KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

Rancangan Peraturan Menteri ESDM

Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan
Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi

Bali | 10 Mei 2017

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
1
Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral |

SAFETY MOMENT Risiko (Risk) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manusia yang memanfaatkan produk teknologi sehari-hari 2 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | .

PE/1988 No. merupakan 3. SKPI penyelesaian RPP Keselamatan Migas (yang 1. Keputusan Bersama Men PE & Mendag peraturan pelaksanaan dari UU lama (UU 0233K/096/M. Permen PE 06.PE/1991  7 aturan lama tersebut. Memperjelas dan memperbaharui pengelolaan lingkungan hidup mekanisme pelaksanaan pemeriksaan teknis keselamatan migas. SKKP Migas). 7. 5. SK DJM 84. sebelum 4. penererapan kaidah keteknikan yang baik. bahwa tanggung jawab 7. Persetujuan alat ukur 3. sambil menunggu 1. Mengganti 7 izin/sertifikat/persetujuan. Rpermen ini sejalan dengan RPP 4. Permen PE 05/P/M/PERTAMB/1977 peralatan (sejak 1977-1991): 2. SKPP merupakan amanat dari Pasal 40 ayat 6 UU Operasi 3. Izin tangki penimbun 2. Izin sistem alat ukur menjadi hanya 3 persetujuan 3 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . standar/mutu. 44 prp 1960 & UU 8/1971).K /38/DJM/1999 paradigma. SK DJM 39K /38/DJM/2002 keselamatan instalasi dan peralatan “ berpindah dari Pemerintah cq Pertamina Pasal 40 ayat (1) & (2) UU Migas: BU/BUT menjamin menjadi ke Badan Usaha/BUT. 5. Mengganti “7 aturan lama” terkait 7 Aturan lama: pelaksanaan pemeriksaan teknis instalasi & 1. Persetujuan 6. keselamatan dan kesehatan kerja serta 2.K /38/DJM/1998  Pasal 40 UU Migas. 22/2001 tentang Migas. Latar Belakang perlunya Permen Pemeriksaan Teknis 1. SK DJM 21. Persetujuan Design Keselamatan Migas.P /38/DJM/1992 berlakunya UU No. Izin alat ukur Penggunaan 3. Persetujuan Layak 2. telah mengubah 6. SK DJM 43.P/0746/M.

Permen PE 06. Izin Sistem Alat Ukur Inspection Assesment 4 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . SK DJM 84.P/0746/M. Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peralatan (SKPP) Keselamatan (Compliance) 3. Izin Alat Ukur Life 7.P /38/DJM/1992 Peralatan 5. SK DJM 21.K /38/DJM/1998 Pada Kegiatan Usaha Persetujuan Layak 6. Alur pikir Permen REGULASI YANG AKAN DINYATAKAN REGULASI BARU KELUARAN TIDAK BERLAKU 1.PE/1988 Keselamatan Instalasi & menjadi 3 persetujuan 4. Izin Penggunaan Tangki Penimbun 5. SK DJM 43. Persetujuan Sistem Alat Ukur Residual Risk Based 6. Permen PE 05/P/M/PERTAMB/1977 2. Keputusan Bersama Men PE & PERMEN Pemeriksaan “ Menghapus 7 peraturan menjadi 1 Permen Menghapus 7 izin/non-izin Mendag 0233K/096/M. SK DJM 39K /38/DJM/2002 Penelaahan design Persetujuan design (Safety & TKDN) Inspeksi & Pemeriksaan 1. Sertifikat Kelayakan Konstruksi Platform (SKKP) 4.PE/1991 3.K /38/DJM/1999 Minyak & Gas Bumi Operasi 7. Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) Persetujuan Penggunaan 2.

