Memahami Kebijakan Publik

Abd Halik Malik - Mei 2017

Pengertian Kebijakan Publik

• Apapun yang pemerintah pilih untuk dilakukan atau
tidak dilakukan (Thomas R.Dye)
• Semua kebijakan yang dikembangkan oleh institusi
dan pejabat pemerintah (James E. Anderson)
• Sejumlah aktivitas pemerintah, baik langsung atau
tidak langsung, yang mempengaruhi kehidupan
masyarakat (B. Guy Peters)

• Kebijakan/ketetapan/keputusan yang menyangkut kepentingan
umum di sektor publik tidak semua dimonopoli pemerintah

.

.

.

.

.

.

.

.

.

dan sistematis untuk melakukan perubahan (R. atau bahkan membela suatu kebijakan publik tertentu . terencana. menyempurnakan.APA & MENGAPA ADVOKASI ?  Advokasi adalah usaha yg terorganisir. Halloway)  Advokasi adalah proses mempengaruhi pembuat kebijakan yg dilakukan secara terencana (CARE)  Advokasi bertujuan mengubah.

.

.

apa sebenarnya yg sudah berubah maupun yg belum berubah dalam kebijakan publik di Indonesia saat ini terkait ‘Hak untuk hidup sehat’? 2. Isu apa sebaiknya yg harus diperjuangkan (advokasi) dalam masalah ini ? Aspek kebijakan mana yg mestinya dijadikan sasaran utama terlebih dahulu untuk diubah? . Jadi. Mengapa demikian? Tolong Jelaskan! 3. Pengantar Analisis Kebijakan Publik 1.

dan evaluasi kebijakan publik 6. Materi Kebijakan Publik 1. dan siklus kebijakan publik 3. Sistem. Peran informasi dalam pembuatan kebijakan publik 4. Agenda setting 5. Formulasi Kebijakan Publik . Analisis kebijakan Publik 7. Pengertian. jenis-jenis. Implementasi. proses. monitoring. dan tingkat-tingkat kebijakan publik 2.

. Dunn (1994) mendefinisikan Analisis Kebijakan Publik sebagai suatu disiplin llmu Sosial Terapan. Analisis Kebijakan Publik William N. yang menggunakan berbagai macam metode penelitian dan argumen untuk menghasilkan dan mentransformasikan informasi yang relevan dengan kebijakan yang digunakan dalam lingkungan politik tertentu untuk memecahkan masalah-masalah kebijakan.

Siklus Kebijakan 21 .

Analisis Kebijakan Berorientasi Masalah .

.

Formulasi Kebijakan Publik Perumusan (masalah) kebijakan Perumusan Perumusan rekomendasi tujuan/sasaran Menyusun Perumusan kriteria alternatif Penilaian kebijakan Perumusan model .

25 .

Proses Perencanaan Pembangunan Pusat & Daerah .

Sinkronisasi Penyusunan RPJMD dengan RPJMN Renstra Renja Rincian RKA-KL PU SAT KL KL RAPBN Titik Kritis perencanaan: RPJP RPJM 1. Translasi dari RPJMN ke RKP RAPBN Nasional Nasional dalam RenstraAPBNK/L dan Renja K/L dan RKA K/L 2. Translasi RPJMN ke Resntra Renja dalam RKA- RPJMDRincian SKPD SKPD SKPD APBD UU SPPN . Translasi RPJMN ke RPJP RPJM RKP dalam rencana detail: PEMDDA RAPBD APBD Daerah Daerah Daerah RKP 3.

28 .

SDGs. MEA. Middle Income Trap . Perubahan Iklim. Alkes dan Kesehatan kesehatan makanan • Peningkatan status Pemberdayaan gizi masyarakat Litbang Masyarakat • Perlindungan finansial • Responsiveness sistem kesehatan Pembiayaan Kesehatan Transisi Demografi. 72/2012) Manajemen Kesehatan Derajat Kesehatan SDMK Upaya • Perbaikan status Farmasi. SISTEM KESEHATAN NASIONAL (Perpres No.

