THOMPSON METAL COMPANY INC.

1

ANGGOTA THOMPSON METAL
COMPANY INC. (KELOMPOK 13)

• Reza Alfikri 10070112082 (Pengli)
• Adetiyo Burhanuddin 10070113113 (Owner)
• Priyo Puji Laksono 10070114091 (Warga Lokal)
• Fiqi Fauzi 10070114114 (Geologist)
• Suci Maulida 10070114025 (Sekertaris)
• Putra Nugraha 10070114060 (Gurandil)

2

LATAR BELAKANG

• Kegiatan lapangan ini merupakan salah satu kegiatan
yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang
telah didapat dari kegiatan praktikum di laboratorium
selama di kampus untuk dapat diaplikasikan langsung
dilapangan. Kegiatan ekskursi lapangan eksplorasi ini
diwajibkan untuk turun langsung kelapangan yang
bertujuan untuk mencari dan menentukan
keberadaan endapan bahan galian.

3

• Untuk memperoleh informasi bawah permukaan. kemenerusan lapisan dan litologi dari lapisan batuan dengan dilakukannya geolistrik dan sumur uji. seperti ketebalan. dengan dilakukannya pendeskripsian inti bor. 4 . MAKSUD MAKSUD DARI DILAKUKANNYA KEGIATAN LAPANGAN TEKNIK EKSPLORASI DI DESA TAJUR SINDANG. KECAMATAN SUKATANI. dan • Untuk menginterpretasi model pemineralan pada daerah kegiatan eksplorasi. Tujuan • Mengetahui kondisi geologi/stratigrafi berdasarkan penyelidikan geofisika dengan metode geolistrik. PROVINSI JAWA BARAT ADALAH BERMAKSUD UNTUK MENGETAHUI POTENSI ENDAPAN BAHAN GALIAN YANG ADA DIDAERAH PENYELIDIKAN DENGAN MELAKUKAN PENGAMBILAN DATA-DATA PRIMER YANG DIPERLUKAN. KABUPATEN PURWAKARTA. • Memperoleh data-data.

Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan kendaraan roda 4. dengan jarak ± 74 km. Kecamatan Sukatani. 5 . lokasi awal dimulai dari Universitas Islam Bandung kedaerah penyelidikan yang dilakukan di Desa Tajur Sindang. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan memiliki luasan ± 90 Ha. yang mana daerah tersebut berbatasan dengan: • Utara : Kecamatan Jatiluhur dan Purwakarta • Timur : Kecamatan Pasawahan dan Bojong • Selatan : Kecamatan Darangdan • Barat : Kecamatan Tegalwaru dan Plered • Waktu yang ditempuh ke lokasi kegiatan dilakukannya Kegiatan Lapangan Teknik Eksplorasi ± 2jam perjalanan. Kabupaten Purwakarta. Kecamatan Sukatani. Kabupaten Purwakarta.LOKASI & KESAMPAIAN DAERAH • Kegiatan Lapangan Teknik Eksplorasi yang dilakukan terdapat di Desa Tajur Sindang. Provinsi Jawa Barat.

00-17.00 WIB 3 Deskripsi Inti Bor 13.00-10.00-15.30 WIB 4 Sumur Uji 15.00 WIB 6 Tunnel 13.00-12.30 WIB 6 . Kegiatan Waktu Kegiatan 1 2 3 1 Pemetaan Sungai 2 07.00 WIB 5 Pemetaan Sungai 1 07.00-15.30-18.SILABUS KEGIATAN PENYELIDIKAN Hari Ke- No.00 WIB 2 Geolistrik 07.

