You are on page 1of 28

Elnisa Asritamara

1310211053
Hormon yg Berkaitan dgn Stress &
Klasifikasi Gangguan Afektif dan
Neurosis

• Berbagai rangsangan baik secara fisik, kimiawi,
psikologis, maupun psikososial yang merupakan
ancaman gangguan pada sistem homeostasis
• Exposure stress dapat berupa :
- Terpapar pada keadaan dingin atau panas,
- Penurunan konsentrasi oksigen, infeksi, luka /
injuries, latihan fisik yang berat dan lama
• Sedangkan pada stres psikologis misalnya :
- ada perubahan kehidupan, hubungan sosial,
perasaan marah, takut, depresi

glukoneogenesis. artinya meningkatkan produksi cAMP yang bersiat mengaktifkan enzim protein kinase • Enzim protein kinase akan mengaktifkan hormon sensitive lipase yang meningkatkan lipolisis.a.) Hormon Glukagon • Hormon ini berlawanan kerjanya dengan insulin • Hormon ini meningkatkan aktivitas enzim adenilat siklase. dan glikogenolisis .

peningkatan aktivitas mental 8. Peningkatan aliran darah untuk mengaktifkan otot-otot.peningkatan kecepatan metabolisme sel di seluruh tubuh. peningkatan tekanan arteri 2. peningkatan kekuatan otot 7. 3. 4. peningkatan proses glikolisis di hati dan otot 6.b. peningkatan konsentrasi glukosa darah.peningkatan kecepatankoagulasi darah . bersamaan dengan penurunan aliran darah ke organ -organ yang tidak diperlukan untuk aktivitas motorik yang cepat. 5.) Hormon Epinefrin dan Norepinefrin • Kedua hormon ini mengaktifkan trigliserida lipase sensitive hormon yang menyebabkan penguraian cepat triasilgliserol dan mobilisasi lemak • Efek lain : 1.

) Hormon Kortikotropin • Hormon ini akan mengeluarkan glukokortikoid yang mengaktifkan trigliserida lipase sensitive hormon yang meningktkan pembebasan asam lemak pd keadaan stress .c.

) Hormon Pertumbuhan • Hormon ini berpengaruh sedikit untuk efek terhadap pengaktifan lipase sensitive hormon e) Hormon Tiroid • Hormon ini mempercepat mobilisasi lemak. Hal ini disebabkan secara tidak langsung oleh meningkatnya laju metabolisme energi di bawah pengaruh hormon ini .d.

metabolisme lemak. suhu tubuh.) Leptin • Leptin merupakan hormon protein yang memiliki pengaruh penting dalam mengendalikan nafsu makan. metabolisme glukosa. rasa lapar.dan pengeluaran energi • Leptin terutama disekresikan oleh lemak di jaringan adiposa. hati dan otot akan mempengaruhi sekresi insulin . Leptin di organ perifer seperti pankreas.f. • Pengaruh leptin pada bobot badan terjadi melalui sinyal dari leptin ke pusat hipotalamus yang mengendalikan perilaku makan. dan penggunaan energi.

episode sekarang manic dengan gejala psikotik F 31.0 Hipomania F 30.0 Gangguan afektif bipolar. Klasifikasi Gangguan Afektif & Neurosis Menurut ICD-10 F 30 – 39 Gangguan mood ( afektif ) F 30.2 Gangguan afektif bipolar. tanpa gejala somatic 31. episode sekarang hipomanik F 31. episode sekarang manic tanpa gejala psikotik F 31.1 Mania tanpa gejala psikotik F 30. dengan gejala somatic .9 Episode manik tidak ditentukan F 31 Gangguan afektif bipolar F 31.8 Episode manik lain F 30.2 Mania dengan gejala psikotik F 30.1 Gangguan afektif bipolar. episode sekarang depresi ringan atau sedang 30.3 Gangguan afektif bipolar.

9 Gangguan afektif bipolar tidak ditentukan .8 Gangguan afektif bipolar lain F 31.4 Gangguan afektif bipolar. episode sekarang depresi berat tanpa gejala psikotik F 31. episode sekarang campuran F 31.5 Gangguan afektif bipolar. sekarang dalam remisi F 31.7 Gangguan afektif bipolar. episode sekarang depresi berat dengan gejala Psikotik F 31.6 Gangguan afektif bipolar.F 31.

