You are on page 1of 85

PT.

PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN
PELATIHAN

Mei 2015

SISTEM KETENAGALISTRIKAN

1
POKOK BAHASAN

1.1 TOPOLOGI INSTALASI KETENAGALISTRIKAN

1.2 INSTALASI PEMBANGKITAN

1.3 INSTALASI PENYALURAN (TRANSMISI & GI)

1.4 INSTALASI DISTRIBUSI

2
TUJUAN POKOK BAHASAN
Setelah menyelesaikan pokok bahasan / sub pokok
bahasan, peserta mampu:

1. Menjelaskan topologi instalasi ketenagalistrikan
yang dikelola oleh PT PLN (Persero)
2. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang
terpasang pada instalasi pembangkitan
3. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang
terpasang pada instalasi penyaluran (instalasi
transmisi dan gardu induk)
4. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang
terpasang pada instalasi distribusi

3
BAB 1 : TOPOLOGI INSTALASI
KETENAGALISTRIKAN

4
INSTALASI KETENAGALISTRIKAN
Instalasi Pembangkitan:
PLTA, PLTD, PLTU, PLTG, PLTGU,
PLTP
AP
P

Jaringan
PLTA PLTU
Distribusi
Pelanggan

JT
Saluran Transmisi Kecil (Rumah)

R
JTM

Gardu Gardu

JTM

JT
R
Induk

/
Distribusi
JT
R
AP
AP P
P
AP Instalasi PJU dan
P Taman Kota (milik
Pelanggan Besar Pelanggan Sedang
Gardu PB Pemda)
(Pabrik/Industri) (Apartmen/Hotel)
5
BAGAN PENGATURAN & PENYAMPAIAN SISTEM
TENAGA LISTRIK KEPADA KONSUMEN
500 KV
AREA CONTROL CENTRE CIGERELENG
(PUSAT PENGENDALI OPERASI SISTEM JAWA BARAT )

150 KV

150 KV
150 KV
150 KV

150 KV TELE MESURE FAULTY
LOAD FLOW 500 KV

PUSAT2
PEMBANGKIT PERKOTAAN /
PERTOKOAN
PLTU

KONSUMEN BESAR /
INDUSTRI

PLTG -
PLTU BATUBARA

PLTP SALURAN UDARA
(PANAS BUMI) SALURAN UDARA
TEGANGAN
TEGANGAN TINGGI ( SUTT ) MENENGAH ( SUTM )

KONSUMEN
RUMAH TANGGA
PLTA
SALURAN UDARA
TEGANGAN RENDAH ( SUTR )
GARDU
GARDU INDUK (GI) DISTRIBUSI

UNIT PENYALURAN DAN
UNIT PEMBANGKITAN PENGATURAN BEBAN (P3B) UNIT DISTRIBUSI 6
BAB 2 : INSTALASI PEMBANGKITAN

7
INSTALASI KETENAGALISTRIKAN

INSTALASI
INSTALASI :: INSTALASI
INSTALASI :: INSTALASI
INSTALASI ::
SISTEM
SISTEM SISTEM
SISTEM SISTEM
SISTEM
PEMBANGKITAN
PEMBANGKITAN PENYALURAN
PENYALURAN DISTRIBUSI
DISTRIBUSI
(GI
(GI && TRANS)
TRANS)

8
SISTEM
PEMBANGKITAN
ADALAH

SUATU INSTALASI PUSAT PEMBANGKIT
TENAGA LISTRIK YANG MENGUBAH ENERGI
PRIMER (TENAGA AIR, BAHAN BAKAR,
NUKLIR, DLL) MENJADI ENERGI LISTRIK

PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
YANG TELAH DIMILIKI PLN ADALAH : PLTA,
PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP DAN PLTD
9
PERALATAN PADA SISTEM
PEMBANGKITAN

