Pengolahan Limbah secara

Mikrobiologi:
PENGOLAHAN FESES/TINJA

Feses/Tinja
1) bahan buangan yang
dikeluarkan dari tubuh manusia
melalui anus sebagai sisa dari
proses pencernaan makanan di
sepanjang sistem saluran
pencernaan (tractus digestifus)
(Soeparman, 2002)

2) produk buangan saluran
pencernaan hewan yang
dikeluarkan melalui anus atau
kloaka

Kuantitas Feses/Tinja dan Urine No.00% Mitsuyuki Ikeda.000-1. 63. 3. 9. Urine 1. Ilmuwan asal Okayama Laboratory . Keterangan Berat Basah Berat Kering (g) (g) 1.00% protein. Feses/Tinja 135-270 35-70 2.00% vitamin.00% karbohidrat. 25.300 50-70 Komposisi Feses di Jepang mineral.

Nitrogen (dari berat kering) 5. Bahan organik (dari berat kering) 88-97 3. C/N rasio (dari berat kering) 5-10 .0-2. Komponen Kandungan (%) 1. Air 66-80 2.Komposisi Feses/Tinja tanpa Urine No.0 4.4 5.5-5. Fosfor (sebagai P2O5) (dari berat kering) 3.5 6.7-7. Karbon (dari berat kering) 40-55 7. Potasium (sebagai K2O) (dari berat kering) 1. Kalsium (sebagai CaO) (dari berat kering) 4-5 8.

Bau Feses/Tinja  berasal dari aktivitas bakteri. seperti: – Bakteri penghasil senyawa indole – Bakteri penghasil senyawa skatole – Bakteri penghasil senyawa thiol (senyawa yang mengandung belerang) – Bakteri penghasil gas hidrogen sulfida  Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja .

Mikroflora  • Coliform bacteria yang dikenal sebagai Echerichia saluran coli dan Fecal stretococci (enterococci) pencernaan • dikeluarkan dari tubuh manusia dan hewan- manusia hewan berdarah panas lainnya dalam jumlah besar rata-rata sekitar 50 juta per gram . adenovirus. mikroorganisme Virus : Enterovirus. Mikroba Keterangan 1. Cestoda  penderita penyakit saluran pencernaan makanan (enteric or intestinal disesases). Rhinosleromatis Protozoa: Entamoeba histolitica. Balantidium coli cacing-cacing parasit: Nematoda. K. virus hepatitis patogen A Bakteri: Klebsiella pneumoni. Mikroba di Feses/Tinja No. 2. Trematoda.

Acetobacter sp Berperan dalam pembusukan serta menghilangkan bau dan pengendalian mikroba patogen karena bakteri ini dapat menghasilkan antibiotik. Eubacterium sp Berperan dalam memecah amilum .Bakteri Potensial Pendegradasi Bahan Organik dan Bakteri Patogen pada Tinja JENIS BAKTERI PERANAN Lactobaccillus sp Berperan dalam memecah selulosa Klebsiella sp. Staphylococcus sp Berperan dalam memecah lemak Bacillus sp Berperan dalam memecah protein dan berperan dalam pengendalian mikroba patogen karena bakteri ini dapat menghasilkan antibiotik. Saccharomyces sp Berperan dalam proses peragian sehingga bahan organik lebih cepat membusuk.

misalnya sebagian spesies Clostridium. membentuk spora. 2. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif. Bakteri anaerobik pembentuk spora. misalnya Pseudomonas dan Proteus. misalnya Bacillus. tidak membentuk spora. Bakteri proteolitik • Bakteri proteolitik dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok: 1. 3. .

dan bakteri tidak berspora lainnya.. Bakteri proteolitik • Bakteri proteolitik-asam: dapat memecah protein sekaligus menfermentasi asam Contoh: – Streplococcus faecalis – Microccoccus cascolyticus. dan asam-asam lemak. . indol. amin. • Beberapa bakteri bersifat putrefaktif: memecah protein secara anaerobik dan memproduksi komponen komponen yang berbau busuk seperti hidrogen sulfida. contoh: Clostridium sp. Pseudomonas. Proteus. skatol. merkaptan.

