You are on page 1of 16

PEDOMAN ESPEN

:
NUTRISI KLINIS DALAM OPERASI

konsumsi karbohidrat 2-3jam pre op.1.4 Manajemen Metabolisme dan Fungsi Perut paska operasi • Resistensi insulin: respon terhadap kelaparan yang disebabkan oleh inhibisi dari oksidasi glukosa • mekanisme pertahanan hidup menyelamatkan protein • Muncul setelah operasi. • Pasien post op kolorektal: ditambah dengan feeding enteral segera post op  penurunan signifikan resistensi insulin . derajatnya bergantung pada besar operasi dan komplikasi (mis : sepsis) • Mengurangi: pain killer. anestesi epidural lanjut local.

produksi urin meningkat. mobilisasi • Perlu diobservasi dan dokumentasi setelah operasi • Vomitus dan peningkatan C-Reactive Protein (CRP) merupakan tanda awal komplikasi (missal : kebocoran anastomosis atau abses intraabdominal) • Lakukan observasi post op • Komplikasi: kebocoran anastomosis. abses intraabdominal • Tanda awal komplikasi: vomit dan peningkatan CRP • Parameter pecapaian “turning point”  balance dari positif ke negative. motilitas usus kembali. pengingkatan volume interstitial dan vascular. kadar albumin kembali ke normal .• Tanda perbaikan fungsional: toleransi makanan oral.

 tidak ada bukti yang mendukung feeding enteral ataupun parenteral setelah pankreatoduodenktomi • Diit oral adalah pilihan pertama .1.5 Bukti Terapi Gizi • Malnutrisi: outcome buruk • stress pembedahan dan trauma  menyebabkan katabolisme • Kombinasi terapi nutrisi dengan terapi lain  meningkatkan perbaikan • Gerritsen et al.

2. Metodologi 2.1 Tujuan Pedoman • Pedoman adalah Kerangka dasar bukti dan pendapat ahli yang disatukan dalam sebuah consensus • Fokus pada permasalahan terapi pendukung nutrisi. pada pasien yang berisiko tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya melalui intake oral • Bukti dikumpulkan dan dirangkum dalam sudut pandang metabolic untuk mendapatkan rekomendasi bagi : • Pasien operasi dengan risiko gizi • Pasien yang menjalani operasi mayor (misal : kanker) • Pasien yang mengalami komplikasi berat meski sudah dilakukan perawatan perioperative terbaik .

guideline-services. 2009 dan Guideline of the German Society for Nutritional science (DGEM) 2013 • Sumber www. 2016 .2.com • Draft pertama disebarkan ke grup kerja ESPEN lainnya (teknik Delphi) • Rekomendasi yang diperbarui dan voting pertama dilakukan pada konferensi consensus tgl 18 April.2 Metodologi pengembangan pedoman • Pembaruan pedoman ESPEN 2006.

2. PubMed dan Cochrane Library tahun 2010-2016 • Keyword : “immunonutrition “ dan “bariatric surgery AND nutrition” • Hanya artikel yang dipublikasikan dalam bahasa inggris dan jerman. subjek manusia dalam semua bidang yang digunakan • Pedoman praktik dinilai dengan Deutsches Leitlinien Bewertungs Instrument (DELBI) • Kualitas dan kekuatan bukti pendukung dinilai menggunakan Scottish Intercollegiate Guidelines Network (SIGN) dan Agency for Helealth Care Policy and Research (AHCPR). .3 Strategi Pencarian • Menggunakan Database Embase.

• Grade Tertinggi (A) setidaknya satu RCT dan grade terendah (0) berdasarkan pendapat ahli • Penilaian meta analisis dilakukan oleh ahli metodologi dari Arztliches Zentrum fur Qualitat in der Medizin (AZQ) • Draft kemudian dinilai oleh dua ahli bedah senior dan Professor Emeriti Federico Bozzetti dan Peter Soeters .

ulasan sitematis. Perioperative nutrition. Prebiotics AND surgery. Postoperative nutrition Kata kunci Tambahan Bariatric surgery AND nutrition. Preoperative nutrition. Tube feeding AND surgery. Oral nutritional supplements AND surgery.Tabel 1. Immunonutrition AND surgery. Cochrane Filter “human” Jenis Publikasi Publikasi orisinil. Nutrition AND elective surgery. Transplantation AND nutrition. Glutamine AND surgery. Sip feeding AND surgery. Fish oil AND surgery. parenteral nutrition AND surgery. EMBASE. studi observasional Kata kunci dasar Enteral nutrition AND surgery. uji acak terkontrol. Perioperative nutritional support. Enteral nutrition AND surgery. Pharmaconutrition AND surgery. Pubmed. data base dan kata kunci Tanggal Publikasi Dari 01-01-2010 hingga 17-05-2015 Bahasa Inggris dan Jerman Database Medline. pedoman praktik. meta analisis. Parenteral nutrition AND surgery. Nutritional risk. Omega-3-fatty acids AND surgery. Arginine AND surgery. Fine-needle-catheter jejunostomy. rekomendasi. Feeding jejunostomy. Kriteria pencarian sistematis literature. Probiotics AND surgery. Jejunostomy .