terhadap peralatan. Pemeriksaan Keselamatan. Persetujuan Penggunaan Peralatan dan hasil Inspeksi dan pemeriksaan keselamatan terhadap instalasi. pembangunan. pemeriksaan. WAJIB PENELAAHAN DESIGN WAJIB INSPEKSI & PEMERIKSAAN KESELAMATAN • Setiap Instalasi yang digunakan dalam • Setiap Instalasi & peralatan yang digunakan dalam kegiatan usaha migas wajib dilakukan kegiatan usaha migas wajib dilakukan Inspeksi & “Penelaahan Desain”. Kewajiban Badan Usaha “ Kontraktor atau Pemegang Izin Usaha wajib menjamin desain Instalasi dan peralatan. pengujian. • Berdasarkan hasil Inspeksi dan Pemeriksaan Keselamatan. dan pelaksanaan tera terhadap Instalasi dan peralatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Dirjen • Instalasi dan/atau peralatan dapat dioperasikan menerbitkan “PERSETUJUAN DESAIN”. • Berdasarkan Penelaahan Desain. Dirjen menerbitkan “PERSETUJUAN LAYAK OPERASI” 5 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . selama dalam batas umur layan. dan kaidah keteknikan yang baik. Standar. Kepala Inspeksi memberikan “PERSETUJUAN PENGGUNAAN” Berdasarkan Persetujuan Desain. pemeliharaan. pengoperasian.

Pengolahan 2. Peralatan Keselamatan Migas 5. 6 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . Bejana Tekan 7. Peralatan Listrik 3. Tangki Penimbun 8. Pengangkutan 3. 4. Sistem Alat Ukur Serah Terima 4. Eksplorasi dan Eksploitasi 1. Pesawat Angkat 9. Penyimpanan. Peralatan Putar 6. Penunjang migas WAJIB DILAKUKAN: WAJIB DILAKUKAN: • Penelaahan design Inspeksi teknis & Pemeriksaan Keselamatan • Inspeksi teknis & Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan yang Wajib dilakukan Pemeriksaan Keselamatan sebagaimana terdapat dalam LAMPIRAN Permen. Alat Pengaman 6. Jenis instalasi dan peralatan Instalasi Peralatan 1. Niaga 5. Bangunan Struktur 2.

lain- lain & penutup PERMEN Inspeksi & Pemeriksaan Pemeriksaan 2 Keselamatan Instalasi & 5 Sanksi Keselamatan Peralatan pada Kegiatan Usaha Migas Analisis 3 4 Perpanjangan Sisa Risiko Umur Layan 7 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . Lingkup pengaturan Permen ESDM Penelaahan Ketentuan Desain 1 6 peralihan.

pemanfaatan barang. kemampuan rekayasa perubahan/modifikasi instalasi dapat dilakukan setelah dan rancang bangun dalam mendapatkan Persetujuan Desain Instalasi. dilakukan sebelum: Cakupan minimum ‐ didirikan atau dibangun. penelaahan desain ‐ dilakukan penambahan. Permohonan penambahan dan/atau instalasi pengolahan) diterima & lengkap) perubahan instalasi. sementara atau berpindah lokasi dalam waktu kurang dari 12 bulan. dan Enjiniring yg menyusun dok. 3. 8 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . dan/atau teknologi. keselamatan oleh Lembaga Enjiniring (untuk (setelah dok. • Pelaksanaan pembangunan. Penelaahan desain • Penelaahan desain. 2. penggunaan Standar.Lembaga Enjiniring. 4. pemenuhan regulasi dan • Persetujuan Desain tidak diperlukan untuk Instalasi yang digunakan persyaratan Keselamatan. tidak boleh memiliki keterkaitan dgn Lembaga yang baik. perencanaan. 1 2 3 Katek mengajukan Kelengkapan permohonan desain: permohonan penelaahan 30 hari maksimal FEED | Sistem Proses | Manajemen Resiko | design ke Dirjen Rencana TKDN | Izin Usaha (untuk BU hilir) | Dirjen akan menyampaikan Design appraisal fasilitas & sistem hasil penelaahan design sebelum pembangunan. atau perubahan 1. negeri. • Penelaahan desain dilaksanakan Kepala Inspeksi dan/atau Lembaga Enjiniring yang diusulkan Kepala Teknik. penerapan kaidah keteknikan . jasa. penambahan.