• PENGGERAK MULA / TURBIN

• GENERATOR

• TRANSFORMATOR

• PERALATAN KONTROL DAN
PROTEKSI

• PERALATAN BANTU LAINNYA
10
INSTALASI PLTA

Dam
Kolam Tando (recervoir) Tangki Pendatar

EP
Penstock
h

EK EL
G
Tailrace
BAGIAN - BAGIAN UTAMA PLTA T
1. Bendungan dan perlengkapannya
2. Pipa Pesat (Penstok) / Saluran Tekan
3. Turbin dan Generator
4. Bangunan Sentral (PH)
11
ENERGI POTENSIAL
Energi potensial air dapat diperoleh dengan menyesuaikan
kondisi air dan perbedaan ketinggian :
• Jumlah air yang tersedia (Q)
• Ketinggian air (tinggi jatuh air) yang ada (h)

ENERGI MEKANIK

Yaitu energi yang menggerakkan poros dengan perantara
sudu jalan dalam rumah trubin. Jenis-jenis turbin air
• Turbin Pelton
• Turbin Perancis
• Turbin Kaplan
ENERGI LISTRIK
Energi listrik terjadi karena perbedaan medan magnet di
generator
12
JENIS-JENIS PLTA

• PLTA Aliran sungai langsung tanpa kolam tando
• PLTA Aliran sungai langsung dengan kolam tando
• PLTA Aliran sungai langsung dengan waduk
(reservoir)
• PLTA Aliran danau
• PLTA Pasang surut
• PLTA Pompa
• PLTA Sistem Kaskade

13
PLTA
PLTA ALIRAN
ALIRAN SUNGAI
SUNGAI LANGSUNG
LANGSUNG TANPA
TANPA KOLAM
KOLAM

TANDO
TANDO

8

9 10
1

3 5
2 4 7 11
6

Keterangan Gambar :

1. Sungai 7. Power House
2. Saringan 8. Bendungan
3. Bak Pengendapan Pasir 9. Saluran Pembersih
4. Pressure Tunnel 10. Saluran Pengelak
5. Surge Tank (t. pendatar) 11. Sungai
6. Penstock Valve

14
PLTA
PLTA ALIRAN
ALIRAN SUNGAI
SUNGAI LANGSUNG
LANGSUNG DENGAN
DENGAN KOLAM
KOLAM TANDO
TANDO

Sun Katup By-Pass Saluran langsung / by-pass
gai

Pintu Utama

Surge Tank

Gedung Sentral
Kolam Tando
Pipa Pesat

Saluran Pelimpah
Sun
gai

Katup Pembuangan

Saluran Pembuangan

15
PLTA ALIRAN SUNGAI LANGSUNG DENGAN WADUK
(RESERVOIR)

Dam Tangki Pendatar
Kolam Tando (recervoir)

Sungai Penstock h

Power House
Tailrace

Intake
Tangki mendatar

Power House

Kolam Tando (recervoir)

Tail Race

Saluran Pelimpah
Dam

16
PLTA
PLTA ALIRAN
ALIRAN DANAU
DANAU

DAM Sungai

Danau
Spillway

Penstock

Intake

PLTA

17
PLTA
PLTA ALIRAN
ALIRAN PASANG
PASANG SURUT
SURUT

Laut
Kolam

Kolam
Laut

Keadaan Pasang Keadaan Surut

18
PLTA
PLTA TURBIN
TURBIN POMPA
POMPA

19
Bendungan Sengguruh
el 292.50
300 Bendungan Karangkates
el 272.50
PLTA
PLTA SISTEM
SISTEM KASKADE
KASKADE
PLTA Sengguruh

200

Sungai Brantas Bendungan Wlingi
PLTA Sutami el 163.50
Elevasi m

Bendungan Lodoyo
el 136.00

14 km
PLTA Wlingi

30 km
PLTA Lodoyo
100

7 km

0 0 10 20 30 40 50 60

Jarak km
20
FLOW PLTP KAMOJANG

21
BAB 1 : INSTALASI PENYALURAN

22
SISTEM PENYALURAN
ADALAH :

SUATU INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK YANG
BERFUNGSI MELAYANI PENYALURAN TENAGA
LISTRIK DARI PUSAT PEMBANGKIT SAMPAI KE
SISTEM DISTRIBUSI

