You are on page 1of 21

DISUSUN OLEH KELOMPOK 6B

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016

Latar belakang masalah
 Penelitian yang dilakukan oleh Ferlina (2008)
ditemukan sekitar 80% pasien pre operasi mengalami
kecemasan dan 60% diantaranya mengalami
kecemasan yang sedang dan berat.
 Berkaitan dengan hal tersebut, pengkajian oleh
seorang perawat terhadap fungsi pasien secara integral
yang meliputi fungsi fisiologis dan psikologis sangat
diperlukan untuk keberhasilan daan kesuksesan suatu
operasi

Rumusan Masalah  “Apakah Ada Perbedaan Efektivitas Terapi Musik Klasik dan Terapi Murottal terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto?” .

Margono Soekarjo Purwokerto.  Mengetahui perbedaan efektivitas kecemasan pasien pre operasi yang diberikan terapi musik klasik dan terapi murottal. .Tujuan Penelitian  Tujuan Umum  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murottal terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Prof.  Tujuan Khusus  Mengetahui efektivitas terapi musik klasik terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi.  Mengetahui efektivitas terapi murottal terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi. Dr.

Manfaat penelitian Bagi Bagi respo peneltii nden Bagi Bagi peneltii Rumah sakit .

Kerangka Teori teori kecemasan Faktor Pencetus 1. Pengalaman individu ( Stuart & Sunden 1998 ) Non Farmakologi Farmakologi 1. Terapi Murottal Penatalaksanaan Kecemasan  . Jenis kelamin 3. Ancaman terhadap system diri 3. Ancaman terhadap integritas diri 2. Teori anter personal b. Teori perilaku ( Stuart & Sunden 1991) Kecemasan Faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan 1. Teori psikoanalisis a. Musik Klasik 2. Usia dan tingkat perkembangan 2.

Kerangka konsep Variabel independen Variabel dependen Terapi musik klasik Penurunan tingkat kecemasan Terapi murottal .

Hipotesis  Ha : Ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi murottal terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi  Ho : Tidak ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi murottal penurunan terhadap kecemasan pasien pre operasi  .

Metode Penelitian  Jenis penelitian dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian Pre-eksperimen dengan desain pre-post test two group design. Margono Soekarjo sebanyak 30 orang. . Margono Soekarjo dan waktu penelitian dilakukan dari tanggal 11 januari sampai 24 Januari 2016  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di ruang Bedah RSUD Prof. Dr.  Tempat penelitian dilakukan di ruang Bedah RSUD Prof.  Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi yang di rawat di ruang Bedah RSUD Prof. Margono Soekarjo. Dr. Dr.

 Pasien pre operasi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto  Bersedia menjadi responden  Pasien dengan tingkat kecemasan ringan s/d panik.Kriteria Inklusi dan Ekslusi  Kriteria Insklusi  Pasien kondisi dirawat di ruang Bedah RSUD Prof. Dr.  Tidak mengalami gangguan pendengaran  Usia 20-60 tahun  Kriteria Eksklusi  Yang mengkonsumsi obat-obatan anti ansietas  CITO  Tidak bersedia menjadi responden . Margono Soekarjo Purwokerto  Pasien pre operasi yang di programkan.

Tingkat kecemasan keadaan yang menggambarkan adanya Lembar observasi Fas Rasio rasa khawatir.terapi musik klasik Nominal • non farmakologi denganpemberian observasi 2.terapi murotal • terapi musik klasik dengan • menggunakan mp4 yang berisi • river flows in you dengan frekuensi • 442.gelisah.1699 Hertz selama 12 menit dan • murotal surat Ar-Rahman selama 9 menit Penurunan Kecemasan 2. Definisi operasional  No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala  1. Teknik Terapi Teknik penurunan kecemasan lembar 1.kecemasan Yang di pasien pre operasi .takut.

 Memberikan lembar infomed consent sebagai bentuk persetujuan dengan responden dan meminta responden untuk menandatangani pada lembar persetujuan tersebut. .  Data responden yang memiliki kriteria untuk dipilih menjadi sampel penelitian di catat dalam lembar pengamatan.1699 Hertz (Hz) dan tempo 74.2574 bpm selama 12 menit pada kelompok eksperimen.  Melakukan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan lembar observasi Face Anxiety Scale (FAC) sebagai nilai pre test sebelum diberikan intervensi terapi musik klasik.  Memberikan terapi musik klasik River flows in you oleh Yiruma dengan frekuensi 442.Tahap pelaksanaan  Kelompok Intervensi  Pengumpulan data dilakukan diruang bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto setelah mendapatkan izin dari direktur Rumah sakit.  Memberi penjelasan kepada responden tentang maksud dan tujuan dari penelitian serta dampak dari tindakan yang dilakukan.  Melakukan pengukuran tingkat kecemasan pasien setelah diberikan terapi musik klasik dengan menggunakan lembar observasi Face anxiety scale (FAS).

