You are on page 1of 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

R DENGAN GANGGUAN
HARGA DIRI RENDAH DI RUANG ARIMBI RUMAH SAKIT
JIWA dr. SOEROJO MAGELANG

Disusun Oleh :
WINARNI,S.Kep
NIM 1708198

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2017
PENGERTIAN HARGA DIRI RENDAH
Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan
tentang diri atau kemampuan diri yang negative dan
dapat secara langsung atau tidak langsung
diekspresikan (Towsend, 1998).
Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat
penyakit dan tindakan terhadap penyakit
(rambut botak karena terapi)
Rasa bersalah terhadap diri sendiri
(mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
Percaya diri kurang (sukar mengambil
keputusan)
Mencederai diri (akibat dari harga diri
yang rendah disertai harapan yang suram,
mungkin klien akan mengakiri
kehidupannya (Keliat, 1999).
RENTANG RESPON HDR & FAKTOR
PREDISPOSISI
Faktor Predisposisi
Faktor yang mempengaruhi
harga diri, termasuk penolakan
orang tua, harapan orang tua
yang tidak realistis.
Faktor yang mempengaruhi
penampilan peran, yaitu peran
yang sesuai dengan jenis
kelamin, peran dalam pekerjaan
dan peran yang sesuai dengan
kebudayaan
Faktor yang mempengaruhi
identitas diri, yaitu orang tua
yang tidak percaya pada anak,
tekanan teman sebaya dan kultur
social yang berubah.
FAKTOR PRESIPITASI DAN AKIBAT HDR
FAKTOR PRESIPITASI AKIBAT HDR
1. Situasional Harga diri rendah kronis
Gangguan konsep diri : dapat beresiko terjadinya
harga diri rendah yang isolasi sosial. Isolasi sosial
terjadi secara situasional bisa merupakan percobaan untuk
disebabkan oleh trauma menghindari interaksi dengan
yang muncul secara tiba-tiba orang lain, menghindari
misalnya harus dioperasi, hubungan dengan orang lain
mengalami kecelakaan, (Rawlins,1993).
mejadi korban perkosaan,
atau menjadi narapidana
sehingga harus masuk
penjara
2. Kronik
Gangguan yang terjadi
sudah lama
Mekanisme Koping
Mekanisme koping termasuk pertahanan koping
jangka pendek dan jangka panjang serta
penggunaan mekanisme pertahanan ego untuk
melindungi diri yang menyakitkan.
Pohon masalah
Daftar pustaka
Balitbang. 2007. Workshop Standar Proses Keperawatan Jiwa. Bogor
Fitria, Nita. 2009. Aplikasi Dasar dan Aplikasi penulisan Laporan
Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP
dan SP). Jakarta: Salemba Medika.
Keliat, B.A. 1999. Proses Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Jakarta : EGC
Maramis, F, W. 1998. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya :
Airlangga University Press.
Stuart, G.W. dan Sundeen, S.J. 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa.
Terjemahan dari Pocket Guide to Psychiatric Nursing, oleh Achir Yani
S. Hamid. 3rd ed. Jakarta : EGC.
Tim Direktorat Keswa. 2000. Standar Asuhan Keperawatan Jiwa. Ed : 1.
Bandung : RSJP.
Townsend, Mary C. 1998. Diagnosa Keperawatan Psikiatri. Edisi 3.
Jakarta : EGC.
Pengkajian
Identitas Klien KELUHAN UTAMA
Nama : Ny. R Klien merokok habis 4 bungkus, sulit tidur.
Umur : 30 Tahun klien susah d ajak komunikasi, selalu
menyendiri di kamar, bicara sedikit,
Alamat : Yogyakarta selalu menunduk saat diajak berbicara.
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Suku/Bangsa : jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan :-
Tanggal dirawat : 5 7 2017
Tanggal pengkajian : 20 7 2017
Ruang rawat : Arimbi
No. CM : 74766
Dx. Medis : F20.5 ZX akut
Penanggung Jawab : Ny. W
PEMERIKSAAN FISIK
FAKTOR PREDISPOSISI

Tanda tanda vital:


