7/30/2017

LAPORAN KASUS

PEMBERIAN ANESTESI UMUM INTRAVENA SAAT MANUAL
PLASENTA PADA PASIEN DENGAN RETENSIO PLASENTA

IDENTITAS

 Nama : Ny. R
 Usia : 34 Tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Agama : Islam
 Alamat : Dusun Jongkong Baru
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Jenis pembiayaan `: Umum

KELUHAN UTAMA

 Ari-ari belum keluar

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
 Pasien merupakan pasien rujukan dari bidan. Ari-ari
belum keluar kurang lebih 4 jam post partus.
Riwayat persalinan G3P3A0. Usia kehamilan 39
minggu. Anak lahir pukul 22.45 WIB tanggal 12
Oktober 2015. Bayi laki-laki dengan panjang badan
dan berat badan belum diukur. Persalinan normal.
Bayi langsung menangis dan kulit bayi kemerahan.

.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG  Persalinan pertama dilakukan dengan dukun beranak dan terjadi secara normal sedangkan persalinan kedua dilakukan oleh bidan dan dilakukan secara normal. Injeksi oksitosin 2 ampul IM dan manual plasenta telah dilakukan 2 kali oleh bidan namun plasenta tidak berhasil dilakukan. Namun pada persalinan pertama plasenta agak lama keluar (+ 25 menit). Sekarang pasien mengeluhkan nyeri perut. Nyeri perut seperti diremas-remas.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU  Riwayat hipertensi disangkal  Riwayat diabetes mellitus disangkal  Riwayat asma disangkal  Riwayat gangguan pembekuan darah disangkal  Riwayat sectio caesaria disangkal  Riwayat operasi dan anestesi disangkal .

alkohol (-) . makanan (-)  Medication : Oksitosin. Cefoperazone  Past Illness: Tidak ada  Last Meal : Makan terakhir pukul 14.30 WIB 12 Oktober 2015  Environment : merokok (-).30 WIB 12 Oktober 2015.AMPLE  Alergic : Obat (-). Minum terakhir pukul 23.

isi cukup  Perfusi : merah kering hangat. E4V5M6 . RR 24 kali/menit. reguler. pembukaan mulut 3 jari. teraba kuat. suara napas dasar vesikuler (+/+).PEMERIKSAAN FISIK Breath  Jalan napas bebas. wheezing (-/-) Blood  TD : 120/80 mmHg  Nadi : 92x/menit. CRT: <2”  Terdapat sedikit pendarahan per vaginam Brain  GCS 15. rhonki (-/-). Mallampati 4. tidak memakai gigi palsu.

2 0C Pemeriksaan Vaginal Toucher  Ostium uteri mulai menutup  Handscoon: Darah (+) . nyeri tekan (+). Suhu badan  37. defans muskular (-) Bone  ROM bebas aktif. tidak teraba vesica urinaria Bowel  Bising usus tidak terdengar.PEMERIKSAAN FISIK Bladder  Tidak ada keluhan BAK.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Hemoglobin = 13.2 gr%  Jumlah leukosit = 23.900/mm3  Jumlah eritrosit = 3.48/juta  Jumlah trombosit = 213.000/mm3  Hematokrit = 30 %  Waktu pembekuan = 6’30”  Waktu pendarahan = 3’30” .

elektif .Diagnosis Pra Bedah  Retensio plasenta Rencana Operasi  Operator : dr. OG  Jenis Pembedahan : Manual Plasenta  Waktu Pembedahan : 13 Oktober 2015.10 Rencana Anestesi  Anestesi : Anestesi umum disosiatif  Status PS ASA : PS ASA 2. Tri Wahyudi. Pkl 08. Sp.

PEMBAHASAN .

PRE-OPERATIF  Retensio plasenta plasenta belum lahir 30 menit sesudah anak lahir. His kurang kuat Fungsional Plasenta Adhesiva Etiologi Akreta Patologi Inkreta Anatomi Perkreta Plasenta belum keluar kurang lebih 4 jam post partus .

PRE-OPERATIF Faktor predisposisi  Plasenta previa  Riwayat SC atau insisi uterus lainnya  Riwayat kuretase uterus  Multiparitas  Kelahiran preterm  Induksi persalinan Faktor risiko pada pasien adalah multiparitas .

PRE-OPERATIF Gejala dan Tanda Gejala dan Tanda lainnya  Plasenta belum lahir  Tali pusat putus akibat traksi setelah 30 menit berlebihan  Perdarahan segera  Inversio uteri akibat tarikan  Uterus berkontraksi dan  Perdarahan lanjutan keras Pasien mengalami perdarahan segera walaupun sekarang telah berhenti dan uterus berkontraksi dan keras .

