You are on page 1of 59

BIOLISTRIK Dr.

Budi Santoso, Mkes
1. Hukum Biolistrik
2. Kelistrikan sel saraf
3. Kelistrikan otot jantung
HUKUM BIOLISTRIK
1. Hukum Ohm : “Perbedaan potensial antara ujung konduktor
berbanding lurus dengan arus yang melewati, dan tahanan dari
konduktor”.
V = I.R, atau I =V/R atau R=V/I
V=tegangan (volt), I=kuat arus(ampere), R=hambatan (ohm)

2. Hukum Joule : “Arus listrik yang melewati konduktor dengan beda
potensial V, dalam waktu tertentu akan menimbulkan kalor”.
Q=W=P.t =VI.t
Q=energi panas(joule), t=waktu(detik)
PETA KONSEP Listrik
Dinamis

Arus Hambatan Hukum Hukum I
listrik Jenis Ohm Kirchoff

Kondukti Rangkaian
vitas Hambatan

Seri Paralel

Rangkaian
listrik
Klik Menentukan arus listrik dan arus elektron.

Klik Klik

Arah arus listrik Arah elektron

Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial
tinggi ke potensial rendah
Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial
rendah ke potensial tinggi
Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir
pada suatu rangkaian
Rangkaian Tertutup

Rangkaian Terbuka

• Mengapa Lampu mati ? • Mengapa Lampu menyala ?

Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ?
Aliran arus listrik
Benda A Potensial tinggi Benda B Potensial rendah
Arus listrik

Konduktor Apakah ketika
terjadi aliran
muatan listrik dari B
ke A sampai
Arus elektron muatan di B habis ?
Ketika benda A dan B memiliki jumlah dan jenis muatan
muatan yang sama maka kedua benda dapat dikatakan telah
memiliki potensial yang bagaimana ?
Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial
Umpan Balik:
Dua syarat agar arus listrik dapat mengalir adalah....
Kuat Arus Listrik

P

Hitung berapa banyak
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan
muatan positif yang melewati
yang mengalir pada penghantar tiap detik. titik P dalam 10 sekon
Klik warna hijau ( mulai )
I = Kuat arus listrik ( Ampere )
Q
I Q = muatan ( Coulomb ) Klik warna merah ( berhenti )
t t = waktu ( secon )
Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb
1 A = 1 C/s
yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon
Beda Potensial Listrik
Benda A Benda B
Potensial tinggi Potensial rendah Definisi Beda potensial listrik
Arus elektron Konduktor Energi yang diperlukan untuk
memindah muatan listrik tiap
satuan muatan
Arus listrik
W
Benda C Benda D V
Potensial rendah Potensial tinggi Q
Konduktor V = Beda Potensial ( Volt )
Arus elektron
W = Energi ( Joule )
Q = Muatan ( Coulomb )
Arus listrik
1 Volt = 1J/C
Benda C Benda D
Potensial rendah Potensial tinggi Satu volt didefinisikan
Konduktor untuk memindah muatan
Arus elektron listrik sebesar 1 Coulumb
memerlukan energi
sebesar 1 Joule.
Arus listrik
HUKUM OHM
Jml V I
0,40
0,20
0,54 1,2
2,6
4,0
Baterai
1
2
3
Hubungan apa yang
didapatkan antara beda
Dari tabel data dapat kita potensial dengan kuat
ketahui jika beda potensial arus listrik?
diperbesar maka kuat arus
listriknya juga turut Buatlah grafik hubungan
membesar. antara beda potensial
dengan kuat arus listrik.
Grafik Hubungan
Beda potensail (V) terhadap Data
kuat arus listrik ( I )
V I
V(volt)
1,2 0,2
5,0
2,6 0,4
4,0 4,0 0,54
3,0
V ~ I
2,0
V = IR
1,0 V = Beda potensial ( volt )
I( A) I = Kuat arus listrik ( A )
0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 R = Hambatan ( Ω )
Grafik Hubungan Hambatan (R)
terhadap kuat arus listrik ( I ) Data
R(Ω) R 10 20 30 40

50 I 1,0 0,5 0,3 0,25

40 Jika V dibuat tetap = 10 V
V 10 I1 = 1,0 A
I1 = I1 =
30 R 10
V 10 I2 = 0,5 A
I2 = I2 =
20 R 20
V 10 I3 = 0,3 A
I3 = I3 =
R 30
10
V 10 I4 = 0,25 A
I4 = I4 =
R 40
I( A)
0,25 0,50 0,75 1,0 1,5
V
R
=
I
Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi
besar hambatan kawat
1
B
A

Variabel manipulasi : panjang kawat
Variabel respon : hambatan kawat
Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat

IA > IB Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar
RA < RB Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat.

lA < lB R~ℓ
2

Tembaga
A B
Alluminium

IA < IB
Variabel manipulasi : jenis kawat
Variabel respon : Hambatan RA > RB
Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat
rAℓ > rCu
Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar
Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat.

