CASE REPORT SESSION

*Kepaniteraan Klinik Senior/ G1A215088/ Januari 2017
** Pembimbing/ dr. Monalisa, Sp.PD

LAPORAN KASUS
Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi
Opportunitis GE kronis + Anemia Berat +
Susp. TB paru

Pendahuluan
• Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
 penyakit yang menunjukkan adanya sindrom defisiensi imun selular.

• disebabkan oleh virus HIV yang dapat menyebabkan daya tahan tubuh
menurun sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi berat atau keganasan
yang menyebabkan kematian.

Laporan Kasus
Identitas Pasien
• Nama : Ny. H
• Umur : 44 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Status perkawinan : Menikah
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Alamat : RT 02 DS Teluk Kuwala
Jambi
• Agama : Islam
• MRS : 29 Desember 2016
• Tanggal pengambilan CRS : 9 Januari 2017

Anamnesis
• Anamnesis dilakukan berdasarkan Autoanamnesis dan
Alloanamnesis pada tanggal 9 januari 2017.

Keluhan utama
• Nyeri ulu hati 1 bulan SMRS

Os mengeluh nyeri ulu hati seperti ditusuk-tusuk.• Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati ± 1 bulan SMRS. hal ini di akui oleh keluarganya yang melihat pasien jauh tampak lebih kurus dari biasanya sejak sakit. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan. . nyeri tidak dipengaruhi makanan. Nyeri dirasakan hilang timbul. • Keluhan disertai mual dan muntah. Nafsu makan os menurun serta disertai penurunan berat badan secara drastis dalam 1 bulan terakhir. muntah ± 2 kali dalam sehari. tidak menjalar. Os mengatakan badanya terasa sangat lemas.

berwarna hitam. disertai lendir. . • Sejak masuk rumah sakit os juga mengaku menjadi sering batuk berdahak. demam dirasakan hilang timbul. konsistensi cair. Riwayat benjolan di sekitar leher. demam dirasakan terus- menerus. Riwayat batuk lama. ketiak dan pangkal paha disangkal. dan keringat malam disangkal.• Pasien juga mengeluh BAB cair yang dirasakan ± 1 bulan SMRS. frekuensi ± 5 kali dalam sehari. sesak nafas. • Os juga mengeluh demam ± 1 hari SMRS. Dahak kental dan sulit dikeluarkan. os sebelumnya ± 1 bulan SMRS memang sering mengeluh demam.

• Riwayat infeksi menular seksual disangkal. Riwayat pemakaian jarum suntik disangkal. Riwayat berganti pasangan disangkal. . Pasien merupakan pasien rujukan dari RS Nurdin Hamzah dengan susp. SIDA(Sindrom Imuno Defisiensi Akuista) + diare kronik+ candidiasis oral+ anemia berat. Riwayat memiliki tato disangkal. riwayat penggunaan jarum suntik dan obat – obatan disangkal. • Riwayat suami dengan HIV/AIDS (+).

.Riwayat Penyakit Dahulu • Riwayat keluhan yang sama sebelumnya (-) • Riwayat sakit maag (+) Riwayat Penyakit Keluarga • Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama(+) : suami pasien menderita keluhan yang sama dengan pasien dan telah meninggal sekitar ±4 bulan yang lalu.

5 0C . GCS 15. Pemeriksaan Fisik Tanda Vital • Keadaan umum : Tampak lemas • Kesadaran : Composmentis. E4 V5 M6 • Tekanan darah : 110/70 mmHg • Nadi : 82 x/menit • Respirasi : 18 x/menit • Suhu : 37.

kering – Lidah : kotor (+) oral plaque .• Kulit : hiperpigmentasi (+) krusta (+) pada kaki kiri • mata : Konjungtiva Anemis (+/+) • Pemeriksaan Mulut – Bibir : tidak sianosis. tepi tidak hiperemis. ulkus (+) .

nyeri tekan supra pubis (+) • Auskultasi : bising usus (+) meningkat .• Pulmo : Pada auskultasi didapatkan Ronkhi basah halus (+/+) Abdomen • Palpasi : nyeri tekan epigastrium (+).

0 103/mm3) RBC 2.5-10.5-33.20 (3.5 g/dl) HCT 19.0 %) PLT 433 (150-390 103/mm3) MCV 86.1 (35.6 (80-97 fl) MCH 29.9 (3.0-16.5 pg) MCHC 33.5-35 g/dl) . Hasil Laboratorium Sederhana Hasil pemeriksaan penunjang dari RS NURDIN HAMZAH ( 28 Desember 2016) Jenis Pemeriksaan Hasil Normal WBC 4.2 (26.80-5.7 (31.80 106/mm3) HGB 6.4 (11.0-50.

