You are on page 1of 15

KELOMPOK 4

• DINA AULIA (11)
• M. IRSYAD RASYID R. (19)
• NURUL IZZAH (32)

NILAI-NILAI PERJUANGAN DARI GERAKAN PEMBAHARUAN ISLAM .

gerakan pembaharuan disebut dengan tajdîd. Secara harfiah tajdîd berarti pembaharuan. Dalam bahasa Arab. . dan pelakunya disebut dengan mujaddid.Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam Gerakan pembaharuan Islam adalah suatu upaya untuk menyesuaikan (kontekstualisasi) ajaran Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

“sesungguhnya Allah akan mengutus kepada umat ini (Islam) pada permulaan setiap abad orang-orang yang akan memperbaiki (memperbaharui) agamanya” (HR. sebagai imbas dari persinggungan politik dan intelektual . • Namun demikian. tepatnya setelah munculnya gaung pemikiran dan gerakan pembaharuan Islam di Mesir. istilah tajdid atau pembaharuan dalam Islam baru populer pada awal abad ke-18 M. Imam Abu Dawud).• Dalam hal ini Rasulullah Saw pernah mengisyaratkan.

hubungan atau kontak antara Islam dan Barat sebenarnya sudah terjadi. . atau menambahi teks al-Qur’an maupun al-hadits. disusul dengan imperialisasi Barat terhadap negara-negara muslim lainnya. Kondisi itu akhirnya membuka pemikiran pemuka-pemuka intelektual dan pemerintahan Islam di Mesir untuk segera mengadakan upaya-upaya pembaharuan. melainkan hanya menyesuaikan pemahaman atas keduanya dalam menjawab tantangan zaman yang senantiasa berubah (kontekstualisasi ajaran Islam). mengurangi.• pembaharuan dalam Islam bukan berarti mengubah. • Sebelum periode modern. Namun kontak dengan kebudayaan Barat ini semakin intens saat jatuhnya kekuatan Mesir oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis. terlebih antara Kerajaan Utsmani (yang mempunyai daerah kekuasaan di daratan Eropa) dengan beberapa negara Barat.

Di antara hal-hal yang mendorong lahirnyanya gerakan pembaharuan dan modernisasi Islam adalah: • Memberantas sikap jumud dan menggerakkan kembali tradisi ijtihad di kalangan umat Islam. • Persatuan di kalangan umat Islam mulai terpecah belah. . • untuk tujuan memperkuat prinsip dan ajaran Islam itu sendiri demi kemashlahatan dunia secara lebih luas. Dengan adanya kontak ini mereka sadar bahwa mereka mengalami kemunduran dibandingkan Barat. • Hasil adanya kontak yang terjadi antara dunia Islam dan Barat.

Tokoh-Tokoh Pembaharuan dan Modernisasi Dunia Islam .

Tahtawi. Muhammad Ali Pasya Muhammad Ali Pasha adalah seorang pembaharu Islam pada abad 19 hingga abad 20 M • pertama kali meletakkan landasan kebangkitan modern di Mesir. Ia ditugaskan untuk melatih dan memodernisasikan angkatan bersenjata di Mesir. Hasil pertanian kemudian diperdagangkan dengan keuntungan yang banyak. • ia pun terdorong untuk mempelajari ilmu ekonomi yang telah berkembang di Eropa. Berbagai ilmu pengetahuan dipelajari mereka. Begitu pula dengan para cerdik pandai yang dipimpin oleh Rifa’ah At. setelah munculnya kesadaran umat Islam di Mesir akan kelemahan mereka dalam mengahadapi ekspedisi Perancis oleh Napoleon Bonaparte (1769-1821 M). yang memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sulaiman Pasha. 3) Sekolah Teknik (1816 M). alat-alat pertanian dan pupuk untuk dikembangkan oleh para petani. 7) Sekolah Pertanian (1836 M). seperti ilmu politik. kontak kebudayaan Barat terhadap umat Islam ketika itu sangat tinggi. filsafat dan beberapa ilmu sosial lainnya • menyuplai para petani dengan bibit-bibit pertanian. seperti: 1) Kementerian Pendidikan pada tahun 1815 M. pabrik sabun dan pabrik kaca . pabrik gula. • Muhammad Ali Pasha mengundang seorang Kolonel Perancis bernama Seve. pabrik kertas. ditambah lagi dengan hancurnya kekuatan Mesir oleh Napoleon Bonaparte. 4) Sekolah Kedokteran (1827 M). 6) Sekolah Pertambangan (1834 M). • melakukan program pengiriman tentara untuk belajar di Eropa. 8) Sekolah Penerjemahan (1836 M). 5) Sekolah Apoteker (1829 M). • Muhammad Ali Pasha mengirimkan beberapa pelajar ke luar negeri. Selain itu. Adapun berbagai pabrik yang berhasil didirikan antara lain pabrik besi. 2) Sekolah Militer (1815 M). • mendirikan beberapa lembaga yang terkait dengan sekolah-sekolah modern.

