You are on page 1of 21

PROSES PENANGANAN DAN RUJUKAN

KASUS GIZI BURUK DARI FASYANKES


DASAR KE RS FASYANKES TINGKAT II

Disampaikan pada
Pertemuan Fasilitasi, Monev Kinerja Pengelola Program Gizi
dan Tim Asuhan Gizi Rumah Sakit
Senin 30 November 2015

DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK


1 GAMBARAN UMUM
KOTA DEPOK
Visi dan Misi DINAS Kesehatan
Kota Depok 2012-2016
MISI:
1 Meningkatkan pemerataan layanan
kesehatan

Visi: 2 Meningkatkan kualitas layanan


Terwujudnya kesehatan untuk semua puskesmas di
Kota Depok Kota Depok
Sehat dengan
Layanan 3 Meningkatkan kualitas sumber daya
Kesehatan termasuk sumber daya manusia dan
Merata dan pembiayaan
Berkualitas
4 Meningkatkan promosi kesehatan dan
kualitas lingkungan untuk mendukung
pencegahan penyakit
POTENSI KOTA DEPOK
NO URAIAN JUMLAH
1 Jumlah Penduduk 2.033.551
2 Jumlah Kecamatan 11
3 Jumlah Puskesmas 35
4 KP ASI 367
5 RSUD 1
6 RS Swasta 19
7 Pos Gizi 15
8 Jumlah Pusk TFC Rawat Inap 1 ( Sukmajaya)
9 Jumlah Pusk TFC Rawat Jalan 5
10 KP ASI 367

11 Kader Motivator Menyusui 1101


12 Jumlah Posyandu 1010
Gambaran Umum
Kes Kota Depok

Indikator 2011 2012 2013 2014

UHH 73,12 73,12 73,46 73,75

IPM 79,64 79,83 80,02 80,58

KEMATIAN 22 dari 37.129 KH 22 dari 40.425 KH 17 dari 42.661 KH 17 dari 46.679


IBU KH
119 114 113 83
KEMATIAN BAYI
(3,21/1000) (2,82/1000) (2,64/1000) (1,77/1000)
KEMATIAN
ANAK 23 14 11 16
BALITA GIZI 129 Kasus ( 0,11 120 Kasus (0,10 87Kasus (0,08 %) 75Kasus (0,06 %)
BURUK %) %)
STUNTING 8,14 % 7,22 % 10,31 % 8,43 %
OBESITAS/Giz 4,51 % 3,9 % 7,16 % 5,89 %
i Lebih
Cakupan ASI 38 % 42,5 % 53,8 % 50,47 %
Eksklusif
Masalah Gizi
Indonesia Depok

1. Kurang Energi dan 1. KEP Balita


Protein (KEP) 2. KEK Bumil
2. Anemia Gizi Besi 3. Anemia
(AGB)
4. Obesitas
3. Gangguan Akibat
Kurang Yodium (GAKY)
4. Kurang Vitamin A
(KVA)
5. Masalah Gizi Mikro
lainnya
6. Masalah Gizi Lebih
(Obesitas)
2 PENANGGULANGAN
GIZI BURUK DI KOTA DEPOK
LATAR BELAKANG
Prevalensi Balita Gizi Buruk setiap tahun masih ada
Berbagai upaya yang telah dilaksanakan :
- Penyuluhan
- Konseling ( klinik gizi )
- Pemberdayaan keluarga ( Kadarzi )
- Pemantauan dan Pendampingan
- PMT Pemulihan
- Pelatihan Petugas dan Kader
- Rujukan kasus berjenjang
Perbandingan Status Gizi Balita
Di Kota Depok tahun 2009-2014

Gizi Gizi
TAHUN Gizi Baik Gizi Lebih
Buruk Kurang
2009 0,21 3,45 85,13 3,72
2010 0,17 3,78 91,58 4,47
2011 0,11 3,37 91,13 4,48
2012 0,10 4,52 91,46 3,92
2013 0,08 4,54 88,23 7,16
2014 0,06 3,5 90,5 5,89
STANDAR 2010 - 2012 : BB/TB
DASAR PENANGGULANGAN BALITA
GIZI BURUK

RPJMD KOTA DEPOK 2011 -2016


RENSTRA Dinas Kesehatan Kota Depok
dimana penanganan gizi buruk termasuk
kedalam program prioritas pembangunan
KEBIJAKAN PEMKOT

PERLU MENURUNKAN ANGKA GIZI BURUK DIBAWAH 0,5%, PREVALENSI


KURANG GIZI DIBAWAH 10%

BULAN PENIMBANGAN BALITA (100% BALITA DITIMBANG) UTK PSG


SETIAP BULAN AGUSTUS

SETIAP CAMAT DAN LURAH HARUS PEDULI PADA KASUS GIZI BURUK

DANA PELACAKAN, PEMANTAUAN DGN KOHORT, PENDAMPINGAN DLL


(ADA PERHATIAN DARI LEGISLATIF)

