You are on page 1of 12

Minyak

atsiri
isbiyantoro

Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. pada penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap).Minyak ini minyak esensial. minyak atsiri harus terlindungi dari pengaruh cahaya.Dalam keadaan segar dan murni tanpa pencemar . misalnya disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap .Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya. minyak atsiri umunya tidak berwarna.Untuk mencegah supaya tidak berubah warna. Namun.

maka permukaan air tidak keruh.  Pada sepotong kertas. 1979a) Ada beberapa cara untuk identifikasi minyak atsiri. Kocok sejumlah minyak dengan larutan natrium klorida P jenuh dengan volume yang sama dan biarkan memisah. . maka volume air tidak boleh bertambah. teteskan 1 tetes minyak yang diperoleh dengan cara penyulingan uap maka tidak terjadi noda transparan. yaitu :  Teteskan 1 tetes minyak diatas air.Identifikasi Minyak Atsiri(Depkes.

Setelah penyulingan selesai. isi buret dengan air hingga penuh. panaskan dengan penangas udara.b. 1995b) Penetapan kadar minyak atsiri ada 2 cara :  Cara I Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling. Volume minyak atsiri dihitung dengan mengurangkan volume yang dibaca dengan volume Xilena. pasang alat. Sebelum buret diisi penuh dengan air. lebih dahulu diisi dengan 0. Depkes. a . Penetapan Kadar Minyak Atsiri (Depkes. Hitung kadar minyak atsiri dalam % v/b.2 mL Xilena P yang diukur dengan saksama. 1979b. catat volume minyak atsiri pada buret. sehingga penyulingan berlangsung dengan lambat tetapi teratur. biarkan selama tidak kurang dari 15 menit.  Cara II Dilakukan menurut cara yang tertera pada Cara I.

Isolasi Minyak Atsiri Minyak atsiri terkandung dalam berbagai organ dalam tanaman. terkandung dalam semua jaringan. dan terdapat pada rambut kelenjer batang dan daun serta terdapat juga pada dalam kulit buah dan dalam helai daun. terkandung pada kulit batang. terdapat pada perikarp buah. dalam saluran minyak yang disebut vittae.c. seperti terdapat dalam rambut kelenjer. didalam rongga-rongga skizogen dan lisigen. . dalam sel-sel parenkim.

penyulingan uap-ekstraksi pelarut berkelanjutan. pengikatan dengan lemak padat. dan penyerapan dengan resin berongga besar. dan lain sebagainya. Metode konvensional tersebut adalah penyulingan. Sedangkan secara modern berupa penyulingan molekular. ekstraksi superkritik. ekstraksi dengan pelarut mudah menguap. Simplisia yang mengandung minyak atsiri dapat diperoleh dengan cara : .Secara konvensional ada beberapa metode yang biasa diterapkan untuk memperoleh minyak atsiri dari tumbuhan asalnya.

.1 mL sampai 0. Destilasi uap (Depkes. 1987) Sejumlah serbuk simplisia yang setara dengan 0.1.3 mL (10 gr .50 gr) minyak atsiri disuling dengan diatur kecepatan destilat tidak lebih dari 3 mL per menit. Penyulingan dilakukan antara 1 jam dan 4 jam. Untuk mengetahui minyak atsiri telah tersuling sempurna tambahkan 1 ml xilena P kedalam labu.

1987) Serbuk simplisia sebanyak 1gr dan 10 mL air dimasukkan dalam labu erlenmeyer 50 mL.15 cm garis tengah 5 mm ditempatkan diantara labu destilasi dan labu destilat. Destilasi uap mikro (Depkes.100µl digunakan untuk pemeriksaan KLT.2. Pipa U panjang 10 cm . . sari sebanyak 20 . Penyulingan dilakukan perlahan-lahan sampai diperoleh lebih kurang 1 mL destilat. Isi labu dipanaskan sampai mendidih dan suling melalui pipa U. Sari pentana dipisahkan dengan pipet. Destilat disari dengan dikocok dengan 1 mL pentana P.

Penyarian dengan diklorometana P (Depkes. Suspensi disaring dengan filtratnya diuapkan sampai kering.3. Sejumlah 50 - 100 µl digunakan untuk pemeriksaan KLT. Sisa dilarutkan dalam 1 mL toluen P. 1987) Serbuk simplisia sebanyak 1 gr disari dengan 10 mL diklorometana P. . dengan cara dikocok selama 15 menit.

dengan dikocok selama 5 menit pada suhu 60 ºC. 1987) Serbuk simplisia sebanyak 1 gr disari dengan 5 mL metanol P.4. Penyarian dengan metanol P (Depkes. Sejumlah 10 µl filtrat digunakan untuk pemeriksaan KLT. .

sel-sel mengandung minyak pecah dan minyak akan mengalir kepermukaan bahan. Pengepresan (Ketaren. Guenther. 1987) Ekstraksi minyak atsiri dengan cara pengepresan umumnya dilakukan untuk bahan dari tanaman yang termasuk jenis Citrus. .5. karena minyak dari tanaman tersebut akan mengalami kerusakan dengan cara penyulingan. 1985. Akibat pengepresan.

terutama untuk mengekstraksi minyak dari bunga . Sebagai pelarut digunakan petroleum eter. 1985. dan pelarut lainnya yang bertitik didih rendah. Proses ekstraksi biasanya dilakukan dalam suatu wadah yang disebut ekstraktor. Pelarut organik yang mudah menguap dipompakan kedalam ekstraktor. Guenther. 1987) Prinsip ekstraksi ini adalah melarutkan minyak atsiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. Metode ini biasanya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan dengan uap dan air. kloroform.6. karbotetra klorida. Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap (Ketaren.