036 MDPL.000 M DPL. meliputi 29. Kabupaten Purwakarta. Provinsi Jawa Barat ini berdasarkan bentang alamnya berada pada ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan termasuk kedalam daerah perbukitan bergelombang kuat. meliputi 36. • Hal ini juga terlihat pada peta topografi daerah penyelidikan yang menunjukkan rata-rata kontur pada daerah kegiatan relatife lebih rapat hal ini terlihat hampir diseluruh daerah penyelidikan. meliputi 33. dan • Wilayah Daratan.100 sd 2. Wilayah ini terletak di utara dengan ketinggian 35 sd 499 M DPL. Yang dapat menandakan bahwa pada daerah kegiatan merupakan daerah yang curam dan terjal. Desa Tajur Sindang. 7 . Wilayah ini terletak di barat laut dengan ketinggian 500 sd 1. berdasarkan relief buminya dibagi menjadi tiga bagian yaitu: • Wilayah Pegunungan. Berdasarkan data BPS Kab.KEADAAN LINGKUNGAN • Secara garis besarnya. Kecamatan Sukatani.47% dari total luas wilayah. Wilayah ini terletak di tenggara dengan ketinggian 1. • Wilayah Perbukitan dan Danau.8% dari total luas wilayah.73% dari total luas wilayah. Purwakarta pun.

Sumedang. dan Kuningan. seperti yang ditemukan di komplek pegunungan Sanggabuana. 1979).GEOLOGI & TOPOGRAFI • Tatanan tektonik di daerah Jawa bagian barat dipengaruhi oleh tektonik kepulauan Indonesia yang merupakan titik pertemuan antara tiga lempeng. Pb. seperti andesit. Majalengka. • Purwakarta. Zona Bogor terdiri atas batuan sedimen tersier dan batuan beku baik intrusif maupun ekstrusif. Subang. dan sufida logam dasar Cu. sinabar. lempeng Samudra Pasifik yang bergerak relatif ke arah barat laut dan lempeng Indo-Australia yang relatif bergerak kearah utara (Hamilton. yaitu lempeng Eurasia yang relatif lebih diam. Kekar-kekar itu sebagian berisi vein kaolinisasi. tufa dan gamping • Pada daerah penyelidikan ditemui kekar-kekar yang intensif di semua singkapan batuan. Purwakarta. basalt. dicirikan oleh endapan aliran gravitasi yang umumnya berupa fragmen batuan beku dan sedimen. Morfologi perbukitan terjal disusun oleh batuan beku intrusif. kuarsa. Zn 8 .

9 .

10 .

11 .

Sejalan dengan itu berlangsung pula terobosan intrusi dasit dan andesit hornblende.• Kekar-kekar disana sepertinya keterbentukannya erat dengan zona patahan yang teramati di Sungai Citalang dan Sungai Bojonggerong. zona sesar naik ini dikenal dengan Baribis thrust. terjadi proses perlipatan dan pensesaran yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang mengarah ke utara dikarenakan oleh turunnya bagian utara zona Bandung. Secara keseluruhan terdapat tifa jalur patahan utama yang jelas termati sebagai struktur lokal. Pada periode ini. berlangsung pembentukan geantiklin Jawa di bagian selatan yang menyebabkan timbulnya gaya-gaya ke arah utara sehingga terbentuk struktur lipatan dan sesar yang berumur Miosen Tengah dan terutama di bagian tengah dan utara pulau Jawa. Tekanan ini menimbulkan struktur perlipatan dan sesar naik di bagian utara zona Bogor yang merupakan suatu zona memanjang antara Subang dan Gunung Ciremai. • Berdasarkan struktur geologi menurut van Bemmelen (1949). Jawa Barat telah mengalami 2 periode tektonik. 12 . • Periode Tektonik Plio-Plistosen. yaitu: • Periode Tektonik Intra Miosen. Pada perode ini. sehingga menekan zona Bogor dengan kuat.

039 mm/tahun.4. dengan curah hujan rata-rata 3. secara agroklimat Purwakarta berada di daerah lembab permanen (1-4 bulan basah/tahun dengan curah hujan 100 mm/bulan). 13 .28oC dan zona dengan suhu berkisar 17o . Kabupaten Purwakarta.501 mm/tahun. Hari hujan paling banyak adalah 148 hari. yaitu: zona dengan suhu berkisar antara 22o . Februari. Kecamatan Sukatani. Maret dan Desember. dengan rata-rata curah hujan 3. dan jumlah bulan kering rata-rata 1-3 bulan/tahun.KEADAAN IKLIM DAN CURAH HUJAN • Secara garis besar keadaan iklim di Desa Tajur Sindang. Provinsi Jawa Barat ini termasuk pada zona iklim tropis.093 mm/tahun dan terbagi ke dalam 2 wilayah zona hujan. • Curah hujan antara 1.413 mm . curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Januari. Purwakarta beriklim panas yang terbagi atas zona panas dan zona sedang.26oC.

