & Juknis dan Meminta T.Mendiskusikan jalan keluar Fihak yang . .

Metodologi / Cara pelaksanaan. Dokumen tertulis atau bentuk rekaman tersebut memuat . LAPORAN KONSULTASI KESLING PENGERTIAN Laporan pemeriksaan kondisi lingkungan adalah Dokumen tertulis atau bentuk rekaman yang disetujui tim penilai dari hasil pelaksanaan kegiatan pemberian nasihat atas masalah dan uji kelaikan mutu sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. b. Pendahuluan / Latar belakang ( SK – SK atau Surat Tugas ). Tujuan dan sasaran. c. Jadwal Pelaksanaan. a. e. Hasil Pelaksanaan Kegiatan. d. f. Kesimpulan .

LAPORAN KONSULTASI KESLING VISUAL LAPORAN .

Pendahuluan II. Lampiran Dimana letak jadwal ? Apa isi Pendahuluan ? . Metodologi. Tujuan & Sasaran III. IV. LAPORAN KONSULTASI KESLING Daftar Isi Pendahuluan I. Hasil Pelaksanaan V. Kesimpulan & saran VI.

. No... tentang ……………………..... dan Surat Tugas ……. No…… Tanggal ……. LAPORAN KONSULTASI KESLING PENDAHULUAN Berdasarkan SK Kepala Dinas kesehatan... … Tanggal PENDAHULUAN …. .

b.. LAPORAN KONSULTASI KESLING TUJUAN DAN SASARAN 1. Tujuan Khusus Telah diberikannya nasehat ………………. TUJUAN PENDAHULUAN a. SASARAN . Tujuan Khusus (1) Telah ditemukan masalah ……(prosedur ) (2) Telah ditemukan masalah ……(dan lain2) Dan seterusnya 2.

. b. SASARAN PENDAHULUAN a. Petugas kesling ……………. Peralatan kesling …………….. LAPORAN KONSULTASI KESLING TUJUAN DAN SASARAN 2.

Alat dan bahan yang dipakai PENDAHULUAN Tuliskan dokumen yang memuat masalah atau laporan yang menginformasikan ada masalah dan peralatan uji kelaikan mutu / peralatan kalibrasi 2. Standar kalibrasi . Instrumen yang digunakan a. LAPORAN KONSULTASI KESLING METODOLOGI 1. Standar baku mutu b.

Prosedur Pelaksanaan Uraikan secara khronologis langkah-langkah yang ditempuh : . penyiapan dokumen yang memuat masalah. proses kalibrasi.Persiapan ( misalnya . peralatan uji kelaikan mutu / kalibrasi alat ) . LAPORAN KONSULTASI KESLING METODOLOGI PENDAHULUAN 3. mendiskusikan jalan keluar dan menyusun saran ) . .Pelaksanaan kegiatan ( misalnya . mendiskusikan masalah.

Pemberian bimbingan ditemui 3 Buku Pedoman / Menyusun Laporan & Juknis dan Meminta T. .Identifikasi masalah di T. Tangan Manual fabrican pimpinan.Acuan yg digunakan Konsultasi Kesling 2 Istrumen check list Melakukan Bimtek Yang . CARA MENYUSUN LAPORAN BIMTEK KESLING No INPUT PROSES OUT PUT 1 Surat Perintah Persiapan bahan Atasan Bimtek seperti : .Check list Laporan .Tangan .Penilaian prosedur Fihak yang .

LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK VISUAL LAPORAN .

Jadwal Pelaksanaan. Kesimpulan . e. Hasil Pelaksanaan Kegiatan. c. Metodologi / Cara pelaksanaan. b. Tujuan dan sasaran. Dokumen tertulis atau bentuk rekaman tersebut memuat . f. d. LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK PENGERTIAN Laporan pemeriksaan kondisi lingkungan adalah Dokumen tertulis atau bentuk rekaman yang disetujui tim penilai dari hasil pelaksanaan kegiatan kunjungan / bimbingan kewilayah yang lebih rendah sebagai pertanggungjawaban perlaksanaan tugas. a. Pendahuluan / Latar belakang ( SK – SK atau Surat Tugas ).

LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK Daftar Isi Pendahuluan I. Pendahuluan II. Hasil Pelaksanaan V. Kesimpulan & saran VI. Metodologi. IV. Lampiran Dimana letak jadwal ? Apa isi Pendahuluan ? . Tujuan & Sasaran III.

LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK PENDAHULUAN Berdasarkan SK Kepala Dinas kesehatan. dan Surat Tugas ……... No…… Tanggal ……. No.. tentang ……………………. ..... … Tanggal PENDAHULUAN …...

SASARAN .……… 2. LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK TUJUAN DAN SASARAN 1..... (3) Telah diberikannya bimbingan . Tujuan Khusus (1) Ter-identifikasinya masalah …………. (2) Telah dinilainya prosedur lak giat ……. Tujuan Khusus Telah diberikannya bimbingan ……………. b. TUJUAN PENDAHULUAN a.

LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK TUJUAN DAN SASARAN 2. b. SASARAN PENDAHULUAN a. Hasil / laporan kegiatan …………………. .. Metodologi / cara kerja kegiatan ………….

Instrumen yang digunakan a. Formulir check list b. LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK METODOLOGI 1. Alat dan bahanPENDAHULUAN yang dipakai Tuliskan semua bahan yang akan dinilai dan acuan penilaian yang digunakan dalam bimtek 2. Daftar acuan yang harus dimiliki .