Inspeksi dan pemeriksaan keselamatan • Pemeriksaan Keselamatan dilakukan saat: • Pemeriksaan Keselamatan untuk Instalasi dan Peralatan ‐ akan dipasang. Pelaksanaan inspeksi oleh Kepala Teknik apabila memiliki: • sistem manajemen keselamatan yang telah diterapkan & Kepala Teknik Inspeksi diaudit • organisasi Inspeksi dibawah langsung pimpinan tertinggi • tenaga ahli yg berkompetensi berkualifikasi dalam jumlah cukup Perusahaan • prosedur Inspeksi secara rinci sesuai jenis Instalasi dan/atau Inspeksi peralatan Mendapatkan “Pengesahan & • peralatan Inspeksi yang dibutuhkan klasifikasi peringkat PI” dari Dirjen Direktur Jenderal menetapkan persyaratan lebih lanjut terhadap: • pelaksana Inspeksi oleh Kepala Teknik • persyaratan dan klasifikasi peringkat Perusahaan Inspeksi 9 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . dan/atau ‐ Inspektur Migas yang ditugasi oleh Kepala Inspeksi. ‐ setiap saat apabila dianggap perlu  Lingkup dan tanggung jawab pelaksanaan Inspeksi & • Pemeriksaan keselamatan dapat dilakukan. atau dibangun dilaksanakan oleh: ‐ sedang dipasang atau dibangun ‐ telah dipasang atau dibangun ‐ Kepala Inspeksi. Pemeriksaan Keselamatan dituangkan dalam rencana berdasarkan: time base atau risk base Inspeksi & Pemeriksaan Keselamatan • Inspeksi dilakukan oleh Kepala Teknik atau  Kepala Teknik bertanggung jawab membuat Rencana dibantu oleh Perusahaan Inspeksi “PI” Inspeksi & disepakati oleh pihak-pihak terkait. dan/atau ‐ telah beroperasi.

Safety & TKDN) Persetujuan Pemeriksaan Design Keselamatan Persetujuan (Kepala Inspeksi/ Penggunaan Inspektur Migas) Time Risk Peralatan Based Based Inspeksi Pemeriksaan Keselamatan “suatu kegiatan yang dilakukan secara langsung meliputi pemeriksaan “pemeriksaan teknis dalam rangka pengawasan pelaksanaan dokumen. dan kaidah keteknikan yang baik. Inspeksi & pemeriksaan keselamatan instalasi/peralatan Instalasi Inspeksi Persetujuan (Kepala Teknik/ Layak Perusahaan Inspeksi) Penelaahan Operasi Design (Standar. peralatan pada kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi undangan. 10 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . pemeriksaan fisik dan pengujian peralatan dan/atau instalasi Inspeksi untuk memastikan keselamatan Instalasi dan untuk memastikan dipenuhinya ketentuan peraturan perundang. standar.

Kepala Teknik mengeluarkan Keterangan Hasil Inspeksi. 11 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . Pemeriksaan Keselamatan Katek mengajukan • Lokasi instalasi dan/atau lokasi dalam bentuk ITP dan permohonan pelaksanaan pembuatan peralatan disampaikan kepada Katek pemeriksaan keselamatan • Jadwal Inspeksi secara tertulis kepada Kepala • Daftar tenaga ahli pelaksana Inspeksi Inspeksi • Daftar prosedur & peralatan inspeksi • Perusahaan Inspeksi (bila ada). • Berdasarkan Hasil Inspeksi. Pelaksanaan pemeriksaan keselamatan 1 2 3 Kepala Teknik (Katek) menyampaikan Rencana inspeksi 15 hari kerja 15 hari kerja kepada Kepala Inspeksi. Kepala Teknik mengeluarkan Keterangan Hasil Inspeksi berdasarkan Sertifikat Inspeksi dari Perusahaan Inspeksi. • Dalam hal pelaksanaan Inspeksi dibantu oleh Perusahaan Inspeksi. paling lambat paling lambat melampirkan: (Jika dokumen lengkap) • Persetujuan Desain Kepala Inspeksi menetapkan sebelum dilaksanakannya • Daftar Peralatan dan/atau Instalasi rencana Inspeksi dan pemeriksaan keselamatan.

