PEMERIKSAAN KOH

Pembimbing :
dr. Renni A. Yuniati, Sp.KK

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN
KELAMIN

NON trichophyton. DERMATOFITOSIS epidermophyton) . JAMUR KANDIDOSIS MIKOSIS (candida albicans) SUPERFISIALIS PROFUNDA DERMATOFITOSIS (microsporum.

kuku. PRINSIP Larutan kulit. Hifa dan KOH 10% dan rambut Jamur (+) spora atau 20% akan lisis .

 Dermatofita  hifa panjang dan artrospora (hifa bercabang) . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melakukan pengerokan kulit pada bagian kulit yang mengalami infeksi jamur.

rambut .Pengambilan spesimen Pembuatan sediaan  Alat  Alat  Kaca objek  Scalpel  Kaca penutup  Pinset  Lampu spirtus  Alkohol 70%  Pinset  Kapas  Kertas atau wadah bersih  Reagen  Larutan KOH 10% . kulit & kuku  Larutan KOH 20% .

Hangatkan diatas nyala api selama beberapa detik untuk mempercepat proses lisis 5. Teteskan larutan KOH pada kaca objek. dimulai pembesaran 100x – 400x. Periksa dengan menggunakan mikroskop. letakkan pada kaca objek 3. tutup dengan kaca penutup 4. PROSEDUR 1. . Kerok bagian yang aktif dengan menggunakan scalpel. Bersihkan kulit atau kuku yang akan dikerok dengan kapas alkohol 70% 2.

HASIL PEMERIKSAAN + : bila ditemukan adanya hifa &/ spora . : bila tidak ditemukan adanya hifa &/ spora .

 Diameternya uniform. Hypha dermatophytes  Bentuknya seperti benang panjang lurus atau berlekuk yang seringkali bercabang- cabang. warna terang dengan tepi agak gelap. .

Bentuknya seperti benang yang panjang. Hypha and budding spores Candida  Disebut juga pseudo-hypha yang seringkali sukar di bedakan dengan hypha dari dermatohytes. . Lurus atau bengkok. Bentukan sel bulat atau oval dan budding.

Kombinasi ini seringkali di sebut spaghetti dan meatballs . Versicolor  Bentuknya berupa benang- benang pendek-pendek dan panjang disertai dengan spora yang berkelompok dengan ukuran yang sama. Hypha and spores T.

TERIMA KASIH .