Patogenesis

• Karsinoma tiroid terjadi akibat akumulasi dari sejumlah perubahan
di tingkat genomik (mutasi) yang dikenal sebagai instabilitas
genomik.
• instabilitas genomik memicu progresi neoplasma tiroid melalui
peningkatan aktivasi onkogenik hingga terhindar dari apoptosis.
• RET proto-onkogen yang terletak pada kromosom 10 dan
mengkode reseptor tirosin kinase, memiliki peranan dalam
patogenesis terjadinya karsinoma meduler tiroid dan karsinoma
papiler tiroid baik yang herediter maupun yang sporadik.
• Aktivitas titik mutasi pada RET protoonkogen pada sel C
parafolikuller terlihat pada karsinoma tiroid tipe meduler. Demikian
juga pada awal terjadinya karsinoma papiler tiroid didapatkan
perubahan pada RET proto-onkogen.

RET mutasi. walaupun peranan mereka belum jelas. beberapa bentuk perubahan genetik seperti p53. juga memiliki peranan dalam patogenesis karsinoma tiroid. • Belakangan.• Sejumlah gen yang lain seperti PTEN. . GSP. TSH reseptor. ras. ternyata memiliki implikasi dalam memperburuk prognosis penderita. TRK.

• Mutasi p53 dengan prevalensi yang tinggi ditemukan pada pasien dengan karsinoma anaplastik tiroid. tapi tidak terjadi pada karsinoma iroid yang berdiferensiasi baik. menunjukkan bahwa mutasi p53 • Masih banyak penelitian yang harus dilakukan untuk mengaplikasikan penemuan biologi molekular ini dengan penatalaksanaan karsinoma tiroid. .

geografi dan lingkungan pemukiman. Anamnesa • Sebagian besar penderita datang dengan keluhan adanya benjolan pada leher bagian tengah. • Benjolan yang disebabkan keganasan perlu diketahui faktor resiko apa yang menyertainya misalnya. Diagnosis 1. riwayat keluarga. . apakah ada riwayat radiasi.

Pada tipe anaplastik. biasanya pertumbuhannya sangat cepat dan diikuti dengan adanya rasa sakit terutama pada penderita usia lanjut.• Pertumbuhan yang cepat dengan akibat yang terjadi terhadap organ atau jaringan sekitarnya dapat sebagai pertanda. • Tidak jarang penderita datang dengan keluhan adanya perubahan suara. sulit menelan dan sesak nafas sebagai pertanda telah terjadi invasi kejaringan atau organ disekitarnya .

Penderita struma disertai suara parau. • 8.• Perlu juga ditanyakan hal-hal yang diduga ada kaitannya dengan keganasan pada kelenjar tiroid • 1. • 5. Ada riwayat pada keluarga yang menderita kanker. diterapi dengan hormon tiroksin tetap membesar. • 6. • 4. • 7. • 2. Riwayat terpapar radiasi leher pada waktu kanak-kanak. Umur < 20tahun atau > 50 tahun. Disertai disfagi dan rasa nyeri. Penderita struma yang diduga hiperplasi. • 3. Struma dengan sesak nafas. Pembesaran kelenjar tiroid yang cepat. .

33-37%. Kecenderungan keganasan pada nodul tunggal lebih besar dari multi nodusa. • adanya benjolan pada tulang pipih atau ditemukan adanya Metastasis di paru. 2. • batas tak tegas. . • didapati pembesaran kelenjar getah bening. • sulit digerakkan dari jaringan sekitarnya. Pemeriksaan Fisik • Nodul tiroid dicurigai ganas bila: • konsistensi keras. pada nodul tunggal 5-10% dan meningkat bila dijumpai pada laki laki usia lanjut sedangkan pada penderita dengan riwayat pernah mendapat radiasi pada masa kanak kanak. • permukaan tidak rata. • adanya perubahan warna kulit /ulkus.

Konsistensinya : kistik. diamater panjang. Ukuran: dalam sentimeter. . Meskipun keganasan dapat saja terjadi pada nodul yang multiple (5%). kenyal. ismus. 2.sternokleidomastoideus. lunak. namun pada umumnya keganasan biasanya pada nodul yang soliter (15%-20 %). keras. m. 7. Jumlah nodul : satu (uninodusa) atau lebih dari satu (multinodusa). lobus kiri. Mobilitas : ada / tidak ada perlekatan terhadap trakea.16 4. Pembesaran kelenjar getah bening disekitar tiroid : ada atau tidak ada. 3. 5. Lokasi : lobus kanan.• Pada pemeriksaan fisik bila dijumpai nodul maka harus didiskripsikan :16 1. Nyeri : ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan palpasi 6.

