You are on page 1of 23

NURSING CARE

(ASUHAN KEPERAWATAN)

Oleh:
Eni Rahmawati, S.Kep., Ns.

rational method of planning and providing individualized nursing care. 1963) (F’oN. 1955). 1959). 1998 ) . (Johnson.DEFINISI: IS the systematic. (Wiedenbach. (Hall.2011) Suatu aktifitas yang dinamik dan berkelanjutan yang meliputi interaksi perawat klien dan proses pemecahan masalah ( Schultz dan videbeck.

Tujuan Asuhan Keperawatan Memaksimalkan interaksi positif pasien dengan lingkungan Meningkatkan derajad kesejahteraan/kesehatan Meningkatkan aktualisasi diri .

PERUMUSAN DIAGNOSA 3. IMPLEMENTASI 5. PERENCANAAN 4. PROSES KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN 2. EVALUASI .

pengukuran. observasi. 1 PENGKAJIAN  Tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien.  Mengidentifikasi data senjang untuk merumuskan masalah keperawatan .  Tujuan : mengidentifikasi apa maslah keperawatan klien  Metode : Wawancara. pemeriksaan fisik.

DATA PENGKAJIAN Data Subyektif Data obyektif Data objektif Data subjektif Saya tertidur sepanjang Pemeriksaan sekitar setiap 2 malam jam. mata tertutup. lokasi IV bersih. Data primer pernafasan teratur Data sekunder Infus berjalan lancar Infus IV dengan pompa infus pada kecepatan 50cc/jam.kering dan Ex: form pengkajian tidak terlihat tanda-tanda kemerahan/pembengkakan .

Patofisiologi penyakit B. adalah ciri. Etiologi (E/penyebab) Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : A. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. Problem (P) Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. tanda atau gejala.Maturasional 3.Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) D. . Sign & symptom (S/tanda & gejala). 2.Situasional C.

klien tidak ada masalah dan memiliki pengetahuan untuk antisipasi masalah b. Perlu peningkatan kesehatan (prevensi dan promosi) sbg program antisipasi masalah 2. Resiko terjadinya masalah. Tidak ada masalah tetapi ada kebutuhan a. ada faktor yang dapat menimbulkan masalah d. Ada masalah dengan kemungkinan c.Kesimpulan ANALISA DATA: 1. Aktual terjadi masalah dengan disertai data pendukung . Perlu pemeliharaan kesehatan (follow up periodic).

POHON MASALAH Sejumlah masalah pasien akan saling berhubungan dan dapat digambarkan sebagai pohon masalah (FASID. 1983 dan INJF. 1996) penyebab/etiologi (causa) masalah utama (core problem) akibat (effect) .

Tetapkan “akibat” ( causa ) 4. Susun dengan tanda anak panah .POHON MASALAH  Susunan masalah keperawatan yang berhubungan sebab akibat.  Langkah: 1. Tetapkan “Penyebab” ( Efek ) 3. Tetapkan “ core problem” ( CP) 2.

keluarga atau masyarakat terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan” (Carpenito. 1995) Respon individu terhadap rangsangan yang timbul dari diri sendiri maupun luar (lingkungan) (Nursalam. 2001) RUMUSAN DIAGNOSA : Permasalahan (P) berhubungan dengan Etiologi (E) . DIAGNOSA 2 “ penilaian klinis tentang respon aktual atau potensial dari individu.

Penentuan Diagnosis : Tipe Diagnosa Keperawatan Ada 3 tipe diagnosa keperawatan menurut NANDA yaitu : Diagnosa Keperawatan Aktual Diagnosa Keperawatan Risiko Diagnosa Keperawatan Kesejahteraan .

. PERENCANAAN 3 “ serangkaian tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mencapai setiap tujuan khusus” Klasifikasi NIC meliputi intervensi yang dilakukan perawat baik intervensi mandiri atau kolaborasi dan perawatan langsung maupun tidak langsung.

Tujuan Khusus : E  Kriteria Evaluasi : target waktu dan uraian perilaku klien  Intervensi : rangkaian tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan  Rasional : alasan ilmiah intervensi . Tujuan Umum : P 2.Cont…  Tujuan 1.

Tujuan Merupakan tujuan klien: dimulai kata-kata “ Klien dapat……atau Klien mampu……. Measurable : dapat diukur : pencapaiannya dapat diukur Assesible/achievable: memungkinkan dapat dicapai Realistic: sesuatu yang nyata Time: dilengkapi dengan batasan waktu pencapaian . Spesifik: mengandung satu jenis perubahan perilaku.

Perumusan Outcome  Setelah perawat menyelesaikan pengkajian. perawat kemudian menyeleksi outcome menggunakan pengukuran dan mengidentifikasi ratting yang diinginkan untuk bisa dicapai melalui intervensi  Tujuan dalam kriteria hasil akan memberikan petunjuk bagi perawat untuk tidakan keperawatan dan untuk meningkatkan evaluasi dari perawatan.  Pada saat ini sudah terdapat standar kriteria hasil dalam bentuk Nursing Outcome Classification (NOC). .  NOC adalah klsifikasi dari kriteria hasil pasien yang komprehensif dan terstandarisasi untuk mengevaluasi efek dari intervensi keperawatan. penentuan diagnosa.

(Nurjannah. apakah mempunyai kemampuan interpersonal. intelektual. perawat melakukan kontrak dengan klien dengan menjelaskan apa yang akan dikerjakan serta peran serta klien yang diharapkan. 2000) . Perawat juga menilai diri sendiri. teknikal sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. IMPLEMENTASI 4 Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendy. 1995). Pada saat akan dilaksanakan tindakan keperawatan.

membandingkan respon pasien dan hasil yang diharapkan. mereview proses keperawatan. EVALUASI 5 “ proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan pada pasien” Perilaku perawat . berpartisipasi dalam peningkatan kualitas dari aktifitas yang dilakukan.  Evaluasi ada dua macam : 1. Evaluasi hasil atau sumatif . memodifikasi proses keperawatan sesuai yang dibutuhkan. Evaluasi proses atau evaluasi formatif 2.

EVALUASI DENGAN PENDEKATAN SOAP S : respon subjektif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan O : respon objektif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan A : analisa terhadap data subjektif dan objektif untuk menyimpulkan apakah masalah masih tetap ada. muncul masalah baru atau ada data yang kontradiksi terhadap masalah yang ada P : tindak lanjut berdasarkan hasil analisa respon pasien .

Rencana dilanjutkan 2.RENCANA TINDAKAN LANJUT (P) 1. Rencana selesai . Rencana dibatalkan 4. Rencana dimodifikasi 3.

jam. 1996). ringkas dengan istilah baku dan luas dilakukan selama pasien di rawat inap. rawat jalan. catatan menggunakan formulir yang baku. dan dilasanakannya tindakan tersebut (Depkes RI. dan setiap melakukan tindakan keperawatan mencantum paraf/nama jelas dan tanggal. dilakukan segera setelah melakukan tindakan. ditulis dengan jelas. dan kamar tindakan. . disimpan sesuai peraturan yang berlaku.Dokumentasi Pencatatan proses keperawatan ini harus dilaksanakan secara lengkap.

KESIMPULANNYA??!! .