5 g/dl) HCT 20.5 (3.5-33.5-10.3 (35.5 (31.3 (80-97 fl) MCH 21.Pemeriksaan darah rutin tanggal 29 Desember 2016 setelah transfuse PRC 2 kolf Jenis Pemeriksaan Hasil Normal WBC 4.0-50.5 pg) MCHC 29.77 (3.80 106/mm3) HGB 6.0 (11.0 %) PLT 316 (150-390 103/mm3) MCV 73.0-16.0 103/mm3) RBC 2.80-5.6 (26.5-35 g/dl) .

80-5.27 (3.8 (3.0 (11.5 g/dl) HCT 24.5-10.0 103/mm3) RBC 3.1 (80-97 fl) MCH 30.5 (26.5-33.5-35 g/dl) .3 (31.Pemeriksaan darah rutin tanggal 06 Januari 2017 Jenis Pemeriksaan Hasil Normal WBC 2.2 (35.0-50.5 pg) MCHC 41.0-16.80 106/mm3) HGB 10.0 %) PLT 233 (150-390 103/mm3) MCV 74.

Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan CD 4 (+) : 210 Rontgent Thoraks : • Hillus tebal • Corakan bronchovaskuler bertambah • Tampak infiltrate perihiler • Kesan yang didapat : Bronchopneumonia .

papular pruritic eruption.Diagnosis Primer • HIV/AIDS stadium III dengan infeksi Oportunistik candidiasis oral. GE kronis dan Bronkopneumonia Sekunder • Anemia berat .

Ranitidin 2x50mg – Nystatin 3x10.d HB 10 mg/dl – Inj.000 IU – Fluconazole 1x200mg – Kotrimoksazol1x960mg – Duviral 2x 1 tablet (AZT 300 mg+3TC 150mg) – Neviral 1x 1 tablet ( Nevirapine 200 mg) .Pengobatan • Non Medikamentosa – Bedrest • Medikamentosa – IVFD RL 20 TPM – Transfusi PRC 250 cc/hari s.

Prognosis • Quo ad vitam : dubia ad bonam • Quo ad functionam : dubia ad malam .

000 IU – Fluconazole 1x200mg – Kotrimoksazol 1x960mg – Duviral 2x 1 tablet (AZT 300 mg+3TC 150mg) – Neviral 1x 1 tablet ( Nevirapine 200 mg) – Attapulgit 2x 1 tablet . GE kronis.Follow up Keadaan Pasien 10 Januari 2017 S : pasien merasa lemas.nyeri perut berkurang. popular pruritic eruption. Bronchopneumonia P : – IVFD RL 20 gtt/i – Inj. BAB cair (+) O : Kesadaran : CM Tekanan darah : 110/70 mmHg A : HIV/AIDS Stadium III dengan infeksi opportunistik : Candidiasis oral.Ranitidin 2x50mg – Nystatin 3x10.

11 Januari 2017 S : pasien merasa lemas.000 IU – Fluconazole 1x200mg – Kotrimoksazol1x960mg – Duviral 2x 1 tablet (AZT 300 mg+3TC 150mg) – Neviral 1x 1 tablet ( Nevirapine 200 mg) – Attapulgit 2x 1 tablet . BAB cair (+) sudah berkurang O : Kesadaran : CM Tekanan darah: 110/60 mmHg A : HIV/AIDS Stadium III dengan infeksi opportunistik : Candidiasis oral. popular pruritic eruption.nyeri perut berkurang. Bronchopneumonia P : – IVFD RL 20 gtt/i – Inj.Ranitidin 2x 50mg – Nystatin 3x10. GE kronis.

Ranitidin 2x50mg – Nystatin 3x 10. papular pruritic eruption.000 IU – Fluconazole 1x200mg – Kotrimoksazol1x960mg – Duviral 2x 1 tablet (AZT 300 mg+3TC 150mg) – Neviral 1x 1 tablet ( Nevirapine 200 mg) . nyeri perut berkurang O : Kesadaran : CM Tekanan darah: 120/80 mmHg A : HIV/AIDS Stadium III dengan infeksi opportunistik : Candidiasis oral. Bronchopneumonia P : – IVFD RL 20 gtt/i – Inj.12 Januari 2017 S : pasien merasa lemas berkurang.BAB cair (-). GE kronis.

