You are on page 1of 18

Disusun Oleh

Ninu Martiana Hapsari
NPM : A2A.14.0079

Rumah sakit sbg institusi kesehatan seyogyanya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dalam bentuk pelayanan yang sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Salah satu upaya yang dilakukan dalam peningkatan mutu adalah dengan Akreditasi Rumah Sakit.LATAR BELAKANG Pemerintah telah dan sedang melakukan berbagai upaya untuk mengejar ketertinggalan mutu kesehatan di tanah air melalui pelayanan kesehatan masy. . yang bermutu.

DASAR HUKUM  Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada bagian ketiga pasal 40 dinyatakan bahwa “ Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan . melaksanakan dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai acuan melayani pasien yaitu : memenuhi ketentuan akreditasi rumah sakit .rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali”  Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 69 Tahun 2014 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien pada pasal 19 pada poin (d) dinyatakan bahwa kewajiban rumah sakit dalam membuat.

. Kurangnya dukungan dari beberapa pelaksana di rumah sakit dalam pelaksanaan akreditasi berupa ketidak patuhan pada SOP 4. sehingga menyebabkan pelaksana menjadi bingung dalam pelaksanaan program. Terbatasnya dana dalam pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan sehingga mengakibatkan sarana dan prasarana di rumah sakit belum memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan 3.PERMASALAHAN 1. Kurangnya sosialisasi tentang pentingnya akreditasi sebagai upaya dalam menjaga standar mutu pelayanan 2. Terdapatnya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi dalam struktur organisasi di rumah sakit.

Bagaimana Implementasi Akreditasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang? 2. Untuk mengetahui implementasi akreditasi Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang 2. Untuk mengetahui kendala. Bagaimana kendala-kendala dalam mengimplementasikan akreditasi ? Tujuan Penelitian 1.Rumusan Masalah 1.kendala dalam mengimplementasikan akreditasi Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang .

 Van Meter dan Van Horn mendefinisikan implementasi kebijakan : Tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu atau pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijaksanaan .IMPLEMENTASI KEBIJAKAN  Riant Nugroho D (2003:156) menyimpulkan dengan sederhana bahwa implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya.

3 hal yang terkandung dalam Implementasi Kebijakan adalah :  Adanya tujuan atau sasaran kebijakan  Adanya aktifitas atau kegiatan pencapaian tujuan  Adanya hasil kegiatan .

Model Implementasi Kebijakan  Donald S Van Meter dan Carl E Van Horn disebut A Model of The Policy Implementation Process ( Model proses Implementasi Kebijakan) Model ini berdasarkan teori yang memiliki argumen bahwa perbedaan-perbedaan dalam proses implementasi akan dipengaruhi oleh sifat kebijakan yang dilaksanakan . .

sosial dan politik .Faktor yang mempengaruhi model Donald S Van Meter dan Carl E Van Horn  Standar//ukuran dan sasaran kebijakan  Sumber-sumber daya  Karakteristik /sifat implementor kebijakan  Komunikasi antar organisasi terkait dan kegiatan pelaksana  Sikap para pelaksana  Lingkungan ekonomi.

George C Edward dalam bukunya Implementing Public policy  Implementasi kebijakan merupakan kegiatan yang kompleks dengan begitu banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu Implementasi kebijakan. .

Faktor yang mempengaruhi dalam model Edward :  Communication/Komunikasi  Resources /Sumber daya  Disposition/Disposisi  Bereaucratic Structure/Struktur Birokrasi .

44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit 2. Kurangnya dukungan dari beberapa pelaksana di rumah sakit dalam pelaksanaan akreditasi 4. Terbatasnya dana dalam pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan 3. Implementasi Kebijakan Tujuan Akreditasi Akreditasi RS 1. Terjalinya mitra dalam proses Structure pelayanan 4. Komunikasi masyarakat 2. Keputusan Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan Nomor HK. Kerangka Berpikir Dasar Kebijakan AkreditasiRS 1.04/I/2790/11 Tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Terdapatnya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi dalam struktur organisasi di rumah sakit. Kurangnya sosialisasi tentang pentingnya akreditasi 2. Disposition pelaksana 4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 69 Tahun 2014 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien 3. Masalah 1. Adanya kepuasan dari 3. Meningkatkan kepercayaan 1. Membangun kepemimpinan yang profesional . Sumber Daya 2. Bureaucratic 3.02. Terciptanya budaya belajar (Model Edward III) dalam peningkatan mutu layanan 5. Undang-undang No.

disposisi dan struktur birokrasi.HIPOTESIS  Keberhasilan Implementasi Akreditasi Rumah Sakit pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang meliputi faktor Komunikasi. . sumberdaya.

dan (5) kedekatan penulis (dengan responden) sangat penting dalam penelitian. . (4) penulis melakukan analisis induktif cenderung mengungkapkan makna dari keadaan yang diamati. bukan semata-mata pada hasil.METODE PENELITIAN  Metode Kualitatif kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) penelitian sebagai instrumen utama langsung mendatangi sumber data. (3) penelitian lebih menekankan pada proses. (2) data yang dikumpulkan cenderung berbentuk kata-kata daripada angka-angka.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA  observasi. dan  studi dokumentasi .  wawancara.

ANALISIS DATA  REDUKSI DATA  DISPLAY DATA  KESIMPULAN DAN VERIFIKASI DATA .

 Alasan dari pemilihan lokasi ini adalah bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang adalah satu-satunya institusi pemerintah yang melayani pelayanan kesehatan rujukan dikabupaten Subang .OBJEK PENELITIAN  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang.

TERIMA KASIH .