INSTALASI SISTEM PENYALURAN TERDIRI DARI :

- GARDU INDUK (GI)

- JARINGAN TRANSMISI

- PUSAT PENGATUR BEBAN
23
BERFUNGSI UNTUK MENYALURKAN TL DARI :
• DARI PUSAT PEMBANGKIT KE GARDU INDUK
• DARI GARDU INDUK KE GARDU INDUK
• DARI GARDU INDUK KE KONSUMEN TEGANGAN
TINGGI

• MELALUI KAWAT, BERUPA SALURAN UDARA
(TRANSMISI)

• MELALUI KABEL, BERUPA KABEL TANAH (UNDER
GROUND CABLE) DAN KABEL LAUT (SUBMARINE
CABLE) 24
SALURAN UDARA BERDASARKAN TEGANGAN
(YANG ADA DI PLN)

• SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) : 230 V - 400 V

• SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) : 20 KV

• SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) : 70 KV - 150 KV

• SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) : 500
KV
• SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) : 275 KV
(Rencana Untuk Sistim Sumatera)

25
SISTEM 500 KV JAKARTA BANTEN

7 6 5 4 3 2 1

2.3
2.1
2.2

3.3
4.1
1.1
1.2

4.2
4.3
3.1
1.3
1.0

3.2
7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A A

SURALAYA MUARATAWAR

B B

IBT-1 1 2
IBT-2 KEMBANGAN CAWANG BEKASI
2 1 2 1
IBT-1 IBT-2

4 3 2 1 2 1 2 1 2
A B B B
CIBATU
CIRATA
SAGULING
B A A A

IBT-1 IBT-2 IBT-2 IBT-1 IBT-1 IBT-2
1 2 TASIK
CILEGON BALARAJA 2 1
IBT-1 IBT-2 IBT-1

1 2 3 4 5 n n n n 1 2 3 4 5
A A A

GANDUL DEPOK CIBINONG

B B B

1 2 1 2 IBT-1 IBT-2

26
SUBSISTEM SURALAYA, CILEGONBARU, KEMBANGAN

7 6 5 4 3 2 1
A
SURALAYA GIS Conv PASAR
SALIRA KEMIS SEPATAN TELUKNAGA
B
1 2

Gandul 1 2 3 4
6 3 2 1 4 5 A
PENDO Tangerang
B

CIKANDE BALARAJA CIKUPA JATAKE

PENI
KRAKATAU
STEEL MITSUI

PUNCAK CITRA
CILEGON PLTGU CILEGON AM HABITAT
PT DSS

CURUG CILEDUK
4 3 2
A MAXIM
Durikosambi
Cibinong
B
1 2 LEGOK
SERANG KOPO

CILEGON 150 kV
BARU 70 kV TIGARAKSA 2 1
B
ALINDO KEMBANGAN
A
POLYPRIMA ASAHIMAS LENGKONG SERPONG
Rangkasbitung

Gandul

RANGKASBITUNG NEW SENAYAN
Petukangan/
Bintaro 27
SUBSISTEM GANDUL - CIBINONG
Ketapang Ancol Pd Kelapa
Bekasi/
7 6 5 4 3 8 7 6 5 4 3 2 1
Cawang M Tawar
MUARAKARANG A ANGKE JATIRANGON

1 2 3 4 5
A ITP
B
NEW TANGERANG Miniatur
Cilegon
Karet B
BUDIKEMULIAAN KEBON SIRIH GANDARIA
CIBINONG SEMEN
GROGOL Gandul BARU

LMK

DURIKOSAMBI KEBONJERUK KARETBARU

SENTUL
CENGKARENG
Cileungsi PT Semen
Kembangan
Gandaria

TANGERANG SENAYAN ABADI GP CIMANGGIS Cianjur

BOGOR
BARU SALAK BARU

BINTARO PETUKANGAN
150 kV
Jatake Mampang
Cawang

SALAK
SERPONG GANDUL DANAYASA DEPOK

Kedungbadak Ciawi
1 2 3 4 5 n n n n Ciawi
A A
Lengkong
CIBADAK
BARU
B B
KEMANG

Suralaya Gandul Cibinong
Kembangan Cibinong
Ubrug
28
SUBSISTEM CAWANG, BEKASI
Muarakarang

