PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK

PADA PEMBELAJARAN
KURIKULUM 2006 DI SMA
Oleh : Anang Mustofa
Disampaikan pada workshop K13 SMA
di Hotel Prima Sleman
29 Maret 2016

Permendikbud No. 160/2014
Pemberlakuan K-2006 dan K-2013
Tanggal : 11 Desember 2014

Lanjut

TP 2013/2014 (3 Semester) Kurikulum
(2.700+Mandiri : Kls X & XI) 2013
Januari 2015

Kurikulum 2013 STOP T P 2014/2015 Kembali
Semester KEDUA
TP 2014/2015 (1 Semester) Kurikulum
(Semua SMA : Kls X & XI) 2006

Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum
2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan
Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada
ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.

Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan
Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester tetap menggunakan Kurikulum 2013
2

SMA Pelaksana K-06
TP 2014/2015

2.156 SMA
Kurikulum
12.644 2013

SMA 10.488 SMA
Kurikulum
Tahun 2006

3

4 . Tujuan Pembelajaran • Memberikan gambaran pengelolaan penyesuaian muatan materi mata pelajaran. • Memberikan gambaran pengelolaan penyesuaian peminatan ke penjurusan. dan • Memberikan gambaran proses pembelajaran dan penilaian. • Memberikan pemahaman pelaksanaan matrikulasi pada kompetensi dasar tertentu.

5 . Pembelajaran • Proses pembelajaran dapat menggunakan pendekatan saintifik atau model pembelajaran lainnya sesuai peraturan berdasarkan Kurikulum Tahun 2006.

Level guru: Guru yang biasa adalah menceritakan guru yang baik adalah menjelaskan guru yang terbaik adalah mendemostrasikan guru yang besar adalah menginspirasi Guru Guru inspiratif terbaik Guru Baik Guru Biasa .

21 Desember 2009 7 .PEMBELAJARAN YANG BERKEADILAN ? Tugas kamu sama adalah Panjat itu pohon! .

melalui mengamati. menanya. mencoba. Pergeseran Pola Pikir dalam Pembelajaran  Menggunakan pendekatan saintifik. bukan diberi tahu  Pembelajaran Pengetahuan &Keterampilan  Langsung  Sikap  Tak langsung  Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek . dst  Kelas bukan satu-satunya tempat belajar  Sumber belajar bukan hanya Guru dan Buku Teks  kontekstual dan sumber lain  Belajar dengan beraktivitas  Membuat siswa suka bertanya. bukan guru yang sering bertanya  Mengajak siswa mencari tahu.

Pergeseran Pola Pikir dalam Pembelajaran  Pentingnya proses : prosedural  Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia  Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal. pengayaan. remedial  Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis)  Pentingnya data (terkait pengamatan dll) .

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN • Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan dilaksanakan dengan menggunakan modus pembelajaran langsung atau tidak langsung sebagai landasan dalam menerapkan berbagai strategi dan model pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai. . • Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan RPP.

. dan keterampilan. dan pengetahuan yang terintegrasi. Sikap (Tahu Mengapa) Produktif Inovatif Kreatif Keterampilan Afektif Pengetahuan (Tahu Bagaimana) (Tahu Apa) Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif. keterampilan. dan afektif melalui penguatan sikap. pengetahuan. yaitu: sikap. kreatif. Langkah-Langkah Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah. inovatif.

• Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap. pengetahuan. dan keterampilan. Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan) • Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa”. • Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. • Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa”. .

dan e. menanya. c. menalar/mengasosiasi. mengamati. d. b. mengumpulkan informasi/mencoba. Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan) Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: a. . mengomunikasikan.

URUTAN LOGIS PROSES PEMBELAJARAN Eksperimenting Associating Observing Questioning (MENGUMPULKAN MENGOMUNI (MENGAMATI) (MENANYA) INFORMASI/MENCO (MENALAR/ KASIKAN BA MENGASOSIASI) .