Meta Analisis. ulasan sistematis RCT atau RCT dengan risiko bias rendah 1+ Meta Analisis baik. ulasan sitematis. atau RCT dengan risiko bias rendah 1. Case Control kualitas tinggi atau studi Cohort dengan risiko confounding atau bias sangat rendah dan kemungkinan hubungan sebab akibat (kausal) yang tinggi 2+ Ulasan Sistematis Case Control baik atau studi Cohort dengan risiko rendah confounding atau bias dan kemungkinan hubungan sebab akibat (kausal) yang menengah 2. Levels of Evidence 1 ++ Meta Analisis kualitas tinggi. ulasan sistematis. atau RCT dengan risiko bias tinggi 2++ Ulasan Sistematis Case Control kualitas tinggi atau studi Cohort. Studi Case Control atau Cohort dengan risiko tinggi confounding atau bias dan risiko tinggi hubungan non kausal 3 Studi non analitik (misal : Case Report atau Case Series) 4 Pendapat Ahli .Tabel 2.

atau bukti yang terdiri dari studi yang dinilai sebagai 1+ serta dapat langsung diterapkan pada target populasi dan menunjukkan hasil konsisten B 2++ atau 2+ Bukti yang m.Tabel 3. atau bukti yang diambil dari studi yang dinilai sebagai 2++ atau 2+ GPP Good Practice Points. atau bukti yang mencakup study yang dinilai sebagai 2+ serta dapat diterapkan langsung pada target populasi dan menunjukkan hasil konsisten. atau bukti yang dambil dari studi yang dinilai sebagai 1++ atau 1+ 0 3 atau 4 Bukti level 3 atau 4.encakup studi yang dinilai sebagai 2++ serta dapat langsung diterapkan pada target populasi. ulasan sistematis. Grade Rekomendasi (SIGN) A 1++ atau 1+ Setidaknya satu meta analisis. atau RCT yang dinilai sebagai 1++ dan dapat langsung diterapkan pada target populasi. Rekomendasi praktik terbaik berdasarkan pengalaman klinis grup pengembangan pedoman .

Bentuk Rekomendasi Judgement Rekomendasi Efek yang tidak diinginkan lebih besar dari efek yang Rekomendasi kuat untuk menghindari diinginkan Efek yang tidak diinginkan mungkin lebih besar dari Rekomendasi kondisional untuk menghindari efek yang diinginkan Efek yang tidak diinginkan hamper sama dengan efek Rekomendasi untuk penelitian dan kemungkinan yang diinginkan atau tidak yakin rekomendasi kondisiional dalam penggunaan khusus untuk uji coba Efek yang diinginkan mungkin lebih besar dari efek Rekomendasi kondisional untuk mengikuti yang tidak diinginkan Efek yang diinginkan lebih besar dari efek yang tidak Rekomendasi kuat untuk mengikuti diinginkan .Tabel 4.

• Pasien tidak memiliki risiko aspirasi  boleh minum cairan bening 2 jam sebelum anestesi.  Grade A (97% setuju) • Tidak ada bukti peningkatan resiko aspirasi atau regurgitasi pasien yang meminum cairan bening hingga 2 jam sebelum operasi elektif dibandingkan pasien yang dipuasakan selama 12 jam atau lebih sebab cairan dikosongkan dari lambung dalam 60-90 menit .3. makanan padat boleh sampai 6 jam sebelum anestesi. Pertanyaan dasar 3.1 Apakah puasa perioperatif diperlukan? • Rekomendasi 1 • Tidak diperlukan pada sebagian pasien.

2 Apakah persiapan metabolik preoperatif pada pasien elektif menggunakan pengobatan karbohidrat • Rekomendasi 2 : • Pengobatan kecemasan karbohidrat oral (dibanding puasa semalam) sebaiknya diberikan satu atau dua jam sebelum operasi untuk menurunkan ketidaknyaman perioperative • Untuk menangkal resistensi insulin dan menekan LOS. karbohidrat perioperative dapat dipertimbangkan pada pasien yang akan menjalani operasi mayor • Konferensi Kesepakatan : Rekomendasi Grade A/B .3.

• Konsumsi minuman karbohidrat (CHO) preoperative sebanyak 800 ml pada malam sebelumnya atau 400 ml sebelum operasi tidak meningkatkan risiko operasi • Menghindari efek merugikan  pasien diabetes yang parah tidak dianjurkan untuk diberi CHO • Pedoman ESPEN untuk nutrisi parenteral  pasien yang tidak bisa diberikan makan enteral (per oral) dapat diberikan infus glukosa 200g sebelum operasi .

konesnsus kuat (kesepakatan 100%) .3.3 Apakah penghentian asupan nutrisi oral paska operasi dibutuhkan? • Rekomendasi 3 • Umumnya asupan nutrisi dilanjutkan setelah operasi tanpa penghentian • Rekomendsai Grade A (kesepakatan 90%) • Rekomendasi 4 • Perlu adaptasi terhadap intake oral sesuai toleransi individu dan jenis operasi yang membutuhkan perhatian khusus pada pasien lanjut usia • Rekomendasi Grade GPP.