You are on page 1of 15

Benjolan pada

scrotum
Torsio testis
 Batasan : Terpeluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran
darah pada testis
 PENYEBAB 1.Trauma
2.Kelainan sistem penyangga testis (anomali bell-clapper)
 PATOFISIOLOGI
Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga
abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. Adanya kelainan sistem penyanggah
testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. Beberapa
keadaan yang menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu, antara lain perubahan suhu yang
mendadak, celana dalam yang terlalu ketat dan trauma yang mengenai skrotum
 GEJALA KLINIS
Keluhan berupa nyeri hebat di daerah skrotum, yang sifatnya mendadak dan diikuti
pembengkakan pada testis. Keadaan ini dikenal sebagai akut skrotum. Nyeri dapat menjalar ke
daerah inguinal atau perut sebelah bawah, sehingga jika tidak diwaspadai sering dikacaukan
dengan apendisitis akut.
 PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
1.Anamnesis yang lengkap mengenai proses kejadian
2.Inspeksi: testis membengkak, letaknya lebih tinggi dan lebih horisontal daripada testis sisi
kontralateral.
3.Palpasi : Kadang kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi dapat diraba adanya lilitan
atau penebalan funikulus spermatikus.
Hidrokel
 Batasan: penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan viseralis tunika
vaginalis, yang dalam keadaan normal cairan ini berada dalam keseimbangan antara produksi
dan resorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.
 Patofisiologi :
Hidrokel pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh belum sempurnanya penutupan prosesus
vaginalis dan belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan resorbsi
cairan hidrokel.
Hidrokel pada orang dewasa dapat terjadi secara idiopatik(primer) dan sekunder. Penyebab sekunder
terjadi karena kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi
atau resorbsi cairan di kantong hidrokel.
 Gejala Klinis:
1.Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri.
2.Pada hidrokel testis dan hidrokel funikulus besarnya benjolan dikantong skrotum tidak berubah
sepanjang hari, sedangkan pada hidrokel komunikan besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah
besar pada saat anak menangis.
 Pemeriksaan
Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, hidrokel dapat dibedakan menjadi:
a.hidrokel testis bila kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tidak dapat
diraba
b.hidrokel funikulus bila kantong hidrokel berada di kranial dari testis dan hidrokel komunikan bila
terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum (pada palpasi kantong
hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen).
Varikokel
 Batasan : Varikokel adalah dilatasi abnormal dari vena pada pleksus
pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna
 Patogenesis : Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab
varikokel, tetapi dari pengamatan membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri
lebih sering dijumpai daripada sebelah kanan. Jika terdapat varikokel di sebelah
kanan atau varikokel bilateral patut dicurigai adanya: kelainan pada rongga
retroperitoneal (terdapat obstruksi vena karena tumor), muara vena spermatika
kanan pada vena renails kanan, atau adanya situs inversus.
 Gejala Klinis: Keluhan yang sering muncul adalah belum mempunyai anak setelah
beberapa tahun menikah, adanya benjolan di atas testis,dan nyeri pada testis.
 Pemeriksaan: Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri, dengan
memperhatikan keadaan skrotum kemudian dilakukan palpasi.
Secara klinis varikokel dibedakan dalam 3 tingkatan/derajat:
1.Derajat kecil adalah varikokel yang dapat dipalpasi setelah pasien melakukan
manuver valsava
2.Derajat sedang adalah varikokel yang dapat dipalpasi tanpa melakukan manuver
valsava
3.Derajat besar adalah varikokel yang sudah dapat dilihat bentuknya tanpa
melakukan manuver valsava.
Tumor testis
 Batasan: Semua pembesaran dan  Klasifikasi :
perubahan konsistensi dari testis Sebagian besar (95%) tumor testis berasal dari sel
harus dianggap suatu keganasan, germinal sedangkan sisanya berasal dari non germinal.
sampai terbukti sebaliknya. 1.Germinal
 Etiologi : a)Seminoma
1.Klasik
1.Maldesensus testis
2.Anaplastik
2.Trauma testis 3.Spermatositik
3.Atrofi atau infeksi testis b)Non seminoma
1.Karsinoma sel embrional
4.Pengaruh hormone
2.Koriokarsinoma
 Penyebaran: 3.Teratoma
 Limfogen 4.Tumor yolk
Tumor testis menyebar melalui pembuluh 2.Non germinal
limfe menuju kelenjar limfe retroperitoneal a)Tumor sel Leydig
(para aorta), kemudian menuju ke kelenjar b)Tumor sel Sertoli
limfe mediastinal dan supraklavikula c)Gonadoblastoma
 Hematogen 3.Sekunder (metastase) tumor
Tumor menyebar secara Hematogen ke a)Limfoma
paru, hepar dan otak b)Leukemia infiltratif
Orchitis

 Definisi: infeksi pada testis/ infeksi dapat mencapai testis melalui hematogen,
vasa limfatikus dan juga vas deferens

 Etiologi:
1. Infeksi testis bias banal maupun spesifik (TBC, sifilis)
2. Infeksi virus khususnya Mumps virus (virus parotitis epidemika)

 Gejala klinis:
Pasien merasakan nyeri pada skrotum, skrotum tampak bengkak dan kemerahan.
Umumnya ada riwayat parotitis (jika penyebabnya virus Mumps)

 USG dan USG doppler testis membesar dan kaya pembuluh
darah
Hernia Scrotalis

1. Isi perut masuk kantong scrotum
2. Testis teraba
3. Batas atas masuk perut
4. Konsistensi kenyal (omentum/usus)
5. Terdengar bising usus
Epididymoorchitis

1. Infeksi ascending dari urethra
2. Timbul mendadak disertai dengan
demam
3. Epididymis membengkak, nyeri,
kemerahan pada awalnya testis
normal
4. Kemudian apabila testis terkena
testisnya membengkak dan nyeri
tekan
5. USG dan USG doppler epididymis
membengkak dan kaya pembuluh
darah