Gagal Jantung

Christina
112015366

Gagal Jantung
Suatu sindrom klinis (sekumpulan tanda dan gejala) yang
disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung dimana
jantung tidak mampu/gagal untuk memompa darah secara
adekuat sesuai dengan kebutuhan metabolisme jaringan.

• Gejala gagal jantung: sesak napas atau lelah bila
beraktivitas; pada kondisi berat dapat muncul saat istirahat.

• Tanda-tanda retensi cairan: bengkak kaki.

• Bukti objektif kelainan struktur atau fungsi jantung saat

istirahat.

. atau kontraktilitas. gangguan fungsi sistolik atau diastolik atau irama jantung.. beban akhir (afterload). Gagal Jantung Akut • Timbulnya sesak napas secara cepat (<24 jam) akibat kelainan fungsi jantung. Menahun (Kronis) • Sindrom klinis yang kompleks akibat kelainan struktural atau fungsional yang mengganggu kemampuan pompa jantung atau pengisian jantung dengan kondisi kegagalan jantung yang relatif stabil namum umumnya tetap memberikan gejala klinis. atau kelebihan beban awal (preload).

Gagal Jantung Sistolik • Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah sehingga curah jantung menurun Diastolik • Gangguan relaksasi dan gangguan pengisian ventrikel dengan kemampuan ventrikel kiri yang normal/mendekati normal .

hepatomegali. orthopneu Kiri • Secara klinis ditujukan pada kegagalan jantung kiri untuk memompa darah yang ditandai dengan gejala peningkatan tekanan dan kongesti dari vena jugularis dan vena sistemik  oedema perifer. Gagal Jantung Kanan • Secara klinis ditujukan pada kegagalan jantung kiri untuk memompa darah yang ditandai dengan gejala peningkatan tekanan dan kongesti dari vena-capilary pulmonalis  oedema paru. distensi vena jugularis .

ronki di seluruh lapang paru Killip IV Syok kardiogenik.Killip Class Killip I No heart failure Killip II Ronki. sianosis . kongesti ½ bagian bawah paru Killip III Severe heart failure. oliguria. hipotensi. gallop.

pasien hanya merasa nyaman saat istirahat. Klasifikasi Derajat Gagal Jantung berdasarkan Kriteria NYHA Penyakit jantung . mis: gejala muncul NYHA IV saat istirahat. naik tangga Gejala ringan (sesak napas ringan dan/atau angina) serta terdapat NYHA II keterbatasan ringan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Terdapat keterbatasan aktivitas yang berat. . mis berjalan 20- 100 m. mis: berjalan. Terdapat keterbatasan aktivitas fisik sehari-hari akibat gejala NYHA III gagal jantung pada tingkatan yang lebih ringan. namun tidak ada gejala atau keterbatasan NYHA I dalam aktivitas fisik sehari-hari .

Paget’s disease.Etiologi Gagal Jantung • Penyebab tersering : • Coronary artery disease • Hypertension • Valvular heart disease (especially aortic and mitral disease) • Penyebab lain : • Infection • Pericardial disease • Drugs and alcohol (doxorubicin. intracardiac shunt. cyclophosphamide) • Infiltrative disease (amyloidosis. hyperthyroidism. sarcoidosis. anemia. atrioventricular fistule) • etc . kwashiorkor) • Radiation • High-output heart failure (pregnancy. malignancy) • Tachycardia • Obstructive cardiomyopathy • Neuromuscular disease (muscular/myotonic dystrophy) • Metabolic disorders (glycogen storage disease) • Nutritional disorders (beri-beri.

Patofisiologi .

Manifestasi Klinis .

Kriteria Klinis Framingham Kriteria Mayor Kriteria Minor Paroxysmal nocturnal dyspnea Edema Ekstremitas Distensi vena-vena leher Batuk malam hari Peningkatan vena jugularis Sesak saat beraktivitas Ronki Hepatomegali Kardiomegali Efusi pleura Edema paru akut Kapasitas vital berkurang 1/3 dari normal Gallop bunyi jantung III Takikardia (> 120 kali/menit) Refluks hepatojugular positif Diagnosis : 1 kriteria mayor dan 2 minor .

Pemeriksaan penunjang • Laboratorium rutin: • Darah tepi lengkap. vaskularisasi paru. GFR. hipertensi pulmonal. enzim hepar. infark (riw atau sedang berlangsung) • Rontgen toraks • Menilai ukuran dan bentuk jantung. BUN. ada/tidaknya hipertrofi ventrikel kiri. edema interstitial. dan kelainan tiroid juga penting dilakukan. Pem untuk DM. kreatinin. elektrolit. edema pulmonal) . • Elektrokardiografi (EKG) • Ritme. dilipidemia. urinalisis.

Pemeriksaan penunjang • Pemeriksaan fungsi ventrikel kiri • Ekokardiogram 2-D/Doppler: menilai ukuran dan fungsi ventrikel kiri. gerakan dinding jantung. kondisi katup. • Pemeriksaan biomarker • Brain Natrium Peptide (BNP) dan pro-BNP sensitif untuk mendeteksi gagal jantung (BNP ≥ 100pg/mL atau NT-proBNP ≥300 pg/mL. . Indeks fungsi ventrikel: fraksi ejeksi normal bila ≥50%.

.

Intervensi gaya hidup • Diet rendah garam 2 gr (setengah sendok teh).5 L/hari pada gagal jantung ringan. . • Berhenti merokok dan alkohol (terutama pada kardiomiopati) • Aktivitas fisik rutin: berjalan kaki 3-5x/minggu selama 20- 30 menit/ sepeda statis 5x/minggu selama 20 menit dengan beban 70-80% denyut jantung maksimal pd gagal jantung ringan atau sedang. dan 1 L/hari pada gagal jantung berat. jumlah cairan 1.

.

.

.

.

. diuretic.Kesimpulan Gagal jantung merupakan suatu sindrom klinis yang kompleks yang timbul disebabkan kelainan sekunder dari abnormalitas struktur jantung dan atau fungsi (yang diwariskan atau didapat) yang merusak kemampuan ventrikel kiri untuk mengisi atau mengeluarkan darah Beberapa pemeriksaan diagnosis gagal jantung yaitu kriteria Framingham. vasodilator. EKG. dan medikamentosa lainnya. dan ekokardiografi. roentgen thorax. terapi oksigen. Serta penatalaksanaan yang perlu diberikan diantaranya edukasi gaya hidup sehat. test enzim BNP.