You are on page 1of 13

REGIONAL ANESTESI

Lucsy fitriAni.s (61111015)

Pendahuluan Diare masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia Penyebab kesakitan dan kematian tertinggi pada anak Di dunia lebih dari 6 juta anak meninggal setiap tahun karena gastroenteritis atau diare .

. sehingga impuls nyeri dari satu bagian tubuh diblokir untuk sementara atau dapat kembali seperti semula.Definisi Anestesi regional adalah hambatan impuls nyeri suatu bagian tubuh untuk sementara pada impuls saraf sensorik.

dan kaudal.Pembagian Regional Anestesi Blok sentral atau blok neuroaksial : yang meliputi blok spinal. Blok perifer atau blok saraf : yang meliputi anestesi topikal. dan analgesia regional intravena. . epidural. blok lapangan. infiltrasi lokal. Tindakan ini sering dikerjakan.

 Relatif aman untuk pasien yang tidak puasa (operasi darurat.  Tidak ada polusi kamar operasi oleh gas anestesi. keadaan lambung penuh) karena penderita sadar. sehingga biaya relatif lebih murah. .  Perawatan post operasi lebih ringan.  Tidak ada komplikasi jalan nafas dan respirasi.Keuntungan Regional Anestesi  Alat yang dibutuhkan tidak banyak dan teknik relatif sederhana.

 Sulit diterapkan pada anak-anak.  Membutuhkan kerjasama pasien yang kooperatif.Kerugian Anestesi Regional  Tidak semua penderita mau dilakukan anestesi secara regional.  Terdapat kemungkinan kegagalan pada teknik anestesi regional. .  Tidak semua ahli bedah menyukai anestesi regional.

Klasifikasi .

Manifestasi Klinis  Bayi atau anak cengeng dan gelisah  Suhu badan mungkin meningkat  Nasfu makan berkurang atau tidak ada  Diare Feses cair dengan darah atau lendir  Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur empedu  Anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam  Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare  Dehidrasi. selaput mulut dan bibir kering  Berat badan menurun  Badan terasa lemah . bila banyak cairan keluar mempunyai tanda- tanda ubun-ubun besar cekung.

Pemeriksaan abdomen 3. Pemeriksaan Penunjang  Pemeriksaan Feses  Pemeriksaan Darah . Pemeriksaan fisik  menilai perubahan pada tekanan darah dan nadi. temperatur tubuh dan tanda toksisitas.Penegakkan Diagnosa 1. Anamnesa 2.

Pemberian oralit 2. Pemberian ASI / makanan 4.Penatalaksanaan 1. Pemberian antibiotika 5. Pemberian obat zinc Dosis pemberian zinc pada balita:  umur < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari selama 10 hari  umur > 6 bulan 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari 3. Pemberian nasehat .

sedang dan berat)  Renjatan hipovolemik  Kejang  Bakterimia  Malnutrisi  Hipoglikemia  Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.Komplikasi  Dehidrasi (ringan. .

 Berikan ASI paling selama 4-6 bulan pertama. .  Buang tinja dengan cara memasukannya kedalam jamban atau menguburkan.  Pengelolaan makanan yang dimasak dengan baik  Cuci tangan dengan sabun setelah buang air besar. sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan.Pencegahan  Vaksin rotavirus  Air minum yang bersih dan sumber air yang terjaga kebersihanya dan dimasak. teruskan pemberian ASI paling sedikit 1 tahun pertama.

TERIMA KASIH .