You are on page 1of 60

LBM I

OLEH KELOMPOK II

SKENARIO
LBM 1
“MATAKU MERAH”
Tiga orang pasien datang ke puskesmas dengan keluhan sakit mata yang
mana ketiga pasien bekerja sebagai SPG pada satu perusahaan:
A. Pasien A usia 19 tahun mengeluh mata merah, berair, nyeri seperti ditusuk
disertai banyak kotoran pada mata saat bangun di pagi hari yang dikeluhkan
sejak 4 hari yang lalu. Pasien A selama ini sering menggunakan lensa kontak
namun 4 hari lalu ia lupa menanggalkan lensa kontak saat sebelum tidur
pada malam hari.
B. Pasien B usia 20 tahun mengeluh mata merah, sedikit berair dan terkadang
disertai nyeri sejak 2 hari lalu, tidak ada riwayat penggunaan lensa kontak
dan ia merasa sakit matanya ini karena ketularan temannya.
C. Pasien C usia 17 tahun mengeluh mata merah, terasa gatal sekali dan tidak
nyeri sejak 6 hari lalu.
Anda sebagai dokter umum pada puskesmas tersebut harus memeriksa
secara lengkap dan benar agar mendapatkan diagnosa definitif untuk memberikan
terapi dan edukasi bagi ketiga pasien diatas.

TERMINOLOGI
• MATA MERAH: perubahan warna dari putih ke
merah akibat pembengkakan atau pecahnya
pembuluh darah yang dapat dilihat pada
sclera atau konjungtiva.
• LENSA KONTAK: lensa plastik tipis yang
diletakkan diatas kornea mata, berfungsi
untuk mengoreksi kelainan refraksi, kelainan
akomodasi, terapi dan kosmetik.

Bagaimana mekanisme penularan pada pasien B? 5. Apakah edukasi yang harus diberikan untuk masing-masing pasien di skenario? . Apa suspect diagnosis padaketiga pasien di skenario? 9. B. Apakah ada hubungan pasien lupa menanggalkan lensa kontak dengan keluhan yang dialami? 4. Apakah perbedaan penyebab keluhan pada pasien A. Bagaimana mekanisme terjadinya keluhan diskenario ? 3. dan C ? 6. Apa saja diagnosis banding pada pasien di skenario? 8. Bagaimanakah anatomi dan fisiologi mata ? 2. PERMASALAHAN 1. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada ketiga pasien diskenario ? 7.

PEMBAHASAN .

Pada kelopak terdapat bagian-bagian: – Kelenjar seperti: kelenjar sebasea. Bagaimanakah anatomi dan fisiologi mata ? A. kelenjar Moll atau kelenjar keringat. kelenjar Zeis pada pangkal rambut dan kelenjar Meibom pada tarsus – Otot seperti: M. dan terletak di bawah kulit kelopak. 1. serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah. Anatomi kelopak mata Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata. .

sedang kelopak bawah oleh cabang ke II daraf ke V. V. – Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a.– Di dalam kelopak mata terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra. Palpebrae – Persarafan sensorik kelopak mata atas dapat dibedakan dari remus frontal N. . – Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita> tarsus (tediri atas jaringan ikat yang merupakan jaringan penyokong kelopak dengan kelenjar Meibom (40 buah di kelopak mata atas dan 20 buah di kelopak bawah). – Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.

.

sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Air mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior Film air mata sangat berguna untuk kesehatan mata. Bila pungtum lakrimal tidak menyinggung bola mata.Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal. yang terdiri atas pungtum lakrimal. duktus nasolakrimal. Anatomi Sistem Lakrimal – Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata. sakus lakrimal. kanalikuli lakrimal. meatus inferior. . Sistem produksi atau glandula lakrimal. – Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian. yaitu: A. Air mata akan masuk ke dalam sakus lakrimal melalui pungtum lakrimal. Sistem ekskresi.B. maka air mata akan keluar melalui margo palpebra yang disebut epifora. Galndula lakrimal terletak di temporo antero superior rongga orbita B. kanalikuli lakrimal. Epifora juga akan terjadi akibat pengeluaran air mata yang berlebihan dari kelenjar lakrimal. Sakus nasolakrimal terletatak di bagian depan rongga orbita.

Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi . – Konjungtiva terdiri atas 3 bagian: A. Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus.Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea. konjungtiva tarsal sukar digerakkan dari tarsus B. Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera di bawahnya C.c. Konjungtiva – Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang> bermacam-macam obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini.Konjungtiva mengandung kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel Goblet.

Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. yaitu: sklera. Bola mata dibungkus oleh 3 lapisan jaringan. .D. jaringan uvea. Bola Mata – Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. dan retina.

membran descement.E. dan endotel. stroma. . bagian selaput mata yang tembus cahaya merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri atas lapis: epitel. membran bowman. Kornea – Kornea adalah selaput bening mata.

badan siliar. Perdarahan uvea dibedakan antara bagian anterior yang diperdarahi oleh 2 buah arteri siliar posterior longus yang masuk menembus sklera di temporal dan nasal dekat tempat masuk saraf optik dan 7 buah arteri siliar anterior.F. . yang terdapat 2 pada setiap otot superior. Uvea – Lapis vaskular di dalam bola mata yang terdiri atas iris. dan koroid. medial inferior. datu pada otot rektus lateral.

Pupil – Pupil anak-anak berukuran kecil akibat belum berkembangnya saraf simpatis. simulasi. hal ini dipakai sebagai ukuran tidur. koma dan tidur sesungguhnya. – Pupil waktu tidur kecil.Orang dewasa ukuran pupil adalah sedang.G. dan orang tua pupil mengecil akibat rasa silau yang dibangkitkan oleh lensa yang sklerosis. .

.H. Sudut bilik mata depan – Sudut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris.Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata.

I. . Lensa mata – Jaringan ini berasal dari ektoderm permukaan yang berbentuk lensa di dalam mata dan bersifat bening.Lensa di dalam bola mata terletak di belakang iris yang terdiri dari zat tembus cahaya berbentuk seperti cakram yang dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi.

J. Badan kaca
– Badan kaca merupakan suatu jaringan seperti kaca
bening yang terletak antara lensa dengan
retina.Badan kaca bersifat semi cair di dalam bola
mata.Mengandung air sebanyak 90% sehingga tidak
dapat lagi menyerap air. Sesungguhnya fungsi badan
kaca sama dengan fungsi cairan mata, yaitu
mempertahankan bola mata agar tetap bulat.
Peranannya mengisi ruang untuk meneruskan sinar
dari lensa ke retina.Badan kaca melekat pada bagian
tertentu jaringan bola mata.

K. Retina
– Retina atau selaput jala merupakan bagian mata
yang mengandung reseptor yang menerima
rangsangan cahaya.
– Retina berbatas dengan koroid dengan sel pigmen
epitel retina dan terdiri atas lapisan: lapis
fotoreseptor, membran limitan, lapisan nukleat
luar, lapis pleksifor luar, lapis nukleus dalam, lapis
pleksiform dalam, lapis sel ganglion, lapis serabut
saraf dan membran limitan interna.

L. Saraf optik
– Saraf optik yang keluar dari polus posterior bola
mata membawa 2 jenis serabut saraf, yaitu: saraf
penglihat dan serabut papilomotor. Kelainan saraf
optik menggambarkan gangguan yang diakibatkan
tekanan langsung atau tidak langsung terhadap
saraf optik ataupun perubahan toksik dan anoksik
yang mempengaruhi penyaluran aliran listrik.

Sklera mempunyai kekakuan tertentu sehingga mempengaruhi pengukuran tekanan bola mata. . Sklera – Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata. – Sklera anterior ditutupi oleh 3 lapis jaringan ikat vaskular.Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea.M.

N. – Sklera anterior ditutupi oleh 3 lapis jaringan ikat vaskular.Sklera mempunyai kekakuan tertentu sehingga mempengaruhi pengukuran tekanan bola mata. .Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea. Sklera – Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata.

O. . Otot Penggerak Mata – Otot ini menggerakkan mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakkan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot.

mata merah terjadi akibat penggunaan kontak lensa yang terus menerus digunakan/ lupa ditanggalkan dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana mekanisme terjadinya keluhan diskenario ? Pasien A : Pada pasien A. 2. .Hal tersebut yang dapat menimbulkan reaksi pelebaran pembuluh darah arteri (seperti arteri konjungtiva posterior) pada mata sehingga terjadi gejala mata merah. selain itu juga menyebabkan bakteri/ kuman dapat dengan mudah masuk dan menginfeksi mata.Kontak lensa yang diletakkan pada bagian kornea tersebut. lama kelamaan dapat menyebabkan hipoksia karena kurangnya pasokan oksigen ke mata.

Infeksi ini didapat dari tertular kotoran mata teman dekat yang sudah lebih dahulu sakit mata. .Pasien B : mata merahnya terjadi akibat infeksi. Kotoran tersebut bisa tertular lewat sentuhan (berjabat tangan) ataupun lewat penggunaan barang barang bersamaan (menggunakan handuk yang sama).