penggunaan perkampungan/perkotaan terutama terkonsentrasi pada pusat- pusat pertumbuhan.733.46 21. alang-alang dan situ/waduk.16 7 Kawasan Pariwisata 9.75 .000.48 0. No.00 17.00 2. perkebunan. Pola penggunaan lahan perkampungan/perkotaan di daerah ini bersifat linier sepanjang ruas-ruas jalan negara.764.24 3.82 20. Pemanfaatan Ruang Luas (Ha) % 1 Hutan Produksi 16. tegalan.250. begitu pula dengan penggunaan lahan berupa kebun campuran. sawah.347.202 11. kebun campuran.34 11 Tanaman Pangan Lahan Kering 728. Di samping itu.51 8 Hutan Lindung 2.53 4 Kawasan Industri 2.05 14 10 Tanaman Pangan Lahan Basah 20.78 10.77 9.41 2 Tanaman Perkebunan/tahunan 20.920.94 3 Permukiman 11.187. Penggunaan lahan berupa sawah tersebar hampir pada semua kecamatan yang ada. TATA GUNA LAHAN • Penggunaan lahan secara garis besarnya di Kabupaten Purwakarta diantaranya adalah untuk perkampungan/perkotaan. hutan.28 6 Peternakan 155.97 9 Perikanan/waduk 9. padang rumput.47 2.881.06 5 Zona Industri 3. propinsi dan kabupaten.79 0.

15 .

16 • Sumber : Ir. Struktur geologi yang terbentuk yaitu berupa kekar-kekar yang sangat intensif yang sebagian dari kekar ini berisi urat-urat kaolinisasi. 1993 yang berisi bawa daerah ini tersusun atas andesit dan tufa dan dapat pula dijumpai diorite porfiri yang berumur tersier. • Batuan tuff yang secara regional diduga merupakan formasi jatiluhur berada pada bagian atas stratigrafi sedangkan andesit berada pada bagian bawahnya. Arah umum kekar yaitu N 2200 E/ 800. penerbit Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi dan Direktorat Sumber Daya Mineral . kuarsa. Pada singkapan terlihat sedikit kekar dengan jenis kekar gerus. 2001 “Laporan Eksplorasi Wilayah KP” . Tamrin Tampubolon dengan judul Laporan Eksplorasi Lengkap Di Wilayah KP DU 722/ Jawa Barat. PENYELIDIKAN TERDAHULU • Pada daerah dilakukannya penyelidikan. Jawa Barat. Zn). Kecamatan Jatiluhur. Desa Ciseuti. Kabupaten Purwakarta. Pb. sebelumnya sudah terdapat hasil penyelidikan terdahulu yang sebelumnya telah dilakukan oleh Ir. Amir Tampubolon. sinabar dan sulfide logam dasar (Cu.

guna dapat mengetahui kondisi morfologi. dan karakteristik bahan galian pada daerah kegiatan. kondisi geologi. 17 . PENGUMPULAN DATA SEKUNDER • Data sekunder digunakan sebagai acuan awal terhadap kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada daerah tertentu serta menjadi data tambahan ketika data primer tidak dapat diambil disebabkan kondisi lapangan yang tidak mendukung. Kajian terhadap literatur eksplorasi terdahulu juga dilakukan untuk mengetahui titik pada daerah kegiatan yang berpotensi untuk dilakukan kegiatan penelitian. Data sekunder dapat diperoleh melalui kajian literatur yang didapat pada PSDG (Pusat Sumberdaya Geologi).

sehingga didapat informasi geologi yang detail pada daerah eksplorasi. 18 . Kegiatan pengumpulan data primer dilakukan baik di atas permukaan ataupun di bawah permukaan. PENGUMPULAN DATA PRIMER • Kegiatan penelitian di lapangan seperti pengamatan terhadap singkapan dan sumur uji berguna untuk mendapatkan data secara langsung yang kemudian dilakukan interpretasi data agar diketahui daerah yang berpotensi terhadap bahan galian yang dicari.

