KEMENTERIAN RISET DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS HALU OLEO
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL

PERENCANAAN JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG DENGAN TIPE CABLE
STAYED

SEMINAR HASIL

USWAH NUGRAHA
(E1 A1 12 017)

Latar Belakang
struktur bangunan yang berfungsi untuk
menyeberangi jurang atau rintangan,
seperti sungai, rel kereta api, ataupun
jalan raya

mampu menahan beban yang sangat
Jembatan besar dan bisa digunakan untuk bentang
Cable Stayed panjang

mempunyai nilai estetika yang tinggi
sehingga dapat menjadi icon suatu
wilayah

Rumusan Masalah

Bagaimana cara mendesain jembatan cable stayed
yang aman sesuai SNI ?

Tujuan Penelitian

Untuk merencanakan jembatan cable stayed yang
aman berdasarkan SNI

Manfaat Penelitian

 Untuk menambah wawasan tentang berbagai tipe jembatan,
khususnya jembatan cable stayed

 Sebagai bahan referensi untuk perencanaan jembatan cable
stayed kedepannya.

.  Peraturan yang digunakan dalam perencanaan jembatan cable stayed adalah SNI-T-02-2005 tentang Peraturan Pembebanan pada Jembatan.Batasan Masalah  Perencanaan jembatan hanya merencanakan struktur atas (superstructure)  Perencanaan tidak termasuk perhitungan abutment dan sambungan  Perencanaan tidak termasuk analisa harga satuan. rencana anggaran biaya pembangunan dan realisasi.

 Kajian Perilaku Jembatan Cable Stayed terhadap Variasi Kemiringan Lantai Jembatan Studi Kasus: Jembatan Satu. Barelang oleh Dewi Safitri L dan Bernardinus Herbudiman (2015). .  Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Jembatan Cable Stayed Tipe Fan dan Tipe Radial Akibat Beban Gempa oleh Masrilayanti dan Navisko Yosen (2015). Penelitian Terdahulu  Modeling of Cable-Stayed Bridges for Analysis of Traffic Induced Vibrations oleh Raid Karoumi (2015).

bertujuan untuk merencanakan tebal pelat lantai beserta dimensi tulangannya berdasarkan hasil perhitungan pembebanan . bertujuan untuk menghasilkan gambar rencana jembatan.Prosedur Perencanaan  Pembuatan gambar rencana. bertujuan untuk menghitung beban rencana yang akan bekerja pada jembatan  Perencanaan tebal pelat.  Perhitungan pembebanan.

bertujuan untuk merancang menara jembatan.  Perencanaan pylon/menara. bertujuan untuk merencanakan gelagar memanjang dan melintang jembatan.Prosedur Perencanaan  Perencanaan gelagar.  Pembuatan gambar kerja. bertujuan untuk menghasilkan gambar sesuai dengan ukuran yang telah diperhitungkan .

Diagram Alir .

Denah Struktur .

Detail Perencanaan  Panjang Gelagar 62 m  Jenis Struktur Gelagar Komposit (Baja dan Beton)  Jenis Struktur Kabel Sistem dua bidang (transversal) dan tipe fan (longitudinal).  Jenis Struktur Pylon Beton Bertulang .

33 kN • Ts : 0.67 kN • Beban Gempa : 55.43 kN • Beban garis (KEL) : 83.095 kN .00 kN • Ikatan Angin : 9.76 kN Beban Angin • Penampang Kabel : 5.45 kg/m • Gelagar Memanjang : 26.58 kN • Kondisi tanah : Tanah Sedang • Balok Pengaku : 9.62 kN • Beban Angin : 3. Pembebanan Beban Mati Beban Hidup • Beban terbagi rata (UDL) : 185.0584 TOTAL : 942.63 kN Beban Gempa • Bracing Bawah : 20.550 • Cs : 0.32 kN • Pelat Beton : 401.674 kN • Pylon : 432 kN • Bracing Atas : 31.60 kg • Gelagar Melintang : 6.

1 Ex + 0.8 L U =1 D + 1 L + 1 Ex + 0.3 Ey U =1 D + 1 L + 1 Ex .Kombinasi Pembebanan U =1 D+1L U =1 D + 1.0.3 Ex + 1 Ey .1 Ex .3 Ey U =1 D + 1 L .3 Ey U =1 D + 1 L + 0.0.3 Ey U =1 D + 1 L .