pendidikan. Faktor yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Abduh adalah: • Faktor sosial. terutama Syaikh Darwisy dan Sayyid Jamaludin al-Afghani. faktor lingkungan dan sistem pendidikan di Thanta dan Mesir yang tidak efektif. • Faktor kebudayaan. serta pengalaman yang ditimbanya dari Barat ketika ia diasingkan ke Perancis. sosial. berupa sikap hidup yang dibentuk oleh keluarga dan gurunya. konsep qadha dan qadar serta sifat-sifat Tuhan. Pemikirannya yang paling menonjol adalah terkait bidang teologi yang difokuskan pada aspek perbuatan manusia ( af’al dan ‘ibad). politik. serta sikap keagamaan yang statis dan adanya fikiran-fikiran yang jumud yang ia temukan di masyarakat. sampai ketika ia kuliah hingga ia wafat. Di samping itu. . • lahirnya pemikiran Muhammad Abduh dalam berbagai bidang. syari’ah. Muhammad Abduh • Muhammad Abduh lahir di Delta Nil yang sekarang masuk dalam wilayah Mesir sejak tahun 1849. berupa ilmu yang diperolehnya selama belajar di sekolah-sekolah formal sekaligus pengaruh langsung pemikiran Jamaludin al-Afghani. • Faktor politik yang bersumber dari situasi politik di masanya sejak ia masih tinggal di lingkungan keluarganya di Muhallaf Nashr. hingga kebudayaan. baik teologi.

Reformasi Pendidikan Islam • kewajiban belajar juga terletak pada mempelajari ilmu pengetahuan modern.• Abduh memiliki 3 (tiga) agenda pembaharuan. . Pembelaan atas Islam • Karya Risalah al-Tauhid yang ditulis oleh Abduh dimaksudkan untuk mempertahankan jati diri Islam. Ia yakin bahwa Islam dan ilmu pengetahuan tidak mungkin bertentangan. serta sejarah dan agama Eropa. Selain itu. 2. Purifikasi • Purifikasi atau pemurnian ajaran Islam berkaitan dengan munculnya bid`ah dan khurafat yang masuk dalam kehidupan beragama kaum muslim. Oleh karena itu ia sangat menjunjung tinggi ijtihad. agar diketahui sebab-sebab kemajuan yang telah mereka capai. Karena ijtihad membuktikan bahwa Islam tidak diturunkan untuk mendukung kejumudan. tetapi antara ilmu dan agama bekerja pada tingkat yang berbeda. Dalam hal ini Abduh melihat perlunya campur tangan pemerintah terutama dalam hal mempersiapkan para pendakwah 3. dalam bidang pendidikan non-formal Muhammad Abduh juga menyebutkan pentingnya upaya perbaikan (ishlah). Dia lebih tertarik memperhatikan serangan-serangan terhadap agama Islam dari sudut keilmuan. yaitu: • 1. akan tetapi Islam diturunkan bergerak dinamis seiring perkembangan manusia dan problem-problem kemanusiaan.

