You are on page 1of 10

Jurnal Reading

Ardy Oktaviandi
(2012730010)
Dokter Pembimbing:
dr. Rini Febrianti, Sp.THT-KL
KEPANITERAAN KLINIK ILMU THT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
PERIODE 20 FEBUARI – 25 MARET 2017
RSUD BANJAR

coronavirus.dilakukan uji molekuler dengan dua sampel.Tujuan adalah untuk menentukan apakah sampel dengan swab tenggorokan memberikan manfaat saat digunakan bersama dengan swab hidung untuk mendeteksi virus pernafasan pasien dengan faringitis akut. Hasil • 83 Mahasiswa dengan faringitis akut. • 48 sampel positif virus → 49 virus terdeteksi → 29 virus dengan kedua swab → 14 dengan swab hidung & 6 dengan swab tenggorokan • Virus yang paling sering ditemukan adalah rhinovirus. dan virus influenza A . Abstrak Latar Belakang • Deteksi virus pernapasan tertentu penting untuk program pengawasan.

mereka mungkin memiliki nilai sebagai tes tambahan . bahkan di antara pasien dengan keluhan utama adalah sakit tenggorokan. . Ditemukan manfaat tambahan sederhana untuk deteksi virus dengan swab tenggorokan dan swab hidung • Swab tenggorokan saja tidak akan cukup untuk pengawasan virus pernapasan .Kesimpulan • Virus pernapasan lebih banyak ditemukan pada kelompok sampel swab hidung .

atau dikenal sebagai membuat pasien datang ke Grup A beta .hemolitik dokter perawatan primer . Latar Belakang Swab tenggorokan digunakan Faringitis akut adalah salah satu untuk medeteksi Streptococcus penyakit paling umum yang pyogenes . sebagian besar kasus kunjungan faringitis akut karena virus . terhitung 1-2 % dari semua Namun . streptokokus ( GABHS ) .

Menggabungkan swab tenggorok dan swab hidung dapat meningkatkan sensitivitas untuk mendeteksi virus pernapasan Tujuan utama untuk menentukan apakah sampel dengan swab tenggorokan memberikan manfaaat tambahan jika digunakan bersama dengan swab hidung ntuk mendeteksi virus pernapasan dengan faringitis akut Tujuan Sekunder adalah untuk menggambarkan virus terdeteksi di antara pasien dengan faringitis akut menggunakan pengujian molekuler .

• Setelah inform consen → Mengisi kuesioner → Pengambilan sampel→ Seminggu kemudian di follow up Metode • uji NucliSens easyMAG (bioMerieux Kanada.tidak ada penyakit serius.Sampel waktu tiga hari dari onset gejala .ON.Umur sekurangnya 17 tahun dengan gejala nyeri tenggorokan dalam Tempat. St Laurent. Québec) dan diuji virus pernapasan menggunakan XTag Respiratory Virus(RVP) • Uji PCR (polymerase Chain Reaction) . Bahan dan Metode • September 2011-Maret 2013 • Mahasiswa McMaster Univerisity Waktu & Hamilton.Canada.

29 virus oleh kedua swab.6 swab tenggorokan .14 swab hidung.Hasil 49 virus terdeterksi.

hemolitik dan berbagai virus .Tidak ada perbedaan yang menonjol mengenai presentasi klinis dan satu minggu follow up antara pasien terdeteksi dengan streptokokus beta .

coronavirus. Swab tenggorokan saja tidak akan cukup untuk pengawasan Swab tenggorokan dan swab virus pernapasan . . Kesimpulan Virus pernapasan lebih banyak ditemukan pada kelompok Rhinovirus. mereka hidung dapat meningkatkan mungkin memiliki nilai sebagai tes sensitivitas untuk deteksi virus tambahan .Influenza sampel swab hidung . bahkan di tipe A merupakan penyebab antara pasien dengan keluhan terbanyak utama adalah sakit tenggorokan.

TERIMA KASIH .