PRIOK
CSW ANGKE ANCOL GD POLA
Abadi GP/ 8 7 6 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Danayasa A
KEMAYORAN
KETAPANG
B

MAMPANG GAMBIRBARU
PLUMPANG JABABEKA

KARET MANGGARAI GAMBIR 40 kA 20 kA

MANGGABESAR
CL

Cibinong/
DUREN3 Bekasi CIPINANG PULOMAS KELAPAGADING MARUNDA CIKARANG
CIBATU

1 2 KD SAPI
B
P KARANG

A
GANDA
2 1 PEGANGSAN FAJAR SW MEKAR

1 2
TAMAN A
RASUNA CAWANG Kosambi
BARU BEKASI
B

SETIABUDI CAWANG PULOGADUNG GIS PD KELAPA TAMBUN
CONV Cawang/
Cibinong
PENGGILINGAN
Tosan
Wahana Gandaria
Gandul

DUKUH ATAS MINIATUR Jatirangon

PGadung Depok Gandaria Cawang Gambir PONCOL Poncol Toyogiri
29
SUBSISTEM 70 KV JAKARTA BANTEN

PULOGADUNG CAWANG CIBINONG SEMENBARU TAMBUN

GAMBIR GANDARIA
TYGRI
PT SEMEN

DEPOKBARU CILEUNGSI PONCOL

ASPEX P

SERANG BOGORBARU

KEDUNG
70 kV BADAK

CIBADAKBARU
Cianjur

LEMBUR
RANGKAS SITU
CIAWI
BITUNG BUNAR KRACAK UBRUG

MENES SAKETI

PELABUHAN
RATU
30
PEMBERSIHAN KONDUKTOR SUTT/SUTET

31
SUSPENSION TOWER TENSION TOWER 32
33
34
35
36
37
38
TOWER SUTET ( 500 KV )
39
TOWER SUTET ( 500 KV )
40
TOWER SUTET ( 500 KV ) 41
TOWER SUTET ( 500 KV ) 42
GARDU INDUK (GI)

• PENGERTIAN & FUNGSI GARDU INDUK
• KLASIFIKASI GARDU INDUK
• PERALATAN UTAMA GARDU INDUK
• INSTALASI GARDU INDUK
• SINGLE LINE DIAGRAM (BAGAN KUTUB
TUNGGAL)
GARDU INDUK
• SISTEM HUBUNGAN RANGKAIAN (SISTEM
BUSBAR)
• GARDU INDUK “ GIS ”

43
GARDU INDUK (GI)

PENGERTIAN DAN FUNGSI GARDU INDUK :
GARDU INDUK ADALAH :
SUATU INSTALASI LISTRIK YANG BERFUNGSI UNTUK MENERIMA
DAN MENYALURKAN TENAGA LISTRIK MELALUI SISTEM TEGANGAN
EKSTRA TINGGI (TET), TEGANGAN TINGGI (TT) DAN TEGANGAN
MENENGAH (TM)

TENAGA LISTRIK YANG DITERIMA / DISALURKAN BERASAL DARI
PUSAT-PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK ATAUPUN DARI
GARDU INDUK LAIN.

44
KLASIFIKASI GARDU INDUK

BERDASARKAN :

TEGANGANNYA
• GI TRANSMISI
• GI DISTRIBUSI

PENEMPATAN PERALATANNYA:

• GI PASANGAN DALAM (IN DOOR SUBSTATION)
• GI PASANGAN LUAR (OUT DOOR SUBSTATION)
• GI SEBAGIAN PASANGAN LUAR (COMBINED OUT DOOR SUBSTATION)
• GI PASANGAN BAWAH TANAH (UNDER GROUND SUBSTATION)
• GI SEBAGIAN PASANGAN BAWAH TANAH (SEMI UNDER GROUND
SUBSTATION)
• GI MOBIL (MOBILE SUBSTATION)

