You are on page 1of 12

Managemen Cairan

Pada Trauma Kepala

Pembimbing :

dr. Ananda Haris, Sp.BS

Oleh :
Dennis Winata Adjani
NIM 201604000047

SMF ILMU BEDAH RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN 1
UNIVERSITAS Hang Tuah Surabaya

Prinsip Manajemen Memelihara Normovolemia Menurunkan tekanan intracranial Cerebral Perfussion Pressure tetap terjaga (CPP=MAP-TIK) Cegah cedera otak sekunder .

.

.

9%  Cairan Hipertonik Osmolaritas lebih tinggi dari serum  NaCl 3 % . 5 JENIS CAIRAN INTRAVENA BERDASARKAN JENISNYA :  Kristaloid  Koloid BERDASARKAN OSMOLARITASNYA :  Cairan Hipotonik Osmolaritas lebih rendah dari serum NaCl 0. Manitol . NaCl 0.45% .5%  Cairan Isotonik Osmolaritas mendekati serum RL. Dekstrosa 2.

.KRISTALOID Molekul larut air kecil yang dapat berdifusi dengan mudah melalui membran semi permeabel. Berdistribusi 75% cairan interstitial dan 25% di intravascular.

Trauma kepala sebaiknya menggunakan Nacl 0. .9% karena sifatnya yang isotonis sehingga membatasi pergerakan cairan ECF ke ICF(Mencegah perpindahan cairan ke otak yang cidera).9% dan Ringer lactat tidak mengubah osmolaritas plasma dan tidak meningkatkan kandungan air pada otak.Isotonic solution Isotonic solution misalnya Nacl 0.

.45% dan D5 dapat menurunkan kadar osmolaritas plasma Hal ini akan mendorong perpindahan cairan melewati BBB(Blood Brain Barrier) dan meningkatkan kandungan air dalam otak dan ICP.Hipotonic solution Penggunaann cairan hipotonic seperti NaCl 0.

Hipertonic Solution Mannitol Hipertonic Solution Menurunkan Tekanan Intra Kranial .

Mannitol .

.

8 Osmolaritas tidak melebihi 320 mOsm .25-0.5 gram/kgBB setiap 6 jam Monitor Osmolaritas = 2(Na++ K+) + Glukosa/18 + BUN/2.5 – 1 gram/kgBB dalam 20 menit dilanjutkan 0..Dosis awal pemberian adalah bolus 0.