You are on page 1of 24

KULIAH ANATOMI

TENTANG KEJADIAN JANTUNG

OLEH

Dr. H. Yusnam Syarief

Kejadian dan perkembangan :

Kejadian jantung :
Dari endocardium terbentuk sel-sel yang menjadi sepasang pipa
yang dapat disebut pipa jantung. Splanchnopleura ada di sebelah
lateralnya menebal untuk kemudian menjadi myocardium dan
epicardium, sehingga ia dapat disebut pallium myoepicardiale.
Tiap pipa jantung ke caudal berhubungan dengan sinus venosus.
Dimana sinus venosus merupakan persatuan dari vena
omphalomesenterica dengan vena umbilicalis.
Kedalam sinus venosus bermuara ductus cuvieri ( vena cardinalis
communis ). Ke dalam ductus cuveri bermuara vena cardinalis
superior dan vena cardinalis inferior, dimana vena cardinalis ini
berjalan pada dinding dorsal badan.

Mesocardium ini kemudian menghilang. Pipa jantung tumbuh lebih cepat dari pada tempat di dalam mana ia berada. menutupinya dari sebelah lateral. Pada waktu terbentuknya lengkung. Di sebelah ventral dan dorsal kedua splanchnopleura saling menempel dan membentuk alat-alat penggantung bagi bakal jantung ialah mesocardium dorsale dan mesocardium ventarle. . pipa jantung telah terbagi-bagi. mulai dari cranial. sehingga ia terpaksa membuat lengkung ke kanan kemudian memutar ke ventral.Kedua pipa jantung lambat laun dekat mendekati dan akhirnya bersatu didalam linea mediana. Splancnopleura kanan dan kiri yang terdapat di sebelah lateralnya.

dimana ia tumbuh kearah canalis atrioventriculare dan ke arah bulbus arteriosus. Pada tempat yang akan menjadi apex cordis pada ventriculus. Pangkal dari truncus arteriosus melebar menjadi bulbus arteriosus. Mulai pada bagian apex terjadi septum interventriculare. Pada permulaan bulan kedua.Pada ujung caudal terdapat sinus venosus di mana bermuara vena cardinale tadi. Bagian ini disebut canalis atrioventricularis. . Lengkung ke kanan ventral menjadi ventriculus ujung cranial menjadi truncus arteriosus. Antara atrium dan ventriculus pipa jantung relatif tidak melebar. yang membagi ventriculus dalam bagian kanan dan bagian kiri. sedang bagian cranialnya terjadi bakal atrium dengan melebarnya pipa jantung ke arah transversal. ventriculi menjadi dua ventriculi. terjadi suatu sulcus pada dataran luar yang disebut sulcus interventriculare.

terjadi lobang di dalam septum primum cranial dari foramen subseptale.Pembagian atrium menjadi dua atria. Sinus venosus bermuara sekarang di dalam atrium kanan pada dinding dorsal. Pada bulan kedua. . Ia tumbuh ke arah canalis atrioventricularis. Dengan timbulnya septum primum terbagilah atrium kanan dan kiri. Dimana lobang ini menutup dengan tumbuhnya septum primum dan melekat. Tepat sebelumnya foramen subseptale menutup . dimana pada dinding dorsal cranial dari atrium terjadi septum ( atriorum ) primum. Lobang ini disebut foramen ovale primum. Didalam canalis atrioventricularis ada tonjolan endocardial dari dinding dan membentuk lobang disebut foramen subseptale.

Pada dinding dorsal cranial atrium kanan tumbuh septum (atriosum ) secundum. Septum ini tumbuh terus ke caudal Kedalam sinus venosus bermuara ductus Cuvieri dexter dan sinsistra. Septum ini terdapat dorsocranial atrium kanan sebelah kanan septum secundum. Pada ujung cranial. kedua valvulae bertemu dan membentuk suatu crista disebut septum primum. bagian distal v.Pada dinding dorsal atrium kiri bermuara v. serta vena omphalomesenterica kanan. Pada tepi kanan dan tepi kiri muara sinus venosus terdapat masing- masing valvula venosa kanan dan kiri. . ductus Cuveri sinister menjadi sinus coronarius dan vena obliqua atrii sinistri. pulmonalis. omphalomesenteerica kanan menjadi v. revehens hepatis communis yang kemudian ikut membentuk vena cava inferior . Ductus Cuveri kanan menjadi vena cava superior.