ISOLASI YANG DIPAKAI
• GI ISOLASI UDARA
• GI ISOLASI GAS (GIS) 45
GARDU INDUK PASANGAN LUAR (OPEN TYPE) 46
PERALATAN UTAMA GARDU INDUK

1. TRAFO
• TRAFO TENAGA (TRAFO DAYA)
• TRAFO INSTRUMEN (PENGUKURAN) :
- TRAFO ARUS (CT)
- TRAFO TEGANGAN (PT)
2. PEMUTUS TENAGA ( PMT / CB )
3. PEMISAH (PMS / DS )
4. BUSBAR (REL DAYA)
5. ISOLATOR
6. LIGHTNING ARRESTER (LA)
7. REAKTOR (XL)
8. STATIC CAPASITOR (SC)
9. PERALATAN SISTEM PENTANAHAN
10. PERALATAN KOMUNIKASI (PLC / JWOTS)
47
PENGHANTAR  (150 KV) CONTOH
1
INSTALASI GARDU INDUK
2

1. LIGHTNING ARRESTER (LA)
3
2. TRAFO TEGANGAN (PT)
4
5 3. PMS TANAH PENGHANTAR I 150 KV
4. PMS PENGHANTAR (PMS LINE) I 150 KV
6
5. TRAFO ARUS (CT)
6. PMT (CB) 150 KV PENGHANTAR I
7 7. PMS REL 150 KV PENGHANTAR I
150 KV Busbar/Rel
8 8. REL (BUSBAR) 150 KV
TT
9. PMS REL 150 KV TRAFO I
9 10. PMT 150 KV TRAFO I
17
11. TRAFO ARUS (CT) SISI 150 KV TRAFO I
10
12. TRAFO TENAGA 150/20 KV, 30 MVA
11 13. NETRAL GROUNDING RESISTANCE (NGR)
 150/20 KV, 60 MVA 14. TRAFO ARUS (CT) SISI 20 KV TRAFO I
12
13 15. PMT 20 KV TRAFO I
14
16. PMS REL 20 KV TRAFO I
15 17. TRAFO TEGANGAN (PT) REL 150 KV
18. REL (BUSBAR) 20 KV
16 19. PMS REL 20 KV PENYULANG I
20 KV 18
20. PMT 20 KV PENYULANG I
19 24 21. TRAFO ARUS (CT) PENYULANG I
22. PMS KABEL PENYULANG I
20 25
23. PMS TANAH PENYULANG I
21 26 24. PMS REL TRAFO PS (PEMAKAIAN SENDIRI)
22 25. PMT 20 KV TRAFO PS
27 20 KV / 380 V
26. TRAFO ARUS (CT) TRAFO PS.
23 27. TRAFO PS. 20 KV / 380 KV 48

SINGLE LINE DIAGRAM
(BAGAN KUTUB TUNGGAL GARDU INDUK)

ADALAH : SUATU DIAGRAM LISTRIK PADA GARDU
INDUK YANG MENUNJUKKAN
PERALATAN TERAPASANG PADA
GARDU INDUK TSB. SERTA HUBUNGAN
RANGKAIANNYA.

49
GITET UNGARAN
IBT I IBT II
500 / 150 500 / 150
KV KV
.

REAKTOR I
100 MVAr
.
BUS A

7A

7AB

7B

BUS B
1 2 3 5
SUTET SUTET .
BANDUNG SURABAYA
SELATAN BARAT I/II SUTET
MANDIRANCAN 50
SISTEM HUBUNGAN RANGKAIAN (SISTEM BUSBAR)
DI GARDU INDUK