VISI DAN MISI PRESIDEN MENTERI KESEHATAN TRISAKTI: Mandiri di bidang ekonomi. PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN 3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA. Berdaulat di bidang politik. Berkepribadian dlm budaya NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA 9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA) Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA PROGRAM INDONESIA PROGRAM INDONESIA PINTAR SEHAT SEJAHTERA RENSTRA 2015-2019 PARADIGMA PENGUATAN JKN SEHAT YANKES D T KELUARGA SEHAT P K . SEKTOR UNGGULAN.

JKN Sehat Yankes Program Program Program • Peningkatan Akses • Benefit • Promotif – preventif terutama pd FKTP • Sistem pembiayaan: sebagai landasan • Optimalisasi Sistem asuransi – azas gotong pembangunan kesehatan Rujukan royong • Pemberdayaan •Penerapan Peningkatan Mutu pendekatan • Kendali Mutu & masyarakat melalui continuum pendekatan of care Kendali Biaya pendekatan keluarga Penerapan • Sasaran: PBI & Non • Keterlibatan lintas sektor continuum of care Intervensi berbasis resiko PBI • Gerakan Masyarakat Sehat kesehatan berbasis Intervensi (health risk) resiko kesehatan (health risk) Tanda kepesertaan KIS D T KELUARGA SEHAT P K 31 . Paradigma Pilar 2. PROGRAM INDONESIA SEHAT RENSTRA 2015-2019 Pilar 1. Penguatan Pilar 3.

. ARAH KEBIJAKAN RPJMN 2015-2019 UMUM • Pembangunan kesehatan dan gizi masyarakat bertujuan untuk mendukung program Indonesia sehat dengan meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat pada seluruh siklus kehidupan baik pada tingkat individu. • Reformasi terutama difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) yang berkualitas terutama melalui penguatan upaya promotif dan preventif serta pengembangan sistem jaminan kesehatan nasional. penguatan sistem pengawasan obat dan makanan. serta penurunan kematian ibu dan kematian bayi. keluarga maupun masyarakat.

Akselerasi Pemenuhan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu. Meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan 8. Menguatkan Manajemen. Meningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas 5. Keterjangkauan. Meningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Rujukan yang Berkualitas 6. dan Kualitas Farmasi dan Alat Kesehatan 7. Anak. dan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan 9. Mengembangkan dan Meningkatkan Efektifitas Pembiayaan Kesehatan . ARAH KEBIJAKAN 1. Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 10. Meningkatkan Ketersediaan. Pemerataan. Remaja. Persebaran. Penelitian Pengembangan dan Sistem Informasi 11. Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 4. Mempercepat Perbaikan Gizi Masyarakat 3. dan Lanjut Usia yang Berkualitas 2. Meningkatkan Ketersediaan. Memantapkan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional Bidang Kesehatan 12.

Prioritas Nasional (PN): Kesehatan RKP 2017 RKP 2018 Penguatan 3 Promotif dan Penguatan Preventif Promotif dan “Gerakan Preventif Masyarakat “Gerakan Hidup Sehat” Masyarakat Hidup Sehat” Peningkatan Peningkatan Derajat Peningkatan Pelayanan Akses dan KB dan Kesehatan Peningkatan Mutu Kesehatan dan Gizi Pelayanan Derajat Reproduksi Kesehatan Kesehatan dan Masyarakat Gizi 1 Masyarakat 2 Pencegahan Peningkatan dan Kesehatan Percepatan Pengendalian Ibu dan Anak Penyakit Perbaikan Gizi Masyarakat 34 .