R ~ r
3

A B
IA < IB
Variabel manipulasi : luas penampang kawat
Variabel respon : hambatan kawat RA > RB
Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat AA < AB
Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil
Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat.

R~ 1
A
Faktor yang mempengaruhi besar hambatan
pada kawat adalah :

1. Panjang kawat ( l )
2. Luas penampang kawat ( A )
3. Hambatan jenis kawat ( r )

R = Hambatan (Ω )
 l = Panjang kawat ( m )

R ρ A
r
 Luas penampang kawat ( m2 )
= Hambatan jenis kawat ( Ω m )
A
Hukum I Kirchoff
Rangkaian seri

L1 L2

Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2

Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik
dimana-mana sama
Rangkaian Paralel

L2

L1

Apakah ketiga amperemeter menunjukkan angka yang sama ?
Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus
listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan
Σ Imasuk = Σ Ikeluar
jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang
Susunan seri pada Hambatan
R1 R2 R3
a b c d

Vab Vbc Vcd
a Rs d

Vad
Vad = Vab + Vbc + Vcd

I Rs = I R1 + I R2 + I R3

Rs = R1 + R2 + R3
Susunan Paralel pada Hambatan
I1 R1 I= I1 + I2 + I3
Vab Vab Vab Vab
I a I2 R2 b = + +
RP R1 R2 R3
I3 R3 1 1 1 1
= + +
I RP R1 R2 R3
Rp b
a

Vab
THE PACEMAKER SYSTEM

Cardiac Pacing is the artificial electrical stimulation of the heart in the absence of
intrinsic heartbeats causing it to contract
A UNIPOLAR PACING SYSTEM

Flows through the tip electrode
(cathode)
Stimulates the heart Anode

Returns through body fluid and tissue
to the IPG (anode)

-
Cathode
A BIPOLAR PACING SYSTEM

Flows through the tip electrode
located at the end of the lead wire
Stimulates the heart
Returns to the ring electrode above
the lead tip
Anode

Cathode

Tip electrode coil

Indifferent electrode
coil
Ohm’s Law
• Describes the relationship • V=IXR
between voltage, current, V
and resistance =
(impedance)
I X R

V • I=V/R
V

I = R

I R • R=V/I
V
I =
R
BAGAIMANA KELISTRIKAN & KEMAGNETAN DI
BIDANG MEDIS ??
 bagaimana wujud listrik dalam tubuh?
 berupa cairan ? atau elemen kering seperti baterei?

Dimana tempatnya?
ada di: 1. Sel Syaraf (Neuron)
2. Otot Jantung
SEL SYARAF (NEURON)
Sistem Saraf :
1. Sistem Saraf Pusat : otak – medulla spinalis
2. Sistem Saraf Tepi / Perifer : nervus/saraf radialis (sesuai nama
tulang: radius)

Saraf Afferent : serabut saraf yg mengirim informasi sensoris ke
otak/medulla spinalis
Saraf Efferent : serabut saraf menghantarkan informasi dari
otak/medulla spinalis ke otot dan kelenjar
DIAGRAM STRUKTUR SEL SARAF
inti
myelin

akson
Terminal cabang
Dari akson
dendrit
Sel saraf tubuh
SEL SARAF ISTIRAHAT
Setiap sel saraf menghasilkan sedikit ion negatif tepat di dalam sel
dan ion positif tepat diluar membran sel

V luar=0 mV

Vdalam=-70 mV

Di dalam sel terdapat ion Na+, K+, Cl- dan protein
Sel saraf menggunakan difusi pasif dan transportasi aktif untuk
mempertahankan distribusi ion melalui membran sel.
Membran sel istirahat (tidak ada impuls listrik), konsentrasi ion Na+ di luar sel
> di dalam sel
INTRASEL lebih negatif drpd di ekstrasel
Potensial Didalam sel +70 mV, diluar sel 0 mV, beda potensial=-70 mV

Konsentrasi ion pada sel istirahat

Ion Di dalam (mmol/L) Di luar
(mmol/L)

Na+ 15 145
K+ 150 5
Cl- 9 120
Lainnya 156 30
RANGSANGAN SEL SARAF
Potensial sel saraf istirahat dapat diganggu oleh:
1. Rangsangan Listrik
2. Kimia
3. Fisis/mekanik
Jika ada impuls  butir2 membran akan berubah dan ion2 Na+ akan
masuk dari luar sel ke dalam sel.
Sehingga:
didalam sel akan menjadi kurang negatif
( lebih positif) drpd di luar sel, dan potensial membran meningkat.
Keadaan ini disebut DEPOLARISASI.
Gangguan ini sedikit mempengaruhi potensial membran, dan cepat kembali
pada nilai istirahatnya= -70 mV.
Rangsangan kuat  depolarisasi dari -90mV menjadi -50 mV ( potensial
ambang), maka perubahan potensial menjadi terbuka.

