Assalamualaikum

Blok rehabilitasi dan estetik 3

KELOMPOK 2
Ketua : Brahnia rubiana
Sekretaris : Lisnaini fatya
Anggota : - Emeraldita dinasty
- Insan syah alam
- Lilis fauziah
- Nurul andhika
- Soraya M. Thabrani
- Qurrata aini
- Vicky putriningtyas

SKENARIO .

maksilektomi parsial . cleft palate • Dapatan/acquired: maksilektomi total. CLEFT PALATE Cleft (celah/sumbing). Tipe defek maksila diklasifikasikan sebagai berikut: • Kongenital: cleft lip. merupakan bagian dari defek (cacat) maksila.

KLASIFIKASI CLEFT PALATE Berdasarkan Luas Defek  Kelas I: celah bibir dengan celah alveolus (palatum primer)  Kelas II: celah palatum durum dan mole (palatum sekunder)  Kelas III: kombinasi I dan II .

hanya ada di bagian posterior palatum.Klasifikasi veau (1922) • kelas I : celah meliputi palatum lunak. Juga dapat terlihat normal karena celah ada di lapisan submukosa. • Kelas II : celah midline melibatkan tulang. .

.• kelas III : celah unilateral meluas sepanjang suturan mid-palatina dan suture antara maksila dan palatine shelf • Kelas IV: celah unilateral disepanjang sutura mid-palatina dan sutura antara pre-maksila dan palatine shelft.

Klasifikasi Aramany • ClassI: defek unilateral yang melibatkan salah satu/ setengah dari lengkungan dan dekat dengan palatine shelf. Defek meluas ke midline (semua gigi di sisi lengkungan yang hilang) 7 6 5 4 3 2 1 | 1 2 3 4 5 6 7 .

• Class II: defek unilateral yang melibatkan satu sisi lengkung posterior ke kaninus (gigi posterior hingga kaninus tidak ada) 7654321|1234567 • Class III: defek melibatkan pusat palatine shelves (semua gigi ada) .

• Class IV: defek bilateral yang melibatkan satu sisi lengkungan bersama dengan seluruh premaxilla (semua gigi anterior bersama dengan gigi posterior dari satu sisi yang hilang)7 6 5 4 3 2 1 | 1 2 3 4 5 6 7 • Class V: defek bilateral posterior (gigi anterior hingga premolar kedua ada) 7654321|1234567 .

• Class VI: defek bilateral anterior (gigi anterior hingga premolar kedua tidak ada) 7654321|1234 567 .

Factor lingkungan : Obat-obatan yang dikonsumsi selama masa kehamilan seperti fenitoin. Etiologi cleft palate 1. Factor herediter : Sekitar 25% pasien yang menderita cleft palate memiliki keluarga yang menderita penyakit yang sama 2. . retinoid dan steroid beresiko menimbulkan palatoschisis pada bayi.

cleft pada maksila terjadi kegagalan pada jaringan masenkim. PATOFISIOLOAGI CLEFT PALATE hal yang paling utama menjadi permasalahan adalah pusi (penyatuan) dari 5 jaringan prominens pd minggu ke3 sampai ke8. . dan perkembangan palatum pada minggu ke 5-12. perkembangan bibir pda usia kandungan 3- 7minggu.

Obturator palatal merupakan prostetis jangka pendek yang digunakan untuk menutup cacat palatum keras atau lunak yang dapat mempengaruhi produksi saliva pada saat makan . OBTURATOR sebuah protesis buatan yang benar-benar meniru langit-langit mulut untuk menutup celah pada palatal (langit-langit mulut).

TUJUAN OBTURATOR • mengembalikan fungsi • memperbaiki estetik • fonetik. dan memperbaiki fungsi fisiologisnya. • mengembalikan kesehatan jaringan keras maupun jaringan lunak yang ada untuk persiapan operasi maksilofasial tahap berikutnya .

• dalam keadaan kekurangan jaringan apabila masih terdapat pembukaan pada bagian palatum • Pada pasien dengan kelainan cleft palate atau pada pasien yang mengalami trauma pada bagian palatumnya. » . Indikasi & kontra indikasi obturator Indikasi obturator: • Pasien yang membutuhkan bantuan dalam pengucapan • memperbaiki artikulasi yang diakibatkan oleh kelainan cleft palate.

Kontraindikas obturator: • Jika palatum tidak displacable • Jija tidak ada retensi yang adekuat untuk protesa dasar • Jika pasien tidak kooperatif .

