Pembentukan

Poskestren
berwawasan PHBS
Disusun oleh:
Promkes UPT Puskesmas
Cikembulan

Pengertian Poskestren
Pos Kesehatan Pesanteren merupakan salah
satu wujud UKBM di lingkungan Pondok
Pesanteren dengan Prinsip dari, oleh dan
warga pondok pesantern, yang
mengutamakan pelayan promotif
(peningkatan), dan preventif (pencegahan)
tanpa mengabaikan aspek kuratif
(pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan)
dengan binaan Puskesmas setempat
(Permenkes no. 1 tahun 2013).

kesehatan juga merupakan investasi. . Selain sebagai hak asasi. Hal ini sejalan dengan Pasal 9 ayat 1 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan. mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk itu mengingat kesehatan merupakan tanggungjawab bersama.Latar Belakang Pasal 28H ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. maka perlu diperjuangakan oleh berbagai pihak bukan hanya jajaran kesehatan semata. Hal ini dapat diartikan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak asasi yang fundamental bagi setiap penduduk.

.Tujuan Umum Poskestren Mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

.  Mampu melaksanakan pencatatan kegiatan POSKESTREN.  Terpenuhinya pelayanan kesehatan dasar bagi warga pondok pesantren  Mampu melakukan survei mawas diri untuk mengetahui faktor risiko berbagai masalah kesehatan di pesantren.  Meningkatnya sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat bagi warga pondok pesantren  Meningkatnya peran aktif warga pondok pesantren dalam penyelenggaran upaya kesehatan.Tujuan Khusus Poskesten  Meningkatnya pengetahuan warga pondok pesantren dan sekitarnya tentang kesehatan.

pimpinan. Masyarakat Pondok Pesantren. pengelola dan pengajar di pondok pesantren termasuk wali santri. dan  Petugas kesehatan dan stakeholders terkait lainnya. Pondok Pesantren 2.  Tokoh Masyarakat: tokoh agama islam.Sasaran Poskestren 1.  Masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren. pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pimpinan organisasi kemasyarakatan lainnya di lingkungan pondok pesantren. kiai. . yang terdiri atas:  Warga Pondok Pesantren: Santri.

Selain itu Poskestren juga melakukan upaya pemberdayaan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam bidang kesehatan serta peningkatan lingkungan yang sehat di Pondok Pesantren dan Wilayah sekitarnya.Ruang Lingkup Kegiatan 1. 2. . Pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan (santri husada) dan kader siaga bencana (santri siaga bencana). Pelayanan Kesehatan Dasar yang mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitative dalam batas kewenangan Poskestren.

dalam alih informasi. dari petugas kepada warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. Sebagai wadah pembelajaran tentang nilai dan ajaran agama islam dalam menghadapi permasalahan kesehatan. 3. pengetahuan dan keterampilan. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.Fungsi Poskestren 1. 2. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. dan antar sesama pondok pesantren dalam rangka meningkatkan perilaku hidup sehat. .

Bagi Pondok Pesantren  Tersedianya layanan dan akses kesehatan dasar. .Manfaat Poskestren 1.  Terpeliharanya sarana sanitasi lingkungan.  Penyebaran informasi kesehatan.  Penyebaran dan perluasan kerja sama pondok pesantren dengan instansi terkait.

Bagi Warga Pondok Pesantren  Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi.  Memperoleh bantuan secara professional dalam pemecahan masalah kesehatan. .  Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya untuk membantu warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di lingkungannya. 3. pengetahuan dan pelayanan kesehatan dasar. Bagi Kader Poskestren  Mendapat Informasi lebih awal tentang kesehatan.Manfaat (2) 2.  Mendapat informasi awal tentang kesehatan yang lebih baik bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya.

Bagi Puskesmas  Dapat mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. 5. pusat pelayanan kesehatan strata pertama.  Meningkatkan efisiensi waktu. . Bagi Sektor Lain  Dapat memfasilitasi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya dalam pemecahan masalah sektor terkait.Manfaat (3) 4. pembangunan wawasan kesehatan.  Dapat memfasilitasi Warga Pondok Pesantren dan masyarakat sekitarnya dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat. tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan kesehatan secara terpadu.  Meningkatkan efisiensi melalui pemberi pelayanan secara terpadu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing- masing sektor. pusat pemberdayan masyarakat.

Pengorganisasian 1. Terhadap Pondok Pesantren  Secara teknis operasional Poskestren dikoordinasi oleh pengelola pondok pesantren. Kedudukan dan Hubungan Kerja a. c. Kementrian Agama dan instansi terkait lainnya. . Poskestren sebagai mitra. Terhadap Puskesmas  Secara teknis medis. Poskestren dibina oleh Pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa. b. Terhadap Pemerintahan Desa/ Kecamatan  Secara kelembagaan. d. Poskestren dibina oleh Puskesmas. Terhadap sesama UKBM lainnya  Terhadap berbagai UKBM yang ada.