40% >40% kehilangan darah Laju Nadi < 100 100 – 120 120 – 140 >140 Tekanan Darah Normal Normal Menurun Menurun Tekanan Nadi Normal atau Menurun Menurun Menurun meningkat Laju pernapasan <20 20 – 30 30 – 40 >35 Output urin >30 20 – 30 5 – 15 >5 (ml/jam) Status mental Sedikit gelisah Gelisah ringan Gelisah.– 1500 1500 – 2000 >2000 (ml) Persentase Hingga 15% 15% . PRE-OPERATIF Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kehilangan darah Hingga 750 750. bingung Letargi Pergantian cairan Kristaloid Kristaloid Kristaloid dan Kristaloid dan darah darah Pasien masih di kelas I atau kehilangan darah < 15% atau belum syok .30% 30% .

MANUAL PLASENTA .

.INDIKASI MANUAL PLASENTA  Retensio plasenta  Perdarahan banyak pada kala III yang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase  Suspek ruptur uterus  Retensio sisa plasenta.

PEMILIHAN ANESTESI  Hingga saat ini tidak ada teknik khusus yang disarankan digunakan pada prosedur manual plasenta.  Pada kasus ini anestesi yang dipilih ialah anestesi umum intravena. .  Anestesi umum intravena dipilih untuk 1) menghindari terjadinya hipotensi yang biasanya terjadi pada pasien dengan anestesi spinal. dan 2) dapat menurunkan kontraktilitas ostium uteri.

PERSIAPAN PRE ANESTESI  Informed consent  Pasien dipuasakan 6 jam sebelum operasi  Infus dengan cairan Ringer Dextrose 40 tetes/menit  Perhitungan cairan Kebutuhan cairan pengganti puasa = 2 ml/kgBB x lama puasa = 2 x 60 x 6 = 720 ml .

PERSIAPAN PRE ANESTESI  Tetes per menit .

PERSIAPAN PRE ANESTESI  Hitung jenis cairan Kebutuhan Na per hari = 2 – 4 mEq/kgBB = 2 – 4 x 60= 120 – 240 mEq/hari  Jenis cairan : Ringer Dekstrose (RD) 1.5 kolf Na RD: 147 mEq/liter 1.5 mEq .5 kolf: 115.

oro/nasopharyngeal airway. selang endotrakea. spuit 5 cc. NaCl 0. bag valve mask. oksigen. face mask. stetoskop. dan PRC. handscoon steril.9%. pulse oxymetry. masker. Spuit 10 cc. suction. plester. Ringer Laktat.PERSIAPAN PRE ANESTESI  Mempersiapkan alat dan bahan berupa mesin anestesi. . monitor. laringoskop.

ketamin 50mg/cc  Obat pengontrol nyeri seperti ketorolac 30mg/cc. lidocain 20mg/cc. atrakurium besilat 10mg/cc.  Obat untuk persiapan anestesi umum seperti midazolam 5 mg/cc. efedrin 50 mg/cc. fentanyl 50µg/cc. tramadol 50mg/cc dan dexametason 5mg/cc  Obat antiemetik seperti ondansetron 2mg/cc  Obat untuk kontrol perdarahan seperti asam traneksamat 100mg/cc . dan sulfas atropin 0.25 mg/cc.PERSIAPAN PRE ANESTESI  Obat-obatan resusitasi seperti epinephrin 1mg/cc. propofol 10mg/cc.

fentanyl 50 µg dan midazolam 5 mg secara IV.  Oksigenasi pasien dengan kanul sebanyak 4 lpm.25 mg.  Jaga jalan napas dengan chin lift.  Induksi dengan propofol 100 mg dan ketamin 50 mg diinjeksikan secara IV. .TATALAKSANA ANESTESI  Premedikasi dengan sulfas atropine 0. .

saturasi oksigen dan status hemodinamik pasien selama prosedur  Apabila prosedur telah selesai berikan antiemetik yakni ondansetron dan antinyeri yakni ketorolak  Segera sadarkan pasien dan nilai Aldrete score .TATALAKSANA ANESTESI  Propofol dan ketamin dapat diulang lagi dengan 1/2 .  Monitor jalan napas.1/3 dosis awal yaitu apabila pasien mulai sadar atau menunjukkan respon nyeri.

25 mg 08.09 Pasien diberikan Propofol IV bolus 100 mg 08.15 Pasien diberikan Propofol IV bolus 60 mg 08.10 Prosedur manual plasenta dimulai 08.05 Pasien diberikan sulfas atropine IV bolus 0.05 mg 08.24 Pasien diberikan Ondansetron IV bolus 8 mg 08.08 Pasien diberikan ketamin IV bolus 50 mg 08.25 Pasien diberikan Ketorolak IV bolus 30 mg .23 Pasien diberikan sulfas atropine IV bolus 0.25 mg 08.22 Prosedur manual plasenta selesai 08.07 Pasien diberikan midazolam IV bolus 5 mg 08.PROSES JALANNYA OPERASI DAN MEDIKASI Jam Tindakan Dosis 08.06 Pasien diberikan fentanil IV bolus 0.00 Pasien dipasang infus Ringer Laktat 500 ml 08.