Alcaligenes. yaitu enzim yang mengkatalis hidrolis lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol. . fluorescens. Bakteri lipolitik • Kelompok bakteri yang memproduksi lipase. Serratia dan Micrococcus – bersifat lipolitik kuat misalnya P. contoh: – Pseudomonas.

• Enzim selulolitik dibentuk oleh sebagian besar mikroorganisme. Mikroorganisme banyak ditemukan pada fungi. • Enzim selulase (ekstra selular)  aktivitas selulase ditemukan didalam filtrat pada fase pertumbuhan stasioner dan dapat diduga bahwa enzim dilepaskan secara otomatis enzim harus berada diluar sel tetapi enzim ini masih terikat pada permukaan diduga bahwa degradasi selulosa lebih efisien ketika kontak secara langsung antara sel mikroba dan substrat . Bakteri Selulolitik • Bakteri selulolitik  bakteri perombak selullosa dengan bantuan enzim selulase. 1983 dalam Widyastuti. actinomycetes. myxobacteria dan bakteri sejati (Enari. 2005).

glikogen dan turunan polisakarida dengan cara memecah ikatan glikosidik pati. • Enzim amilase: mampu menghidrolisis pati menjadi senyawa lebih sederhana seperti maltosa dan glukosa. . Bakteri Amilolitik • Bakteri Amilolitik  bakteri perombak pati. • Enzim amilase dibedakan menjadi 3 grup: α-amilase yang disebut juga endoamilase β-amilase yang disebut juga eksoamilase glukoaminase (Kulp dalam Rehm dan Reed. 1987). • Enzim ini dapat memecah atau menghidrolisa pati.

Komponen Masa (%) 1 Total padatan 3-6 2 Total padatan volatile 80-90 3 Total Kjeldahl Nitrogen 2-4 4 Selulosa 15-20 5 Lignin 5-10 6 Hemiselulosa 20-25 . Karakteristik Feses/Tinja Sapi No.

Pengurangan volume dan massa (kadang-kadang sampai 80%)  bahan yang mengalami dekomposisi. menjadi bahan yang lebih sederhana dan lebih stabil. karbon dioksida. . Dekomposisi Tinja • Proses penguraian (decomposition)  tinja akan berubah menjadi bahan yang stabil. dan tidak mengganggu. 2002): 1. bahan-bahan yang terlarut dalam keadaan tertentu meresap ke dalam tanah di bawahnya. amonia. • Aktivitas utama dalam proses dekomposisi tersebut adalah (Soeparman. 2. dan nitrogen yang dilepaskan ke atmosfer. dengan hasil gas metan. tidak berbau. Pemecahan senyawa organik kompleks. seperti protein dan urea.

Penghancuran organisme patogen yang dalam beberapa hal tidak mampu hidup dalam proses dekomposisi. Dekomposisi Tinja 3. . atau diserang oleh banyak jasad renik di dalam massa yang tengah mengalami dekomposisi.

biogas . Anaerobik  septik tank 2. Aerobik  tanah  bakteri saprofit (mampu menembus kedalaman tanah sampai 60 cm) * Produk dekomposisi: kompos. Proses dekomposisi 1.

065 − 0. Potensi biogas Tipe Kotoran Hewan Produksi gas/kg kotoran (m3) Sapi (sapi dan kerbau) 0.040 − 0.028 7/31/17 17 .040 Babi 0.023 − 0.059 Peternakan ayam 0.116 Manusia 0.02-0.

Hidrogen Sulfida 0 . Karbondioksida (CO2) 27 3. Metan (CH4) 65.7 7. Oksigen (O2) 0.3 4. Propena (C3H8) 0. Kandungan Biogas dari Feses/Tinja Sapi No Gas Persentase (%) 1.7 2. Nitrogen (N2) 2.1 6. Karbonmonoksida (CO) 0 5.

bahan bakar berguna yang dapat diperoleh dengan memproses limbah (sisa) pertanian yang basah. 3. . kotoran hewan/manusia. dan lain-lain limbah organik yang berasal dari buangan industri oleh bakteri anaerob (Wijayanti. Biogas 1. 1983). 1993). 2. suatu campuran gas-gas yang dihasilkan dari suatu proses fermentasi bahan organik oleh bakteri dalam keadaan tanpa oksigen atau anaerobik (Sahidu. kotoran hewan dan manusia atau campurannya. 1980). di dalam alat yang dinamakan penghasil biogas (Harahap dkk. Gas yang dapat terbakar dari hasil fermentasi bahan organik yang berasal dari daun-daunan.

