PRESENTASI KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA TN. H DENGAN
GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI

Oleh :
DWI RAHNI MAULIDAH

Program Profesi Ners
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
2016

Alasan Masuk Klien mengatakan di bawa ke UPT karena memukul orang lain. PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA A. Klien merasa terganggu dengan suara tersebut dan mengaku tidak bisa tidur dengan nyaman. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengaku mendengar suara bisikan yang memintanya untuk ikut dengannya ke alam baka. : Pekerjaan : B. C. H Informan : Klien Umur : 35 Tahun Tgl Pengkajian : 3 Oktober 2016 Alamat : RM No. . Identitas Klien Inisial : Tn.

B. pengobatan berhasil dan klien dapat beradaptasi dengan baik tanpa munculnya gejala-gejala perilaku kekerasan. Riwayat Psikososial Klien mengatakan pernah menjadi korban aniaya fisik oleh ayahnya karena membantah dan juga pernah menjadi saksi aniaya fisik. Selain itu. klien mengaku pernah menjadi pelaku tindakan kriminal pencurian motor . Riwayat Penyakit Lalu Klien pernah mengalami gangguan jiwa yaitu perilaku kekerasan di rawat di UPT Pasuruan. Faktor Predisposisi A.

Aktivitas motorik/psikomotor. Arus pikir: koheren. Kemampuan penilaian mengalami gangguan ringan. 9. Pada saat pengkajian pasien selalu tertawa sendiri. Afek/emosi: euforia berat. 2. 4. 3. Penampilan : Klien memakai baju dengan semestinya seperti celana pendek dan kemeja. klien dapat menjawab pertanyaan dengan sesuai. . Disorientasi waktu. 10. halusinasi pendengaran. 8. 5. Memori dengan gangguan daya ingat jangka pendek. Interaksi saat wawancara kontak mata kurang namun klien kooperatif. tidak ada. 7. Persepsi. karena klien tidak bisa menyebutkan jam dan hari. Status Mental 1. 6. Kesadaran : kesadaran penuh dan fokus saat dilakukan pengkajian. Klien mengaku mendengar suara bisikan.

Harga diri : tidak terkaji . alamat. 3. Data Fokus : Pengkajian Psikososial 1. dan keluarga. Konsep diri 2. Ideal Diri : tidak terkaji 6. Citra Tubuh : klien mengatakan anggota badan yang paling disukai adalah wajah karena merasa tampan. Identitas : klien dapat menyebutkan identitas seperti nama. 4. Peran : tidak terkaji 5.

Hubungan Sosial a. Kegiatan ibadah : klien tidak melakukan ibadah. b. Spiritual dan Kultural a. c.2. . Konflik nilai/ keyakinan / budaya : klien tidak melakukan ibadah apapun dalam sehari – hari. Peran serta dalam kelompok / masyarakat : klien mengikuti kegiatan di UPT dan terlibat juga dalam semua kegiatan aktivitas kelompok. Hubungan Terdekat : klien dekat dengan teman sekamar. Nilai dan keyakinan : klien menyatakan bahwa beragama islam. b. 3.

Pohon Masalah Isolasi sosial Halusinasi Ketidakefektifan koping Faktor predisposisi -Pernah dipukuli ayahnya Faktor presipitasi -Pernah menjadi saksi aniaya -mengatakan mendengar fisik suara bisikan -pernah masuk penjara -menunjukan wajah yang -mengatakan bahwa dirinya murung bodoh karena tidak lulus sekolah .

Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah N DATA Interpretasi MASALAH O Data  1. -klien berdiam diri Defisit Gangguan Persepsi Perawatan Diri DS: - DO: -bau badan tidak sedap -pakaian tidak rapi -pakaian kotor 3. DS: klien mengatakan Gangguan Persepsi Halusinasi mendengar suara-suara Sensori Pendengaran bisikan tanpa wujud DO: -klien terlihat tertawa sendiri -klien tampak terlihat berbicara sendiri 2. -tidak menggunakan alas kaki Distress Spiritual DS: Klien mengatakan tidak pernah sholat DO: tidak pernah menikuti kegiatan tartil .

Implementasi dan Evaluasi document .

Terima Kasih  .