PEMERINTAH

KABUPATEN PEMALANG

PEMERINTAH
KABUPATEN PEMALANG

Kajian Pemetaan Kebutuhan Pelayanan
Kesehatan Dasar (Puskesmas) di Kabupaten
Pemalang Tahun 2017
Tim :
Sutopo Patria Jati
S.A. Nugraheni
Dian Nursanti
Ike Johan
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Rabu
UNIVERSITAS DIPONEGORO 14 Juni 2017

PENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan pada
periode 2015-2019 adalah
Program Indonesia Sehat
dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan
dan status gizi masyarakat melalui melalui upaya
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang
didukung dengan perlindungan finansial dan
pemeratan pelayanan kesehatan.

. Rujukan antara klinik kebidanan. puskesmas dan rumah sakit seringkali dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan buruk Keterlambatan dalam pengambilan keputusan dan rendahnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan dipandang sebagai faktor kontribusi masing- masing di 77% dan 60% dari kematian.

. pemerataan. distribusi. pendayagunaan SDMK Kesehatan Nomor Upaya pengembangan SDM kesehatan merupakan salah 36 Tahun 2009 satu pilar dalam pelaksanaan reformasi pembangunan tentang Kesehatan kesehatan yang diharapkan dapat lebih dipercepat dan pasal 16 &pasal 21 lebih bersinergi antara pusat dan daerah melalui upaya ayat (1) dan Pasal 14 ayat (1) Undang. LATAR BELAKANG Pemerintah Daerah Kabupaten bertanggung jawab dan berwenang dalam perencanaan. dan retensi penyebaran tenaga Undang Nomor 23 kesehatan agar tujuan dan sasaran pembangunan Tahun 2014 tentang kesehatan jangka menengah dan jangka panjang dapat Pemerintahan tercapai kuat. Undang-Undang pengadaan. Daerah Pentingnya menyusun rencana kebutuhan SDMK merupakan langkah strategis yang perlu dilaksanakan dalam upaya mendukung pembangunan kesehatan dan menurunkan kejadian kematian ibu di Kabupaten Pemalang.

(AIPHSS) Geografis Peta Geografis Asesmen Transportasi Asesmen Mengatur jejaring rujukan antar Sarana fasilitas kesehatan. Australia Indonesia Partnership for Health Systems Asesmen Strengthening Asesmen Mengatur jejaring rujukan antar Kondisi dan fasilitas kesehatan. Transportasi . Asesmen Nilai budaya yang dapat mempengaruhi pelaksanaan Nilai Budaya rujukan kesehatan Asesmen Kapasitas puskesmas sebagai Budaya Asesmen gate keeper dan RSUD sebagai Kapasitas pusat rujukan dalam mengatur jaringan rujukan horisontal dan Asesmen Faskes vertical Faskes Peningkatan akses pelayanan kesehatan Asesmen Menelaah kriteria-kriteria yang Kegawatdaruratan Asesmen Regulasi digunakan dalam merujuk obstetri Regulasi Rujukan JKN pasien seperti regulasi pada Sumber : JKN (BPJS) BPJS.

Hasil Risfaskes 2011 Jumlah Puskesmas di Provinsi Jawa Tengah. Rifaskes 2011 .

Persentase Puskesmas Menurut Kegiatan Perencanaan dan Penggerakan Pelaksanaan Puskesmas di Provinsi Jawa Tengah. Rifaskes 2011 t .

TUJUAN • Memberikan gambaran singkat tentang ketersediaan SDM Kesehatan menurut jenis dan jumlahnya di Faskes di Puskesmas. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat yang tercantum dalam ASPAK . • Memberikan gambaran kecukupan jenis dan jumlah SDM Kesehatan menggunakan Analisis Work Load Indicator Staff Need (WISN) • Memberikan gambaran singkat tentang kesediaan sarana prasarana kesehatan menurut jenis dan jumlahnya di Puskesmas sesuai Standar Permenkes No. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN MAKSUD Pelaksanaan penyusunan kajian pemetaan kebutuhan dasar fasilitas pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk merencanakan upaya perencanaan yang lebih komprehensif dalam jangka panjang berkaitan dengan upaya peningkatan kesehatan dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) maternal di Kabupaten Pemalang.