tetapi setelah lahir sampai dewasa masih ada percabangan sehingga sampai ada 24 ordo cabang. tiap cabang akan menjadi epithelium entodermal dari bronchus primaries dan cabang-cabangnya. Ujung tiap cabang membesar menjadi kandung paru-paru. Diverticulum itu disebut sulcus tracheobronchialis. Sedang bagian proximalnya menjadi epithelium entodermal dari trachea dan larynx. cabang lobus segmentalis dan seterusnya sehingga pada bulan ke enam sudah menjadi 17 ordo cabang-cabang. Diverticulum ini tumbuh ke caudal terus bercabang menjadi dua.Kejadian Paru : Tractus respiratorius mulai terjadi sebagai suatu diverticulum pada dinding ventral enteron di bagian cranial.kemudian percabangan mulai melambat. . Dan seterusnya bercabang secara dichotomy. Kandung paru kanan lebih besar dari kandung paru kiri.

Dengan demikian desakan di dalam atrium sinistrum lebih kecil dari atrium dextrum.PERUBAHAN PADA JANTUNG SETELAH LAHIR : Sebelum lahir atrium kanan menerima darah tidak hanya dari seluruh tubuh janin ( fetus ) tetapi juga dari placenta. Atrium sinistra hanya menerima darah dari paru-paru. Akan tetapi paru-paru belum mengembang sehingga pembuluh darah kurang terbuka. Sehingga darah yang ke paru-paru tidak banyak dan yang datang dari paru-paru ke atrium kiri juga tidak banyak. .

tahanan disini besar. Dan darah dari atrium kanan juga pergi ke ventrikel kanan dan terus ke dalam a. pulmonalis sebagian besar mengalir melalui ductus arterious ( Botalli ) ke dalam aorta. pulmonalis. . Akibatnya darah dari a.Darah dari atrium kanan sekarang sebagian mengalir kedalam atrium kiri melalui foramen ovale secundum. Akan tetapi karena paru belum mengembang dan kapiler-kapiler darah kurang terbuka.

Sesudahnya lahir. Dengan demikian desakan di dalam atrium kiri paling tidak sama dengan desakan di dalam atrium kanan. . Oleh karenanya valvula foraminis ovalis terdesak ke kanan dan menutup foramen ovale secundum. Seterusnya darah dari paru-paru akan banyak masuk ke atrium kiri akibatnya tekanan pada atrium kiri bertambah. Jumlah darah yang masuk kedalam atrium kanan berkurang dikarenakan tidak ada lagi darah yang datang dari placenta dan juga darah yang dari tubuh juga berkurang oleh karena darah dari ventriculus dextra tidak lagi masuk ke dalam aorta. pulmo mengembang dan pembuluh-pembuluh darah dapat membuka. sehingga tahanan berkurang dan lebih banyak darah dapat masuk ke paru-paru.

Ductus Botalli menutup oleh karena tunica intima menebal. sehingga rongganya makin lama makin mengecil. Jadi darah dari atrium dextrum tidak lagi masuk kedalam aorta.Otot di dalam tunica media dari ductus arteriosus yang berjalan melingkar berkontraksi. berlangsung proses tumbuhnya melekat valvula foraminis ovalis kepada septum secundum dan menutupnya ductus arteriosus Botalli. sehingga ductus arteriosus menutup. . Paling sedikit selama 6 bl. Akhirnya berupa sisa disebut ligamentum arteriosum. lalu menghilang.

udara tidak dapat semua keluar dari paru-paru. Dengan demikian anak yang meninggal setelah lahir. . karena bronchi tetap terbuka dengan adanya rangka dari cartilago dan juga pembuluh darah telah penuh dengan darah sehingga menghindari mengempisnya sama sekali bronchioli. tetapi telah pernah bernafas. paru-parunya mengandung udara ( hawa ). sacculi dan alveoli. jadi belum pernah bernafas.Setelah inspirasi pertama kali. pada expirasi selanjutnya. Bila sebagian dari paru-parunya dimasukkan ke dalam air. Bila anak meninggal sebelumnya lahir. ia akan mengambang. paru-parunya tenggelam di dalam air.

Tapi pada tempat akan terbentuk mammae ada proliferasi cel-2 epithelium ectodermal ke dalam jaringan mesenchym dan seterusnya proses pertumbuhan mammae . Penebalan ini disbeut crista lacteal. terjadi glandula mammae. Di dalam rongga keenam terjadi penebalan pada kulit dari daerah yang akan menjadi fossa axillaries ke daerah yang akan menajdi regio inguinalis.Kejadian Glandula Mammae. Minggu ke 8 crista sudah hilang. Dari epithelium ectodermal crista lacteal ini.

dimana hanya ada satu ventriculus. foramen subseptale tetap ada . dimana septum interventriculare tidak terjadi. ini terjadi karena septum tidak terjadi Cor triloculare : . foramen ovale tidak menutup .Anomali-anomali : Kelainan pada jantung : Kelainan septum interventriculkare dan septum atriorum : Cor biloculare : -hanya ada satu atrium dan satu ventriculus. Lobang-lobang di dalam septum atriorum : .