Muhammad Iqbal • Tiga buah gagasan Iqbal sebagai kontribusinya dalam gerakan pembaharuan Islam modern antara lain: • Pan Islamisme. Obsesi Iqbal mengenai terbentuknya negara tersendiri bagi komunitas muslim tidaklah bertentangan dengan faham Pan-Islamisme. dan bukan untuk membatasi cakrawala sosial para anggotanya. melainkan sebuah lembaga bangsa-bangsa yang mengakui adanya batasan-batasan perbedaan rasial. Terapi Iqbal dengan faham dinamikanya ini amat tepat dilihat dari sudut keminoritasan komunitas muslim ditengah-tengah komunitas Hindu yang mayoritas. namun itu hanya untuk mempermudah perkenalan belaka (li ta’arofuu). . • prinsip dinamika ini. • A Free Personal Causality. Respon Iqbal terhadap kemandegan dan kejumudan intelektual umat Islam termasuk juga komunitas muslim di India ia sampaikan melalui pemikiran-pemikirannya antara lain tentang ego atau kehendak manusia: kebebasan dan keabadiannya. Iqbal menyatakan bahwa Islam bukan nasionalisme dan bukan pula imperialisme. • 3. karena dengan menyuntikkan semangat dinamisasi ke dalam komunitas muslim menyebabkan mereka dapat tampil dengan eksistensinya (keberadaannya) secara penuh. Faham inilah yang membuat Iqbal mempunyai kedudukan penting dalam pembaharuan di India. Faham Dinamisme. sebagai salah satu sebab terjadinya kebekuan hukum Islam yang pada gilirannya menjadikan ijtihad sebagai sesuatu yang terlarang. Iqbal melihat adanya kombinasi kaum konservatif terhadap faham rasionalis (yang hanya mengandalkan logika) dengan cara menggunakan otoritas syariat untuk membuat umat tunduk dan diam. Hal itu dilakukan semata-mata demi stabilitas sosial untuk mendukung kesatuan politik yang sebenarnya otoriter terhadap segala sendi kehidupan termasuk agama.

Sebab. Ide besar ini menghendaki terjalinnya kerjasama antara negara-negara Islam. 2). Pendapat seperti ini tergolong baru dalam sejarah politik Islam yang selama itu hanya mengenal bentuk khalifah yang mempunyai kekuasaan absolut. Jamaluddin al-Afghani ide-ide pembaharuan dan pemikiran politik al-Afghani tentang negara dan sistem pemerintahan akan diuraikan berikut ini: 1). kekuasaan atau kedaulatan rakyat terlembaga dalam perwakilan rakyat yang anggotanya dipilih oleh rakyat. Kerjasama itu menuntut adanya rasa tanggungjawab bersama dari tiap negara terhadap umat Islam dimana saja mereka berada. . di dalamnya terdapat kebebasan berpendapat dan kepala negara • harus tunduk kepada Undang-Undang. dan menumbuhkan keinginan hidup bersama dalam suatu komunitas serta mewujudkan kesejahteraan umat Islam. • Selanjutnya. Pan Islamisme / Solidaritas Islam • al-Afghani menginginkan adanya persatuan umat Islam baik yang negaranya sudah merdeka maupun masih dalam jajahan bangsa Barat. Islam menghendaki bahwa bentuk pemerintahan adalah republik. Bentuk Negara dan Pemerintahan • Menurut al-Afghani. kepala negara harus mengadakan syura (musyawarah) dengan pemimpin-pemimpin masyarakat yang berpengalaman. karena dalam pemerintahan republik. 3). para pemegang kekuasaan haruslah orang-orang yang paling taat kepada undang-undang. sumber kekuasaan menurut al-Afghani adalah rakyat. Gagasannya ini terkenal dengan sebutan Pan Islamisme. karena pengetahuan manusia secara individual terbatas sekali dan syura diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an agar dapat dipraktikkan dalam berbagai urusan. Sistem Demokrasi • Dalam pemerintahan negara yang demokratis.