RUANG LINGKUP KEGIATAN Mengidentifikasi gambaran singkat tentang ketersediaan SDM Kesehatan menurut jenis dan jumlahnya Mengidentifikasi gambaran kecukupan jenis dan jumlah SDM Kesehatan dibandingkan dengan standar kebutuhan Analisis Work Load Indicator Staff Need (WISN) pelayanan kesehatan atau Analisis Beban Kerja (ABK) (opsional) Analisis Ketersediaan Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pemalang Penyusunan laporan kajian pemetaan kebutuhan dasar fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pemalang 2017 .

FGD. TAHAPAN KEGIATAN Laporan Pemetaan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dasar Pengumpulan Data (Observasi. Indepth Interview) Analisis Work Load Indicator Staff Need. Analisis Content Koordinasi Pemetaan Masalah .

PERENCANAAN WAKTU PENGUMPULAN Maret s/d Juni 2017 DATA TEMPAT Kabupaten Pemalang METODE Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara mendalam (Indepth Interview) .

Pemalang • Dinas Kesehatan Kab. Pemalang • BPKAD • Fasilitas Kesehatan Pelayanan Dasar Kabupaten Pemalang • Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pemalang • Bagian Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Pemalang • Bagian Umum Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang .SASARAN: • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kab.

Metode Analisi WISN (Workload Indicator Staff Needs)  Workload Indicator Staff Need  Merupakan perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan  berdasarkan Indikator Beban Kerja  Metode baru Berdasarkan kerja yang nyata yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (beban kerjanya).Dapat diterapkan pada semua kategori tenaga  Staf Medis  Staf Paramedis  Staf Non-medis .

Kenapa WISN?  Berguna untuk menghitung kebutuhan saat ini dan masa mendatang  Bermanfaat untuk membandingkan SDM Kes pada daerah atau fasilitas kesehatan yang berbeda  Dapat melihat apa nakes bekerja sudah sesuai dengan profesinya atau tidak  Dapat mengidentifikasi seberapa besar beban kerja SDM Kesehatan .

Menyusun standar beban kerja 4. Perhitungan kebutuhan tenaga per unit kerja . Langkah WISN 1. Menetapkan unit kerja dan kategori SDM 3. Menyusun standar kelonggaran 5. Menetapkan waktu kerja tersedia 2.

Perhitungan WISN • Menghitung waktu kerja tersedia • Menetapkan unit kerja dan kategori SDM yang diteliti Unit Kerja Kategori Tenaga Puskesmas Paduraksa Perawat dan Bidan Puskesmas Purwoharjo Perawat dan Bidan Puskesmas Kebon Dalem Perawat dan Bidan Puskesmas Klareyan Perawat dan Bidan Puskesmas Jebed Perawat dan Bidan Puskesmas Banjardawa Perawat dan Bidan .

• Menghitung Standar Beban Kerja Jumlah waktu yang digunakan seseorang untuk bekerja (dalam satu kegiatan) dalam setahun (jam/tahun)  Rata2 waktu/kegiatan .

• Menghitung standar kelonggaran Standar waktu kerja untuk tugas tambahan/ lainnya (kegiatan yang tidak dilaporkan dalam pelaksanaan tugas pokok) • Kuantitas Beban Kerja Jumlah total tiap tugas/pekerjaan yang dilakukan dalam satu tahun. • Rasio Kebutuhan SDM .