Kemedikbud. KKP Aktifitas Fisik • Jajanan sehat dan dan aman Konsumsi Konektifitas • Desa pangan aman Kemenpora. BPJS. Kominfo keselamatan Gerakan berkendara Masyarakat • Kampanye Gerakan • Prasarana Hidup Sehat Masyarakat Hidup Sehat Penurunan • Sanitasi total berbasis keselamatan jalan Stress dan Kampanye masyarakat Keselamatan Hidup Sehat • Posyandu aktif Berkendara Kemenkeu. pesantren. Kemenristek Dikti Kemenkes. • Pencegahan kebakaran hutan • Penghapusan penggunaan merkuri KemePU &Pera. KLHK dan PCB 35 . POLRI. Penguatan Kemdikbud • Peningkatan Kawasan Upaya Promotif cukai rokok Tanpa Rokok. Kemedikbud. • Sosialisasi Gerakan Kemenhub Masyarakat Hidup Sehat Advokasi • Senam. PEMBANGUNAN KESEHATAN REPUBLI K Kegiatan Prioritas INDONE SIA LEVEL 2 Kemenpora. Kemenkes.MenPan RB Kemenkes. poco-poco • Kampanye Regulasi Kemenkes. Kementan. Pencegahan • Imunisasi dasar & Preventif: lengkap • Kawasan tanpa Narkoba dan Penyakit dan Minuman “Gerakan Deteksi Dini • Deteksi dini rokok di sekolah Keras Masyarakat penyakit • Sekolah. Pangan Sehat Antarmoda • Pasar aman Kemenhub Transportasi • Gerakan Gemar • Pekan olahraga Lingkungan Makan Ikan pelajar Sehat • Poskestren • Olahraga rekreasi • Toilet di tempat wisata • Air bersih dan sanitasi • Ruang terbuka hijau Kemenag. dan Hidup Sehat” • UKS perguruan tinggi bebas NAPZA BPOM. Kemenkes.

Konstitusi. UUD 1945. NKRI. dan • RPP Pembiayaan Bhineka Tunggal Ika Kesehatan* • UU SJSN • Perpres JKN • UU Praktek Kedokteran • Permendagri SPM • UU Kesehatan • Permenkes GGL • UU Rumah Sakit • Kepmenkes SKN • UU BPJS • Inpres Germas • UU Otonomi Daerah • SEB Aktifitas Fisik* • UU Pernikahan • Panduan Revolusi Mental • UU Dikdok • Perda KTR . Regulasi. & Kebijakan • Pembukaan. • PP Gernas Perbaikan Gizi Pancasila.

PENTINGNYA SINERGI ANTARA KEBIJAKAN DAN REGULASI “Perencanaan pembentukan regulasi dalam rangka memfasilitasi.” (RPJMN 2015-2019) • UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU SPPN) telah mengamanatkan penanganan kerangka regulasi yang sejalan dengan kerangka pendanaan sejak proses perencanaan. . • Oleh karena itu pengelolaan kerangka regulasi sejak proses perencanaan kebijakan dan juga perencanaan regulasinya akan meningkatkan kualitas kebijakan dan regulasi yang tertib sehingga memungkinkan setiap tindakan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal. mendorong dan mengatur perilaku masyarakat dan penyelenggara Negara dalam rangka mencapai Tujuan Bernegara.

.

.

ADVOKASI ANGGARAN • Serangkaian upaya untuk mempengaruhi kebijakan penyusunan anggaran agar lebih berpihak pada kepentingan publik/masyarakat luas .

5 Kesehatan untuk Program Dana Jamsos Kesehatan Rasio Anggaran Kesehatan terhadap 5.1 103.2 1.8 3. - Total Anggaran Kesehatan 104.0 9.1 65. Belanja Pemerintah Pusat 76. Melalui Belanja Non K/L (Anggaran 6. Melalui Transfer ke Daerah 21.0 Pusat 2.2 Pemerintah 1.3 2. Perkiraan Anggaran Kesehatan dari 1.3 1.4 4.00% 5.6 Kesehatan pada BA BUN) Belanja II. DAK Kesehatan dan KB 20. BKKBN 3.5 1.7 58. Melalui Kementerian Transfer ke 70. Badan POM 1.0 24.6 Kesehatan IV.6 Penyertaan Modal Negara kepada BPJS Kesehatan untuk Program Dana Jamsos 6.6 B.082.7 A.5 *Penyertaan Modal Negara kepada BPJS Total Belanja Negara 2.070.00% Belanja Negara *Mengacu pada pagu anggaran 2017 Anggaran 5% kesehatan • Masih termasuk gaji pegawai • Masih menghitung fungsi pendidikan . Melalui Pembiayaan 6.8 3.1 74.6 3.1 Negara/Lembaga daerah 1. Penyesuaian Anggaran Kesehatan . Kemkes 62. K/L Lainnya 2.2 25. POSTUR ANGGARAN KESEHATAN APBN-P APBN Komponen Anggaran Kesehatan Pembiayaan* 2016 2017* I.9 2.2 Dana Otsus Papua III.8 3.