F 32 Episode depresif F 32. Tanpa gejala somatic 01.1 Episode depresif sedang 00. Dengan gejala somatic F 32.9 Episode depresif tidak ditentukan .2 Episode depresif berat tanpa gejala psikotik F 32.0 Episode depresif ringan 00.3 Episode depresif berat dengan gejala psikotik F 32. Tanpa gejala somatic 01. Dengan gejala somatik F 32.8 Episode depresif lain F 32.

Tanpa gejala somatic 01. sekarang dalam remisi F 33. episode sekarang berat dengan gejala psikosis F 33.2 Episode depresif rekuren.3 Episode depresif rekuren.0 Episode depresif rekuren.F 33 Episode depresif rekuren F 33. Dengan gejala somatik F 33. Tanpa gejala somatic 01. episode sekarang sedang 00. episode sekarang berat tanpa gejala psikotik F 33.8 Episode depresif rekuren lain F 33.1 Episode depresif rekuren. episode sekarang ringan 00. Dengan gejala somatik F 33.9 Episode depresif rekuren tidak ditentukan .4 Episode depresif rekuren.

Gangguan depresif ringan rekuren F 38.9 Gangguan mood (afektif) tidak ditentukan F 38 Gangguan mood (afektif) lain F 38.0 Gangguan mood (afektif ) lain 00.8 Gangguan mood (afektif) lain ditentukan .Episode afektif campuran F 38.F 34 Gangguan mood ( afektif ) persisten F 34.1 Distimia F 34.8 Gangguan mood (afektif) persisten lain F 34.0 Siklotimia F 34.1 Gangguan mood (afektif) lain 10.

8 Gangguan kecemasan ditentukan lain F 41.1 Fobia sosial F 40.0 Agorafobia F 40.F 39 Gangguan mood (afektif) tidak ditentukan F 40 – 48 Gangguan neurotic berhubungan stress dan somatoform F 40 Ganguan kecemasan fobik F 40.0 Gangguan panik ( kecemasan paroksismal episodic) F 41.9 Gnagguan kecemasan tidak ditentukan F 41 Gangguan kecemasan lain F 41.2 Fobia spesifik ( terisolasi ) F 40.3 Gangguan kecemasan campuran lain F 41.8 Gangguan kecemasan fobik lain F 40.1 Ganggan kecemasan umum F 41.2 Gangguan kecemasan dan depresif campuran F 41.9 Gangguan kecemasan tidak ditentukan .

F 42 Gangguan obsesif – kompulsif F 42.0 Perenungan dan pikiran obsesif menonjol F 42.9 Gangguan obsesif kompulsif tidak ditentukan .8 Gangguan obsesif kompulsif lain F 42.2 Pikiran dan tindakan obsesional campuran F 42.1 Tindakan kompulsif menonjol (ritual obsesional) F 42.

Reaksi kecemasan dan depresif campuran 23.1 Gangguan stress pasca traumatis F 43. Dengan gangguan tingkah laku yang menonjol 25.F 43 Reaksi terhadap stress berat dan gangguan penyesuaian F 43. Dengan gangguan emosi lain yang menonjol 24.8 Reaksi lain terhadap stress berat F 43. Reaksi depresif singkat 21. Reaksi depresif berkepanjangan 22.2 Gangguan penyesuaian 20.0 Reaksi stress akut F 43. Dengan gejala predominan tertentu lain F 43. Dengan gangguan emosi dan tingkah laku campuran 28.9 Reaksi terhadap stress berat tidak ditentukan .

2 Stupor disosiatif F 44.F 44 Gangguan disosiatif ( konversi) F 44. gangguan disosiatif (konversi) yang dapat ditentukan F 44. gangguan kepribadian ganda 82.6 Anestesia dan kehilangan sensorik disosiatif F 44.9 Gangguan disosiatif ( konversi) tidak ditentukan . sindrom ganser 81.3 Gangguan trance dan pemilikan F 44.8 Gangguan disosiatif ( konversi) lain 80. gangguan disosiatif (konversi) transien yang terjadi pada masa anak – anak dan remaja 83.4 Gangguan motorik disosiatif F 44.7 Gangguan disosiatif ( konversi) campuran F 44.0 Amnesia disossiatif F 44.1 Fuga disosiatif F 44.5 Kejang disosiatif F 44.