Struma disertai metastase jauh ( kalvaria. Adanya obstruksi trakea. tulang. Pada kanker tiroid tipe papiler. terjadi akibat proses infiltrasi tumor kesekitarnya. otak dan organ lainnya. 2. kosta.• Metastasis jauh pada kanker tiroid akan menimbulkan gejala klinis sesuai dengan organ yang dikenai. kolum femuris dll. tiba-tiba membesar progresif. • Waspada keganasan pada struma apabila didapatkan :16 1. 8. Struma disertai dengan suara parau atau horner syndrome ( ptosis. 5. Struma disertai pembesaran kelenjar limfe leher. Metastasis jauh sering pada paru. enophthalmus). 3. 5% penderita telah terjadi Metastasis jauh pada saat diagnosa ditegakkan sedangkan pada kanker tiroid tipe folikular dua kali lebih sering. Pembesaran soliter yang cepat pada kelenjar tiroid tanpa disertai rasa nyeri . 7. Struma yang sudah lama. Pulsasi arteri karotis teraba dari arah tepi belakang m. Hilangnya mobilitas dari struma.) . hal ini menunjukkan adanya infiltrasi atau metastase kanker ke jaringan sekitamya. 4. miosis. 9.sternokleidomastoideus karena terdesak oleh tumor ( Berry’s sign ). Pengerasan pada beberapa bagian atau menyeluruh dari suatu struma. 6.

T4 dan T3 dalam batas normal • Kadar tiroglobulin cukup sensitif untuk pertanda suatu kanker tiroid tapi tidak spesifik karena kadar tiroglobulin dapat juga meningkat pada kelainan tiroid lainnya. . T4 dan T3. • Pada kanker tiroid pada umumnya tidak terjadi gangguan fungsi tiroid sehingga pada pemeriksaan kadar TSH. 3. Laboratorium • Fungsi kelenjar tiroid dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan kadar TSH.

Sebagian besar lesi dingin pada Scann tiroid terjata pada pemeriksaan USG menggambarkan lesi yang padat (solid). bukan untuk menentukan nodul tiroid jinak atau ganas. • Pemeriksaan USG dapat mengetahui besarnya nodul dan jumlah nodul. . Pencitraan • Untuk nodul tiroid pencitraan dapat dilakukan dengan menggunakan Scann tiroid dan USG. 4. Kemungkinan akan keganasan pada lesi padat 20% sedangkan pada lesi kistik 7%. tidak membedakan suatu lesi jinak atau ganas.

Curiga • Sel-sel epitel membentuk kelompo atau susunan folikular. diarakteristikkan dengan perubahan sel-sel onkositik. Sitoplasma sedikit dan agak eosinofilik. Inti sel membesar. satu atau banyak dan kromatin kasar dan anak inti yang menonjol. • Bentuk meduler : sel-sel yang hiperselular. . bulat atau oval dengan kromatin yang bergranul dan anak inti yang menonjol. nuclear grooves dan/atau bentuk palisading. adanya multinucleated giant cell dan sel-sel bentuk lonjong. Ganas • Bentuk papiler : sel-el epitel tersusun dalam gambaran papiler. Histopatologi • Biopsi Aspirasi Jarum Halus • Sitologi biopsi jarum halus terutama di indikasikan pada nodul tiroid soliter atau nodul dominan pada multinodul goiter. 3. Struktur amiloid jarang terlihat. Sejumlah koloid dapat ditemukan. inti sel bulat atau oval dengan kromatin yang padat dan homogen. 5. Koloid sedikit atau tidak dijumpai. 2. Bentuk bervriasi dengan inti bentuk bulat. Inti terletak eksentrik dengan gambaran plasmasitoid. Jinak • Sel-sel epitel tersebar dan sebagian membentuk kelompok atau mikrofolikular . Inti besar. tetapi terkadang ditemukan sel-sel onkositik. bergranul. Kadang dijumpai mitosis atipik. Sitoplasma eosinofilik. bizarre. oval atau lonjong. Inti bulat atau oval dengan adanya pseudoinklusi nuklear.18 • Klasifikasi Sitologi Biopsi Jarum Halus 1. • Bentuk anaplastik : terdiri dari sel-sel yang kecil.