. NS (42 tahun) didiagnosa dengan HIV/AIDS stadium III dengan infeksi opportunistik + GE kronis + anemia sedang + Bronkopneumonia. PEMBAHASAN Pada laporan kasus ini. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dasar diagnosa pada pasien ini adalah sebagai berikut: HIV/AIDS stadium III • Hal ini bisa disimpulkan dari hasil anamnesis. pasien Ny.

Nyeri dirasakan hilang timbul. Keluhan disertai mual dan muntah. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan. Anamnesis Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati ± 1 bulan SMRS. nyeri tidak dipengaruhi makanan. Os mengeluh nyeri ulu hati seperti ditusuk-tusuk. tidak menjalar. Os mengatakan badanya terasa sangat lemas. Nafsu makan os menurun serta disertai penurunan berat badan secara drastis dalam 1 bulan terakhir. . hal ini di akui oleh keluarganya yang melihat pasien jauh tampak lebih kurus dari biasanya sejak sakit. muntah ± 2 kali dalam sehari.

disertai lendir. Riwayat benjolan di sekitar leher. Riwayat batuk lama. sesak nafas. dan keringat malam disangkal. . ketiak dan pangkal paha disangkal. Anamnesis Pasien juga mengeluh BAB cair yang dirasakan ± 1 bulan SMRS. demam dirasakan terus-menerus. Sejak masuk rumah sakit os juga mengaku menjadi sering batuk berdahak. os sebelumnya ± 1 bulan SMRS memang sering mengeluh demam. frekuensi ± 5 kali dalam sehari. Dahak kental dan sulit dikeluarkan. demam dirasakan hilang timbul. Os juga mengeluh demam ± 1 hari SMRS. berwarna hitam. konsistensi cair.

Pasien merupakan pasien rujukan dari RS Nurdin Hamzah dengan susp. SIDA(Sindrom Imuno Defisiensi Akuista) + diare kronik+ candidiasis oral+ anemia berat. Riwayat suami dengan HIV/AIDS (+). Riwayat memiliki tato disangkal. Riwayat berganti pasangan disangkal. Riwayat pemakaian jarum suntik disangkal. Anamnesis Riwayat infeksi menular seksual disangkal. . riwayat penggunaan jarum suntik dan obat – obatan disangkal.

Konjungtiva • Kulit : terdapat • Abdomen: datar. Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan fisik fisik fisik • Kepala : • Mulut : lidah kotor • Thoraks: ronkhi Normocephal (+) Oral Plaque. Anemis + / + hiperpigmentasi BU(+). nyeri tekan pada kaki kiri dan epigastrium (+) kanan dan krusta pada kaki kiri . basah halus pada • Mata : ulkus (+) kedua lapang paru.

• Berat badan turun lebih dari 10 % dalam 1 bulan • Diare kronik yang berlangsung lebih dari 1 bulan • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bukan • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologi Gejala mayor • Demensia / ensefalopati HIV • Batuk menetap lebih dari 1 bulan • Dermatitis generalisata yang gatal • Herpes Zooster berulang • Kandidiosis Orofaring Gejala minor • Herpes Simpleks kronis progresif • Limfadenopati generalisata • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita .

.

.

harapan hidup lebih baik dan kejadian infeksi oportunistik dapat berkurang jika dilakukan pengobatan yang lengkap . diberikan terapi simptomatis.• Penatalaksanaan yang telah dilakukan pada pasien ini: – Pasien di rawat inap di ruangan biasa. diberikan ARV • Prognosis bagi pasien saat ini adalah Dubia ad malam sampai saat ini belum dapat disembuhkan tetapiangka kematian dapat ditekan.

Gastroenteritis kronis Hal ini didapatkan dari anamnesis pasien mengeluh diare yang dirasakan ± 1 bulan SMRS • berwarna hitam • Cair • disertai lendir • ± 5 kali dalam sehari. muntah berisi makanan dan minuman yang dimakan • sangat lemas • Nafsu makan os menurun • Penurunan berat badan secara drastis dalam 1 bulan terakhir . • mual dan muntah. muntah ± 2 kali dalam sehari.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan • nyeri tekan epigastrium (+) • didapatkan BU (+) meningkat. . Gastroenteritis Kronis • Gastroenteritis adalah keadaan frekuensi. BAB lebih dari 4 kali dalam sehari pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak atau dewasa dalam satu hari dengan konsisten feses encer dapat berwarna hijau atau dapat bercampur dengan darah dan lendir atau lendir saja.

tenesmus – Membrane mukosa kering – Fontanel cekung (bayi) – Berat badan menurun – Malaise . mungkin tidak) – Kram abdomen.Manifestasi Klinis GEK – Konsistensi feces cair (diare) dan frekuensi defekasi semakin sering – Muntah (umumnya tidak lama) – Demam (mungkin ada.