Batuan pada stasiun ini terlihat adanya gradasi ukuran butir dari vein yang berbentuk pasta. Pada stasiun 4. segmen 1 yang berwarna putih dan lembek. lalu lapisan diatasnya yang lunak kemudian lapisan teratas yang berbentuk kerikil. pengamatan dari stasiun 1 hingga 4 menggambarkan kondisi daerah pengamatan yang intens terjadi intrusi batuan pada suatu tubuh batuan beku. Kedudukan vein pada stasiun 3 adalah N182oE/31o dan bila dikaitkan dengan vein pada stasiun 2 terlihat bahwa vein pada kedua stasiun tersebut tidak menerus sebab kedudukan antar 2 stasiun yang berbeda 30o pada strike dan 20o pada kemiringan vein. 19 . segmen 2 ditemukan kembali vein dengan batuan pengisi terindikasi sama dengan vein pada stasiun 2.PEMETAAN GEOLOGI PERMUKAAN Sungai 1 (Citalang) Pada stasiun 3. segmen 2 terlihat adanya bidang kontak antara batuan yang terindikasi diorit dan andesit. Berdasarkan hal tersebut.

Namun pada segmen 3. Pemetaan geologi permukaan di sepanjang Sungai Bojonggerong juga memanfaatkan stream sediment sampling untuk dilakukan pendulangan agar terlihat mineral-mineral yang terbawa oleh arus sungai dari batuan induknya. . terlihat adanya bidang kontak antara intrusi andesit 20 menerobos batuan beku diorit. Kegiatan pendulangan dilakukan pada tiap segmen di daerah yang memungkinkan untuk terendapkannya material pembawa emas seperti pada paystreak daerah aliran sungai. Dengan begitu dapat diketahui kemungkinan keterdapatan bahan galian yang dicari dikaitkan dengan sampel yang ditemukan di dasar sungai. terlihat bahwa pada daerah tersebut tersusun dari jenis batuan beku terindikasi andesit dan diorit.PEMETAAN GEOLOGI PERMUKAAN Sungai 2 (Bojong Gerong) • Berdasarkan pengamatan terhadap keseluruhan segmen. • Pengamatan geologi permukaan pada sepanjang Sungai Bojonggerong terlihat banyaknya stasiun yang dapat diamati untuk melihat kondisi geologi pada daearh tersebut. terlihat adanya persamaan jenis dan karakteristik batuan pada segmen 1 dan 2 dimana perubahan terlihat pada segmen 3 yang ditandai dengan adanya bidang kontak. • Berdasarkan sampel batuan yang didapat pada sungai 2.

REKONSTRUKSI SUMUR UJI 21 .

6 6.3 2.097 2 0.1 0.3 0.6 22 8.46 26 53.2 6 0.5 10 35 12.84 52 339.02 0.36 112.4 20 6.49 57.49 8 313.76 2 451.28 22 15 10 50 376.1 0.29 6 200.8 21 3 0.67 14 10 40 235.5 1.43 2 9 5 15 62.96 107.46 274.1 5 0.40 49.5 2.19 87.5 6 43 41.739 0.08 68.38 112.7 10 5 20 21 10.19 5 11 5 25 188.5 18.5 6.09 64.5 15 23 2.7 12 5 30 20 4.1 0.53 123.05 101.7 0.1 0.5 4 49.04 3 0.7 1 8 0.31 57.83 .52 103.28 48 0.8 26 28.11 117.5 12 28 5.PENYELIDIKAN BAWAH PERMUKAAN GEOLISTRIK (TITIK 1) MN/2 AB/2 R Lokasi No k I (A) V ρa (Ohm-m) (m) (m) (Ohm) 1 0.6 0.2 0.32 5 13 10 30 125.14 53.3 7 0.21 48.2 1.1 0.21 56.05 8 705.5 20 4.2 4 0.4 0.5 8 47 24.