. dan  Kader Poskestren yang merangkap sebagai anggota. Struktur Organisasi minimal terdiri dari:  Ketua. sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. permasalahan dan kemampuan Sumber Daya yang ada.  Bendahara.  Sekertaris. Struktur Organisasi tersebut bersifat fleksible. kondisi. Pengelola Poskestren Struktur Organisasi Poskestren ditetapkan melalui musyawarah warga pondok pesantren melalui Musyawarah Warga Pondok Pesantren pada saat pembentukan Poskestren.Pengorganisasian (2) 2.

mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Poskesten. pembaharu dan penggerak masyarakat. Kriteria kader Poskestren antara lain sebagai berikut.  Berasal dari santri atau alumni pondok pesantren.Pengorganisasian (3) 3.  Mempunyai jiwa pelopor.  Bersedia bekerja secara sukarela. Kader Poskestren (santri husada) Kader Poskestren dipilih oleh pengurus Poskestren dan santri pondok pesantren yang bersedia secara sukarela. . dan  Telah mengikuti pelatihan dan orientasi kader tentang kesehatan.

Pendekatan Kepada Pimpinan/Pengelola Pesantren d. Persiapan Internal Puksesmas b.LANGKAH PEMBENTUKAN 1. Pelatihan untuk Survei Mawas Diri . Koordinasi dengan Sektor Terkait c. Persiapan a.

serta menggali potensi yang dimiliki.Survei Mawas Diri SMD merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya bersama-sama petugas puskesmas. . stakeholders terkait dan konsil kesehatan kecamatan (bila sudah terbentuk) dalam mengenal keadaan dan masalah kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

yang pesertanya terdiri dari warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. untuk memperoleh kesepakatan dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. Inisiatif penyelenggaraan musyawarah ini adalah tokoh pondok pesantren dan tokok masyarakat sekitarnya yang mendukung dibentuk atau dikembangkannya Poskestren.Musyawarah Warga Pondok Pesantren Musyawarah masyarakat warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya merupakan suatu pertemuan yang dihadiri olehh warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. .

 Upaya pemecahan salahsatunya melalui pembentukan Poskestren.  Perumusan masalah dan potensi dilakukan secara musyawarah mufakat.  Memilih pengelola dan kader Poskestren. . Tujuan MMD Tujuan penyelenggaraan musyawarah ini adalah membahas hasil SMD dan data kesehatan lainnya yang mendukung.  Membuat rencana kegiatan penanggulangan masalah kesehatan yang ada lengkap dengan jadwal kegiatan dan penanggungjawabnya. Proses selama musyawarah berlangsung adalah memaparkan hasil SMD yaitu:  Urutan masalah dan rincian potensi yang dimiliki.

alcohol. kesehatan lingkungan. kesehatan jiwa dan NAPZA (narkotika. kesehatan masyarakat. . pencegahan penyakit menular dan tidak menular. kesehatan reproduksi. seperti: Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). nilai-nilai agama tentang kesehatan. melalui Taman Obat Keluarga (TOGA). gizi. usaha simpan pinjam. penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman atau PAB- PLT. program intensifikasi pertanian tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan. PHBS. psikotoprika dan zat adiktif lainnya) usaha kesehatan gigi masyarakat desa/UKGMD. Materi Orientasi Pengelola dan Pelatihan Kader Materi orientasi/pelatihan antara lain mencakup kegiatan yang akan dikembangkan Poskestren antara lain. kegiatan ekonomi produktif.

bahwa di lingkungan pondok pesantren ini telah terbentuk poskestren. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan kepada warga pondok pesantren.Peresmian Pembentukan Poskestren Peresmian Poskestren dilaksanakan dalam suatu acara khusus yang dihadiri oleh pemimpin daerah. . warga pondok pesantren dan anggota masyarakat sekitarnya. tokoh masyarakat. warga masyarakat sekitar. tokoh pondok pesantren. masyarakat lainnya dan stakeholders terkait.

Terima Kasih .

Ustad Evie Priatna 3. Ustad Ade Triana Kader 5. Agun Munawar : Rujukan 9. Ustad Dede Husni Mubarok 4. Sinta Yuliani : Pelayanan Dasar 7. Dadan Ardani : Kesehatan Lingkungan . Nova Novitasari : Gizi 10. Ustadzah Ida Mahmudah 2.Struktur organisasi Poskestren Daarul Hikmah Ketua : Ustad Jalaludin Sekretaris : Riska Kuraesin Bendahara : Siti Rahma Hayati Guru Pendamping 1. Supriadi : Pelayanan Dasar 6. Nida Ladiyani : Rujukan 8. Yulianti : PHBS 11.

Rencana MMD 10 September .Rencana Tindak lanjut 1.