depolarisasi
Potensial aksi

+50
repolarisasi
0
-50 Potensial ambang
Potensial istirahat

1 ms
Ion-ion Na+ mengalir masuk sel dalam waktu cepat dan jumlah banyak,
sehingga menimbulkan arus listrik : I=dq/dt
Aliran Na+ perubahan potensial listrik menjadi +40mV
Setelah depolarisasi, saluran Na+ tertutup selama 1 ms sampai membran
tidak dapat dirangsang lagi.
Perubahan transien pada potensial listrik diantara membran disebut potensial
aksi.
Setelah mencapai puncak mekanisme pengangkutan di dalam sel membran
dengan cepat mengembalikan ion Na+ ke luar sel  potensial membran
istirahat
Untuk mengukur potensial listrik :
- EKG (elektro kardiografi)  jantung
- EEG (elektro ensefalografi)  otak
- EMG (elektromiografi)  otot, dll
EKG

EEG
BILA SEL DIRANGSANG?
 MEKANIK
RANGSANG  SUHU
 LISTRIK
 KIMIA
PROSES

TRANSDUKSI RESEPTOR
RESPONS

Perubahan Kegiatan Listrik Membran Reseptor

Penghantaran Kegiatan Listrik ke Pusat Saraf
PENGANTAR FAAL/IKUN/2007 46
BILA SEL DIRANGSANG?
 TRANSDUKSI RESEPTOR
Membran akan lebih permeabel, shg ion Na ekstrasel masuk
ke intrasel  kenegatifan intrasel berkurang penurunan
beda potensial ekstrasel & intrasel (DEPOLARISASI)
Depolarisasi akan meningkatkan permeabilitas membran
shg makin banyak ion Na ekstrasel yang masuk ke intrasel
dan depolarisasi makin besar (LINGKARAN HODGKIN)
Bila peristiwa terus berlanjut, suatu saat depolarisasi
mencapai ambang letup shg terbentuklah POTENSIAL AKSI;
bila tidak berlanjut akan kembali ke keadaan istirahat
(REPOLARISASI)
Potensial aksi yang menjalar IMPULS

47
RANGSANG

Permiabilitas membran

Hodgkin Cycle

Depolarisasi Na+ masuk intrasel

PENGANTAR FAAL/IKUN/2007 48
Potensial Listrik Sel pada Keadaan yang Berbeda

“ISTIRAHAT” Beda potensial listrik
POLARISASI
Perpindahan ion antar antara ekstrasel dan
ekstrasel dan intrasel intrasel: mantap (Isoelektris)
(melalui membran sel)
Peningkatan beda
HIPER
potensial listrik antara
ekstrasel dan intrasel POLARISASI
DIRANGSANG
Penurunan beda
potensial listrik antara DEPOLARISASI
ekstrasel dan intrasel

Beda potensial listrik
PEMULIHAN
antara ekstrasel dan
intrasel ke polarisasi
REPOLARISASI

49
A - B: masa laten
a dan b : depolarisasi
c: hiperpolarisasi

D
+20 mV

0 mV

C
-55 mV b
a
-70 mV
A B E
c
-85 mV
50
Peningkatan kuat rangsang akan
meningkatkan amplitudo Potensial reseptor tidak
depolarisasi (potensial reseptor) mengikuti Hukum All or
None

Potensial Generator Potensial Aksi
(Reseptor)

Akson
Node of Ranvier
Sel Schwann

51
PENGHANTARAN IMPULS DI NEURON TAK BERMIELIN

52
Penghantaran potensial aksi melalui saraf bermielin

Saltatory Conduction
Impuls: potensial aksi yang dihantarkan

53
PENGHANTARAN IMPULS DI NEURON BERMIELIN

54
SINAPS

Impuls di suatu neuron akan diteruskan ke neuron
lain mll SINAPS
Neuron sblm sinaps  neuron presinaps
Neuron stlh sinaps  neuron postsinaps/
pascasinaps
Penghantaran pd SINAPS LISTRIK  akson  mll
GAP JUNCTIONS
Penghantaran pd SINAPS KIMIA perlu perantara
 NEUROTRANSMITTER
59
SINAPS LISTRIK & KIMIA