67 kg/m2 Berdasarkan Tabel Bittner Fxm = 0.m Perhitungan Momen Lentur .m Total beban yang ditanggung = 378 kg/m • Momen Tumpuan = 22.52 kg.1366 Fym = 0.96 kg. Mxm = 35.0567 Maka. Perencanaan Pelat Lantai Akibat Beban Mati Akibat Beban Hidup Beban hidup : 260 kg Bidang kontak : 50 x 60 cm Penyebaran : 866.5 kg.m • Momen Lapangan = 68.m Total Momen: 139.89 kg.

8 m h = 15 cm d = 10.m = 0.m = 1.55 kN.9) b = 1. Perencanaan Pelat Lantai  Mx pakai = 155 kg.3 cm Direncanakan tulangan   Dipakai 12 – 150 D12 Perhitungan Tulangan Pelat Lantai .

Perencanaan Pelat Lantai Kontrol terhadap lendutan Perhitungan Momen Lentur .

Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Pre Komposit Beban Mati Berat profil Gelagar Jembatan Asumsi profil IWF 200.32 kg/m Momen Lentur .32 kg/m Berat Total = 563.100 = 21.

23 cm H2 = 16.19 cm3 Pendimensian Profil Gelagar Memanjang .2 cm2 ix = 8. dengan BJ 50 dengan fy = 290 MPa dan fu = 500 MPa Di coba profil WF 200.5.5.22 cm tw = 5.32 iy = 2.atas 101.8 H1 = 1.5 mm kg/m Zx = 184 cm3 tf = 8 mm Ix = 1840 cm4 Zy = 27 cm3 Iy = 134 cm4 Maka di cari profil yang memiliki nilai Zx di.100.9 cm A = 27.100 dengan nilai Zx = 184 cm3 Profil Baja WF 200. Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Pre Komposit Diasumsikan profil gelagar memanjang kompak.2 cm q = 21.

Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Pre Komposit Balok yang tidak Kontrol stabilitas sayap Momen Nominal berubah bentuk dan badan (SNI 1729- dengan syarat : 2015) Cek Profil Gelagar Memanjang .

60 kg Perhitungan Momen Lentur .45 kg/m • P = 83. Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Post Komposit Beban Hidup • q‘ = 185.

9 cm A = 27.5 mm kg/m Zx = 184 cm3 tf = 8 mm Ix = 1840 cm4 Zy = 27 cm3 Iy = 134 cm4 Diambil beff = 0.5.45 m Angka Ekuivalen Perhitungan Gelagar Komposit .8 Syarat : H1 = 1.2 cm q = 21.100.2 cm2 ix = 8.32 iy = 2.23 cm H2 = 16.5.22 cm tw = 5. Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Post Komposit Lebar Efektif Profil Baja WF 200.

Perencanaan Gelagar Memanjang Kondisi Post Komposit Momen Inersia Penampang Komposit Titik Berat Penampang Komposit Perhitungan Gelagar Komposit .

Perencanaan Gelagar Memanjang Pada bagian atas beton Pada sayap atas profil baja Pada sayap bawah profil Pada bagian bawah baja beton Kontrol terhadap Tegangan Lentur .

Perencanaan Gelagar Melintang Beban Mati Momen maksimum akibat beban • Beban P1 = 2710 kg mati • Beban P2 = 106.6 kg • Beban q2 = 648 kg/m Reaksi Perletakan Detail Reaksi & Momen Gelagar Momen Lentur .

41 cm H2 = 20.124 dengan nilai Zx = 285 cm3 Profil Baja WF 248.79 cm tw = 5 mm kg/m Zx = 285 cm3 tf = 8 mm Ix = 3540 cm4 Zy = 41 cm3 Iy = 255 cm4 Maka di cari profil yang memiliki nilai Zx di. dengan BJ 50 dengan fy = 290 MPa dan fu = 500 MPa Di coba profil WF 248.5.65 iy = 2.124.40 cm3 Pendimensian Profil Gelagar Melintang .8 cm q = 25.68 cm2 ix = 10.0 cm A = 32.8 H1 = 2.atas 132. Perencanaan Gelagar Melintang Diasumsikan profil gelagar melintang kompak.

Perencanaan Gelagar Melintang Balok yang tidak Kontrol stabilitas sayap Momen Nominal berubah bentuk dan badan (SNI 1729- dengan syarat : 2015) Cek Profil Gelagar Melintang .

Perencanaan Gelagar Melintang Kontrol profil terhadap geser (SNI 1729- 2015) Kontrol Lendutan .

Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm 2. atau kurang dari 800 mm 3. Perencanaan Penghubung Geser Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan antar pelat beton dengan belok baja. Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm 4. Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton. Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : 1. Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm . Panjang minimal stud 4d 5.