masa berlaku Persetujuan Penggunaan dan/atau Persetujuan Layak Operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah ½ (satu per dua) dari sisa umur layan (remaining life) tersebut. 12 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | .  Persetujuan Penggunaan Peralatan dan Persetujuan Layak Operasi yang dilakukan Pemeriksaan Keselamatan berbasiskan risiko.  Terhadap Instalasi dan/atau peralatan yang memiliki sisa umur layan kurang dari 4 tahun. masa berlaku berdasarkan hasil Analisis Risiko selama sisa umur layan (remaining life) masih terpenuhi. Masa berlaku persetujuan Masa berlaku “Persetujuan Penggunaan” dan “Persetujuan Layak Operasi”  berlaku “paling lama 4 tahun” atau kurang dari 4 tahun apabila Instalasi dan/atau peralatan mengalami perubahan atau diragukan kemampuannya.

Kepala jawab memastikan melaksanakan Inspeksi dapat mengalihkan interval dipenuhinya pemeriksaan atas AR pemeriksanaan keselamatan menjadi rekomendasi hasil AR & tindak lanjut secara berkala berdasarkan jangka (dapat dibantu rekomendasi waktu tertentu. Metode dan teknik yang dipergunakan | Pelaksana hasil AR (setelah dokumen analisis resiko | Kualifikasi/ kompetensi penyusun diterima dan lengkap) kajian AR |Rekomendasi interval dan metode Inspeksi. Analisis Resiko (AR) “ • Pemeriksaan teknis berbasis risiko harus disetujui oleh Kepala Inspeksi. 4 5 6 Katek bertanggung Kepala Inspeksi Apabila ada penyimpangan. Lembaga Enjiniring) 13 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . • Analisis risiko (AR) dilakukan oleh Badan Usaha • Badan Usaha dapat dibantu “Lembaga Enjiniring” untuk membuat kajian AR 1 2 3 Katek mengajukan permohonan persetujuan Hasil AR kepada Kepala Inspeksi dengan 30 hari kerja maksimal Interval & metode inspeksi menjadi acuan melampirkan dokumen minimal: Kepala Inspeksi dalam pelaksanaan Daftar instalasi/peralatan | Manajemen resiko | memberikan hasil evaluasi pemeriksaan teknis.

Terhadap Instalasi dan/atau peralatan yang tidak memiliki dokumen teknis dan tidak diketahui • Penilaian sisa umur layan. desain ulang (re-enjinering) dan penilaian sisa umur layan. Perpanjangan sisa umur layan Penilaian RLA minimum meliputi: • penelaahan dokumen teknis Instalasi dan/atau peralatan • penentuan mekanisme kerusakan • penentuan lingkup Inspeksi terhadap mekanisme • Terhadap Instalasi dan peralatan yang telah kerusakan melewati batas umur layan desain dapat • pemeriksaan bagian-bagian Instalasi dan/atau peralatan tetap digunakan setelah dilakukan RLA dan • pemeriksaan uji tidak merusak sesuai lingkup Inspeksi dinyatakan dapat diperpanjang umur • pemeriksaan uji merusak (apabila diperlukan) layannya. harus perpanjangan umur layan “ dilakukan Inspeksi dan Pemeriksaan Keselamatan. dilakukan Katek. umur layan desain. hanya dapat diberikan • Dalam hal Katek belum dapat perpanjangan umur layan apabila telah dilakukan melaksanakan penilaian sisa umur layan. dapat menunjuk Lembaga Enjiniring. • penentuan sisa umur layan • Terhadap Instalasi dan Peralatan yang telah • penentuan metode dan interval Inspeksi selama dilakukan perpanjangan umur layan. • fitness for Services (FFS) • Perpanjangan umur layan tidak melebihi • penilaian risiko terhadap Instalasi dan/atau peralatan umur layan desain. 14 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | .

