Tranexamic Acid for Spontaneous

Intracerebral Hemorrage: A
Randomize Controlled Pilot Trial
(ISRCTN50867461)

Disusun Oleh: Mauliza Resky Nisa
Pembimbing : Dr. Susanto Sp.S

. namun hasil yang didapatkan masih belum jelas.Pendahuluan • Perdarahan intracerebral (ICH) umumnya merupakan penyebab kematian dan kelumpuhan di seluruh dunia. • Volume pada hematoma tersebut dapat dikurangi dengan proses pembedahan dengan percobaan STICH dan STICH-2. • Ekstravasasi dari pembuluh darah (hematoma) yang timbul akibat ICH hanya dapat dilihat menggunakan CT-angiografi. • Pada penelitian ini akan melakukan pendekatan terhadap hemostatik pada ICH. Adapun penelitian INTERACT yang mengatakan bahwa tekanan darah yang diturunkan tiba-tiba semata-mata baik namun ternyata akan memperburuk keadaan ICH.

penggunaan TA mampu mengurangi risiko terjadinya mortalitas tanpa ada sumbatan pada peredaran darah. • Pada beberapa kasus ini. . • Percobaan besar (CRASH-2) yang dilakukan pada 20.000 pasien dengan perdarahan mayor. penggunaan terapi platelet untuk pasien ICH selagi anti-platelet masih belum dapat mencegah kematian akan terus dikembangkan.Pendahuluan • Penggunaan obat untuk hemostatik dengan rekombinan faktor VIIa sudah diuji coba pada ICH dan penelitian semakin dikembangkan. Hasilnya cukup menjanjikan. • Tranexamic Acid (TA) diizinkan dalam sediaan intravena dan oral untuk digunakan pada beberapa kondisi untuk mengurangi risiko perdarahan seperti menorrhagia dan pada saat operasi jantung.

tanpa peningkatan angka kejadian tromboembolik. pelaksanaan tertunda dikaitkan dengan kurangnya keberhasilan dan adanya potensi bahaya. • TA sudah pernah diuji pada perdarahan aneurisma subarachnoid. menunjukkan kecenderungan non signifikan untuk mengurangi mortalitas dan kematian atau ketergantungan. • Pelaksanaan dan perundingan yang terlalu lama akan berisiko terjadinya iskemik. dengan menurunkan risiko perdarahan ulang yang membebankan risiko terjadinya peningkatan iskemia cerebral. Uji coba jangka pendek (72 jam) pada penggunaan TA cenderung meningkatkan keberhasilan. dan percobaan ultra-acute (6 jam) masih dalam tahap penelitian. .Pendahuluan • Pengobatan akan lebih efektif jika diberikan dalam waktu yang cepat. • Penggunaan TA pada analisis subkelompok pasien ICH dengan trauma.

known vascular malformations). previous venous thromboembolic disease (VTE). myocardial infarction. renal impairment (GFR <50 mmol) dan kehamilan atau menyusui. randomized. peripheral artery disease [PAD]). • Lokasi: Stroke service Nottingham University Hospital NHS Trust • Kriteria inklusi: pasien dewasa dengan ICH akut (<24 jam setelah kehilangan kesadaran) • Kriteria eksklusi: ICH sekunder (anticoagulation. placebocontrolled. . recent ischemic event (<12 month (Ischemic stroke [IS].Metode • Penelitian ini menggunakan uji coba prospektif. dan percobaan blinded end point single- center fase IIa pada penggunaan TA dengan pasien ICH akut.

.

Metode • Intervention: ▫ Pasien diacak untuk menerima baik intravena TA (Cyklokapron. tingkat keparahan dasar (National Institutes of Scale Kesehatan Stroke [NIHSS]).9% saline) dikelola oleh rezim yang sama. Phamacia Limited. dan waktu dari onset stroke. ▫ Rezim ini telah digunakan dalam penelitian lain dan telah terbukti menghambat fibrinolysis in vitro. . jenis kelamin. UK) diberikan sebagai 1-g infus dosis selama 10 menit diikuti oleh 1-g infus selama 8 jam atau plasebo (0. ▫ Pengacakan komputerisasi dilakukan 2: 1 (TA: plasebo) dengan minimisasi pada usia. Kent.

