TINJAUAN PUSTAKA

HIPOKALSEMIA

Definisi • Kalsium pada serum terikat dengan protein.9 mmol/L) Rumus Kalsium terkoreksi (mg/dL) = Kalsium total yang diukur (mg/dL) + 0. Hasilnya. dimana 4.0 menunjukkan rata-rata kadar albumin serum dalam tubuh 3 .0 – albumin serum [g/dL]). konsentrasi total kalsium serum pada pasien dengan kadar albumin serum yang tinggi atau rendah mungkin tidak secara akurat menggambarkan konsentrasi kalsium yang penting secara fisiologis • Hipokalsemia adalah kadar kalsium terkoreksi yang rendah atau dibawah nilai normal (< 1. terutama albumin.8 (4.

khususnya pada penyakit pancreas dan coeliac Kekurangan Vitamin D fungsional • Penyakit ginjal (Kekurangan enzim 1-Hidroksilasi) • Penyakit hepar (Kekurangan enzim 25-Hidroksilasi) • Kekurangan magnesium Hipoparatiroid • Autoimmune • Setelah operasi tiroidektomi 4 .Etiologi Hipoalbumin Kekurangan Vitamin D aktual • Asupan makanan • Kurang terpapar sinar matahari • Malabsorpsi.

Tanda dan Gejala • Parestesi peri-oral dan digital • Tanda Trousseau dan Chvostek positif • Tetani dan carpopedal spasme • Laringospasme • Perubahan gambaran EKG (interval QT memanjang) dan aritmia • Kejang .

Klasifikasi Hipokalsemia ringan : Asimptomatik.9 mmol/L Hipokalsemia Kadar kalsium <1.9 mmol/L dan / atau berat : simptomatik pada kadar berapapun di bawah harga normal . kadar kalsium >1.

24 mmol/24 jam.Tatalaksana Hipokalsemia ringan • Mulailah berikan suplemen kalsium oral CaCO3 1250 mg tablet 3-4 kali sehari • Pada kasus post tiroidektomi dan pasien asimptomatik.1 mmol/L. MgSO4) pada 500 ml Normal saline atau dextrose 5%.1 mmol/L • Jika pasien tetap hipokalsemia ringan dalam kurun waktu lebih dari 72 jam post operatif meskipun diberikan suplementasi kalsium. • Jika terdapat penyebab hypocalcaemia yang lain. mulai berikan 1- alfacalcidol 0. pasien dapat dipulangkan dan dicek ulang kadar kalsium pada 1 minggu kedepan – Jika kadar kalsium terkoreksi tetap di antara 1.25 mcg/hari (calcitriol juga dapat digunakan) dengan monitoring ketat • Jika defisiensi vitamin D merupakan penyebabnya. Monitor serum Mg2+ hingga tercapai kadar serum magnesium normal.000 unit cole atau ergocalciferol selama ~6-10 minggu. 800 mmol/L. stop obat presipitat apapun dan berikan Mg2+ IV. terdiri dari 6g MgSO4 (30 ml dari 20%. ulangi pemberian kalsium 24 jam kemudian: – Ketika kadar kalsium terkoreksi > 2. obati penyebab yang mendasari . • Jika terkait hipomagnesemia. dapat diberikan suplementasi vitamin D: Dimulai dengan ~300.9 dan 2.

Panduan terapi hipokalsemia pada pasien di atas dapat dilihat pada panduan NKF KDOQI . Selanjutnya dilakukan tindak lanjut dengan pemberin infus kalsium glukonat dengan ketentuan: • Obati penyebab yang mendasari. yaitu dengan terapi 1- alfacalcidol atau calcitriol. Dosis permulaan sekitar 0. pada hipokalsemia post operatif dan pada hipoparatiroidism.25 – 0. Hal tersebut dapat diulangi sampai pasien tidak menunjukkan gejala asymptomatic.5 mcg per hari NB: Infus kalsium dengan jumlah besar tidak boleh diberikan pada pasien dengan gagal ginjal tahap akhir atau pada pasien yang sedang menjalani dialisis. beri 10-20 ml 10% kalsium glukonat pada 50-100 ml dari Dextrose 5% IV selama 10 menit dengan terpasang EKG untuk monitoring.Hipokalsemia berat • Segera lakukan infus Kalsium glukonat • Awalnya.