1. SINGLE BUSBAR ( REL TUNGGAL) :
• REL TUNGGAL
• REL TUNGGAL DENGAN PMS BAGIAN
• REL TUNGGAL DENGAN PMT DAN PMS BAGIAN

2. DOUBLE BUSBAR ( REL GANDA) :
• REL GANDA STANDAR
• REL GANDA DENGAN SISTEM 1,5 CB
• REL GANDA DENGAN SISTEM 2 CB
• REL GANDA DENGAN SISTEM 4 BAGIAN (MENGGUNAKAN
BUS SECTION)
51
SINGLE BUSBAR
PENGHANTAR I 70 PENGHANTAR II 70
KV KV

BUSBAR (REL)

TRAFO I 10 TRAFO II 5 MVA TRAFO III 20
MVA 70/20 KV 70/20 KV MVA 70/20 KV
52
SINGLE BUSBAR DENGAN PMS SEKSI

PENGHANTAR I 70 KV PENGHANTAR II 70 KV

TRAFO I 20 TRAFO II 30 MVA
MVA 70/20 KV 70/20 KV
53
SINGLE BUSBAR DENGAN PMS DAN PMT SEKSI

PENGHANTAR I 70 KV PENGHANTAR II 70 KV

TRAFO I 20 TRAFO II 20 MVA
MVA 70/20 KV 70/20 KV
54
DOUBLE BUSBAR (REL GANDA) STANDAR
PENGHANTAR I PENGHANTAR II

KOPEL

TRAFO
TENAGA

55
DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 1,5 CB
UNGARAN SAGULING
PENGHANTAR
SUTET 500 KV

TRAFO 500 MVA
500/150 KV
56
DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 2 PMT

PENGHANTAR I PENGHANTAR II

TRAFO TENAGA

57
REL GANDA DENGAN SISTEM 4 BAGIAN
(MENGGUNAKAN BUS SECTION)
PENGHANTAR ATAU PENGHANTAR ATAU
PENYULANG PENYULANG

TRAF TRAFO
OI II
58
TRANSFORMATOR TENAGA
59
GARDU INDUK GIS
(GAS INSULATED SWITCHGEAR)

ADALAH : GARDU INDUK YANG MENGGUNAKAN GAS
UNTUK MENGISOLASI BAGIAN - BAGIAN
BERTEGANGAN ANTARA FASA MAUPUN DENGAN
BADAN / TANAH.

UMUMNYA GARDU INDUK INI MENGGUNAKAN GAS
SF6 (SF6 GAS INSULATED SWITCHGEAR
EQUIPMENT)

60
GARDU INDUK “GIS”

61
62
GARDU INDUK “GIS”
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN GIS DIBANDING
DENGAN GI KONVENSIONAL

1. HEMAT RUANG
2. KEANDALAN TINGGI
3. HEMAT PENGAWASAN DAN PERAWATAN
4. ENVIROMENTAL HARMONY
5. REDUKSI WAKTU INSTALASI
6. KEAMANAN
KERUGIAN :
1. BIAYA / HARGA RELATIF LEBIH TINGGI BILA DIBANDINGKAN
DENGAN GI KONVENSIONAL

63
BAB 4 : INSTALASI DISTRIBUSI

64
SISTEM DISTRIBUSI

ADALAH : SUATU INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK YANG
MELAYANI DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK DARI SISTEM
PENYALURAN SAMPAI KE KONSUMEN

INSTALASI SISTEM DISTRIBUSI MELIPUTI :
• GARDU INDUK SISI 20 KV (SWITCH GEAR 20 KV)
• PUSAT PENGATUR DISTRIBUSI (DCC) SAAT INI APD / UPD
• JARINGAN TEGANGAN MENENGAH (SUTM / SKTM)
• GARDU HUBUNG / GARDU DISTRIBUSI
• JARINGAN TEGANGAN RENDAH (SUTR / SKTR)
• SAMBUNGAN PELAYANAN (SAMPEL)
• ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS / APP
65
INSTALASI GI SISI 20kV, JENIS KUBIKEL 66
GARDU BETON (GARDU TEMBOK)