• PPE merupakan suatu penanda immunosupresi yang berat pada pasien yang terinfeksi HIV. . Sesuai dengan teori • Salah satu kelainan kulit yang ditemukan pada pasien AIDS adalah papular pruritic eruption (PPE).Papular pruritic eruption Diagnosa ini di dapatkan dari : Pemeriksaan fisik pada kulit ekstremitas inferior yang memperlihatkan adanya hiperpigmentasi dan krusta pada kaki. eritematosa. papula urtikaria berbatas tegas yang pada awalnya muncul di ekstremitas lalu menyebar ke dada dan lesi terasa sangat gatal. • Gambaran klinis dari PPE berupa lesi yang diskret.

• Pasien menggaruk lesi yang gatal. .• Patogenitas PPE sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Rasa gatal yang timbul pada pasien PPE biasanya dominan dan sangat mengganggu pada sebagian besar pasien. diikuti dengan bintil kehitaman. • Sebagian besar pasien PPE memiliki keluhan rasa gatal. • Keluhan utama terbanyakyang dirasakan oleh pasien adalah rasa gatal. hingga mengganggu tidur. sehingga lesi dapat berupa ekskoriasi dan hiperpigmentasi.

sampai setinggi 72% pada anak-anak dan 94% pada orang dewasa. ulkus (+) • Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa Kandidiasis oral seringkali merupakan gejala awal dari infeksi HIV. .Candidiasis oral Diagnosa ini di dapatkan dari : • Pemeriksaan fisik pada mulut lidah kotor (+) Oral Plaque. meskipun spesies lain dari Candida dapat terlibat. Faktor utama etiologi kandidiasis oral adalah jamur Candida albicans. Prevalensi yang dilaporkan bervariasi secara luas.

• Kandidiasis oral yang didapatkan pada pasien ini berupa pseudomembranosis • Jenis pseudomembranosus tampak sebagai membran putih atau kuning yang melekat dan dapat dikelupas dengan jalan mengeroknya. tetapi lidah dan palatum lunak adalah daerah yang paling sering terkena. . Keadaan ini dapat mengenai mukosa dimana saja. meninggalkan mukosa eritematus di bawahnya.

didapatkan hasil sputum BTA negative. .Bronchopneumonia Hal ini didapat kan dari : • Anamnesis : batuk berdahak sejak di rumah sakit Dahak kental dan sulit dikeluarkan • Pemeriksaan fisik : Suara paru Ronkhi basah halus pada kedua lapang paru Suhu badan meningkat • Awalnya pasien di diagnosis suspect TB paru namun pada pemeriksaan pemeriksaan dahak.

Kesan yang didapat : Bronchopneumonia .• Kemudian dilakukan pemeriksaan rontgent thoraks pada pasien dan ditemukan Hillus tebal. Maka pasien di diagnose menderita bronchopneumonia . Corakan bronchovaskuler bertambah. Tampak infiltrate perihiler.

yang membentuk bercak-bercak konsolidasi di lobulus yang berdekatan. Bronkopneumonia Bronkopneumonia : radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru Saluran pernapasan tersebut tersumbat oleh eksudat yang mukopurulen. Penyakit ini bersifat sekunder yang biasanya menyertai penyakit lain. .

dan bakteri 15.Kriteria Diagnosis Dasar diagnosis pneumonia menurut Henry Gorna dkk tahun 1993 adalah ditemukannya paling sedikit 3 dari 5 gejala berikut ini : – sesak nafas disertai dengan pernafasan cuping hidung dan tarikan dinding dada – panas badan – Ronkhi basah halus (crackles) – Foto thorax menunjukkan gambaran infiltrat difus – Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi 20.000/mm3 neutrofil yang predominan) .000/mm3 dengan limfosit predominan.000-40.

.4 g/dl.Anemia Hal ini didapatkan dari hasil anamnesis bahwa : pasien sangat lemas hasil pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (+) hasil pemeriksaan laboratorium darah rutin didapatkan Hb pasien 6.

Anemia Anemia merupakan keadaan di mana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh . Maka pasien dikatakan mengalami anemia berat Pasien ditransfusi PRC 2 kolf.

Lelah. Lalai (5L) – Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang – Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata. Letih. lidah. Lemah. kulit. . bibir. Anemia Tanda-tanda Anemia – Lesu. dan telapak tangan menjadi pucat.

terimakasih .