 Melakukan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan lembar observasi Face Anxiety Scale (FAS) sebagai nilai pre test sebelum diberikan intervensi terapi murottal surat Ar- rahman. Dr. .  Data responden yang memiliki kriteria untuk dipilih menjadi sampel penelitian di catat dalam lembar pengamatan.  Melakukan pengukuran tingkat kecemasan pasien setelah diberikan terapi musik klasik dengan menggunakan lembar observasi Face anxiety scale (FAS) sebagai nilai post test.  Memberikan lembar infomed consent sebagai bentuk persetujuan dengan responden dan meminta responden untuk menandatangani pada lembar persetujuan tersebut.  Memberi penjelasan kepada responden tentang maksud dan tujuan dari penelitian serta dampak dari tindakan yang dilakukan.  Memberikan terapi murottal surat Ar-Rahman selama 9 menit pada kelompok kontrol. Kelompok Kontrol  Pengumpulan data dilakukan diruang bedah RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto setelah mendapatkan izin dari direktur Rumah sakit.

3 3. Karakteristik responden  terapi musik klasik terapi murotal  F % f %  Jenis kelamin  1.3 5 13.3 8 53.3  Total 15 100.laki-laki 8 53.0 15 100.Hasil dan Pembahasan  1.51-60 th 3 20.7 4 26.20-40 th 4 26.0 15 100.0 3 20.7 2.0  \ .7  2.0  Total 15 100.0  Usia 1.Perempuan 7 46.41-50 th 8 53.7 10 66.

dr. -  2. -  Total 15 100.0  5. Ringan . . Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruang Bedah RSUD Prof.2.0 15 100.Berat 9 60.0 8 53.0 2 13.0  3. . 5 34. Panik . Tidak cemas . .0 . Sedang 6 40. . . Margono Soekardjo Purwokerto sebelum dan seudah di berikan terapi musik klasik  Tingkat kecemasan sebelum terapi Sesudah terapi  f % f %  1.0  4.

1. . Ringan .3.7  4.0 .0 4 26. -  Total 15 100. Tidak cemas .0 . . Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruang Bedah RSUD Prof. dr.0 15 100. -  2.7  5.Berat 11 74. Margono Soekardjo Purwokerto sebelum dan seudah di berikan terapi murottal  Tingkat kecemasan sebelum terapi Sesudah terapi  f % f %  1. 4 26. Panik 2 13.7  3. .0 7 46. Sedang 2 13.

00 2.80 3.00  SD 0.535 0.756  Minimum 2 1 2 1  Maximum 3 3 4 3 . Perbedaan skorface anxiety di ruang bedah sebelum dan sesudah diberikan terapi music klasik dan terapi murottal  Variabel Terapi musik klasik Terapi Murottal  pre post pre post  Mean 2.676 0.60 1.4.507 0.

80+0.505  Terapi Murottal 15 1.845 .00) 0.Perbedaan efektifitas antara terapi music klasik dan terapi murottal terhadap penurunan kecemasan di ruang bedah RSMS  Jenis perlakuan N mean + Perbedaan mean pvalue  ( CI 95 % )  Terapi musik 15 0.775  Klasik 0.20 (0.00 + 0.80 – 1.

Sesudah diberikan perlakuan Terapi musik klasik terdapat penurunan terhadap tingkat kecemasan.505 < 0. Maka dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan. karena nilai < 0.KESIMPULAN DAN SARAN  KESIMPULAN  Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai “perbedaan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murottal terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Prof. Dr. dari 15 responden terdapat 5 responden yang mengalami kecemasan ringan. dari 15 responden terdapat 4 responden mengalami kecemasan ringan dan 7 responden mengalami kecemasan sedang. Sesudah diberikan perlakuan terapi murottal terdapat penurunan terhadap tingkat kecemasan. 8 responden mengalami kecemasan sedang dan 2 responden mengalami kecemasan berat. Margono Soekarjo Purwokerto”  Diketahui bahwa dari 15 responden sebelum diberikan perlakuan Terapi musik klasik terdapat 6 responden mengalami kecemasan sedang dan 9 responden mengalami kecemasan berat. 11 responden mengalami kecemasan berat.05.Sehingga hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa ada perbedaa nefektifitas yang signifikan antara terapi musik klasik dan terapi murottal terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien di ruang bedah RSUD Prof. dan 4 responden mengalami kecemasan berat.05. Margono Soekarjo Purwokerto.  Diketahui bahwa nilai signifikansi (value) dari uji independent sample t-test sebesar 0. Dr. . dan 2 responden mengalami kecemasan panik.  Diketahui bahwa dari 15 responden sebelum diberikan perlakuan terapi murottal terdapat 2 responden mengalami kecemasan sedang.

 Bagi peneliti  Merupakan sebuah pengalaman dan pengetahuan baru  Bagi rumah sakit  Untuk dibuatkan sop tindakan keperawatan  . SARAN  Bagi penelitian selanjutnya  Kriteria inklusi untuk responden lebih dispesifikasikan untuk pasien dengan satu diagnosa.

.... . Sekian dan Terima Kasih..