Bidang Akidah : gerakan ini berusaha melakukan pembaruan karena banyak paham yg tidak sesuai dgn ajaran Islam. masuknya budaya syirik. . Bidang Pendidikan : melakukan pembaruan dgn cara melakukanperubahan kurikulum pendidikan dan memadukan pendidikan modern. Bidang Politik : Melakukan pembaruan dgn tujuan membebaskanwilayah INA dari cengkraman penjajahan Belanda. antara lain paham fatalisme. Bidang Ekonomi : melakukan pembaruan dengan tujuan untuk menyaingi perdagangan orang-orang nonpribumi yang menguasai ekonomi INA. 4. 3. bidah. 2.Pengaruh gerakan modernisasi islam terhadap perkembangan islam di Indonesia 1. dan khurafatkedalam ajaran Islam. takhayul.

aspek ekonomi. 4.Nilai Positif Gerakan Modernisasi Islam 1. NILAI SOLIDARITAS. mengandung nilai ukhuwah Islamiyahyaitupersaudaraan berdasarkan rasa senasib seperjuangan untuk membelaIslamdalam suka dan duka. 3. NILAI KEMERDEKAAN. 5. 2. mempunyai nilai dasar untuk menjalinpersatuandan kesatuan umat Islam yang selama ini terpecah karenaperbedaan paham danaliran. NILAI JIHAD. bidah. khurafat. NILAI PERSATUAN. NILAI PEMBARUAN. nilai-nilai tajdid yang meliputi aspek agamayangbebas dari takhayul.mengandung nilai kemerdekaan terutama kemerdekaan berpikir . mengandung nilai perjuangan kerena ingin menemukankembali ajaran Islam yg penuh dgn dinamika perjuangan. dan aspek politik.

Pembaruan akan memberi manfaat berupa inspirasi unutk mengadakan perubahan- perubahan sehingga suatu pekerjaan akan menajdi lebih efektif dan efisien. Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi pilihan ketika mengambil sikap. Pembaruan mempunyai pengaruh besar pada setiap pemerintahan. . Bagi orang yang mengambil jalan sesuai dengan ajaran dan petunjuk Nya. 5. 4. Corak atau bentuk negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama. Hal seperti ini dilakukan oleh Mustafa Kemal Pasya dalam menghapus sistem kekhilafan dari kerajaan Usmani. oleh karena itu. 3. 6. tetapipersoalan duniawi sehingga hal tersebut diserhakan kepada manusia untuk menentukannya. dikemukakan pula masalah sosial dan politik yang terdapat di kalanganbangsa-bangsa terdahulu. 2. Sebagai contoh. Semua itu agar menjadi perhatian dan menjadi pelajaranketika menghadapi permasalahan yang mungkin akan terjadi.Hikmah Mempelajari Sejarah Perkembangan Islam Pada Abad Modern 1. dibuatlah pembaruan-pembaruan di bidang pendidikan yang memasukkan unsur ilmu pengetahuan umumke dalam sistem pendidikan negara tersebut. Sejarah dikemukakan dalam Al Qur’an sebagai kisah atau peristiwa yang dialamiumat manusia di masa lalu. Dalam sejarah. Orang yang tidak mau mengambil hikmah dari sejarah mendapat kecaman karena mereka tidak mendapat pelajaran apapun dari kisah dalamAl Qur’an. kita dapat mencari upaya antisipasi agar kekeliruan yangmengakibatkan kegagalan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang.pada zaman Sultan Mahmud II sadar bahwa pendidikan madrasah tradisional tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman abad ke-19.orang tersebut akan mendapat keselamatan. Melalui sejarah.