You are on page 1of 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN MASALAH HIPERAKTIF

FIRA FADILLAH P . (201504058)


LUFIATI (201504059)
IKHATOTUN NURONIYAH (201504060)
ALYA PARAMUDITHA (201504062)
DIFTA RIFATUS THALIA (201504063)
NUR MEGA MELINA (201504065)
LUSIANI (201504067)
DEFINISI

Sindroma hiperaktivitas merupakan istilah gangguan


kekurangan perhatian menandakan gangguan-
gangguan sentral yang terdapat pada anak-anak, yang
sampai saat ini dicap sebagai menderita hiperaktivitas,
hiperkinesis, kerusakan otak minimal atau disfungsi
serebral minimal. (Nelson, 1994).
Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami Gangguan
Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas (GPPH) atau
Attention Deficit and hyperactivity Disorder (ADHD) yaitu
aktivitas berlebihan, tidak bisa diam selalu bergerak tidak
mampu memusatkan perhatian dan menunjukkan
perilaku yang impulsif.(Saputro, 2002)
ETIOLOGI

Faktor neurologik
Faktor toksik
Faktor genetik
Faktor psikososial dan
lingkungan
MANIFESTASI KLINIS
Identifikasi awal anak hiperaktif umumnya terjadi pada anak usia taman
kanak-kanak atau sekolah dasar. Para guru mereka akan melaporkan
bahwa anak tersebut tidak dapat dikendalikan, tidak dapat duduk diam,
memasuki ruangan-ruangan serta mengganggu kegiatan anak-anak yang
lain, suka ribut dan tidak mempunyai perhatian, tidak bersedia mengikuti
petunjuk atau perintah yang diberikan, seolah-olah tidak mendengar, tidak
mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat dimasa lalu serta
tidak memberikan tanggapan terhadap peraturan yang ada.
Ukuran obyektif tidak memperlihatkan bahwa anak yang terkena gangguan
ini memperlihatkan aktivitas fisik yang lebih banyak, jika dibandingkan
dengan anak-anak control yang normal, tetapi gerakan-gerakan yang
mereka lakukan kelihatan lebih kurang bertujuan serta mereka selalu resah
dan gelisah.
Mereka mempunyai rentang perhatian yang pendek, mudah dialihkan serta
bersifat impulsif dan mereka cenderung untuk bertindak tanpa
mempertimbangkan atau merenungkan akibat tindakan mereka tersebut.
PATOFISIOLOGI
Kurang konsentrasi atau gangguan hiperaktivitas ditandai
dengan gangguan konsentrasi, sifat impulsif, dan
hiperaktivitas. Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disosders, edisi ke 4 ( DSM IV ), menggarisbawahi gejala
perilaku spesifik yang dapat diobservasi pada ke tiga area ini.
Gangguan yang paling sering ditemui adalah kurang
konsentrasi dan perilaku hiperaktif. Meskipun begitu
beberapa anak menunjukkan satu pola predominan yaitu
hiperaktif-impulsif atau kurang konsentrasi.
Meskipun gejala kedua gangguan ini sudah ada sebelum
umur 7 tahun, diagnosis umumnya belum ditegakkan sampai
anak itu masuk sekolah, saat perilaku tersebut mengganggu
fungsi akademik dan sosial anak. Pada saat anak memasuki
masa remaja, gejala yang diobservasi menjadi kurang jelas.
PENATALAKSANAAN

Terapi Bermain
Terapi bermain sangat penting untuk mengembangkan
ketrampilan, kemampuan gerak, minat dan terbiasa dalam
suasana kompetitif dan kooperatif dalam melakukan kegiatan
kelompok. Bermain juga dapat dipakai untuk sarana persiapan
untuk beraktifitas dan bekerja saat usia dewasa. Terapi bermain
digunakan sebagai sarana pengobatan atau terapitik dimana
sarana tersebut dipakai untuk mencapai aktifitas baru dan
ketrampilan sesuai dengan kebutuhan terapi.
Terapi Perilaku
Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari
perilaku negatif yang sering muncul pada anak hiperaktif dan
mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan
lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya,
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN
MASALAH HIPERAKTIF