. serbuk bunga).Alergi tersebut bisa didapatkan dari benda asing yang masuk ke mata (seperti bulu hewan peliharaan.Pasien C : mata merahnya diakibatkan karena reaksi alergi.

1. sehingga mata mengalami hipersekresi lakrimal. sehingga selain menjadi merah.Hal itu dikarenakan kurangnya pasokan oksigen ke mata. mata juga menjadi kering dan terasa sakit. Mata berair : Merupakan proses proteksi mata terhadap alergen. 2. Nyeri : Mata bisa menjadi kering akibat terlalu lama menggunakan soft lens (lensa kontak). .

Jumlah sekret meningkat saat mata tertutup.Sekret peradangan terdiri dari sel plasma (neutrofil. Mata gatal : karena reaksi antibodi humoral terhadap alergen. keadaan kompleks IgE-Ag akan mengaktifkan sel mast mengalami degranulasi untuk menghasilkan histamin. sehingga terjadi respon berlebihan berupa reaksi alergi. Alergen yang masuk akan memicu reaksi hipersensitivitas. Reaksi ini dipicu oleh overproduksi IgE. Banyak kotoran saat bangun di pagi hari : Akibat paparan alergi ataupun benda asing yang terkena mata. eosinofil. .3. menimbulkan injeksi konjungtiva yang memicu pengeluaran sekret peradangan. basofil) bertemu dengan sel goblet serta fibrin sehingga pembentukan sekret mata menjadi berlebih. 4.

antara lain: mata kering. 3. Apakah ada hubungan pasien lupa menanggalkan lensa kontak dengan keluhan yang dialami? Ada terdapat hubungan. . dan kebersihan tempat penyimpanan lensa. tidur tanpa melepaskan lensa. kebersihan lensa. pemakaian lensa yang berlamaan. tingkat kerelaan pengguna lensa pada pemakaian lensa dan rutin pencuciannya. dan karena hal tersebut di atas bisa menyebabkan beberapa resiko. jenis cairan pencuci lensa. iritasi.dan radang kornea.dimana masalah yang ditimbulkan dengan pemakaian soft lens (lensa kontak) tergantung pada beberapa faktor. seperti bahan lensa.

alat-alat kecantikan dan lain-lain.4. Dengan cara tersebut virus dan bakteri tertular dari seseorang ke orang lain. atau melalui alat. Misalnya penderita yang memiliki mata merah telah mengusap mata dan menggunakan kran. Bagaimana mekanisme penularan pada pasien B? Penularan konjungtivitis ini terjadi lewat kontak langsung atau menggunakan barang penderita konjungtivitis. Kemudian. .alat kebutuhan sehari-hari seperti handuk. Anda membuka kran tersebut lalu mengucek atau membasuh mata.

5. dan C ? Keluhan Viral Bakteri Alergi Gatal Minimal Minimal Hebat Hiperemia Menyeluruh Menyeluruh Menyeluruh Lakrimasi Hebat Sedang Sedang Sekret Minimal Palinghrbat Hebat Nodul Sering Jarang Tidak ada Scraping Monosit Bakteri : PMN Eusinofil pewarnaan Demam Kadang Kadang Tidak ada . Apakah perbedaan penyebab keluhan pada pasien A. B.

– Pemeriksaan oftalmoskop – Pemeriksaan dengan slitlamp dan loupe dengan sentolop (untuk melihat benda menjadi lebih besar disbanding ukuran normalnya). – Pemeriksaan dengan melakukan uji fluoresein (untuk melihat adanya efek epitel kornea). – Pemeriksaan dengan melakukan uji festel (untuk mengetahui letak adanya kebocoran kornea). Pada konjungtivitis yang disebabkan alergi pada pengecatan dengan giemsa akan didapatkan sel- sel eosinofil. 6. kampimeter dan perimeter (sebagai alat pemeriksaan pandangan). • Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan secara langsung dari kerokan atau getah mata setelah bahan tersebut dibuat sediaan yang dicat dengan pegecatan gram atau giemsa dapat dijumpai sel-sel radang polimorfonuklear. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada ketiga pasien diskenario ? • Pemeriksaan Mata – Pemeriksaan tajam penglihatan – Pemeriksaan dengan uji konfrontasi. .

