You are on page 1of 40

INTERAKSI OBAT RESEPTOR

Jenis interaksi
 Ikatan Kovalen
 Ikatan Non Kovalen
 Interaksi elektrostatik
 Ionik–dipol
 Dipol-dipol

 Ikatan van der Waals
 Interaksi hidrofobik

Reseptor ?

 Suatu makromolekul seluler yang secara spesifik dan
 langsung berikatan dengan ligan (obat, hormon,
 neurotransmiter) untuk memicu signaling kimia antara dan
 dalam sel menimbulkan efek

Fungsi reseptor ?

 mengenal dan mengikat suatu ligan/obat dengan
spesifisitasyang tinggi
 meneruskan signal ke dalam sel melalui:
 perubahan permeabilitas membran
 pembentukan second messenger
 mempengaruhi transkripsi gen

Beberapa istilah penting:  Ligan : Molekul spesifik (obat) yang dapat mengikat reseptor  Afinitas: Kemampuan ligan untuk mengikat reseptor arti ?  afinitas besar = semakin mudah berikatan dengan reseptor (cocok)  Efikasi: Perubahan/efek maksimal yang dapat dihasilkan oleh suatu obat Analogi kunci dan gembok obat dengan reseptor seperti kunci dan gemboknya Kenyataan ?  Suatu reseptor dapat berikatan dengan sekelompok senyawa kimia yang sejenis (a family of chemicals or hormones)  Setiap senyawa tadi akan menunjukkan afinitas yang berbeda terhadap reseptor (ikatan kuat atau lemah)  Setiap senyawa akan menghasilkan efikasi yang berbeda .

Aksi obat spesifik R : Konsentrasi reseptor dalam biofase k 1 : Konstanta/tetapan laju asosiasi (pengabungan) obat dan reseptor k 2 : Konstanta / tetapan laju disosiasi (peruraian) komplek obat – reseptor .

.

Aksi obat spesifik  Diawali dengan okupasi (pendudukan) obat pada tempat aksinya  Obat = Ligan Agonis  ligan/obat yang dapat berikatan dengan reseptor dan menghasilkan efek Antagonis  ligan yang dapat berikatan dengan reseptor tapi tidak menghasilkan efek  Tempat aksi = Reseptor Efek/respon yang ditimbulkan:  Sebanding dengan jumlah reseptor yang berinteraksi dengan obat  Sebanding dengan komplek obat-reseptor yang terbentuk .

log ( [ D ] maks /2) jaringan Fungsi ?? = log ( I / KD )  Menentukan besarnya efek maksimum yang dicapai oleh suatu  ukuran kemampuan agonis untuk senyawa berinteraksi membentuk komplek dengan suatu reseptor Makna ??  efek maksimum ?? = efek dalam skala respon maksimum  nilai pD2 besar maka afinitas jaringan semakin besar dan sensitivitas reseptor terhadap obat juga semakin besar . Aktivitas intrinsik/efikasi  kemampuan obat untuk berinteraksi dengan reseptornya parameter ??  kemampuan suatu obat untuk pD2 = log ( 1 / [ D ] maks/2 ) menghasilkan efek atau respon = . Afinitas 2. SYARAT AGONIS DAPAT MENIMBULKAN RESPON 1.

Macam agonis Full agonis Partial agonis Aktivitas intrinsik = 1 Aktivitas intrinsik < 1 .

Interaksi Elektrostatik .

Ikatan van der Waals .

.

Ìnteraksi Hidrofobik .

Obat -Reseptor .

Persamaan Matematik / KURVA .

Agonis dan Antagonis .

Potensi dan Efektifitas Agonis Potensi dari Agonis dinyatakan dengan EC50 yaitu kosentrasi yang menyebabkan munculnya 50% efek .

Absolute amount of drug necessary to produce effect = drug potency (ED50) Shape of curves indicates they work through same mechanism Aspirin = different mechanism (shape of curve is different) .Increasing concentration produces greater analgesia.

Antagonis No effect D = drug/agonis B = antagonis .

jika reseptor telah jenuh. maka peningkatan dosis tidak bisa mencapai efek maksimumnya . Kurva dosis vs respon suatu obat dengan keberadaan suatu antagonis (bloker) Kurva akan bergeser ke kanan.

tetapi tidak menyebabkan efek  Efek antagonis kompetitif dapat diatasi dengan peningkatan konsentrasi agonis. Macam Antagonis Antagonis kompetitif  Suatu obat yang mengikat reseptor secara reversibel pada daerah yang sama dengan tempat ikatan agonis. sehingga meningkatkan proporsi reseptor yang dapat diduduki oleh agonis Antagonis irreversibel  Antagonis yang dapat mengikat reseptor secara kuat dan bersifat irreversibel tidak bisa diatasi dengan penambahan agonis Antagonis non-kompetitif  Suatu antagonis yang dapat mengurangi efektifitas suatu agonis melalui mekanisme selain berikatan dengan tempat ikatan agonis pada reseptor .

Antagonis kompetitif Antagonis nonkompetitif atau irreversibel .

Antagonis Kompetitif .

Bentuk lain antagonis  Antagonis alosterik. Misalnya efek pada diampeter bronkus epinephrine dilatasi. namun efek yang dihasilkan berlawanan. histamin  konstriksi . Antagonis yang berikatan dengan tempat melekatnya agonis pada reseptor namun memiliki efek yang berlawanan jika reseptor ditempati agonis  Antagonis fungsional. Dua agonis menempati reseptor yang berbeda.

Obat  Non spesifik (karena sifat fisiko kimia. selektifitas)  Sterospesifik (adanya pusat kiral pada struktur obat. dosis kecil. dosis besar)  Spesifik (struktur  aktifitas. dosis kecil-menengah. spesifistias tinggi) .

EUDESMIK EUTOMER DISTOMER .

Mengapa ? .

nuclear (gene) linked (long lasting) . G protein linked (amplifier) 4. enzyme linked (multiple actions) 2. ion channel linked (speedy) 3. Tipe Reseptor 1.

Reseptor terikat protein G .

.

Kinase Fosforilase Kinase Fosforilase Kinase P Fosforilase a-P Fosforilase b Glikogen Glukosa-1-Fosfat . cAMP cAMP dep.

.

Reseptor Terikat Kanal Ion .

Reseptor Terikat Enzim .

2004-2005 .

ligan harus mampu menembus membran sel. Reseptor Intraselular Tidak seluruh reseptor ada di membran. Contohnya • Nitric oxide (NO) •Steroid dan tiroid . beberapa ada di sitoplasma dan inti sel. Oleh karena itu.

Reseptor Intraselular .

Reseptor Intraselular Relaksasi otot polos + NAD(P)H NAD(P) Flavoprotein (FMN) GTP cGMP RONO2 RONO2 RONO Pengaktifan guanilatsiklase GSH Ekstraselular Intraselular GSH-S-Transferase ROH + GSNO NO .

) • Molekul antagonis hanya memiliki afinitas (kd) • Molekul antagonis dapat bekerja kompetitif (berubah kd) atau non-kompetitif (berubah ) jika tercampur dengan molekul agonis • Molekul agonis menurunkan kepekaan (desensitize) reseptor. • Molekul antagonis meningkatkan kepekaan (sensitize) reseptor. Rangkuman • Mayoritas obat beberja melalui reseptor • Interaksi obat – reseptor dapat dirumuskan secara matematik dan digambarkan dengan grafik • Molekul agonis memiliki afinitas (affinity. kd) dan aktivitas intrinsik (intrinsic activity . .