60
AKTIFITAS KELISTRIKAN OTOT JANTUNG
Sel membran otot jantung (miokardium) berbeda dengan saraf dan
otot bergaris.
Saraf dan otot bergaris memerlukan rangsangan supaya ion Na+
masuk ke dalam sel  depolarisasi
Sel otot jantung, ion Na+ mudah bocor (tidak memerlukan
rangsangan dari luar), setelah repolarisasi komplit, ion Na+ akan
masuk lagi ke dalam sel depolarisasi spontan
Menghasilkan gelombang depolarisasi untuk seluruh otot miokardium
Depolarisasi sel membran otot jantung oleh perambatan potensial
aksi menghasilkan kontraksi otot  denyut jantung
ANATOMI JANTUNG
Jantung terdiri dari 4
bagian yaitu atrium (dextra
& sinistra) & ventrikel
(dextra & sinistra).
Jantung mempunyai
aktifitas listrik meliputi: Sino
Atrio Nodus, Atrio
Ventrikuler Nodus, Berkas
His dan Serabut Purkinje
SA node mengalami gelombang depolarisasi ke
atrium kiri dari atrium kanan dalam 70 sekon 
terjadi kontraksi atrium
Gelombang depolarisasi berlanjut ke AV node 
AV node mengalami depolarisasi
Gelombang dari AV node melalui bundle of his
(BH)dan diteruskan ke bundle branch (BB)  BB
mengalami depolarisasi
Diteruskan ke jaringan purkinye  endokardium
 berakhir di epikardium  terjadi kontraksi
otot jantung
Setelah repolarisasi, miokardium relaksasi
Repolarisasi: epi  endo
Depolarisasi: endo  epi
SINYAL LISTRIK JANTUNG

P : gelombang yang timbul karena depolarisasi atrium.
Q : defleksi negatif pertama sesudah gelombang P dan yang mendahului defleksi
R, dibangkitkan oleh depolarisasi permulaan ventrikel.
R : defleksi positif pertama sesuadah gelombang P dan yang ditimbulkan oleh
depolarisasi utama ventrikel.
S : defleksi negatif sesudah defleksi R.
T : gelombang yang timbul oleh repolarisasi ventrikel.
Kelistrikan & kemagnetan
yang timbul dalam tubuh
Isyarat listrik tubuh
Hasil perlakuan kimia dari tipe sel-sel +++ untuk
memperoleh informasi klinik tentang fungsi tubuh
EMG (Elektromiogram)
ENG (Elektroneurogram)
ERG (Elektroretinogram
EOG (Elektroakulagram)
EGG (Elektrogastrogram)
EEG (Elektroensefalogram)
EKG (Elektrokardiogram)

bioelektromagnetik/ikun/2004 67
Penggunaan Listrik & Magnet
pada permukaan Tubuh
Jacques A.D. Arsonval
1890 listrik berfrekuensi rendah  efek pemanasan
1929 listrik frek. 30 MHz  short wave diathermy
1950 gel mikro frek 2450 MHz  diatermi & pemakaian
radar
Arus listrik berdasarkan efek yang ditimbulkan:
1. Listrik berfrekuensi rendah (20 – 500.000 Hz)
 merangsang saraf & otot sehingga terjadi kontraksi
otot – stimulator dengan multivibrator -astable
multivibrator
* pengulangan pemakaian dan pemilihan bentuk
gelombang perlu diperhatikan
68
Electrocauter & Electrosurgery
 Listrik frek tinggi  mengontrol perdarahan saat
pembedahan
 Electrocauter (Cauterisasi = pembakaran)
suatu pembakaran mengggunakan frek listrik 2 MHz,
tegangan 15 kV
 menghentikan perdarahan pd luka menganga
menggunakan gulungan kawat panas pd pemb.darah
tanpa anestesi
 Electrosurgery
memotong jaringan; dilakukan dg gerakan cepat 5-10
cm/detik untuk mengurangi destruksi jaringan sekitar
(cth:operasi otak, limpa, vesica felea, prostat, dan serviks)
75
Defibrillator
 SA Node di puncak atrium kanan dekat Vena
cava superior  pace maker scr sinkron
memompa darah ke sirkulasi paru-paru & ke
sirkulasi darah sistemik; kehilangan sinkronisasi
 FIBRILASI
 Fibrilasi atrium: f(x) ventrikel normal  ritme
jantung iregular
 Fibrilasi ventrikel: tdk mampu memompa darah;
jika tdk dilakukan koreksi dlm bbrp menit 
kematian
76
Defibrillator
 Penanganan fibrilasi:
- massage jantung (metode mekanik)
- syok listrik pd daerah jantung
* countershock  sinkronisasi irama
jantung
* defibrilasi  jika tdk berespons thd
countershock  defibrillator

77
TUGAS
Cari gambar alat-alat?
1. Stetoskop
2. Sphigmomanometer
3. Termometer
4. Ophtalmoskop
5. Otoskop
6. Minor surgery set
7. USG
8. X ray photo
9. MRI
10. CT-Scan

78