Konjungtivitis DEFINISI KONJUNGTIVITIS Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bolamata. Apa saja diagnosis banding pada pasien di skenario? 1. .7. dalam bentuk akut maupun kronis.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi diperantaiolehIgEterhadapallergenyangumumnyadisebabka noleh bahankimia . ETIOLOGI KONJUNGTIVIS Penyebab dari konjungtivitis bermacam-macam yaitu bisa disebabkankarenabakteri. Streptococcus.konjungtiviti salergi.Konjungtivitis bakteri biasanya disebabkan oleh Staphylococcus. konjungtivitis virus paling sering disebabkan oleh adenovirus dan penyebab yang lain yaitu organisme Coxsackie dan Pikornavirus namun sangat jarang. dan Haemophillus. yang disebabkan oleh organisme Chlamydia trachomatis (James dkk. Pneumococcus.virus. 2005).Sedangkan.infeksiklamidia. Penyebab konjungtivis lainnya yaitu infeksi klamidia.

Konjungtivitis Jamur . Konjungtivitis Virus 3.KLASIFIKASI KONJUNGTIVITIS Berdasarkan penyebabnya konjungtivitis dibagi menjadi empat yaitu : 1. Konjungtivitis alergi 4. Konjungtivitis bakteri 2.

kuning.PMN Eosinofil Badan sel kerokan dan plasma. PMN eksudat tidak pernah Radang Kadang-kadang Kadang-kadang Tidak pernah Tidak pernah tenggorok dan demam . GEJALA KONJUNGTIVITIS Virus Bakteri Alergi Klamidia Gatal Minimal Minimal Berat Minimal Hiperemi Umum Umum Umum Umum Sekret Serous mocous Purulen. Viscus Purulen krusta Lakrimasi Banyak Sedang Sedang Sedang Adenopati Lazim Tidak lazim Tidak ada Lazim pada preaurikuler konjungtivitis inklusi Eksudasi Minimal Banyak Minimal Banyak Pewarnaan Monosit Bakteri.

Keratitis DEFINISI Keratitis adalah infeksi pada kornea yang biasanya diklasifikasikan menurut lapisan kornea yang terkena yaitu keratitis superfisialis apabila mengenal lapisan epitel atau bowman dan keratitis profunda atau interstisialis .2.

Penyebab paling sering adalah virus herpes simplex tipe 1. Selain itu penyebab lain adalah kekeringan pada mata. reaksi alergi atau mata yang terlalu sensitif terhadap kosmetik mata.Bakteri. polusi atau bahan iritatif lain.ETIOLOGI DAN FAKTOR PENCETUS Penyebab keratitis bermacam-macam. benda asing yang masuk ke mata. pajanan terhadap cahaya yang sangat terang. debu. virus dan jamur dapat menyebabkan keratitis. kekurangan vitamin A dan penggunaan lensa kontak yang kurang baik .

– Keratitis flikten Benjolan putih yang yang bermula di limbus tetapi mempunyai kecenderungan untuk menyerang kornea. trauma kimia ringan dan pemakaian lensa kontak. Bentuk-bentuk klinik keratitis superfisialis antara lain adalah (Ilyas. keratopati logaftalmus. keracunan obat topical. .KLASIFIKASI Keratitis biasanya diklasifikasikan berdasarkan lapisan kornea yang terkena : yaitu keratitis superfisialis apabila mengenai lapisan epitel dan bowman dan keratitis profunda apabila mengenai lapisan stroma. blefaritis. sinar ultraviolet. 2006): – Keratitis punctata superfisialis Berupa bintik-bintik putih pada permukaan kornea yang dapat disebabkan oleh sindrom dry eye.

– Keratitis nummularis Bercak putih berbentuk bulat pada permukaan kornea biasanya multiple dan banyak didapatkan pada petani. – Keratitis sika Suatu bentuk keratitis yang disebabkan oleh kurangnya sekresi kelenjar lakrimale atau sel goblet yang berada di konjungtiva. Keratitis interstisialis luetik atau keratitis sifilis congenital 2. disebut juga keratitis neuroparalitik. Bentuk-bentuk klinik keratitis profunda antara lain adalah : 1. – Keratitis lepra Suatu bentuk keratitis yang diakibatkan oleh gangguan trofik saraf. Keratitis sklerotikans .

Keluar air mata yang berlebihan 2. dan menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis. Adapun gejala umum adalah : 1. TANDA DAN GEJALA UMUM Tanda patognomik dari keratitis ialah terdapatnya infiltrat di kornea. . yang dapat berupa nebula. merah) 5. penyembuhan berakhir dengan pembentukan jaringan parut (sikatrik). Radang pada kelopak mata (bengkak. 2001). Sensitif terhadap cahaya (Mansjoer. dan leukoma. Nyeri 3. makula. Penurunan tajam penglihatan 4. Mata merah 6.Infiltrat dapat ada di seluruh lapisan kornea.Pada peradangan yang dalam.

Skleretis DEFINISI Skleritis didefinisikan sebagai gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen. sebukan sel dan kelainan vaskular yang mengisyaratkan adanya vaskulitis.3. .

