SHOCK DAN PENATALAKSANAANNYA

lamakdaddasum 8/16/2017
Tujuan umum
 Mahasiswa mampu memahami shock dan penatalaksanaannya

lamakdaddasum 8/16/2017
Tujuan khusus
 Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian shock
 Mahasiswa mampu menjelaskan klasifikasi shock
 Mahasiswa mampu menjelaskan manifestasi shock
 Mahasiswa mampu menjelaskan komplikasi shock
 Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksanaan pasien shock

lamakdaddasum 8/16/2017
Shock
 Aliran darah yang tidak adekuat untuk memenuhi keb
jaringan
 Kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan
perfusi adekuat organ vital.
 Jika tidak ditangani dengan baik akan berkembang
menjadi gagal multi organ dan akhirnya kematian

lamakdaddasum 8/16/2017
Klasifikasi
Shock dibagi tiga yaitu:
1. Shock hipovolemic
2. Shock kardiogenik
3. Shock distributif

lamakdaddasum 8/16/2017
Hypovolemic shock
 Hypovolemic shock disebabkan karena tidak adekuatnya
sirkulasi volume darah akibat perdarahan, luka bakar masif,
dehidrasi (muntah, diare).

lamakdaddasum 8/16/2017
Patofis hypovolemia shock
 Faktor resiko  penurunan volume sirkulasi  penurunan

venus return  penurunan stroke volume  penurunan CO
 Penurunan suplai O2 pada sel  gangguan perfusi
jaringan  multi sistem disorder

lamakdaddasum 8/16/2017
Diagnosa keperawatan
 Shock hipovolemik ?

lamakdaddasum 8/16/2017
Cardiogenic shock
 Cardiogenic shock disebabkan tidak adekuatnya pompa

jantung.

 Biasanya akibat IMA, Cardiac disritmia, tamponade jantung.

lamakdaddasum 8/16/2017
Patofis shock kardiogenik
 Faktor resiko  penurunan kontraktilitas jantung 

penurunan volume sekuncup  penurunan curah jantung 
penurunan perfusi jaringan  gangguan metabolisme sel 
multi sistem disorder

lamakdaddasum 8/16/2017
Diagnosa keperawatan
 Dx keperawatan shock kardiogenik ?

lamakdaddasum 8/16/2017
Shock distributif

 Shock distributif disebutjuga vasogenik
 Dibagi menjadi tiga:
1. Shock neurogenik
2. Shock septik
3. Shock anafilaktik

lamakdaddasum 8/16/2017
Patofis shock distributif
 Faktor resiko  vasodilatasi  maldistribusi volume darah

penurunan arus vena balik  penurunan volume
sekuncup  penurunan curah jantung penurunan perfusi
jaringan  gangguan metabolisme sel  multi sistem
disorder

lamakdaddasum 8/16/2017
Faktor resiko shock neurogenik
 Cedera medula spinal
 Anastesi spinal
 Nyeri hebat (depresi pada pusat vasomotor)

lamakdaddasum 8/16/2017
Faktor resiko shock septik
 Infeksi
 Penyakit kronis
 Usia kurang < 1 tahun dan > 65 tahun
 Prosedur invasif

lamakdaddasum 8/16/2017
Faktor resiko shock anafilaktik
 Obat-obatan khususnya antibiotik

 Gigitan serangga

 Media kontras

lamakdaddasum 8/16/2017
Tanda-tanda shock
 Tachikardia

 Akral dingin

 Kesadaran menurun

 Tachipnea

 Tensi turun

lamakdaddasum 8/16/2017
Klasifikasi akut hemoragik
Assesment Class 1 Class 2 Class 3 Class 4
Kehilangan darah (%) <15 15 - 30 30 - 40 > 40
Kehilangan darah (ml) < 750 750 - 1500 1500- 2000 > 2000
Pulse <100 > 100 > 120 > 140
RR Normal/ 14-20 20 - 30 30 - 40 > 35
TD Normal Normal Turun Turun
Tekanan nadi Normal / meningkat Turun Turun Turun

Status mental Sedikit gelisah Gelisah ringan bingung Bingung,
letargic
Urin output (ml/hour) > 30 20 - 30 5 - 15 anuri
Iv replacement Cristaloid 3ml/1 ml blod Cristaloid Cristaloid + Cristaloid
loss 3ml/1 ml blod darah 3 ml /1 + darah 3
loss ml bl ml /1 ml
bl
lamakdaddasum 8/16/2017
Prinsip Penatalaksanaan shock
 Tatalaksana terhadap underlying injury or disease

 Mengembalikan perfusi jaringan

 Segera memberi / mengganti volume adekuat

 Ventilasi dan oksigenasi adekuat

lamakdaddasum 8/16/2017
TINDAKAN

 Initial  Syok hipovolemik
Goal: optimalisasi perfusi &  identifikasi sumber kehilangan
oksigenasi pada organ2 vital cairan
 resusitasi cairan agresif
 ABC’s (SBP=Systolic Blood Pressure >
 intubasi jika indikasi 100 mmHg )
 kristaloid ‘first’
 iv line (uk >)
 transfusi ‘as needed’
 CVP  jika ada torso trauma: torakotomi

lamakdaddasum 8/16/2017
TINDAKAN

 Syok Kardiogenik Syok Vasogenik
 Hati2 pemberian cairan Sepsis
 terapi penyebab; MI,  kristaloid agresif
tamponade, disritmia  keluaran urin ideal >3
 Beri obat inotropik; dopamin, cc/kgBB/jam
dobutamin, fenilefrin  Beri antibiotika sedini mungkin
 Insisi & Drainase abses,
identifikasi source
 inotropik jika perlu

lamakdaddasum 8/16/2017
Cairan resusitasi
 Kristaloid 20cc/kg BB dalam 30 – 60 menit

RUMATAN

30-35 ML/kg BB/hari dan elektrolit utama Na+= 1-2 mmol/kg BB /har dan
K+= 1 mmol/kg BB/hari

lamakdaddasum 8/16/2017
End point of resusitation therapy
 Basic clinical sign  patient responses
 Evaluasi terhadap perfusi:
 urine out put
CRT
 Tingkat kesadaran

DEWASA 0,5 -1 CC/KGBB/JAM

lamakdaddasum 8/16/2017