DIARE AKUT

DEHIDRASI RINGAN
SEDANG PADA ANAK

Disusun Oleh :
Muhammad Kabir S.Ked 

Pembimbing :
Dr. Julia Fitriani, M.Ked (Ped) Sp.A
BAGIAN/ SMF FAMILY MEDICINE
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH

PENDAHULUAN
• Merupakan salah satu penyebab utama 
morbilitas dan mortalitas anak di 
negara yang sedang berkembang
• Diare menempati urutan ke-3 penyebab 
kematian bayi di seluruh dunia.
• Secara umum penanganan diare akut 
ditujukan untuk mencegah atau 
menanggulangi dehidrasi

LAPORAN KASUS
Identitas
Data Pasien Ayah Ibu
Nama An. AN Tn. R Ny. F
Umur 2 Tahun 6 bulan 30 tahun 27 tahun
JenisKelamin perempuan Laki-laki Perempuan
Alamat Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir
Agama Islam Islam Islam
Suku bangsa Aceh Aceh Aceh
Pendidikan - SMA SMA
Pekerjaan - Wiraswasta Ibu Rumah Tangga
Hubungan dengan
Keterangan orang tua : Anak
kandung

Anamnesis 
• Dilakukan secara Alloanamnesis 
dengan Ny.F 
• Tanggal : 29 September 2015
• Jam  : 10.00 WIB
• Keluhan Utama
Bab cair sejak ± 2 hari yang lalu
• Keluhan Tambahan
Demam, muntah 

Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien datang ke Puskesmas diantar oleh orang tuanya   dengan keluhan BAB cair sejak 2 hari yang lalu. BAB cair terjadi  sebanyak  5x dalam sehari. Pasien juga  mengeluhkan adanya demam setelah keluhan bab cair ini  muncul. . Jumlah BAB setiap kalinya banyak dan  berwarna kuning kecoklatan. konsistensi cair dan berampas  tetapi tidak disertai lendir ataupun darah.   • Selain itu pasien juga mengeluhkan adanya muntah sejak 1 hari  ini. muntah yang dikeluhkan pasien terjadi sebanyak 2x dengan  jumlah yang banyak dan muntahan yang pertama berisi  makanan namun sisanya hanya air saja. Diare dikeluhkan berbau busuk  namun tidak berbau amis dan ini bukan merupakan diare yang  pertama kalinya. namun air lebih  banyak dari ampas. demam sifatnya tidak terlalu tinggi dan hilang timbul.

Riwayat Penyakit Sekarang .

Riwayat Penyakit Dahulu Penyakit Frek Penyakit Frek Penyakit Frek Alergi . Radang paru - Otitis . Darah - Thypoid . Kejang . Difteria . Jantung - Cacingan . Kecelakaan . Morbili . ISA + . Tuberkulosis - Parotis . Operasi . Diare + (2x) Ginjal - DBD .

Riwayat Kehamilan dan  Persalinan KEHAMILAN Morbiditas Tidak ada Kehamilan Perawatan Antenatal Ibu kontrol kehamilan ke Puskesmas dan ke Dokter secara teratur PERSALINAN Tempat Kelahiran Klinik Persalinan Penolong Persalinan Tenaga Bidan Cara Persalinan Pervaginam Masa Gestasi Cukup bulan ( 9 bulan 1 minggu) Keadaan Bayi BBL = 3600 gr PB = 47 cm Langsung menangis (+) Kulit kemerahan (+) .

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan • Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan • Pertumbuhan gigi I  : usia 8 bulan  (Normal: 5-9 bulan) • Psikomotor    Tengkurap : usia 3 bulan (Normal: 3-6 bulan)    Duduk : usia 7 bulan (Normal: 6-9 bulan)    Berdiri : usia 10 bulan (Normal: 9-12 bulan)    Berjalan : usia 15 bulan  (Normal: 12-18 bulan)    Bicara : usia 12 bulan  (Normal: 9-12 bulan) • Perkembangan pubertas    Rambut pubis : - •    Rambut ketiak : - • Gangguan perkembangan mental/emosi : tidak ada • Kesan : Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan baik .

Riwayat Imunisasi .

  . Sumber air  bersih dari air sumur. Air limbah rumah  tangga disalurkan dengan baik ke dalam  tempat pembuangan. Riwayat Makanan • Pasien mendapatkan ASI sejak lahir  sampai usia 2 tahun. MPASI sejak usia 4  bulan berupa susu kadang diselingi  dengan buah-buahan dan bubur nasi. dan ventilasi cukup. pencahayaan  cukup. Riwayat Sanitasi • Keadaan rumah sedang.

90C . 112 kali /menit 24 kali/ menit 36. Vital Sign  suhu Compos Mentis .

Pemeriksaan fisik  .

Pemeriksaan fisik  .

Pemeriksaan fisik  .