. Terjadi karena tonjolan-tonjolan endocardial pada dinding bulbus arteriosus dan pada dinding canalis atrioventricularis tidak tumbuh untuk membentuk pars mebranacea septi.Lobang di dalam septum interventriculare atau defect subaortal. Defect subaortal ialah tidak adanya pars membranacea septi.

Ini terjadi karena septum aorticopulmonale dan septum bulbi memutarnya kurang sempurna. pulmonalis berpangkal pada ventriculus sinister.Transposisi dari aorta dan a. pulmonalis. Keadaan dimana aorta berpangkal pada ventriculus dexter dan a. sehingga septum bulbi tidak dapat bertemu dengan septum ventriculi dan aorta berpangkal terlalu ke kanan. Terjadi karena pangkal bulbus aorta septum bulbi terlalu kekanan. Akibatnya aorta tidak hanya dapat darah dari ventriculus kiri tetapi juga dari ventriculus kanan. . Transposisi ini dapat diserta dengan defect subaortal. Dextroposisi dari aorta disertai defect subaortal.

pulmonalis dapat mengecil disebut stenosis. Dan ia juga bisa tidak mempunyai rongga. Hal-hal ini mungkin terjadi karena pembagian oleh septum dari bulbus dan truncus arteriosus tidak sama. Juga atresia dapat terjadi pada aorta.Stenosis dan atresia : Rongga a. Ini mungkin terjadi oleh karena lapisan dalam dari myocardium tidak menghilang . keadaan ini disebut atresia. Stenosis juga dapat ada pada valvula semilunaris Atresia dapat terjadi pada valvula tricuspidalis.

defect subaortal . pulmonalis 3. dextroposisi dari aorta 4. atresia atau stenosis dari a.Tetralogi dari Fallot : Keadaan kelainan yang terjadi secara bersamaan dengan kombinasi : 1. hypertrofi dari myocardium ventriculus dexter 2.

. Kulit thorax pada tepi celah ini meneruskan diri ke dalam pericardium. Dextrocardia : Keadaan serba terbalik dari jantung. Ini dapat terjadi pada anak kembar sehingga salah satu tidak punya jantung. sehingga apa yang seharusnya terletak disebelah kiri tapi malah disebelah kanan.Acardiacus : Keadaan dimana tidak ada jantung. Ectopic cordis : Adanya celah di dalam dinding ventral thorax. melalui celah ini keluar jantung.

Kelainan pada arteria : Ductus arteriosus persistens : Dimana ductus arteriosus seharusnya menutup malah dia tetap tidak menutup. Kedua arcus berhubungan dorsal dari oesphagus. Dysphagia : Pada fetus yang telah selesai pertumbuhannya arcus aorta sinister berjalan dari kanan ke kiri ventral dari trachea . Dengan demikian ada lingkaran arteria yang mengelilingi trachea dan oesophagus. Lingkaran arteria ini dapat menjepit oesphagus. kemudian ke dorsal di sebelah kiri dari trachea dan osophagus. . Arcus aorta dexter berjalan dari ventral ke dorsal di sebelah kanan dari trachea dan oesphagus. Keadaan ini menimbulkan kurang sempurnanya makanan masuk klinis disebut : dysphagia. sehingga menyukarkan jalannya makanan di dalam oespogus.

keadaan ini disebut dysphagia lusoria.Ada juga keadaan karena kelainan percabangan a. subclavia kiri sehingga oesophagus terdapat antara arcus aorta dengan a. . subcalavia yang dipercabangkan setelah a. subclavia kanan dimana klinis akan mengganggu masuknya makanan di oesophagus .

bisa berupa lobang kecil. Kelainan pada tractus respiratorius : Fistula tracheosephagealis : Ada hubungan antra trachea dan oesophagus . Bronchiectasi : Keadaan dimana bronchi terminal membesar secara tidak teratur .Coarectasi dari aorta : Pada isthmus dari aorta ( tempat proximal dari muara ductus arteriosus ) ada stenosis atau atresia.

Kelainan dari glandula mammae Polymastia : Keadaan lebih dari sepasang glandulae mammae Polythelia : Bila lebih dari sepasang papilla mammae .

terima kasih... .