3+27)} = 272.Waktu Kerja Tersedia = {A .7 hari/tahun) x 8 (jam/hari) = 2181.6 jam kerja/tahun = 130.7 Hari kerja/tahun Waktu kerja tersedia untuk kategori SDM = (272.(B+C+D+E)} X F Keterangan : 1 minggu : 6 hari kerja 1 tahun : 6 × 52 minggu = 312 (A) Cuti tahunan : 12 hari (B) Diklat : 6 hari (C) Hari libur : 15 hari + 6 hari cuti bersama (D) Sakit dan ijin/th : 6 hari (E) Waktu kerja/hr : 8 jam (F) Uraian perhitungannya adalah sebagai berikut : Hari kerja tersedia untuk kategori SDM = {312-(12+0.896 menit keja/tahun .

nadi. dan tekanan darah 5 26496 2 Melakukan perekaman EKG 20 6624 3 Perawatan Luka 20 6624 4 Mengganti cairan infus 5 26496 5 Mengganti Balutan 10 13248 6 Memasang Infus 10 13248 7 Memeriksa gula darah 1 132480 8 Memberikan obat oral dan injeksi 5 26496 9 Pemasangan gelang identifikasi 3 44160 10 Pengambilan darah 3 44160 11 Perawat keliling ruangan observasi pasien 6 22080 12 Mengontrol infus 10 13248 13 Mengganti baju/ pampers 15 8832 14 Membersihkan tempat tidur 15 8832 15 Mengantar/memindahan pasien ketempat lain 15 8832 16 Menerima pasien dari ruangan lain 10 13248 17 Pendidikan kesehatan 5 26496 18 Memasang cateter urin. Hasil Perhitungan WISN untuk Tenaga Perawat Perhitungan Standar Beban Kerja Puskesmas Purwoharjo No Kegiatan Keperawatan Langsung Waktu SBK 1 Mengukur suhu. observasi 5 26496 19 Memeriksa sleding scale 10 13248 .

001 Standar Kelonggaran Individu 1. Rapat Ruangan 2 jam/bulan 24 jam/tahun 0. Cuti Hamil/sakit 66 hari 1584 0.01 2. Pendidikan dan 0 hari 0 jam/tahun 0 pelatihan 2. Perhitungan Waktu Kelonggaran Perawat Puskesmas Purwoharjo No Faktor Kelonggaran Rata-rata Jumlah Standar waktu Kelonggaran Standar Kelonggaran Kategori (terkait kegiatan produktif tidak langsung) 1.73 jam/tahun Total Faktor Kelonggaran 0. Semua Kegiatan Keperawatan Tidak Langsung 0.74 .

490 4 Klareyan 13. Kuantitas Kegiatan Pokok Jumlah Kunjungan Pasien di Tahun Terakhir ( tahun 2016) No Nama Puskesmas Pasien yang dilayani oleh perawat 1 Paduraksa 51.653 2 Purwoharjo 3.504 .575 3 Kebondalem 70.

01 17 Pendidikan kesehatan 26496 0.28 3 Perawatan Luka 6624 1.28 4 Mengganti cairan infus 26496 0.87 2 Melakukan perekaman EKG 6624 1.87 5 Mengganti Balutan 13248 1.14 16 Menerima pasien dari ruangan lain 13248 1.82 11 Perawat keliling ruangan observasi pasien 22080 0.87 18 Memasang cateter urin.14 14 Membersihkan tempat tidur 8832 1.82 10 Pengambilan darah 44160 0.01 7 Memeriksa gula darah 132480 0.87 9 Pemasangan gelang identifikasi 44160 0.01 13 Mengganti baju/ pampers 8832 1. nadi.14 15 Mengantar/memindahan pasien ketempat lain 8832 1.77 8 Memberikan obat oral dan injeksi 26496 0.87 19 Memeriksa sleding scale 13248 1.73 .90 12 Mengontrol infus 13248 1.01 JUMLAH 481344 18. observasi 26496 0.01 6 Memasang Infus 13248 1. dan tekanan darah 26496 0. Perhitungan kebutuhan SDM Perawat Puskesmas Purwoharjo N Kegiatan Keperawatan Langsung SBK Kebutuhan o SDM 1 Mengukur suhu.

Analisis WISN Kesenjangan Kebutuhan SDM Perawat dan Bidan No Nama Perawat Bidan Puskesmas Saat ini WISN Kesimpu Saat ini WISN Kesimpu lan lan 1 Paduraksa 6 11 -5 8 11 -3 2 Purwoharjo 15 19 -4 11 12 -1 3 Kebondalem 9 15 -6 12 11 1 4 Klareyan 8 9 -1 17 12 +5 .