 Saat ini pasien terlihat lebih  rewel dan terlihat kehausan.  . muntah  yang dikeluhkan pasien terjadi sebanyak 2x dengan jumlah yang  banyak dan muntahan yang pertama berisi makanan namun  sisanya hanya air saja. usia 2 tahun 6 bulan datang ke Puskesmas Tanah Pasir  diantar oleh orang tuanya  dengan keluhan diare sejak 2 hariyang  lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya demam  setelah keluhan bab cair ini muncul. Diare dirasakan ± 5x dalam sehari. Resume  • Anak AN. Diare juga dikeluhkan berbau busuk  dan ini bukan merupakan diare yang pertama kalinya. konsistensi cair dan  berampas namun lebih banyak air dibandingkan ampas.  Selain itu  pasien juga mengeluhkan adanya muntah sejak 1 hari ini. Jumlah BAB setiap kalinya banyak dan  berwarna kuning kecoklatan. Ibu pasien mengaku jumlah dan  frekuensi BAK nya masih sama seperti sebelum sakit. tidak ada  lendir ataupun darah.

 2.9 o C.  Anak rewel dan kehausan (+).  •  Tanda – tanda dehidrasi:.  respirasi: 24 x/ menit.mukosa bibir  kering (+) . 3. 1.volume  cukup. Pada pemeriksaan  tanda vital didapatkan nadi: 112 x / menit. Resume  • Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan  umum pasien tampak sakit sedang dengan  kesadaran compos mentis. dan suhu: 36. Mata cekung (+).

DIAGNOSIS .

Penatalaksanaan  .

Dikombinasi dengan makanan tambahan setelah usia 6 bulan. serta sebelum menyiapkan makanan atau sebelum makan •Membuat jamban atau septic tank jauh dari sumber air minum •Anak diberi ASI esklusif sampai usia 6 bulan lalu dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Khusus : •Untuk cegah dehidrasi persiapkan oralit di rumah (4 bungkus) .Pencegahan Umum : •Memakai air minum yang bersih dan dimasak hingga mendidih •Mencuci tangan sesudah BAB dan sesudah membuang tinja bayi.

Ad sanationam : bonam .Ad vitam : bonam .As fungsionam : bonam . Prognosis  .

  disertai perubahan konsistensi tinja  menjadi cair dengan atau tanpa lendir  dan darah yang berlangsung kurang dari  satu minggu . DEFINISI • Diare akut adalah buang air besar pada  bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari.

Angka kematian Bayi dan Balita  .

Virus 2. Faktor makanan : basi/ beracun 5. Faktor Alergi : Protein air susu sapi 3. Parasit b. Lemak. Faktor malabsorbsi : Karbohidrat. Bakteri 3. Defisiensi vitamin: defisiensi niasin. Faktor obat-obatan : pencahar. Infeksi parenteral  infeksi di luar GIT 2. Faktor infeksi : a. Faktor psikologis : takut dan cemas 6. antasida yang mengandu magnesium 7. Protein 4. defisiensi folat . ETIOLOGI 1. Infeksi enteral  infeksi pada GIT (penyebab     utama) 1. antibiotika.

 E. coli patogen)  masuk  lambung  duodenum berkembang biak  mengeluarkan  enzim mucinase (mencairkan lap lendir)  bakteri masuk ke membran   mengeluarkan subunit A & B  mengeluarkan (cAMP)  merangsang  sekresi cairan usus. PATOFISIOLOGI VIRUS masuk enterosit (sel epitel usus halus)  infeksi &  kerusakan fili usus halus Enterosit rusak diganti oleh enterosit baru (kuboid/ sel epitel  gepeng yg blm matang) fungsi blm baik Fili usus atropi tdk dpt mengabsorbsi makanan & cairan dgn  baik    Tek Koloid Osmotik   motilitas   DIARE BAKTERI NON INFASIF (Vibrio cholerae. menghambat absobsi tanpa menimbulkan kerusakan  sel epitel tersebut  volume usus   dinding usus teregang DIARE .

 coli infasif. tetapi bakteri ini  dapat menginvasi sel mukosa usus halus  reaksi  sistemik (demam.  Shigella spp. E. kram perut) dan dapat sampai  terdapat darah  Toksin Shigella masuk ke serabut saraf otak    kejang . Champylobacter)   prinsip perjalanan hampir sama.BAKTERI INFASIF (Salmonella spp.

 tidak  teraba Pernapasan Normal Normal – cepat Dalam Mata Normal Sedikit cekung Sangat cekung Air mata Ada Berkurang Tidak ada Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering Turgor Segera kembali < 2 detik > 2detik CR Normal  Memanjang Memanjang. Dehidrasi berat sedang Kesadaran Baik Normal. gelisah. minimal Extremitas Hangat Dingin Dingin. Menurut MMWR 2003 Simptom Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan . kecil. letargi. tidak  sadar Denyut jantung Normal normal – meningkat Takikardia* Kualitas nadi Normal Normal – melemah Lemah. sianosis kencing normal berkurang minimal . lelah Apathis.