Mencegah kontraktur jaringan lunak yang tidak terdukung 4. Membantu pasien dalam kemampuan berbicara 3. Memberikan kesempatan pasien untuk dapat makan melalui mulut 2. Mengurangi masalah psikologis pasien . Mencegah kontaminasi dan infeksi kavitas pasca pembedahan 5. Keuntungan & kerugian obturator Keuntungan obturator:7 1.

. • ResonansI nasal akan berubah.Kerugian obturator: • Emisi udara nasal tidak bisa dikontrol karena merupakan area dimana tidak ada fungsi otot.

panjangnya cukup tapi mobilitas palatum lunak tidak cukup untuk mencapai penutupan velopahryngeal 3. Obturator palato faringeal suatu protesa yang membantu dalam menutup pembukaan bagian anatomi velopharyngeal untuk mengembalikan fungsi yang normal. 2. Obturator Palatal Lift adalah Pembukaan velopharyngeal atau ‘velopharyngeal incompetency’ timbul apabila palatum lunak yang diperbaiki melalui pembedahan. Obturator Meatal untuk menutup bagian posterior ‘nasal chonane’ yaitu suatu bagian pembukaan antara rongga hidung dan nasofaring . KLASIFIKASI OBTURATOR BERDASARKAN LETAKNYA 1.

Alat kerja kain putih.Kuas.Wool wheel. Alat & bahan obturator • Alat : Stone bur kasar dan halus. Pensil dan penghapus.Duplicating flask.Lecron. Fraser. Press Air . Bowl. Amplas kasar dan halus.Pensil.Mixing jar. Spatula. Press meja. Lampu spiritus. Flask Acrylik. Glass plate.Sikat hitam. Surveyor. Pisau malam.

Hydrocolloid reversible. Asbestos. Lilin mainan.Kryt ( CaCo3 ). Gips plaster ( gips putih ). War patern. Wax linier. Modeling clay ( lilin mainan). Wax pattern rest. Cairan hardener. Model refractory cast. Pumice. Wax Sprue diameter 3 mm.Base plate wax. Phospat bonded invesment. Vaseline. Cairan aceton.Elemen gigi akrilik. CMS ( Could Mould Seal ). Meshwork.Bahan Model kerja. Wax pattern akers. Wax sprue diameter 5 mm. Wax sprue. Pasir Al2O3 . Wax pattern Lingual bar.

Prosedur obturator DiagnosA dan rencana perawatan → Mepersiapkan impression menggunakan alginate →custom tray →Morder moulding →Final impression dengan bahan elastic impression→Relasi rahang →Penyusunan gigi →Insertion dan post-insertion management .

Prosedur Pembuatan Protesa Obturator Dengan Gigi Anterior pada Kasus Bilateral Cleft Lip Palate Persiapan Model Kerja→Block Out→Pembuatan Cengkeram→Pembuatan Pola Malam→ Penyusunan Elemen Gigi→Flasking → Boiling Out→ Packing→ Curing →Deflasking →Finishing dan Polishing .

“Memasang gigi buatan sebagai pengganti gigi yang dicabut karena sakit atau karena rusak. Kebolehan ini berlaku secara umum. tidak dibedakan apakah gigi itu dipasang permananen atau tidak. adalah sesuatu yang dibolehkan tidak apa-apa untuk dilakukan. Kami tidak mengetahui seorangpun dari ulama yang melarangnya. “ . yang penting bagi pasien memilih yang sesuai dengan keadaannya setelah meminta pendapat kepada dokter spesialis. Perspektif islam tentang perawatan obturator & GTSL • Berkata Syekh Sholeh Munajid : ُ‫ع ُِة ُِل َم َرضُ أَو تَلَفُ أَمرُ مبَاح َل‬ َ ‫َان ال َمنزو‬ ُِ ‫صنَا ِعيةُ َم َكانَُ األَسن‬ ِ ُ‫تَر ِكيبُ أَسنَان‬ ‫ل فَرقَُ بَينَُ أَن تثبت‬َُ ‫ َو‬، ُ‫لم يَمنَعُه‬ ُِ ‫ل نَعلَمُ أ َ َح ًدُا ً ِمن أَه‬ ُِ ‫ل ال ِع‬ َُ ‫ َو‬، ‫َح َرج فِي فِع ِل ُِه‬ ‫ط ِبيبُ مختِص‬ َ ‫ورة‬َ ‫ َويَفعَلُ ال َم ِريضُ األَصُلَحُ لَه ِب َمش‬، ‫ل تثبت‬ َُ ‫األَسنَان فَي الفَ ُِم أَو‬ .