Definisi

• Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah
penyakit menular yang disebabkan oleh virus
dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes
aegypti, yang ditandai dengan demam mendadak
dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas,
lemah/lesu, gelisah, nyeri hulu hati, disertai tanda
perdarahan dikulit berupa petechie, purpura,
echymosis, epistaksis, perdarahan gusi,
hematemesis, melena, hepatomegali,
trombositopeni, dan kesadaran menurun atau
renjatan
Epidemiologi
• DBD dapat diderita oleh semua golongan umur, walaupun saat ini DBD
lebih banyak pada anak-anak
• Di Indonesia penderita DBD terbanyak pada golongan anak berumur 5-11
tahun, proporsi penderita yang berumur lebih dari 15 tahun meningkat
sejak tahun 1984
• Penyakit DBD dapat menyebar pada semua tempat kecuali tempat-tempat
dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut karena pada tempat
yang tinggi dengan suhu yang rendah perkembangbiakan Aedes aegypti
tidak sempurna.
• Pola berjangkitnya infeksi virus dengue dipengaruhi oleh iklim dan
kelembaban udara. Pada suhu yang panas (28-32°c) dengan kelembaban
yang tinggi, nyamuk Aedes aegypti akan tetap bertahan hidup untuk
jangka waktu lama.
• Di pulau Jawa pada umumnya infeksi virus dengue terjadi mulai awal
Januari, meningkat terus sehingga kasus terbanyak terdapat pada sekitar
bulan April-Mei setiap tahun.
Etiologi & Vektor Penular
• Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue.
• Virus ini termasuk dalam grup B Antropod
Borne Virus (Arboviroses) kelompok flavivirus
dari family flaviviridae, yang terdiri dari empat
serotipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, DEN 4
• Nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes
albopictus merupakan vektor penularan virus
dengue dari penderita kepada orang lain
melalui gigitannya.
• Penularan penyakit DBD dapat terjadi di semua tempat
yang terdapat nyamuk penularnya. Tempat-tempat
potensial untuk terjadinya penularan DBD adalah :
A. Wilayah yang banyak kasus DBD (rawan/endemis).
B. Tempat-tempat umum merupakan tempat
berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai
wilayah sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran
beberapa tipe virus dengue cukup besar.
Tempat-tempat umum itu antara lain :
i. Sekolah
ii. Rumah Sakit/Puskesmas dan sarana pelayanan
iii. Tempat umum lainnya seperti : Hotel, pertokoan,
pasar, restoran, tempat-tempat ibadah dan lain-
lainkesehatan lainnya
c. Pemukiman baru di pinggiran kota
Faktor Resiko
Penularan penyakit DBD dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu agent (virus), host
(pejamu), dan lingkungan
Faktor-faktor yang terkait dalam penularan DBD pada manusia yaitu :
• Mobilitas penduduk
• Pendidikan
• Kelompok umur
• Jenis kelamin
Faktor lingkungan yang terkait dalam penularan penyakit DBD adalah:
i. Tempat penampungan air / keberadaan kontainer, sebagai tempat perindukan
nyamuk Aedes aegypti.
ii. Ketinggian tempat suatu daerah mempunyai pengaruh terhadap
perkembangbiakan nyamuk dan virus DBD.
iii. Curah hujan, pada musim hujan (curah hujan diatas normal) tempat
perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang pada musim kemarau tidak
terisi air, mulai terisi air.
iv. Kebersihan lingkungan / sanitasi lingkungan
Pengobatan Penderita DBD
Pengobatan penderita DBD pada dasarnya bersifat simptomatik dan suportif
yaitu pemberian cairan oral untuk mencegah dehidrasi.
a. Pelaksanaan DBD tanpa komplikasi
i. Istirahat total di tempat tidur.
ii. Diberi minum 1,5-2 liter dalam 24 jam (susu, air dengan gula atau
air ditambah garam / oralit). Bila cairan oral tidak dapat diberikan
oleh karena tidak mau minum, muntah atau nyeri perut yang
berlebihan, maka cairan intravena harus diberikan.
iii. Berikan makanan lunak.
iv. Medikamentosa yang bersifat simptomatis. Untuk hiperpireksia
dapat diberikan kompres, antipiretik golongan asetaminofen,
eukinin, atau dipiron dan jangan diberikan asetosal karena dapat
menyebabkan perdarahan.
v. Antibiotik diberikan bila terdapat kemungkinan terjadi infeksi
sekunder.
b. Penatalaksanaan pada pasien syok.
i. Pemasangan infus yang diberikan dengan diguyur, seperti NaCl, ringer
laktat dan dipertahankan selama 12-48 jam setelah syok diatasi.
ii. Observasi keadaan umum, nadi, tekanan darah, suhu, dan pernapasan
tiap jam, serta Hemoglobin (Hb) dan Hematokrit (Ht) tiap 4-6 jam pada
hari pertama selanjutnya 24 jam.
- Nilai normal Hemoglobin :
Anak-anak : 11,5 -12,5 gr/100 ml darah
Laki-laki Dewasa : 13 – 16 gr/100 ml darah
Wanita Dewasa : 12 -14 gr/100 ml darah
- Nilai normal Hematokrit :
Anak-anak : 33 - 38 vol %
Laki-laki Dewasa : 40 - 48 vol %
Wanita Dewasa : 37 – 43 vol %
iii. Bila pada pemeriksaan darah didapatkan penurunan kadar Hb dan Ht
maka diberi transfusi darah.