Klien pernah mengalami Tekanan darah : 150/90
gangguan jiwa sejak 2007 mmHg
Nadi : 85 x/menit
Kontrol tidak rutin, pengobatan Suhu : 36,5 C
kurang berhasil Pernafasan :
20 x/menit
Klien sudah dirawat 3x di RSJ Ukuran :
Magelang Tinggi badan : 160 cm
FAKTOR PRESIPITASI Berat badan : 62 Kg
Kondisi Fisik :
Pasien merasa tidak mampu Klien tidak mengeluh sakit apa apa, tidak
untuk bersosialisasi terhadap ada kelainan fisik.
lingkungan
Pandangan pasien selalu
menunduk saat diajak bicara
Konsep Diri
Citra Tubuh : Klien mengatakan
bagian tubuh yang paling disukai adalah
mata karena bisa melihat.
Identitas : Klien mengatakan
seorang wanita usia 40 tahun
Peran : Klien mengatakan dirinya seorang
janda.
Ideal diri : Klien mengatakan ingin
cepat sembuh dan pulang
Harga diri : Klien mengatakan malu
berhadapan langsung dengan orang lain
selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak
pantas jika berada diantara orang lain,
kurang interaksi social, klien masih malu
untuk berhadapan dengan orang lain, selalu
menunduk saat diajak berbicara.
Masalah Keperawatan : harga diri rendah
Hubungan Sosial MEKANISME KOPING
Orang yang dekat dengan klien Klien mampu berbicara
adalah ibu
dengan orang lain,terlihat
Peran serta kelompok / malu
masyarakat : sebelum klien sakit
sering mengikuti arisan ibu ibu Klien mampu menjaga
lingkungan rtnya. kebersihan diri sendiri
Hambatan dalam hubungan Klien mampu jika ada
dengan orang lain: selama klien masalah tidak menceritakan
rawat jalan / berobat jalan kepada orang lain,lebih suka
temannya berkurang karena klien
malu berkomunikasi.
diam
Masalah Kepeawatan : Menarik Masalah Keperawatan :
diri Koping individu tidak efektif
Analisa Data

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Menarik Diri b/d Harga Diri Rendah
2. Harga Diri Rendah b/d Koping Individu Tidak Efektif
Intervensi
Isolasi sosial : Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya
Kriteria hasil
Ekspresi wajah bersahabat, tidak acuh, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau
menyebutkan nama, mau bercakap-cakap dan mengutarakan masalah yang dihadapi
Intervensi
Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip hubungan therapeutik
Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
Perkenalkan diri dengan sopan
Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggialan yang disukai klien
Jelaskan tujuan pertemuan
Jujur dan menepati janji
Selalu kontak mata selama interaksi
Tunjukan sikap empati dan penuh perhatian pada klien
TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
Kriteria hasil
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Intervensi
Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
Bantu klien mengekspresikan dan menggambarkan perasaan serta
pikirannya
Tekankan bahwa kekuatan untuk berubah tergantung pada klien sendiri
Identifikasi stresor yang relevan dan penilaian klien terhadap stresor
tersebut
Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang efektif
Utamakan memberi pujian therapeutik
Tingkatkan keterlibatan keluarga dan kelompok untuk memberikan
dukungan untuk mempertahankan kemajuan dan perkembangan klien
TUK 3 : Klien dapat menilai TUK 4 : Klien dapat merencanakan
kemampuan yang digunakan kegiatan harian
Kriteria hasil Dukung klien untuk merencanakan

Klien menilaim kemampuan yang


kegiatan harian
digunakan Rencanakan kegiatan bersama

Intervensi klien, aktivitas yang dapat


dilakukan setiap hari sesuai
Diskusikan dengan klien
kemampuan (kegiatan sendiri,
kemampuan yang masih dapat kegiatan dengan bantuan
digunakan sebagian, kegiatan dengan
Dukung kekuatan, ketrampilan dan bantuan total)
respon koping yang adaptif Tingkatkan kegiatan sesuai
Utamakan memberi pujian dengan toleransi kondisi klien
therapeutik Beri contoh cara pelaksanaan
Libatkan keluarga dalam kegiatan yang boleh dilakukan
perawatan klien Libatkan keluarga dalam
perawatan klien
TUK 5 : Klien dapat melakukan TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan
kegiatan sesuai kondisi dan sistem pendukung yang ada
kemampuannya Kriteria hasil
Kriteria hasil Klien memanfaatkan sistem
Klien melakukan kegiatan sesuai pendukung yang ada
dengan kondisi dan Intervensi
kemampuannya
Berikan pendidikan kesehatan
Intervensi kepada keluarga tentang cara
Beri kesempatan pada klien untuk merawat klien dengan harga diri
mencoba kegiatan yang telah rendah
direncanakan Bantu keluarga memberi dukungan
Beri pujian atas keberhasilan klien selama klien dirawat
Beri dukungan yang sesuai dan Bantu keluarga menyiapkan
positif untuk mempertahankan lingkungan di rumah sesuai
kemajuan dan pertumbuhannya dengan keadaan klien
Libatkan keluarga dalam
perawatan klien
IMPLEMENTASI
17/7/17
08.00

18/7/17
13.00
19/7/17
09.00
EVALUASI
17/7/17
13.00

18/7/17
20.00

19/7/17
13.00