10 130/80 69 99 08.05 120/80 69 98 08.25 130/80 75 99 .20 130/80 76 99 08.MONITORING SELAMA OPERASI Jam Tensi Nadi SaO2 08.15 130/80 74 98 08.00 120/80 64 99 08.

TERAPI CAIRAN Mengganti defisit cairan saat puasa sebelum dan sesudah pembedahan  Mengganti kebutuhan rutin saat pembedahan  Mengganti perdarahan yang terjadi .

TERAPI CAIRAN  Defisit cairan karena puasa 6 jam adalah = 2 x 60 x 6 = 720 mL  Kebutuhan cairan selama operasi ringan selama 15 menit = kebutuhan dasar selama operasi + kebutuhan stress operasi ringan) = (2 mL x 60 x 1/4) + (4 mL x 60 x 1/4) = 30 + 60 = 90 mL .

.TERAPI CAIRAN  Perdarahan yang terjadi kira-kira 200 mL EBV = 65 mL x 60 = 3900 mL Darah yang hilang = 200/3900 x 100% = 5 % EBV : 10% EBV pertama = 5% EBV : 2-4 mL = 200 mL : 400 mL – 800 mL kristaloid  Sehingga perdarahan sebanyak 200 cc yang terjadi saat operasi harus digantikan dengan cairan berupa 400-800 ml kristaloid.

TERAPI CAIRAN  Kebutuhan cairan total (defisit cairan karena puasa + kebutuhan dasar selama operasi + kebutuhan kristaloid) = 720 + 90 + (400 - 800) = 1210 mL – 1610 mL cairan kristaloid  Cairan yang sudah diberikan Pra anestesi = 1000 mL kristaloid Saat operasi = 500 mL kristaloid Cairan yang sudah diberikan = 1500 ml .

 Pada pasien ini. . kebutuhan cairan kristaloid pra operasi dan saat operasi pasien sudah terpenuhi.TERAPI CAIRAN  Defisit cairan = 0.

TERAPI CAIRAN  Pemberian cairan dilanjutkan dengan memberikan kebutuhan cairan per hari pasca operasi sebanyak = 60 x (40-50 ml/kgBB/ hari) = 2400 ml – 3000 ml (5 kolf) .

TERAPI CAIRAN Hitung jenis cairan  Kebutuhan Na per hari = 2 – 4 mEq/kgBB = 2 – 4 x 60= 120 – 240 mEq  Kebutuhan kalori per hari= 20-30 kcal/kgBB= 20-30 x 60= 1200.1800 kcal  Jenis cairan : 2 kolf Ringer Dextrose + 3 kolf Dextrose 5% 2 kolf RD  Na = 147 mEq Cal = 25mg x 4 kcal/mg x 2 = 200 kcal 3 kolf D5  Cal = 25 mg 4 kcal/mg x 3 = 300 kcal .

pasien segera dirawat dan dipindahkan ke ruang recovery room. Pasien ini mendapat nilai 9 yang berarti pasien dapat dipindahkan ke ruang perawatan.POST OPERATIF  Setelah operasi selesai. Segera dinilai tingkat pulih-sadarnya menggunakan Aldrette score. .

. pasien dibolehkan minum air sedikit demi sedikit sampai bising usus (+) normal. catat produksi urin  Kristaloid 35 tpm  Puasa hingga motorik pasien mulai berfungsi dengan baik. bila bising usus (+) dapat diberikan makanan lunak. tirah baring 24 jam  Kontrol tanda-tanda vital.INSTRUKSI POST OP DI RUANGAN  Posisi terlentang.

mg PO ). Ronkhi (-/.50C op  Nyeri (-) VAS  Kontrol tanda  BAK (+) 12345678910 vital  ASI keluar Abdomen: BU 6  Amoksisillin x/menit.1  Keluar darah TD: 110/70 Post op manual  Tirah baring (14/10/2015) bercak saat mmHg plasenta e. PEMERIKSAAN POST OP Hari S O A P Ke.c 24 jam batuk Nadi: 76x/menit retensio plasenta  RD 35 tpm  Mual muntah Napas:20 x/menit (H+1)  Cek Hb Post (-) Suhu: 36. Nyeri 3 x 500 mg tekan (-) PO Toraks: suara  Metilergomet napas vesikuler rin 3 x 0. wheezing (-/-) .125 (+/+).

Ronkhi (-/- ).c  Amoksisillin batuk Nadi: 72x/menit retensio plasenta 3 x 500 mg  Mual muntah Napas:24 x/menit (H+2) PO (-) Suhu: 36.2  Keluar darah TD: 130/80 Post op manual  RD 35 tpm (15/10/2015) bercak saat mmHg plasenta e. Nyeri pulang tekan (-) Toraks: suara napas vesikuler (+/+).40C  Metilergomet  Nyeri (-) VAS rin 3 x 0. wheezing (-/-) . PEMERIKSAAN POST OP Hari S O A P Ke.125 12345678910 mg PO Abdomen: BU  Pasien boleh 10 x/menit.

TERIMA KASIH .