5 10 313.75 168 30.12 12 5 30 274.8 0.1 0.24 46.GEOLISTRIK (TITIK 2) Lokasi No MN/2 (m) AB/2 (m) k I (A) V R (Ohm) ρa (Ohm-m) 1 0.3 0.64 40.4 134 32.51 7 0.1 0.66 3 0.8 158 100.5 8 200.18 50.9 0.7 0.6 0.26 107 25 0.72 122 7.38 47.06 23 .5 15 705.68 15 10 50 376.5 0.46 11 5 25 188.11 34.9 0.84 104 97.5 18.75 144 55.94 14 10 40 235.9 2.5 2.22 167 18.22 2 0.20 76.5 170 43.23 5 0.5 12 451.94 17.39 45.8 162 32.5 6.37 2 8 0.08 37.4 0.23 26.53 13 10 30 125.38 122 10.1 0.6 213 81.10 10 5 20 117.71 4 0.42 20.26 60.46 101 42.07 9 5 15 62.3 0.8 0.18 136 25.06 41.5 6 112.5 1.28 125 302.94 6 0.5 4 49.18 36.42 15.

GL-01 24 .

GL-02 25 .

GL-03 26 .

Deskripsi Log Bor 27 .

28 .

29 .

30 .

PETA LUBANG BUKAAN 31 .

8375 mE dan 9270624. pendeskripsian core box memerlukan ketelitian yang tinggi agar hasill pendeskripsian mineral yang terdapat pada sampel dapat deketahui dengan tepat dan dapat menggambarkan keadaan bawah permukaan secara vertikal dengan rinci. 13 Juli 2016 dengan cuaca cerah. pendeskripsian dilakukan di core house yang berada kawasan kantor PT Mas Rusyati Abdai. Analisis core dilakukan dengan cara mendeskripsikan sample core box. 32 . Pengambilan sampel core berasal dari koordinat 763877. Rabu.• Tunnel • Core box Anilisis core dilakukan pada hari.24 mN.

Pirit 5% (Persentase) Sebaran Mineral : Merata Proses Alterasi : Piritisasi Jenis Batuan : Batuan Beku (Intermediate) Nama Batuan : Indikasi Batuan Diorit Bahan Galian : Batuan Kelompok Bahan Galian : Porfiri Bentuk Tubuh : Magmatisme Tipe Endapan : Vulkanik Keterdapatan di Lapangan :- Foto Sketsa 33 . Biotit 5%.TABEL DESKRIPSI Kode : LE/BB/S1/SG1/01 Warna : Abu-abu Komposisi Mineral : Plagioklas 20%.

Biotit 15%.Kode : LE/BB/S1/SG1/02 Warna : Abu-abu kehitaman Komposisi Mineral : Plagioklas 20%. Pirit 5% (Persentase) Sebaran Mineral : Tidak merata Proses Alterasi : Piritisasi Jenis Batuan : Batuan Beku (Intermediate) Nama Batuan : Indikasi Batuan Andesit Bahan Galian : Batuan Kelompok Bahan Galian : Porfiri Bentuk Tubuh : Magmatisme Tipe Endapan : Vulkanik Keterdapatan di Lapangan :- Foto Sketsa 34 .

Kode : LE/BB/S1/SG2/03 Warna : Coklat kehitaman Komposisi Mineral : Plagioklas 15%. Biotit 5% (Persentase) Sebaran Mineral : Tidak merata Proses Alterasi : Argilitisasi Jenis Batuan : Batuan Beku (Intermediate) Nama Batuan : Indikasi Batuan Diorit Bahan Galian : Batuan Kelompok Bahan Galian : Porfiri Bentuk Tubuh : Magmatisme Tipe Endapan : Vulkanik Keterdapatan di Lapangan :- Foto Sketsa 35 .

biotit 5% (Persentase) Sebaran Mineral : Tidak merata Proses Alterasi : Argilitisasi Jenis Batuan : Batuan Beku (Intermediate) Nama Batuan : Indikasi Batuan Diorit Bahan Galian : Batuan Kelompok Bahan Galian : Porfiri Bentuk Tubuh : Magmatisme Tipe Endapan : Vulkanik Keterdapatan di Lapangan :- Foto Sketsa 36 .Kode : LE/BB/S1/SG2/04 Warna : Coklat kehitaman Komposisi Mineral : Plagioklas 15%.

TERIMA KASIH 37 .