Permasalahan sumber daya kesehatan di Kabupaten Pemalang antara lain : » Kurangnya tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan non medis. pemberdayaan. formasi yang ada di Puskesmas Kabupaten Pemalang saat ini belum sesuai dengan Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas baik dari segi jumlah maupun kualifikasinya » Penempatan tenaga kesehatan yang tidak sesuai bidangnya » Distribusi tenaga kesehatan yang belum merata sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan pada masyarakat » Masih adanya moratorium pegawai sehingga perekrutan pegawai belum bisa dilakukan » Keterbatasan kemampuan keuangan yang dimiliki Puskesmas » Puskesmas belum menerapkan BLUD » Belum memadai dukungan regulasi dalam pengembangan . dan pengadaan SDM di Bidang Kesehatan terutama di Puskesmas .

Data Kelengkapan Data Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pemalang (Source :ASPAK) .

namun hal tersebut bukan menjadi masalah bagi Puskesmas karena Puskesmas masih memiliki kewenangan untuk mengelola dana kapitasi untuk pembelanjaan sarana dan prasarana di Puskesmas. Masalah lain terkait sarana prasarana adalah belum adanya anggaran untuk maintanance sarana prasarana kesehatan. . Pemalang Sarana prasarana dan alkes di Puskesmas masih perlu diperbaiki atau ditambah. SPA di Puskesmas Kab.

agar lebih terintegrasi. . Implementasi ASPAK Kab. Pemalang ASPAK (Aplikasi Sarana Prasarana dan Peralatan Kesehatan) merupakan suatu sistem penting untuk mengusulkan kegiatan dan anggaran kepada Kementerian kesehatan yang diusulkan melalui e- planning.

sehingga seharusnya semua pihak harus mengerti tentang ASPAK. 4. Pemalang 1. Transmisi : Pelatihan dan sosialisasi b. Struktur Birokrasi : penyebaran tanggung jawab setiap Puskesmasnya berbeda-beda. penanggungjawab pengisian double job b. tidak ada penanggungjawab pasti . Implementasi ASPAK Kab. data kepatuhan pelaksana melakukan pengisian belum ada (monev belum ada) 3. Disposisi : Sistem ASPAK dsudah cukup baik karena sudah sesuai PMK no 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Komunikasi a. output pengisian masih belum 2. Staff : penanggungjawab pengisian tiap Puskesmas berbeda-beda. Informasi : Juknis (utk melaksanakan kegiatan pengisian) sudah ada. namun sistem yang baik akan menghasilkan output yang baik pula apabila didukung oleh pelaksana pengisian ASPAK dan hasilnya bisa dimanfaatkan oleh pengambil keputusan untuk membuat kebijakan yang baik dan sesuai. Kejelasan : cara pengisian jelas dan informasinya konsisten (pedoman juknis dan buku manual). Sumber Daya a.

Sarana. 5. dan Alat Kesehatan di Kabupaten Pemalang. Melakukan komunikasi yang baik antar instansi terkait untuk menuju Puskesmas BLUD. Untuk meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar masih diperlukan adanya perbaikan sedang maupun ringan yang mekanisme penganggarannya dapat di fasilitasi melalui anggaran desa. Meningkatkan kualifikasi tenaga kesehatan yang sudah ada dengan anggaran yang sudah disediakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pemalang 4. Rekomendasi 1. Prasarana. Masing-masing Puskesmas diharapkan dapat mengisi ASPAK sehingga status Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dalam Sistem Informasi Perencanaan dan Monitoring (SIPERMON) Kementerian Kesehatan agar Puskesmas berhak mengusulkan kegiatan dan anggaran kepada Kementerian kesehatan melalui e-planning 6. 3. Mengakomodir seluruh sumber pendapatan daerah yang bisa digunakan untuk merencanakan kebutuhan SDM kesehatan di Kabupaten Pemalang. . Dukungan dari para pelaksana pengisian ASPAK dan pengambil keputusan agar bisa memanfaatkan hasil dari pengisian ASPAK untuk menyusun kebijakan yang baik dan sesuai untuk Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan. Rokok. dan-lain-lain 2. seperti BOK.