 Diafragma adalah otot inspirasi utama. Sewaktu
diafragma berkontraksi, ia bergerak ke kaudal.
Dengan menurunnya diafragma, vicera abdomen
terdorong ke kaudal pula. Akibatnya ialah bahwa
volume cavitas thoracalis dan terjadi penurunan
tekanan intra thoracal, sehingga udara tersedot ke
dalam paru. Selain itu, volume cavitas abdominalis
sedikit berkurang dan tekanan intraabdominal
agak meningkat
 Hernia diafragmatika adalah penonjolan organ
intra abdomen ke dalam rongga kavum pleura
melalui suatu lubang pada diafragma.

hernia paraesofagus. dan hernia kombinasi atau campuran. . Diafragma adalah sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Diketahui bahwa terdapat tiga tipe hernia hiatus esofagus yakni hernia sliding. Definisi Hernia Diafragmatika adalah penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma.

.

Hernia diafragma kongenital insidennya 1:2100 – 1:5000 kelahiran. di jantung : 13%. dan 15 % terjadi bilateral. Menurut lokasinya hernia diafragma traumatika 69 % pada sisi kiri. hal ini terjadi karena adanya hepar di sisi sebelah kanan yang berperan sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan. Ginjal : 15%. 24 % pada sisi kanan. . Pada Cromosom abnormal : 30%. Insiden yang tinggi pada bayi dan anak-anak dengan gabungan kelainan yang lain yaitu 16-56%. Pada kerusakan saraf : 28%.

baik pada anak-anak maupun orang dewasa . Penyabab pasti hernia masih belum diketahui. Pada neonatus hernia ini disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma.  Salah satu penyebab terjadinya hernia diafragma adalah trauma pada abdomen. ataudefisiensi vitamin A selama kehamilan. quinine. nitrofenide. Hal ini sering dihubungkan dengan penggunaan thalidomide. baik trauma penetrasi maupun trauma tumpul abdomen. antiepileptik.

septum transversum dan pertumbuhan dari tepi yang berasal dari otot- otot dinding dada. sedangkan pada gangguan pembentukan otot akan menyebabkan diafragma tipis dan menimbulkan eventerasi. Pada gangguan pembentukan dan fusi akan terjadi lubang hernia. Gangguan pembentukan itu dapat berupa kegagalan pembentukan seperti diafragma. . gangguan fusi ketiga unsur dan gangguan pembentukan seperti pembentukan otot. Disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma. Diafragma dibentuk dari 3 unsur yaitu membrane pleuroperitonei.

 Hernia Diafragma traumatik  Hernia diafragma non-traumatik: › Hernia diafragma kongenital * Hernia Bochdalek / hernia pleuroparietal * Hernia Morgagni / hernia parasternal › Hernia hiatal .

 Hernia Bochdalek menyebabkan gangguan pernapasan segera setelah lahir sehingga memerlukan pembedahan darurat. Pemeriksaan fisik didapatikan gerakan pernafasan yang tertinggal. suara pernafasan menghilang dan mungkin terdengar bising usus pada hemitoraks yang mengalami trauma.  Secara klinis hernia diafragmatika akan menyebabkan gangguan kardiopulmoner karena terjadi penekanan paru dan terdorongnya mediastinum ke arah kontralateral. fremitus menghilang. . Hernia Morgagni jarang menimbulkan gejala sebelum usia dewasa. perkusi pekak.

(6) terabanya organ intra abdomen melalui lubang chest tube. Tidak terdengar suara pernapasan pada sisi hernia 3. Rontgen dapat menunjukkan adanya organ perut pada rongga dada . Gerakan dada pada saat bernapas tidak simetris 2. (3) ditemukannya suara usus di dinding dada. Perut teraba kosong 5.  Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaaan fisik. Beberapa pasien timbul gejala-gejala yang disebabkan herniasi organ intra abdomen sehingga terjadi obstruksi. (2) menurunnya suara napas pada sisi yang terkena. (4) gerakan paradoksal saat bernapas. strangulasi atau perforasi. Gejala dan tanda awal yang dapat ditemukan (I) distress napas. Bising usus terdengar di dada 4. yaitu: 1. (5) kemungkinan timbulnya nyeri pada abdomen yang tidak khas.

 Pneumothorax  Kista Paru kongenital .

 Hernia diafragmatika margogni dan bochdalek .

.

dengan insisi abdomen setelah periodistabilisasi.dengan termasuk intubasi endotracheal. . pemberian inhalas initritoksida atau extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Pada hampir semua kasus hernia diafragma congenital terapinya dengan tindakan bedah. dan terkanan-positif ventilasi dengan oksigen konsentrasi tinggi. paralisis nerumuskular. Pada beberapa kasus dapat dengan high-frequency oscillatory ventilation. pemberian surfaktan.

Biasanya ditemukan rim anterior diafragma. Sebagian besar defek diafragma dapat di jahit dengan menjahit bagian tepi yang terjadi defek. . namun pada posterior rim mungkin tidak ditemukan dan ini membutuhkan pembedahan untuk di dielinisasi dengan menginsisi bagian atas peritoneum.

.

Bayi diposisikan supinasi di atas selimut hangat. . Insisi pada otot transversus subcostalis pada sisi hernia. Menggunakan anestesi umum dengan pelemas otot.

Pada sisi kanan. usus dikembalikan pertama kali dan hepar setelahnya. (pleura dan peritoneum). . ditemukan pada sekitar 20% pasien. Kantung hernia. kantung tersebut dieksisi. Isi hernia dikembalikan perlahan ke abdomen. Jika terdapat kantung.

› Mengalami muntah akibat obstuksi usus. Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan.  Selain komplikasi di atas. › Bayi mengalami distress respirasi berat dalm usia beberapa jam pertama. Jika hernianya besar. Setelah lahir. yaitu: › Adanya penurunan jumlah alvieoli dan pembentukan bronkus. › Kolaps respirasi yang berat dalam 24 jam pertama › Tidak ada suara nafas . biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna. bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. ada pula beberapa komplikasi lainnya.