LAPORAN KUNJUNGAN BIMTEK METODOLOGI 3. . daftar acuan yang seharusnya dimiliki ) . juklak. penilaian prosedur dengan check list dan pemberian bimbingan ) .Persiapan ( misalnya . penyiapan check list.Pelaksanaan kegiatan ( misalnya . pedoman teknis. proses identifikasi masalah pada laporan. Prosedur Pelaksanaan PENDAHULUAN Uraikan secara khronologis langkah-langkah yang ditempuh : .

BERHASIL MENYUSUN DOKUMENT HEBAT BETUL DIA 2 tahun naik pangkat .

MEMBACA.BEKERJA. DAN BERDOA KEPADA NYA INSYA ALLAH SUKSES TERIMA KASIH . MENCOBA DAN MENCOBA LAGI.

KEGIATAN PENGAWASAN KESLING Pelaksana Pelaksana Pelaksana Penyelia Ahli Ahli Ahli pemula lanjut Pertama Muda madya LIHAT DI FILE LAIN a .

Menyusun laporan konsultasi kesling Objek kelompok I tingkat awal secara lokal . Kelompok II “Santerlak Dinas Keshatan Kab/Kota/ Puskesmas “ Mengerjakan : .Menyusun laporan pemeriksaan sederhana terhadap objek kelompok II .Menyusun laporan penentuan diagnosa dan treatmen intervensi objek kelompok II tingkat awal secara sederhana .XX Menyusun laporan kunjungan bimbingan teknis XXX . Kelompok I “ Santerlak Dinas Kesehatan Propinsi /Rumah sakit “ Mengerjakan : .Menyusun laporan pengambilan sampel objek kelompok II secara sederhana b. DISKUSI KELOMPOK JABFUNG SANTERLAK BAHAN DISKUSI : a.

( 2 menit ) c. Kelas dibagi dalam 2 kelompok. ( 3 Menit ) b. Pelaksanaan diskusi & Penulisan hasil diskusi ( 65 menit ) d. Pandangan narasumber & Penutup ( 2 x 5 menit ) . Masing-2 kelompok memilih ketua dan sekretaris. Presentasi hasil kelompoknya didepan kelas. DISKUSI KELOMPOK JABFUNG SANTERLAK PROSES DISKUSI. ( 120 MENIT ) a. Ketua kelompok memimpin jalannya diskusi. ( 2 x 10 menit ) e. Tanggapan dari masing-2 anggota kelompok. ( 2 x 10 menit ) f.

Pendahuluan . a. Metodologi (Bahan. Metodologi (Bahan. Tuijuan . Daftar Isi . Kesimpulan b. cara & Jadwal ) . . . Tuijuan . Kulit . Hasil Pengambilan sampel . DAFTAR ISI BAHAN DISKUSI KELOMPOK II. Laporan pemeriksaan sederhana objek kelompok II. Laporan pengambilan sampel secara sederhana pada objek kelompok II. Hasil Pemeriksaan . Kesimpulan . Daftar Isi . Pendahuluan . cara & Jadwal ) .Kulit .

Bahan . * Metodologi .Cara (penentuan titik sampel. a.Bahan . Laporan pemeriksaan sederhana objek kelompok II.Cara ( untuk tiap komponen dalam variabel upaya ) . * Metodologi .Peralatan . DAFTAR ISI BAHAN DISKUSI KELOMPOK II.Jadwal ** Hasil Pemeriksaan .Jadwal ** Hasil Pemeriksaan b. teknik pengambilan sampel dan proses pengiriman sampel ) . Laporan pengambilan sampel secara sederhana pada objek kelompok II.Peralatan .

Kulit .Kulit . Kesimpulan b. Kesimpulan . cara & Jadwal ) . Daftar Isi . Daftar Isi . . Laporan penentuan diagnosis & treatmen intervensi pada objek kelompok I. Laporan konsultasi kesling objek kelompok I tingkat awal secara regional. Tuijuan . Hasil penentuan diagnosis & treatmen intervensi . a. Hasil konsultasi kesling . tingkat awal secara konvensional . Metodologi ( cara penentuan masalah kesling ) . Tuijuan . Pendahuluan . DAFTAR ISI BAHAN DISKUSI KELOMPOK II. Metodologi (Bahan. Pendahuluan .

penilikan keakurasian alat ) ** Hasil Pemeriksaan -Hasil penentuan diagnosis & treatmen intervensi . DAFTAR ISI BAHAN DISKUSI KELOMPOK II. isian check list. tingkat awal secara konvensional * Metodologi . * Metodologi .Cara penentuan masalah kesling / perbandingan ( per komponen atau per total kompon) ** Hasil Pemeriksaan -Hasil penentuan diagnosis & treatmen intervensi b. Laporan konsultasi kesling objek kelompok I tingkat awal secara regional.Cara ( wawancara. a. Laporan penentuan diagnosis & treatmen intervensi pada objek kelompok I.

Tuijuan . Pendahuluan .Cara ( wawancara. Metodologi . diskusi dan pembimbingan ) .Bahan ( daftar tilik masalah ) . Kulit . Kesimpulan Catatan : Metodologi . Laporan kunjungan bimtek pada objek kompok I. . DAFTAR ISI BAHAN DISKUSI KELOMPOK II c. Daftar Isi . Hasil kunjungan bimtek . secara lokal.