You are on page 1of 9

Latar Belakang Tingginya tingkat kriminalitas saat ini menyebabkan tingginya permintaan visum. Dalam setiap melakukan visum. perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memperjelas dan membuktikan kebenaran suatu kasus. pada setiap kejadian kejahatan hampir selalu ada barang bukti yang tertinggal .

• Benda-benda yang tertinggal pada benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan atau ditempat kejadian yang berasal dari alat atau senjata yang dipakai ataupun berasal dari si penjahat sendiri. • Senjata atau alat yang dipakai untuk melakukan kejahatan. . Ferri. • Jejak atau bekas yang ditinggalkan oleh si penjahat pada tempat kejadian.E. 1859-1927 saksi diam”” • Benda atau tubuh manusia yang telah mengalami kekerasan. • Benda-benda yang terbawa oleh si penjahat baik yang berasal dari benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan maupun yang berasal dari tempat kejadian.

saksi diam terungkapnya kebenaran Pelaku dapat yang sesungguhnya akan diteliti dikenali suatu kasus kejadian kejahatan Kejahatan akan terungkap .

. kewenangan. gambaran. jenis pemeriksaan dan hasil pemeriksaan pada laboratorium forensik. Metode Penulisan • Makalah ini ditulis dengan menggunakan metode tinjauan pustaka yang dirujuk dari berbagai literatur. Tujuan Penulisan • Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai lapobartorium forensik. Manfaat Penulisan • Melalui makalah ini diharapkan bermanfaat untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai laboratorium forensik.Batasan Masalah • Makalah ini membahas definisi.

biologi. • laboratorium forensik  suatu pelaksanaan pusat tinggi Markas Besar Polri • Tidak ada literatur yang secara jelas membatasi kata ”sederhana” pada pemeriksaan laboratorium sederhana . psikologi dan krominologi dengan tujuan membuat terang guna membuktikan ada tidaknya kasus kejahatan/pelanggaran dengan memeriksa barang bukti atau physical evidence dalam kasus tersebut.BAB II TINJAUAN PUSTAKA • Pengertian Laboratorium Forensik Sederhana • Forensik ialah ilmu pengetahuan yang menggunakan ilmu multi disiplin untuk menerapkan ilmu pengetahuan alam. kedokteran. kimia.

pengambilan. dengan pembagian wilayah pelayanan (area service) sebagaimana ditentukan dengan Keputusan Kapolri. pengamanan dan pengiriman petugas Polri atau instansi penegak hukum lainnya. agar barang bukti yang telah diperiksa dapat dijadikan sebagai salah satu alat bukti yang sah. .Sejarah Laboratorium Forensik Labfor Polri • Satuan kerja Polri meliputi Pusat Laboratorium Forensik dan Laboratorium Forensik Cabang yang bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi Laboratorium Forensik/ Kriminalistik dalam rangka mendukung penyidikan yang dilakukan oleh Satuan kewilayahan. Pemeriksaan laboratoris kriminalistik barang bukti • adalah pemeriksaan terhadap barang bukti yang diperoleh dari pencarian. penyitaan. yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah di Labfor Polri.

Periode 1954 – 1959 • masuknya Indonesia menjadi anggota Interpol Periode 1959 – 1963 • Seksi Laboratorium diubah menjadi Laboratorium departemen Kepolisian Periode 1963 – 1964 • penggabungan Laboratorium Departemen Kepolisian dengan Direktorat identifikasi menjadi Lembaga Laboratorium dan Identifikasi Departemen Kepolisian Periode 1964 – 1970 • Lembaga Laboratorium dan Identifikasi dipecah kembali menjadi Direktorat Laboratorium Kriminil dan Direktorat Identifikasi Periode 1970 – 1977 • Laboratorium Kriminil Koserse dipercayakan oleh Pimpinan Polri untuk melaksanakan Operasi Narkotik “B”. .

penambahan subbid Komputer Forensik .Periode 1977 – 1984 • Laboratorium Kriminil ditetapkan sebagai Badan Pelaksana Pusat di Tingkat Mabes Polri yang berkedudukan langsung di bawah Kapolri Periode 1984 .1992 • Berkedudukan di bawah Kapolri  Direktorat Reserse  berkedudukan di bawah Kapolri Periode 1992 – 2001 • Laboratorium Kriminil berubah nama menjadi Pusat Laboratorium Forensik Periode 2001 – 2010 • Puslabfor berkedudukan di bawah Bareskrim Polri atau menjadi Puslabfor Bareskrim Polri Periode 2010 – sekarang • Penambahan bidang baru yaitu bidang Narkobafor.