US$ GNI per capita.5 250 500 1000 2500 10000 35000 100000 250 500 1000 2500 10000 35000 100000 GNI per capita. 2014 Total health expenditure Public health expenditure 15 20 15 20 Marshall Tuvalu Tuvalu FSM Marshall FSM 10 10 Kiribati Palau Kiribati Vietnam Samoa Thailand Samoa Palau Cambodia Vanuatu China Thailand Share of GDP (%) Solomons Tonga 5 5 Mongolia Vanuatu Solomons PNG Malaysia Tonga Fiji Vietnam PNG Indonesia China Philippines Fiji Mongolia Myanmar Malaysia 2 2 Lao PDR Philippines Timor-Leste Indonesia Timor-Leste Cambodia Myanmar 1 1 Lao PDR LOWER UPPER LOWER UPPER MIDDLE MIDDLE MIDDLE MIDDLE LOW INCOME INCOME INCOME HIGH INCOME LOW INCOME INCOME INCOME HIGH INCOME . Total & Gov’t Health Expenditure terhadap GDP. US$ Source: World Development Indicators database Note: Both y.and x-axes logged .

3% 93.1% 36. 1 TAHUN 2017 TENTANG GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (27 Feb 2017) 43 .5% INSTRUKSI PRESIDEN NO.Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Menurunkan Faktor Risiko 26.

2010 dan 2013 Sebaran Prevalensi Merokok 2013 Sumber: Riskesdas 2007. 2010 & 20 .PROPORSI PERILAKU MEROKOK PENDUDUK UMUR > 10 TAHUN Tahun 2007.

Bantuan 2. penyediaan sarana umum yang memadai hukum oleh aparat yang berwenang” bagi perokok (smoking area). c. Pelayanan kesehatan masyarakat antara “Penerimaan Pajak Rokok. pemberantasan peredaran rokok illegal. masing daerah. penegakan aturan mengenai larangan merokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penggunaan penerimaan Pajak Rokok dan diatur dan dituangkan dalam Perda APBD b. dan kesehatan yang belum didanai dari APBN. pembagunan/pengadaan dan dialokasikan paling sedikit 50% (lima pemeliharaan sarana dan prasarana puluh persen) untuk mendanai pelayanan unit pelayanan kesehatan. antara lain. Dana Dekon & Tugas bahaya merokok. DBH CHT. . Penggunaan Pajak Rokok (Amanat UU No. kegiatan memasyarakatkan bahaya Untuk kegiatan penanganan masalah merokok. iklan layanan masyarakat mengenai APBD. Perbantuan. kesehatan masyarakat dan penegakan b. d. 28 tahun 2009 Pjk Daerah dan Retribusi Daerah) Pasal 31 UU No. a. a. Penegakan hukum sesuai dengan Operasional Kesehatan (BOK) dan sumber kewenangan Pemda yang dapat pembiayaan kesehatan lainnya di masing- dikerjasamakan dengan pihak/instansi lain. 28 Tahun 2009: 1. baik bagian lain: provinsi maupun bagian kabupaten/kota. DAK.

.

852 1.750 tenaga Jawa Bali Nusa 14 Dokter Tenggara 14 Dokter 236 Dokter Gigi 79 Dokter Gigi 12.039 Total : 2.798 Bidan Gigi tenaga Total : 2.247 Bidan Total : 2.894 Bidan Gigi 254 Dokter Total : 19.011 Bidan 2. Tenaga Kesehatan Skema PTT • Tenaga Kesehatan PTT ditugaskan dengan lama penugasan 2-3 tahun • Pada tahun 2016 tidak terdapat PTT baru.599 Bidan Total : 12.786 tenaga Sumatera 596 Dokter Kalimantan 362 Dokter 205 Dokter Sulawesi Gigi 104 Dokter 485 Dokter 18.011 Bidan tenaga Total : 5.107 5. dikarenakan moratorium sesuai UU ASN • SEBARAN NAKES PTT INTERNSHIP HINGGA Maluku-Papua TAHUN 2016 448 Dokter 91 Dokter Gigi 2.914 .