67
GARDU BETON (GARDU TEMBOK) 68
INSTALASI GARDU BETON

69
KUBIKEL DALAM GARDU BETON

70
JENIS-JENIS KUBIKEL 20 kV PADA GARDU BETON

71
BEBAN JURUSAN PADA RAK TEGANGAN RENDAH (TR)
72
SINGLE LINE DIAGRAM GARDU BETON

73
GARDU TIANG (GARDU
PORTAL)

FUNGSI :
Sebagai
penurun
tegangan dari
20 kV (TM )
menjadi 400
Volt ( TR )
74
SUTM DAN GARDU CANTOL

75
SINGLE LINE DIAGRAM GARDU TIANG(GARDU PORTAL)

76
TRAFO DISTRIBUSI PADA GARDU TIANG 77
ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP)

78
AUTOMATIC METER READING (AMR)

79
SASARAN / TARGET DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK

• ENERGI LISTRIK DIBANGKITKAN DENGAN BIAYA SEEKONOMIS
MUNGKIN
• BISA DISALURKAN KE KONSUMEN DIMANAPUN BERADA,
DENGAN :
- KUANTITAS CUKUP DAN KUALITAS YANG BAIK
- KEANDALAN TINGGI

80
BAGAN PENYALURAN TENAGA LISTRIK KEPADA PELANGGAN

81
KATA KUNCI DALAM PENGOPERASIAN SISTEM TENAGA LISTRIK

TERDAPAT TIGA KATA KUNCI YANG MERUPAKAN KOMBINASI
OPTIMAL DALAM PENGOPERASIAN STL, YAITU : EKONOMI,
KUALITAS DAN KEANDALAN

KEANDALAN KUALITAS

EKONOMI

82
KONDISI OPERASI
DALAM STL DIKENAL 4 KONDISI OPERASI, SEPERTI GAMBAR DI
BAWAH INI :

NORMAL

PEMULIHAN SIAGA

DARURAT

83
KONDISI NORMAL
KONDISI NORMAL :: SELURUH
SELURUH KEBUTUHAN
KEBUTUHAN TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK DAPAT
DAPAT
DILAYANI PADA
DILAYANI PADA KEANDALAN
KEANDALAN DAN
DAN KUALITAS
KUALITAS YANG
YANG
TERPENUHI
TERPENUHI
KONDISI SIAGA
KONDISI SIAGA :: SELURUH
SELURUH KEBUTUHAN
KEBUTUHAN TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK MASIH
MASIH
TERPENUHI, TETAPI
TERPENUHI, TETAPI SALAH
SALAH SATU
SATU BATASAN
BATASAN
KEANDALAN ATAU
KEANDALAN ATAU KUALITAS
KUALITAS TIDAK
TIDAK TERPENUHI.
TERPENUHI.
SETELAH DILAKUKAN
SETELAH DILAKUKAN PENGENDALIAN
PENGENDALIAN // PERBAIKAN
PERBAIKAN KONDISI
KONDISI OPERASI,
OPERASI,
MAKA SISTEM
MAKA SISTEM BISA
BISA KEMBALI
KEMBALI KE
KE KONDISI
KONDISI NORMAL
NORMAL

KONDISI DARURAT
KONDISI DARURAT :: APABILA
APABILA UPAYA
UPAYA PERBAIKAN
PERBAIKAN GAGAL
GAGAL DILAKUKAN
DILAKUKAN DAN
DAN
KONDISI LEBIH
KONDISI LEBIH MEMBURUK,
MEMBURUK, SEHINGGA
SEHINGGA TERJADI
TERJADI
PEMUTUSAN PELAYANAN,
PEMUTUSAN PELAYANAN, MAKA
MAKA KONDISI
KONDISI OPERASI
OPERASI
MENJADI KONDISI
MENJADI KONDISI DARURAT
DARURAT

KONDISI PEMULIHAN
KONDISI PEMULIHAN :: KONDISI
KONDISI DIMANA
DIMANA DILAKUKAN
DILAKUKAN TINDAKAN-TINDAKAN
TINDAKAN-TINDAKAN
PEMULIHAN, AGAR
PEMULIHAN, AGAR SISTEM
SISTEM MENJADI
MENJADI NORMAL
NORMAL
KEMBALI
KEMBALI

84
85