transient ischemic attack. ▫ Tindakan klinis: gangguan (NIHSS) pada hari ke 7 (atau debit dari rumah sakit) dan hari 90 (akhir follow-up).Metode • Hasil: ▫ hasil yang pertama adalah uji kelayakan hasil (pengganti untuk percobaan penerimaan: jumlah pasien yang diskrining yang memenuhi syarat untuk pendaftaran dan yang memberi informed consent) ▫ Hasil sekunder termasuk tolerabilitas (peristiwa merugikan yang terjadi selama atau setelah pemberian TA) dan keamanan (informasi klinis pada kejadian iskemik [IS. suasana hati (Short Zung Depression Skala skor). ▫ Tindakan radiologi: persentase volume yang hematoma berubah pada pencitraan otak hari 1 dan hari 2. kualitas hidup (EuroQoL). PAD] dan VTE juga dicatat). ketergantungan (dimodifikasi Rankin Scale shift). dan kognisi (MMSE by phone) di hari 90. HE (digambarkan lebih besar dari 6-mL. sindrom koroner akut. kecacatan (Barthel Indeks). peningkatan dalam volume hematoma) .

• Tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil yang berhubungan diantara kelompok-kelompok tersebut. Poin TA mungkin sedikit unggul dibandingkan dengan placebo tapi cenderung tidak tampak perbedaan • Semua pasien mendapatkan suntikan bolus. sedangkan pada 1 pasien kelompok tranexamic tidak lagi diberikan injeksi karena keadaan yang memburuk. Semua pasien mendapatkan injeksi bolus. adanya penambahan volume hematoma tersebut. . Ternyata setelah dikonfirmasi.Hasil • Dari 107 pasien selama bulan Maret 2011 – April 2012. namun hanya 1 pasien yang tidak diberikan dengan alasan keadaan fisiknya menurun. hanya 24 yang diikutsertakan.

Hasil • Sebanyak 6 pasien dengan pemberian TA dan 2 orang pada grup kontrol mengalami severe adverse events. . • Hematoma pada bangsal ganglia merupakan bagian tersering yang mengalami ICH akut dibandingkan dengan bagian lobar. Hanya 1 pasien yang mengalami deep vein thrombosis setelah menjalani pengobatan selama 8 hari.

.

.

.

acute coronary syndrome. • Tidak ada lagi kejadian seperti VTE atau arterial thrombosis (IS. Tabel 3).Hasil • Sebanyak enam pasien dari kelompok TA dan 2 dari kelompok kontrol mengalami SAE (hasil yang merugikan. atau PAD) • Sebanyak 5 pasien dari kelompok TA dan 2 pasien dari kelompok kontrol mengalami perburukan neurologi (skor NIHSS >1) • Perdarahan lebih sering terjadi pada basal ganglia dibandingkan pada bagian lobar. . transient ischemic attack. Hanya 4 pasien yang mengalami CTA sebelum pengacakan dan dari hasil kontras tidak didapatkan adanya ekstravasasi. Satu pasien mengalami deep vein thrombosis setelah 8 hari pengobatan menggunakan TA.

3. .Diskusi • Jumlah peserta yang diikutkan dalam penelitian ini terlalu sedikit untuk menggambarkan keamanan atau efek dari obat tersebut. tetapi hanya tiga dari jumlah tersebut yang mengalami peningkatan volume perdarahan sebanyak 3 ml • Tidak ada peningkatan edema cerebral. tetapi penggunaan TA sudah pernah didemonstrasikan pada penelitian sebelumnya sebagai anti- fibrinolitik. Walaupun pada penelitian ini tidak dikonfirmasi bahwa fibrinolisis tidak terjadi secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dalam skala yang kecil untuk menilai kelayakan penggunaan TA pada kejadian ICH. dan hasilnya tidak memiliki kecenderungan yang nyata pada penggunaan TA. • Sebanyak lima pasien mengalami peningkatan volume perdarahan sebesar 33%. Pasien yang diikutsertakan rata-rata 10-15 jam setelah terjadinya onset serangan ICH. seperti yang ditemukan pada penelitian dengan pengaruh penggunaan warfarin dengan ICH. bahwa pada penggunaan TA pada hewan menyebabkan peningkatan edema cerebral • Penelitian ini memiliki 3 batasan: 1. 2.