TRANSPARANSI DATA
KEGIATAN KEGIATAN PENANGGULANGAN
MASALAH GIZI DI KOTA DEPOK
1. PPG (Pusat Pemulihan Gizi) /TFC ( Terapeutic
Feeding Center) di 5 Puskesmas :
* Rawat Inap di :
UPT Puskesmas Sukmajaya (2008)
* Rawat Jalan di :
UPT Pkm Cimanggis (2011)
UPT Pkm Pancoran Mas, (2011)
UPT PKM Tapos (2012)
UPT Pkm Sawangan (2012)
2. PD (Positive Deviance) dengan implementasi
PG ( Pos Gizi ) di 5 Wilayah Puskesmas,
terdapat 15 PG (pos gizi ) dengan perincian :
No Kelurahan Jumlah
1 Pancoran Mas 8
2 Cipayung 2
3 Cimpaeun 1
4 Jatijajar 2
5 Cilangkap 2
Total Jumlah 15
3. PMT P Balita ( Pemberian Makanan
Tambahan Pemulihan ) : 63 kelurahan , 11
kecamatan
4. PMT Ibu Hamil : 63 Kelurahan
5. Pembentukan Kelompok Pendukung ASI
(KPPASI) di 63 Kelurahan sejak tahun 2009
6. Pembentukan Ruang Menyusui di 4 Puskesmas
dan 1 kantor dinas Kesehatan dan poliklinik
Pemkot Depok
7. Pemberian tablet tambah darah dan
Penyuluhan Anemia untuk remaja putri di SD,
SMP/SMA sederajat
Program Telah Dilaksanakan
Selama Tahun 2015
1. Penyuluhan gizi rutin
2. Konseling Gizi di Klinik Gizi Puskesmas
3. Pelacakan dan surveilens
4. Pemberian Makanan Tambahan Balita & Ibu Hamil
5. Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (2015)
( petugas dan kader )
6. PSG (Penilaian Status Gizi) - Kadarzi (2015)
7. Pelatihan Pemantauan dan Pertumbuhan
( petugas dan kader posyandu )
8. RUJUKAN BALITA GIZI BURUK
Intervensi Utama Perbaikan Gizi
ASI Eksklusif
MP - ASI
Perubahan
Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun
Penimbangan berat badan

Zat Gizi Mikro untuk Anak-anak:


Vitamin A, dan Taburia, dan obat
kecacingan
Pemberian Zat
Intervensi Gizi Mikro & Suplementasi gizi bagi Ibu Hamil:
Utama Kecacingan Fe-asam folat dan PMT
Fortifikasi bagi masyarakat:
Garam beryodium dan fortifikasi
besi pada bahan pangan pokok

Pemberian MP-ASI pemulihan kepada anak


Pemulihan Gizi gizi kurang
Kurang dan Gizi Tata laksana gizi buruk melalui Rawat Inap di
Buruk
Rumah Sakit, Puskesmas, TFC; dan Rawat
Jalan
16
3 RUJUKAN BALITA GIZI BURUK
Kondisi Dinamika Roadmap Kebijakan Identifikasi
Koordinasi
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
Pemetaan Kondisi dan Pelaksanaan Sistem Sistem rujukan,
Kebutuhan Daerah Rujukan, regionalisasi regionalisasi pola
pada Sistem Rujukan dan Pola Gatekeeper gatekeeper berjalan di
Penyusunan seluruh di Beberapa seluruh fktp
Regulasi Terkait Sist. Puskesmas Sosialsiasi tentang
Rujukan (MANUAL (percontohan) rujukan ke seluruh
RUJUKAN) Sosialisasi publik masyarakat se-Kota
Regionalisasi dan pola sistem rujukan, Depok
Gatekeeper regionalisasi dan pola Sistem Rujukan
Pelatihan Nakes melalui gatekeeper di seluruh Terpadu terlaksana
Magang RSUD Puskesmas dengan baik
Pemenuhan Sarpras Sistem IT rujukan
terpadu siap
Penyiapan sistem IT SI
dilaksanakan;
JARI EMAS fokus persiapan
Maternal Neonatal penambahan menu
KLB (Gizi Buruk), Sistem Rujukan
Bencana dan Kasus 2015-2017
Umum
Kebijakan Rujukan Balita Gizi Buruk
Kota Depok
1. Semua balita gizi buruk mendapat penanganan
2. Di Kota Depok karena berbagai kendala belum semua balita
gizi buruk dirawat inap, tetapi sebagian dilakukan
tatalaksana di PPG rawat jalan
3. Sistem Rujukan berjalan dimulai dari tingkat
masyarakat/posyandu (surveilans berbasis masyarakat), ke
puskesmas, dilakukan pemeriksaan dengan pendekatan
MTBS/MTBM, dilakukan sesuai dengan indikasi ke RS atau
sejak tahun 2008 dirujuk ke Puskesmas PPG
3. Apabila selama dirawat ada dehydrasi/syok/letargis atau
tidak ada perubahan selama perawatan (8 minggu),
maka dirujuk ke RS
PROSES RUJUKAN
Tingkat Masyarakat dan Puskesmas :

a. Penemuan kasus gizi buruk di posyandu melalui pemantauan


pertumbuhan balita setiap bulan
b. Pelacakan kasus oleh tim Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk
Klarifikasi Laporan ( Waktu, Lokasi, identitas balita, status jaminan
kesehatan
c. Rujukan ke Puskesmas Konfirmasi Status Gizi Buruk, melakukan
pengukuran antropometri untuk memastikan status gizi balita
( Gibur dg Komplikasi, tanpa komplikasi atau gizi kurang),
melakukan pemeriksaan fisik gejala klinis, komplikasi yang muncul
untuk menentukan penanganan selanjutnya
d. Perlakuan KLB (Penyelidikan kasus dan Pelaporan)
e. Penanganan kasus di PPG rawat jalan (Pendampingan), PPG
rawat inap dan rujukan ke PPK 2 (Rumah Sakit)
f. Pendampingan dan Pemantauan Balita Pasca perawatan
TERIMAKASIH.!