Sistem genitourinarius 35. Sistem atau organ lain F 45. Sistem pernafasan 34.9 Gangguan somatorform tidak ditentukan .4 Gangguan nyeri somatoform persisten 30.8 Gangguan somatoform lain F 45. Saluran gastrointestinal bagian atas 32.3 Disfungsi otonomik somatoform F 45. Jantung dan system kardiovaskular 31.F 45 Gangguan somatoform F 45. Saluran gastrointestinal bagian bawah 33.0 Gangguan somatisasi F 45.1 Gangguan somatoform tidak ditentukan F 45.2 Gangguan hhipokondriakal F 45.

9 Gangguan neurotic lain tidak tergolongkan .F 48 Gangguan neurotic lain F 48.0 Neurastenia F 48.1 Sindrom depersonalisasi – derealisasi F 48.8 Gangguan neurotik lain ditentukan F 48.

Klasifikasi Gangguan Neurosis & Afektif Menurut DSM IV .

KANAK-KANAK ATAU REMAJA 1. Gangguan Makan Masa Bayi atau Masa Kanak Dini . Gangguan Keterampilan Motorik: Gangguan Perkembangan Koordinasi 3. Gangguan Sikap Menentang atau Membangkang. GANGGUAN YANG BIASANYA MULAI TAMPAK PADA BAYI.Gangguan Ruminasi. Hiperaktivitas. Gangguan Tingkah Laku 5. Gangguan Asperger 4. Gangguan Perkembangan Pervasif: Gangguan Autistik. Gangguan Pola Makan Masa Bayi atau Masa Kanak Dini: Pica. Gangguan Perkembangan Belajar: Gangguan membaca/Gangguan Berhitung/Gangguan Menulis Ekspresif 2. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Perilaku Disruptif: Gangguan Pemustaan Perhatian. Gangguan Disintegrasi masa kanak-kanak.

Ganggaun Tic: Gangguan Tourette. Gangguan Lainnya pada Masa Bayi. Gangguan Berkomunikasi: Gangguan Berbahasa Ekspresif. Gangguan Gerakan Stereotipik . Gangguan Kelekatan Masa Bayi atau Masa Kanak Dini. Gangguan Tic Motorik atau Vokal Kronis. Kanak atau Remaja: Gangguan Anxietas Perpisahan. Gangguan Fonetik.Gagap/Stuttering 8. Gangguan Berbahasa Campuran Reseptif- Ekspresif. Gangguan Eliminasi: Enskopresis. Mutisme Selektif.6. Gangguan Tic Sementara 7. Enuresis 9.

Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan banyak zat . Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan Opioida 10.Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan Fensiklidin 11.8.Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan zat Sedatif. Gangguan yang berkaitan dengan penggunaan Nikotin 9. Hipnotika atau Anxiolitika 12.

Gangguan Mood Akibat Kondisi Medis Umum 4.GANGGUAN EMOSI 1.Gangguan Bipolar: Gangguan Bipolar I. Gangguan Distimik 2.Gangguan Mood Akibat Penggunaan . Gangguan Bipolar II (episode depresif mayor yang berulang dengan Hipomania).Gangguan Depersif: Gangguan Depresif Mayor. Gangguan Siklotimik 3.

Gangguan Panik: Tanpa Agorafobia.Fobia Khas 4.Fobia Sosial (Gangguan Anxietas Sosial) 5.Agorofobia tanpa Riwayat Gangguan Panik 3. Dengan Agorafobia 2.Gangguan Stress Pascatrauma .GANGGUAN ANXIETAS 1.Gangguan Obsesif Kompulsif 6.

Gangguan Anxietas Akibat Kondisi Medis Umum 10.Gangguan Anxietas Menyeluruh 9.Gangguan Stress Akut 8.Gangguan Anxietas Akibat Penggunaan .7.

Gangguan Kepribadian Skizoid 3. Gangguan Kepribadian Histrionik 7. Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif . Gangguan Kepribadian Paranoid 2. Gangguan Kepribadian Antisosial 5. Gangguan Kepribadian Menghindar 9.GANGGUAN KEPRIBADIAN 1. Gangguan Kepribadian Skizoptikal 4. Gangguan Kepribadian Ambang 6. Gangguan Kepribadian Dependen 10. Gangguan Kepribadian Narsistik 8.

.

REFERENSI • Kaplan Saddock • PPDGJ III • Fisiologi Sherwood • Fisiologi Guyton .