45 + 80.100) Ra = Rb qL = 185.36 = 265. Perencanaan Penghubung Geser Reaksi Perletakan qD1 = 542 kg/m qD2 = 21.81 kg/m Perhitungan Gaya Lintang .32 kg/m (IWF 200.

Desain Kebutuhan Stud . Perencanaan Penghubung Geser Kekuatan 1 stud Gaya Lintang Sambungan Stud ke DA = DB = 2074. Jumlah stud yang di gunakan dalam arah tegak lurus gelagar Jarak Stud memanjang sebanyak 3 buah.075 Gelagar kg  Shear Connector direncanakan menggunakan stud 20 mm dengan tinggi stud = 100 mm.

0 2.32 Gaya Panjang Keterang Batang Batang (P) (L) an (kg) (m) Modulus Momen Inersia Radius Girasi IA1 40.31 Tekan Section IA13 -667. Perencanaan Ikatan Angin Beban Angin TEW = 3.0 14.674 kN Dari hasil perhitungan SAP2000 v14.6 1.33 7.5 3.8 2.1 7.46 9.4 23.18 9. Jenis Profil yang digunakan = L diperoleh gaya batang terbesar.5 15. dengan 80.96 5.5 8.71 5.5 4.31 Tarik Ix=I ix=i Sx=S Iv Iu iv iu Sv Su y y y 56.2 89.59 0 0 0 8 0 3 4 Pendimensian Ikatan Angin .80 resiko tekuk adalah : AxB t K r1 r2 c A q L 80 x 80 6.

96 kg Lk = 5.31 m Kelangsingan Batang Maka : Tunggal Cek Profil Ikatan Angin .80-6 S = 40. Perencanaan Ikatan Angin Batang Tekan Profil L 80.

31 m Maka : Cek Tegangan Cek Profil Ikatan Angin .80-6 S = 667.71 kg Lk = 5.Perencanaan Ikatan Angin Batang Tarik Profil L 80.

Perencanaan Dimensi Kabel Ada dua jenis kabel parallel VSL 7 wire strand yang biasa di gunakan dalam konstruksi jembatan kabel yaitu : Rumus Luas Penampang Kabel Jenis kabel yang digunakan (ASTM A 416- 06 Grade 270 Perencanaan Dimensi Kabel .

Beban sendiri Kabel Total = 3663.7 mm2) Total = 4372.1 kg T1 2.99 kg = 43.08 kg Kabel tipe 1 (∅ = 12. Beban Lajur Total = 265. Beban Angin Total = 360.73 kN Pendimensian Struktur Kabel .7 mm .81 kg 4. As = 98. Beban mati tambahan Total = 84 kg 3. Perencanaan Dimensi Kabel Perhitungan luas penampang dan jumlah strand 1.

Perencanaan Dimensi Kabel Perhitungan kabel lainnya pada tabel di samping Pendimensian Struktur Kabel .

Struktur pylon menggunakan beton bertulang. Perencanaan Pylon Perencanaan jembatan ini menggunakan pylon berbentuk H. Cek kemiringan Kabel Tinggi Pylon terluar Rencana Batas sudut 250 – 650 Desain Awal Pylon . yaitu pylon atas dan pylon bawah. Pylon pada jembatan ini dibagi atas dua. serta terdapat balok pengaku diantara pylon tersebut.

5)  fc' = 30 MPa fy = 400 MPa 704 titik Beban Es = 2 x 106 MPa Ec = = 25742. Perencanaan Pylon Penentuan Dimensi Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14.96 MPa Pendimensian Pylon Atas . Kolom didapatkan gaya (P) serta momen yang bekerja dalam struktur pylon atas • Dimensi Kolom : 600 x 600 mm • Tulangan : #16 (∅ 16 mm) Maka dimensi kolom yang diambil 600 x 600 mm • Jumlah tulangan : 32 buah Analisis Diagram dengan Ag = 360000 mm2 Interaksi (spColumn v 4.

diambil V = Berdasarkan SNI Beton. Kapasitas Geser Kolom Pylon Atas . Perencanaan Pylon Diketahui : Kuat geser Kolom (Vc) b = 600 mm h = 600 mm d’ = 80 cm d = 520 mm Tulangan geser rencana ∅10 – f’c = 50 MPa 150 fy = 500 MPa ∅ = 10 mm Av = 78.482 kN tetap diperlukan tulangan sengkang.53 mm2 Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14. maka 136.

Perencanaan Pylon karena Vs < Vs maks.270 Kapasitas Geser Kolom Pylon Atas . maka syarat s = 270 mm jarak tulangan sengkang : s  Tulangan geser ≤ d/2 dan s ≤ 600 mm yang digunakan 10 . maka ukuran kolom sudah cukup Diambil yang terkecil  Karena Vs < .