PETA RUMAH SAKIT RUJUKAN • Kriteria RS Rujukan Nasional : • Rujukan lintas provinsi minimal 4 provinsi • Lokasi di wilayah provinsi dengan penduduk terpadat • RS kelas A dan RS pendidikan • Akreditasi standar nasional dan internasional • Layanan subspesialistik minimal 2 (dua) layanan • Kriteria RS Rujukan Regional : • Menjadi rujukan yang dapat mengampu pasien sekurangnya dari 4 kabupaten/kota • RS kelas B dan RS pendidikan sesuai standar • Akses transportasi yang terjangkau • Memiliki layanan unggulan spesialistik dan minimal 1 sub spesialistik .

RS Telemedicine dan Puskesmas bekerjasama dengan UTD RS Target 2019 : 32 RS pengampu Telemedicine Target 2019 : 5.Djamil RSUD Pariaman. Wahidin RSUD Harapan Insan Sendawa Sudirohusodo Kaltim Makasar RS Pusat Otak RS Besemah Pagar Alam. RSUD Pasaman Barat. RS Lubuk Sikaping. RS Nasional Stroke Bukit Tinggi . M.600 Puskesmas dengan UTD Jumlah Puskesmas yang Bekerjasama Melalui Dinas Kesehatan dengan Unit Transfusi Darah RS dengan Pelayanan Telemedicine dan Rumah Sakit RS Pengampu RS yang Diampu RSUP M. RSUD dr. RSUD Kepulauan Meranti Riau RSUP M Hoesin RSUD Kotaagung Lampung. RS Curup Rejang Lebong Bengkulu RSUP Dr. Padang Zein Painan. Palembang RSUD Hasanudin Damrah Bengkulu.

.

51 .

9 juta 42. Peran strategis penduduk produktif Indonesia dalam pembangunan Sumber Data: internasional di Kawasan Asia dan Pasifik 1 Perhitungan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2045 2 UN Population Prospect 2010-2085 9.8 tahun 2010 2015 2020 2025 2030 2035 2040 2045 Harapan Hidup1 Jumlah penduduk usia produktif Indonesia Kondisi yang Diinginkan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara 2 1.8 tahun 72.7 47.5 2028-2031: Dependency Ratio 50.1 50 terendah (46.7 juta 2010: 46. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya yang seimbang dengan mempertahankan daya dukung lingkungan 49.3 238.5 juta Jumlah Penduduk1 318. KEPENDUDUKAN peluang bonus demografi dan bonus demografi kedua1 51 50.6 48.9 47 Proporsi Penduduk Usia Produktif > 50% 2.5 1.9% Penduduk tinggal 69. Pemanfaatan bonus demografi dan bonus demografi kedua 4. Rasio ketergantungan mencapai titik terendah pada periode 2028-2031.1% 50. Terjaganya nilai-nilai keluarga dan hubungan yang erat antar generasi .1% di perkotaan2 7.8 juta 2. Pengendalian urbanisasi 51.9%) 2010 2045 49 48. Pembangunan berpusat pada manusia 11.4 48 47.2% Rasio Ketergantungan1 5. Penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas Jumlah lansia (65+)1 3.9 46 Total Fertility Rate1 45 69. Perlindungan sosial yang komprehensif dan berkelanjutan 8. Pengelolaan migrasi 6.2 47.