Tahap Methanogenesis (Tahap Pembentukan Methan) . Tahap Acetogenis (Tahap Pembentukan Asam) 4. Tahapan Pembentukan Biogas 1. Tahap Hidrolisis 2. Tahap Acidogenesis 3.

• Rumus kimia untuk bahan organik adalah C6H10O4 (Themelis and Verma. • Reaksi yang terjadi selama proses hidrolisis dimana bahan organik dipecah menjadi molekul gula sederhana (Ostream. Tahapan Hidrolisis • Grup mikroorganisme hidrolytic mengurai senyawa organik kompleks menjadi molekul-molekul sederhana. 2004 dalam Ostream 2004). 2004) : C6H10O4 + 2 H2O  C6H12O6 + 2 H2 . dengan rantai pendek termasuk glukosa. • Proses hidrolisis dikatalis oleh enzim yang dikeluarkan oleh bakteri seperti selullase. protase. asam organik. ethanol. dan lipase. karbondioksida dan hidrokarbon yang dimanfaatkan sebagai sumber karbon dan energi bagi bakteri yang melakukan fermentasi. asam amino.

Tahap Acidogenesis • Terjadi pembentukan asam • Pada proses ini. keton. dan alkohol). bakteri acidogenesis mengubah hasil dari tahap hidrolisis menjadi bahan organik sederhana (kebanyakan dari rantai pendek. .

. CO2. • Tetapi pertumbuhan mikroorganisme ini justru akan terhambat jika terjadi akumulasi hidrogen.dan hidrogen  dari molekul- molekul sederhana yang tersedia oleh bakteri aceton penghasil hidrogen. Tahap Acetogenis (Tahap Pembentukan Asam) • Pada tahap ini terjadi pembentukan senyawa asetat.

• Proses ini dilakukan oleh bakteri methanogen pengguna hidrogen. Tahap Methanogenesis (Tahap Pembentukan Methan) • Pada tahap ini terjadi pembentukan gas methan dari senyawa asetat. • Fungsi dari bakteri methanogen antara lain mengurangi akumulasi hidrogen seminimal mungkin di dalam medium dengan jalan menggunakan hidrogen untuk mereduksi CO2 menjadi produk yang inert (gas yang tidak dapat bereaksi secara kimia dengan benda lain) yaitu CH4. • Bakteri methanogen adalah bakteri anaerob yang pertumbuhannya lebih lambat dari pada bakteri yang ada pada tahap satu dan dua. Bakteri ini sangat tergantung pada bakteri lainnya pada tahap sebelumya untuk menghasilkan nutrien dalam bentuk yang sesuai. 1989) adalah: CH3COO. • Reaksi yang terjadi pada tahap methagenesis (Polprasert.(asetat) + H2O  CH4 + HCO3- . ataupun hidrogen dan CO2 oleh bakteri methanogen.

Biogas Tahap I Tahap II Tahap III Dekomposisi Lemak Lemak Dekomposisi Senyawa Asam CH4 Karbohidrat Larut Organik CO2 Selulosa Monomer Dekomposisi Lemak Protein Dekomposisi Bakteri Bakteri Acidogenik Metanogenik .

. kandungan biogas tergantung dari beberapa faktor: – komposisi limbah yang dipakai sebagai bahan baku. Biogas • Menurut Polprasert (1985). – beban organik dari digester – waktu dan temperatur dari penguraian secara anaerobik.

jamur. Menurunkan kandungan zat organik dalam lumpur tinja 2. dsb.) . Contoh: IPLT Tujuan: 1. Patogen (bakteri. Menghilangkan atau menurunkan kandungan m.o. virus.

Alternatif 1 .

Alternatif 2 .