EFUSI PLEURA .

Definisi • Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadipenumpukan cairan melebihi normal di dalam cavumpleura diantara pleura parietalis dan visceralis dapatberupa transudat atau cairan eksudat • Efusi cairan dapat berbentuk transudat dan eksudat 10 .

Etiologi • Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura. pneumonia. karena tumor dimana masuk cairan berdarah dan karena trauma. karena adanya bendungan seperti pada dekompensasi kordis. virus). abses amuba subfrenik yang menembus ke rongga pleura. penyakit ginjal. sindroma meig (tumor ovarium) dan sindroma vena kava superior. 11 . karena radang (tuberculosis. tumor mediatinum. bronkiektasis. • Pembentukan cairan yang berlebihan.

Peningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik b. kardiovaskuler. dan infeksi. Ini disebabkan oleh sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar : a. Penurunan tekanan osmotic koloid darah c.Etiologi • Kelebihan cairan rongga pleura dapat terkumpul pada proses penyakit neoplastik. Adanya inflamasi atau neoplastik pleura 12 . Peningkatan tekanan negative intrapleural d. tromboembolik.

Tanda dan Gejala • Sesak napas • Nyeri dada • Kesulitan bernapas • Peningkatan suhu tubuh jika ada infeksi • Keletihan • Batuk .

5 mg/Metyl Prednisolon 1 mg/Cetirizine ½ tab/GG 1 tab -> 3 x 1 cap diberikan untuk mengurangi batuk dan sesak • Ceftriaxone 1 gr vial/ 12 jam diberikan selama seminggu untuk evaluasi pasien. disamping menghindari efek samping dari rindakan thorakosentesis • Pemasangan WSD (Water Sealed Drainage). WSD dilakukan hingga terjadi undulasi yang berarti cairan sudah terbuang dan jaringan paru sudah baik • Terakhir dilakukan Pleurodesis pada pasien .Tatalaksana • Penatalaksanaan oksigenisasi berdasarkan kebutuhan oksigen tidal pasien yaitu 2-3 L/ menit • Bed rest total untuk mencegah sesak nafas yang semakin memberat • Racikan Salbutamol 0.

HIPO ALBUMINEMIA .

sehingga mengganggu sintesis albumin serta protein lain oleh hati. bilirubin.Definisi • Hipoalbuminemia adalah istilah yang menunjukkan kadar albumin yang rendah/dibawah nilai normal atau keadaan dimana kadar albumin serum < 3. Albumin membantu transport beberapa komponen darah seperti : ion. • Nilai albumin dapat meningkat pada keadaan dehidrasi dan menurun pada keadaan seperti malnutrisi. hormon. gangguan fungsi hati. Albumin di sintesa oleh hati dan mempertahankan keseimbangan distribusi air dalam tubuh (tekanan onkotik koloid). • Hipoalbuminemia mencerminkan pasokan asam amino yang tidak memadai dari protein. sindrom nefrotik. enzim. kehamilan. hipertiroid. edema. sindroma absorpsi. asites. dan obat. sirosis. infeksi kronis. luka bakar. dan perdarahan 16 .5 g/dL.

Peritonitis. Kurang Energi Protein.Radang atau Infeksi tertentu (akut dan kronis).TBC paru. 2. 4. 8. 7. Penyakit hati akut yang berat atau penyakit hati kronis (sintesa albumin menurun). 9. Kanker. 17 .Diabetes mellitus dengan gangren. 6. 3.Etiologi 1. dan 12. 11. 10. Luka bakar. Penyakit saluran cerna kronik. 5. Luka akibat Pre dan Post pembedahan (penurunan albumin plasma yang terjadi setelah trauma). Sepsis. Penyakit ginjal (hemodialisa).

Tanda dan Gejala • Pembengkakan wajah • Pembengkakan kelenjar parotis • Makroglosia • Hipotensi • Ensefalopati .