207 10.967 Sulawesi (92/km2) (127/km2) 9.1% membentuk mega urban. dengan konsentrasi lebih dari separuh penduduk sedang di seluruh wilayah Indonesia kepadatan penduduk perkotaan masih tinggal di wilayah yang sangat besar (76 juta) 2045 perdesaan.277 Maluku Papua (13/km2) (21/km2) 2010 49. penduduk di Jawa tinggal di Sulawesi Barat dan Maluku.407 Sumatera (106/km2) (151/km2) 140.303/km2) 13.851 22.437 23. • Terjadi di kota-kota besar dan di berada di wilayah Jakarta - daerah peri urban akan 69. • Tumbuhnya kota-kota kecil dan perkotaan.222 13.941 176.159 Kalimantan (25/km2) (41/km2) 17. sebagian besar masih tinggal di Jawa1 Wilayah Penduduk) 2010 2045 50. Bandung. Sumber Data: 1 Perhitungan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2045 2 UN Population Prospect 2010-2085 .8% Pertumbuhan penduduk yang tinggi: Pada tahun 2035 hampir 90% Di daerah lain seperti NTT.042/km2) (1. URBANISASI Jumlah 53 (Kepadatan Persebaran penduduk tidak banyak berubah.701 Nusa Tenggara (137/km2) (204/km2) Masyarakat Tinggal di Perkotaan2 6.860 72.177 Jawa Bali (1.

kanker.2% 199 2015 57% 6.2% 37% 3.4% menular saing tinggi Maternal. kanker.4% Cerdas: 2015 2030 Kemampuan kognitif dan motorik Menghilangkan Sumber: WHO. dan penyakit tidak kematian menular lainnya meningkat akibat penyakit tidak menular signifikan 7% 13% 12. dan status gizi • Anemia ibu hamil: 37. TB.2% • Obesitas dewasa: 15.3% 11.0% 56% 0 30% 72.1% Penyakit kardiovaskular. dan penyakit menular lainnya • Balita Stunting 37.9% 19. malaria.5% 63.5% Penyakit tidak menular Penyakit menular Cedera Sumber: Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profiles. perinatal. KESEHATAN Transisi Epidemiologi: peningkatan beban dan Proyeksi penyebab kematian: kardiovaskular. tetapi obesitas meningkat 11. 2014 Permasalahan Gizi Ganda: Kekurangan gizi cukup besar. dan penyakit tidak menular lainnya Sumber: Data Riset Kesehatan Dasar 2013 Produktif: Bebas dari penyakit tidak Cedera (intentional & unintentional) menular . 2012 permasalahan gizi Sehat: SDM Kondisi saat ini: Bebas dari penyakit tidak berdaya HIV.

Mengakhiri kelaparan (hunger) dan 1. Sistem jaminan kesehatan nasional kelebihan gizi 2.KESEHATAN Sasaran: meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditandai antara lain dengan peningkatan usia harapan hidup. Disparitas status kesehatan terabaikan untuk perilaku hidup sehat masyarakat sangat rendah 6. Sistem pelayanan kesehatan pada akibat penyakit 4. kecacatan. dan malaria 4. Mengakhiri kematian ibu dan anak yang yang berkualitas dan merata mempunyai jaminan kesehatan dapat dicegah 3. Menurunkan secara signifikan angka 3. dan menurunkan dan vaksin dalam negeri 2. Kemandirian dalam penyediaan obat nasional kekurangan gizi. Meningkatkan upaya promotif dan penyakit serta kapasitas penanganan 5. dan kematian tuberkulosis. Mengakhiri kasus baru HIV/AIDS. kualitas hidup yang lebih baik dan sistem kesehatan yang mantap Tahap Pertama Tahap Kedua Tahap Ketiga (2016-2025) (2026-2035) (2036-2045) 1. Mengakhiri kasus penyakit tropis yang 5. Penguasaan terhadap teknologi 3. Seluruh obat dan makanan yang beredar permasalahan gizi memenuhi syarat . Tercipta lingkungan sehat dan mendukung 6. kesehatan kesakitan. Akses fasilitas pelayanan kesehatan berkelanjutan dan seluruh penduduk 2. Memantapkan sistem kesehatan 1. Akselerasi penyelesaian 6. Perilaku hidup sehat telah menjadi preventif secara progresif dampak lingkungan telah mantap budaya di masyarakat 5. Sistem pencegahan dan pengendalian penduduk lanjut usia yang berkualitas 4.