Kolom didapatkan gaya (P) serta momen yang bekerja dalam struktur pylon bawah • Dimensi Kolom : 600 x 600 mm • Tulangan : #16 (∅ 16 mm) Maka dimensi kolom yang diambil 600 x 600 mm • Jumlah tulangan : 32 buah Analisis Diagram dengan Ag = 360000 mm2 Interaksi (spColumn v 4.5)   fc' = 30 MPa fy = 400 MPa 220 titik Beban Es = 2 x 106 MPa Ec = = 25742.96 MPa Pendimensian Pylon Bawah . Perencanaan Pylon Penentuan Dimensi Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14.

maka 169.53 mm2 Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14. diambil V = Berdasarkan SNI Beton. Perencanaan Pylon Diketahui : Kuat geser Kolom (Vc) b = 600 mm h = 600 mm d’ = 80 cm d = 520 mm Tulangan geser rencana ∅10 – f’c = 50 MPa 150 fy = 500 MPa ∅ = 10 mm Av = 78.961 kN tetap diperlukan tulangan sengkang. Kapasitas Geser Kolom Pylon Bawah .

maka ukuran kolom sudah cukup Diambil yang terkecil  Karena Vs < .270 Kapasitas Geser Kolom Pylon Bawah .Perencanaan Pylon karena Vs < Vs maks. maka syarat s = 270 mm jarak tulangan sengkang : s  Tulangan geser ≤ d/2 dan s ≤ 600 mm yang digunakan 10 .

Perencanaan Balok Pengaku Tebal balok Lebar badan Balok Panjang Balok = 1200 mm f’c = 50 MPa fy = 500 MPa Maka diambil nilai b = 180 mm Maka diambil nilai h = 300 mm Dimensi Balok = 300 x 180 mm Pendimensian Balok Pengaku .

Perencanaan Balok Pengaku Diketahui : Mu = 10.015 kN = 10001.71 mm2 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Pengaku .5 N (hasil Analisa SAP dengan : 2000) b = 180 mm h = 300 mm d’ = 80 mm d = 220 mm f’c = 50 MPa fy = 500 MPa ∅ = 15 mm As = 176.

Perencanaan Balok Pengaku Mu < ∅ Mn (OK!!) Maka balok di desain dengan ukuran 300 x 180 mm. dengan tulangan ∅ 15 mm Perhitungan Tulangan Lentur Balok Pengaku .

Perencanaan Bracing Penentuan Dimensi Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14.02 MPa Pendimensian Kolom Bracing . Kolom didapatkan gaya (P) serta momen yang bekerja dalam struktur bracing • Dimensi Kolom : 350 x 350 mm • Tulangan : #10 (∅ 10 mm) Maka dimensi kolom yang diambil 350 x 350 mm • Jumlah tulangan : 20 buah Analisis Diagram dengan Ag = 122550 mm2 Interaksi (spColumn v 4.5)   fc' = 50 MPa fy = 400 MPa 396 titik Beban Es = 2 x 106 MPa Ec = = 33234.

53 mm2 Berdasarkan hasil analisis dari SAP2000 v14. Perencanaan Bracing Diketahui : Kuat geser Kolom (Vc) b = 350 mm h = 350 mm d’ = 80 cm d = 270 mm Tulangan geser rencana ∅10 – f’c = 50 MPa 150 fy = 400 MPa ∅ = 10 mm Av = 78.481 kN geser Kapasitas Geser Kolom Bracing . diambil V = Maka tidak perlu tulangan 18.

terdapat pada tabel dibawah ini. Rekapitulasi Perencanaan Hasil dari perencanaan dimensi komponen jembatan penyeberangan orang. .

ikatan angin menggunakan profil L 80. dapat disimpulkan bahwa dengan dimensi pelat lantai kendaraan = 15 cm. gelagar memanjang menggunakan profil WF 200.100. dan pylon dengan ukuran b = 600 mm dan h = 600 mm aman dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) .80.124. kabel menggunakan profil ASTM A 416-06 grade 270. gelagar melintang menggunakan profil WF 248. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari analisa dan perhitungan yang telah dilakukan.

Saran Beberapa saran terkait hasil dari perencanaan jembatan penyeberangan orang dengan metode cable stayed ini adalah : 1. Untuk penelitian selanjutnya. Agar kedepannya. perencanaan struktur kabel di muat dalam peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI). dapat di teliti beserta dengan rencana dan anggaran biaya (RAB). . 2.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA USWAH NUGRAHA (E1 A1 12 017) .