  Haus. sadar Gelisah. Menurut  WHO 1995 Penilaian A B C Keadaan umum Baik. rewel Lesu.  tidak sadar  Mata normal cekung Sangat cekung Air mata ada Kering Tidak ada Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering Rasa haus Minum biasa. lunglai. ingin  Malas  tidak haus minum banyak minum/tidak bisa  minum Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat  lambat hasil Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat .

Antibiotika selektif 5. Terapi : 1. Rehidrasi dengan menggunakan  oralit 2. Edukasi  . ASI dan makanan tetap  diteruskan 4. Pemberian zinc 3.

Ketentuan : • Beri ibu 2 bks oralit formula baru • Larutkan 1 bks oralit formula baru dalam 1liter  air matang. utk persediaan 24jam • Berikan larutan oralit pada anak setiap x BAB  dengan ketentuan sbb : - anak <2tahun : berikan 50-100 ml tiap x BAB - anak >2tahun : berikan 100-200 ml tiap x  BAB • Jika dalam waktu 24jam persediaan oralit  masih tersisa. maka sisa larutan harus dibuang .

Peranan zinc dalam pengobatan  diare : • Perbaikan epitel saluran cerna selama diare • Meningkatkan absorpsi air dan elektrolit oleh  usus halus • Meningkatkan kecepatan regenerasi epitel  usus • Meningkatkan jumlah brush border apical • Meningkatkan respon imun dalam  mempercepat proses pembersihan patogen  dari usus • Menurunkan resiko dehidrasi  .

 atau oralit • Untuk anak yang lebih besar zinc dapat  dikunyah atau dilarutkan dalam air matang  atau oralit . Dosis zinc : • Anak dibawah 6bulan : 10 mg (1/2 tab) /  hari Anak diatas 6bulan : 20 mg (1 tab) / hari • Diberikan selama 10hari berturut-turut  meskipun telah sembuh • Untuk bayi zinc dapat dilarutkan dengan  air matang. ASI.

 ASI dan makanan tetap diteruskan : • Sesuai umur dan menu yang sama  sewaktu masih sehat untuk mencegah  kehilangan Berat badan serta pengganti  nutrisi yang hilang • Intoleransi karbohidrat : susu rendah  sampai bebas laktosa • Alergi protein susu sapi : susu kedelai • Malabsorbsi lemak : susu yang  mengandung medium chain triglyceride (MCT) .3.

 Antibiotik selektif : • Tidak diberikan kecuali ada indikasi diare  berdarah atau kolera • Pemberian antibiotik yang tidak rasional  justru akan memperpanjang lamanya  diare karena akan mengganggu  keseimbangan flora usus dan  menyebabkan diare sulit disembuhkan . 4.

antibiotik • Contoh . 1. Disentri : kotrimoksazole 50 mg/kgbb/hari  dibagi 2 dosis selama 5 hari atau  kloramfenikol/tiamfenikol 50 mg/kgbb/hari  dibagi 3 dosis 2. Kolera : tetrasiklin 50 mg/kgbb/hari  diberikan dalam 4 dosis selama 2-3 hari 3. Amebiasis : metronidazole 30-50  mg/kgbb/hari dibagi 3 dosis selama 5 hari  (10hari untuk kasus berat) .

 C . B.Terapi A.

.

.

.

.

.

5 . 154 154 .9 % 308 .45 %+D5 428 50 77 77 . - NaCl 0.5 38.enteral dan Oral : Pemilihan Jenis Cairan Osmolalitas Glukosa(g/L) Na+(mEq/L) CI-(mEq/L) K+(mEq/L) Basa(mEq/L) (mOsm/L) NaCl 0. 130 109 4 Laktat 28 Ka-En 3B 290 27 50 50 20 Laktat 20 Ka-En 3B 264 38 30 28 8 Laktat 10 Standard WHO-ORS 311 111 90 80 20 Citrat 10 Reduced osmalarity 245 70 75 65 20 Citrat 10 WHO-ORS EPSGAN 213 60 60 70 20 Citrat 3 recommendation . - Riger Laktat 273 . - NaCl 0.225%+D5 253 50 38.

 untuk  menghindari kontaminasi • Cuci tangan dengan sabun setelah BAB. sebelum makan. Pencegahan : • Air minum yang bersih dari sumur/sumber air yang terjaga  kebersihannya dan dimasak • Pengolahan makanan yang dimasak dengan baik. buang cepat tinja  dengan cara memasukannya kedalam jamban atau  menguburkan • Berikan hanya ASI selama 4-6 bulan pertama. terutama  pemberian ASI paling sedikit untuk 1 tahun pertama • Berikan makanan sapihan yang bersih dan bergizi mulai usia 6  bulan • Anak usia > 9 bulan yang tidak menderita campak → imunisasi  campak .  sebelum menyiapkan makanan • Gunakan jamban untuk anak kecil yang sakit.