EKPERIMEN EKPERIMEN) -MENGUMPULKAN DATA MENGASOSIASI/ -MENGANALISIS DATA DALAM BENTUK MEMBUAT MENALAR KATEGORI. MENENTUKAN HUBUNGAN DATA/KATEGORI -MENYIMPULKAN DARI HASIL ANALISIS DATA -DIMULAI DARI PRETRUCTURAL. BUKU. MEMBACA. EXTENDED ABSTRACT MENGOMUNIKASIKAN -MENYAMPAIKAN HASIL PENALARAN . DOKUMEN. LANGKAH PEMBELAJARAN SAINTIFIK KEGIATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGAMATI MELIHAT. MENGAMATI. MENYIMAK (DENGAN ATAU TANPA ALAT) MENANYA -MENGAJUKAN PERTANYAAN DARI YANG FAKTUAL SAMPAI KE YANG BERSIAT HIPOTESIS -DIAWALI DENGAN BIMBINGAN GURU SAMPAI DENGAN MANDIRI (MENJADI SUATU KEBIASAAN) MENGUMPULKAN -MENENTUKAN DATA YANG DIPERLUKAN DARI INFORMASI/ PERTANYAAN YANG DIAJUKAN -MENENTUKAN SUMBER DATA (BENDA. MENDENGAR. RELATIONAL. UNISTRUCTURAL-MULTI STRUCTURAL.

KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI LANGKAH KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI YANG PEMBELAJARAN DIKEMBANGKAN MENGAMATI MEMBACA. RASA INGIN TAHU. KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS. DEDUKTIF. KETELITIAN DAN ATAU DENGAN ALAT) KEMAMPUAN MEMBEDAKAN INFORMASI YANG UMUM DAN KHUSUS. MENDENGAR. DAN KOMPREHENSIF MENANYA MENGAJUKAN PERTANYAAN MENGEMBANGKAN TENTANG INFORMASI YANG KREATIVITAS. MELIHAT (TANPA KESABARAN. LANGKAH. TIDAK DIPAHAMI DARI APA KEMAMPUAN MERUMUSKAN YANG DIAMATI ATAU PERTANYAAN UNTUK PERTANYAAN UNTUK MEMBENTUK CRITICAL MINDS MENDAPATKAN INFORMASI YANG PERLU UNTUK HIDUP TAMBAHAN TENTANG APA CERDAS DAN BELAJAR YANG DIAMATI SEPANJANG HAYAT (DIMULAI DARI PERTANYAAN FAKTUAL SAMPAI KE PERTANYAAN YANG BERSIFAT HIPOTETIK) . MENYIMAK. KRITIS. MELATIH KESUNGGUHAN.

EKSPERIMEN SELAIN BUKU TEKS JUJUR. . -WAWANCARA DENGAN NARA KEMAMPUAN SUMBER BERKOMUNIKASI. LANGKAH KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI YANG PEMBELAJARAN DIKEMBANGKAN MENGUMPULKAN MELAKUKAN EKSPERIMEN MENGEMBANGKAN INFORMASI/ -MEMBACA SUMBER LAIN SIKAP TELITI. MENGEMBANGKAN KEBIASAAN BELAJAR DAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT.SOPAN. MENERAPKAN KEMAMPUAN MENGUMPULKAN INFORMASI MELALUI BERBAGAI CARA YANG DIPELAJARI. -MENGAMATI OBJEK/KEJADIAN/ MENGHARGAI AKTIVITAS PENDAPAT ORANG LAIN.

MENERAPKAN -PENGOLAHAN INFORMASI PROSEDUR DAN YANG DIKUMPULKAN DARI KEMAMPUAN BERPIKIR YANG BERSIFAT MENAMBAH INDUKTIF SERTA KELUASAN DAN KEDALAMAN DEDUKTIF DALAM SAMPAI KEPADA PENGOLAHAN MENYIMPULKAN . EKSPERIMEN MAU PUN HASIL KEMAMPUAN BERPIKIR DARI KEGIATAN MENGAMATI KORELATIF DAN DAN KEGIATAN ASOSIASI. TELITI. TERBATAS DARI HASIL DISIPLIN. KEGIATAN MENGUMPULKAN/ KERJA KERAS. TAAT ATURAN. KEMAMPUAN MENGUMPULKAN INFORMASI. INFORMASI YANG BERSIFAT MENCARI SOLUSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG MEMILIKI PENDAPAT YANG BERBEDA SAMPAI KEPADA YANG BERTENTANGAN . LANGKAH KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI YANG PEMBELAJARAN DIKEMBANGKAN MENGASOSIASI/ -MENGOLAH INFORMASI YAG MENGEMBANGKAN MENALAR SUDAH DIKUMPULKAN BAIK SIKAP JUJUR.