Kontraktor/Pemegang Izin Usaha yang melakukan pembangunan. dapat dikenakan tindakan: (1) Kepala Inspeksi memberikan teguran tertulis dengan jangka waktu tindak lanjut 1 bulan (2) Apabila (1) tidak diindahkan. (3) Apabila (2) tidak dipatuhi. penambahan. dan/atau perubahan Instalasi sebelum mendapatkan Persetujuan Desain. 15 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . Sanksi Kontraktor/Pemegang Izin Usaha yang melakukan pelanggaran terhadap Permen. maka Dirjen dapat melakukan penghentian untuk sementara waktu penggunaan Instalasi dan peralatan. Dirjen memberikan teguran tertulis dan/atau menghentikan kegiatan dimaksud. Dirjen dapat melakukan tindakan penghentian pengunaan Instalasi dan peralatan dan membatalkan Persetujuan Penggunaan dan Persetujuan Layak Operasi.

• Persetujuan Penggunaan • Sertifikat Kelayakan Konstruksi Platform • yang telah diajukan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini dan belum dilaksanakan Pemeriksaan Keselamatan wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini. sebelum berlakunya Peraturan penerbitan Persetujuan Layak Operasi Menteri ini 16 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | . • Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi • yang telah diajukan sebelum berlakunya • Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peraturan Menteri ini dan telah atau sedang Peralatan dilaksanakan Pemeriksaan Keselamatan tetap • Izin Penggunaan dapat dilanjutkan prosesnya. Instalasi yang telah beroperasi dan telah memiliki Sertifikat Kelayakan Penggunaan Persetujuan Desain tidak dipersyaratkan dalam Instalasi. Ketentuan peralihan • yang telah diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini. dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir.

Penutup Mencabut dan menyatakan tidak berlaku: • Peraturan MPE No. Timbang dan Perlengkapannya yang dipergunakan dalam Operasi Pertambangan Minyak dan Gas Bumi yang telah ada sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini 17 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | .PE/1991 tentang Pemeriksaan Keselamatan Kerja atas Instalasi. Takar. Peralatan dan Teknik yang Dipergunakan dalam Pertambangan Minyak dan Gas Bumi dan Pengusahaan Sumberdaya Panasbumi.  Untuk mendapatkan Persetujuan Layak Operasi dan/atau Persetujuan Penggunaan.  Pemberian Persetujuan Layak Operasi dan/atau Persetujuan Penggunaan kepada Perusahaan Penunjang tidak menghilangkan tanggung jawab Kontraktor atau Pemegang Izin Usaha terhadap keselamatan dalam pengoperasian Instalasi dan/atau Peralatan. penilaian sisa umur layan. Perusahaan Penunjang wajib mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. Inspeksi dan/atau Pemeriksaan Teknis merupakan tanggung jawab Kontraktor atau Pemegang Izin Usaha  Persetujuan Layak Operasi & Persetujuan Penggunaan dapat diberikan kepada perusahaan usaha penunjang Migas yang memiliki dan mengoperasikan Instalasi dan/atau Peralatan. Ketentuan lain-lain & penutup Lain-lain  Biaya yang ditimbulkan pada pelaksanaan penelaahan desain. 06. 05 /P/II/PERTAMBANGAN/1977 tentang Kewajiban Memiliki Sertifikat Kelayakan Konstruksi Untuk Platform Minyak dan Gas Bumi di Daerah Lepas Pantai Menyatakan tidak berlaku: • Peraturan MPE No.P/0746/M. sepanjang mengatur mengenai pemeriksaan keselamatan atas instalasi dan peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan usaha migas • Segala penetapan mengenai Pelaksanaan Tera dan Tera Ulang Alat Ukur.

Peraturan turunan yang diperlukan “ Berdasarkan Rancangan Permen ESDM tentang Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan pada Kegiatan Usaha Migas. Keputusan Menteri  Standar yang digunakan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi . terdapat amanat turunan peraturan.Pasal 8 ayat (2) Keputusan Direktur Jenderal  Persyaratan pelaksana inspeksi oleh kepala teknik – Pasal 13 ayat (3)  Persyaratan dan klasifikasi peringkat perusahaan inspeksi – Pasal 14 ayat (2)  Pedoman pelaksanaan Analisis Risiko – Pasal 24 ayat (2)  Pedoman pelaksanaan penilaian perpanjangan umur layan – Pasal 28 ayat (2) 18 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | .

migas. TERIMA KASIH KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Email: www.esdm.id 19 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | 19 .go.