. gr% • Diet ekstra putih telur – 2 putih telur = 100 gr = 10.5 – 5..5 – x) x 0.Tatalaksana • Kadar normal = 3.8 gr protein = 10.8 x BB = ..26 gr% • Sediaan : – Plasbumin human 20% 50 ml  10 gr% – Plasbumin human 20% 100 ml  20 gr% .5 gr% • Koreksi = (3.

HIPOTENSI .

21 .Namun jika tidak terjadi keluhan dapat dikategorikan kondisi yang normal.Definisi • Hipotensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah rendah dari 90/60 mmhg sehingga menyebabkan keluhan.

Lanier. 2009) Perasaan tidak nyaman pada perut. pusing kecemasan. pinsan. lemas. otot terasa kram. (Alo. pandangan buram dan kehilangan keseimbangan • Hipotensi Interadialisis.dkk. 2014) Jantung berdebar kencang dan tidak teratur. pusing.Manifestasi Klinis • Hipotensi. • Hipotensi Ortostatik. mual. muntah. 2014) Pusing hingga pingsan. menguap. (Jeffrey B. mual. asympomatik hingga syok (Burton Etal. 22 . gelisah.

yang mengancam nyawa reaksi alergi -Kejang -Kehilangan kesadaran -Kelelahan mendalam -Sementara kabur atau kehilangan penglihatan -Jaringan ikat gangguan Ehlers-Danlos Syndrome -Tinja tinggal hitam 23 .Tanda dan Gejala -Nyeri dada -Sesak napas -Denyut jantung tidak teratur -Demam lebih tinggi dari 38.3 ° C (101 ° F) -Batuk dengan dahak -Berkepanjangan diare atau muntah -Disuria -Akut.

Bisa dilakukan dengan berjalan di treadmill. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur jantung dan memeriksa fungsinya. .Tatalaksana • Elektrokardiogram (EKG). Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa kadar hormon dan jika pasien mengalami anemia atau diabetes. seperti Anda meniup suatu balon yang sangat kaku. Tes ini biasa dilakukan bagi pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri. masalah suplai oksigen dan darah ke otot jantung. Tes ini dilakukan dengan cara membuat jantung bekerja lebih keras agar lebih mudah mendiagnosis tekanan darah. • Tes darah. • Valsalva Maneuver. serta detak jantung yang tidak teratur. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang kemudian menutup hidung dan membuang napas melalui mulut. Tes ini dilakukan untuk memeriksa kondisi sistem saraf autonomi pernapasan. Tes ini bertujuan mendeteksi keabnormalan struktur jantung. • Tes kemiringan tegak lurus (tilt table test). • Tes latihan stres. • Ekokardiogram.

ANEMIA PADA PENYAKIT KRONIS .

Definisi • Penurunan jumlah massa eritrosit pada pasien penyakit kronis sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer 26 .

Manifestasi Klinis • Seluritas sumsum tulang normal • Hb berkisar 7-11 g/dL • Kadar Fe serum rendah • Kadar TIBC rendah • Kadar besi dalam makrofag di sumsum tulang normal atau meningkat • Feritin serum meningkat 27 .

Pada penyakit kronis terutama pada keganasan stadium lanjut • Drug-induced marrow suppressioon atau drug- induced hemolysis • Pendarahan kronis • Thalasemia minor • Gangguan ginjal • Metasis pada sumsum tulang 28 .Diagnosis Banding • Anemia dilusional.

Namun pengobatan ini masih belum direkomendasikan. . • Eritropoetin. Merupakan pilihan pada kasus-kasus yang disertai gangguan hemodinamik.Tatalaksana • Transfusi. Besi dapat mencegah pembentukan TNF-a dan pada penyakit inflamasi dan gagal ginjal. preparat besi terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin. • Preparat Besi. Mempunyai efek anti inflamasi dengan cara menekan produksi TNF-a dan interferon-y serta menambah proliferasi sel-sel kanker ginjal serta meningkatkan rekurensi pada kanker dan leher.