KESIMPULAN SIKAP JUJUR. TELITI. . LANGKAH KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI YANG PEMBELAJARAN DIKEMBANGKAN MENGOMUNIKASIKAN MENYAMPAIKAN HASIL MENGEMBANGKAN PENGAMATAN. ANALISIS SECARA LISAN. LAINNYA MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DENGAN SINGKAT DAN JELAS. ATAU MEDIA SISTEMATIS. KEMAMPUAN BERPIKIR TERTULIS. DAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR. BERDASARKAN HASIL TOLERANSI.

FUNGSI -KETERKAITAN KONSEP -AKIBAT/DAMPAK ABSTRAK -PREDIKSI .KETERKAITAN BENTUK -REPRESENTASI SIMBOL . MENGAMATI -GLOBAL KONKRIT .BENTUK .RINCI TAPI TUNGGAL .

BENTUK .PENGARUH -AKIBAT/DAMPAK ABSTRAK -PREDIKSI -HIPOTESIS . MENANYA -GLOBAL KONKRIT .RINCI TAPI TUNGGAL .FUNGSI .KETERKAITAN BENTUK -REPRESENTASI SIMBOL .

FENOMENA) -WAWANCARA .OBSERVASI -MEMBACA -TEKNOLOGI INFORMASI METODE -DISKUSI . BENDA. BUKU.MENGUMPULKAN INFORMASI/EKSPERIMEN -FISIK (DOKUMEN. ARTEFAK. SUMBER INTERNET) -ABSTRAK (KEGIATAN.

MENGASOSIASI -ANTAR FAKTA .FAKTA DENGAN KONSEP -KONSEP DENGAN KONSEP -KONSEP DENGAN TEORI -FAKTA DENGAN PROSEDUR -KONSEPTUALISASI/MENALAR/REKONSTRUKSI .

LISAN -TULISAN -AUDIO VISUAL -BENDA/PRODUK FISIK -JARINGAN KOMUNIKASI . MENGOMUNIKASIKAN .

kesabaran dan ketelitian. prosedural. menghargai pendapat orang lain. kemampuan berkomunikasi informasi/mencoba @ DIT. konseptual. jujur. berfikir kritis. dan kritis • Membangun pengetahuan Faktual. sopan. PENDEKATAN SAINTIFIK 5M Mengamati Melatih antara lain. dan berfikir Menanya metakognitif • Mengembangkan kreatifitas dan rasa ingin tahu Mengumpulkan Mengembangkan sikap teliti. PSMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 25 . anlitis.

Mengomunikasikan kemampuan berpikir sistematis. dan mengembangkan kemampuan berbahsa yang baik dan benar @ DIT. taat aturan kerja keras. teliti. Mengambangkan sikap jujur. mengugkapkan pendapat dengan singkat dan jelas.kemampuan menerapkan prosedur dan Mengasosiasi kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. teliti. 5M Mengambangkan sikap jujur. PSMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 26 . toleransi. disiplin.

5 M ???? Semua ??? @ DIT. PSMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 27 .

SUASANA BELAJAR DI SALAH SATU SMA FAVORIT DI RRC 28 .

CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN FISIKA CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN KIMIA CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN BIOLOGI CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN BHS INGGRIS .

• Rapor yang telah digunakan pada semester pertama tidak perlu disesuaikan ke rapor Kurikulum Tahun 2006. • Data penilaian yang sudah diperoleh pada semester pertama dengan skala 1 . Penilaian • Mekanisme dan prosedur penilaian berdasarkan standar pada ketentuan Kurikulum Tahun 2006. • Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada semester dua (genap) mengikuti KKM tahun pelajaran sebelumnya.100.4 tidak perlu dikonversi ke skala 0 . 30 .

dan buku lainnya yang telah dinyatakan lulus penilaian oleh BSNP. Buku Sekolah Elektronik (BSE). buku teks Kurikulum 2013 yang relevan. Buku Pegangan Peserta Didik • Buku Kurikulum Tahun 2006: perpustakaan sekolah. 31 .