Staphylococcus Lain-lain Fisik(radiasi.Artritispsoriatik Penyakit Granulomatosa Tuberkulosis. Sindrom Vogt- Koyanagi-Harada (jarang) Gangguanmetabolik Gout. Tirotoksikosis. Poliartritis nodosa. Toksoplasmosis. Mekanis (cedera tembus). Granulomatosis Wegener.Kolitisulserativa.Aspergillus. Lupus eritematosus sistemik. Sifilis. Herpes Zoster. Streptococcus. Sarkoidosis. Penyakit jantung rematik aktif Infeksi Onkoserkiasis. ETIOLOGI Penyakit Autoimun Spondilitis ankylosing.lukabakartermal). Limfoma. NefropatiIgA.Kimia(lukabakar asam atau basa). Artritis rheumatoid.Rosasea. Polikondritis berulang. Infeksi oleh Pseudomonas. Herpes Simpleks.Piodermagangrenosum.Pascaekstraksikatarak Tidak diketahui . Lepra.

reaksi inflamasi terjadi pada usia muda yang berpotensi mengalami rekurensi b.KLASIFIKASI Skleritis diklasifikasikan menjadi: 1. . sering bilateral. Episkleritis a.Simple Biasanya jinak. nodular Baik bentuk maupuninsidennya hampir sama dengan bentuk simple scleritis.

Bentuk spesifik dari skleritis biasanya tidak dihubungkan dengan penyebab penyakit khusus. walaupun penyebab klinis dan prognosis diperkirakan berasal dari suatu inflamasi.2. . Tipe nekrotik lebih bahaya dan sulit diobati. Berbagai varian skleritis anterior kebanyakan jinak dimana tipe nodular lebih nyeri. Insidensi skleritis anterior sebesar 40% dan skleritis anterior nodul arteri jadi sekitar 45% setiap tahunnya.Skleritis nekrotik terjadi sekitar 14% yang biasanya berbahaya. Skleritis Anterior 95% penyebab skleritis adalah skleritis anterior.

.

nodular c.skleritis anterior dibagi menjadi : a.necrotizing . difus b.

Biasanya skleritis posterior ditandai dengan rasa nyeri dan penurunan kemampuan melihat .3 skleritis posterior Sebanyak 43% kasus skleritis posterior didiagnosis bersama dengan skleritis anterior.

.

dan penurunan ketajaman penglihatan. mata berair. pasien terbangun sepanjang malam. nyeri tajam menyebar ke dahi. Karakteristik nyeri pada skleritis yaitu nyeri terasa berat. alis. Nyeri adalah gejala yang paling sering dan merupakan indikator terjadinya inflamasi yang aktif. Nyeri dapat hilang sementara dengan penggunaan obat analgetik. kambuh akibat sentuhan.MANIFESTASI KLINIS Gejala-gejala dapat meliputi rasa nyeri. spasme. . Mata berair atau foto fobia pada skleritis tanpa disertai sekret mukopurulen. Nyeri timbul dari stimulasi langsung dan peregangan ujung saraf akibat adanya inflamasi. Tanda primernya adalah mata merah. fotofobia. rahang dan sinus.

nyeri seperti ditusuk disertai banyak kotoran pada mata saat bangun pagi sejak 4 hari yang lalu. Suspect diagnosisnya adalah konjungtivitis bakteri. .8. streptococcus. berair. • Pemeriksaan Penunjang Dilakukan pemeriksaan sediaan langsung dengan pewarnaan Gram atau Giemsa untuk mengetahui kuman penyebab dan uji sensitivitas. Diduga akibat lupa menanggalkan lensa kontak selama 4 hari sebelum tidur membuat asupan oksigen dan cairan berkurang pada bagian yang ditutupi lensa kontak shingga mempermudah pertumbuhan bakteri dan terjadi konjungtivitis bakteri. Apa suspect diagnosis padaketiga pasien di skenario? • Pasien A Pada pasien A usia 19 tahun yang mengeluh mata merah. pneumococcus dan haemophilus. dimana organisme penyebab tersering adalah staphylococcus.

Gonokok menyebabkan perforasi kornea dan endoftalmitis. selama 3-5 hari. dan sebagainya. 2. Sebelum terdapat hasil pemeriksaan mikrobiologi. kloramfenikol.Kemudian bila tidak memberikan hasil. seperti gentamisin. Bila tidak ditemukan kuman dalam sediaan langsung. diberikan tetes mata antibiotik spektrum luas tiap jam disertai salep mata untuk tidur atau salep mata 4-5 kali sehari. dihentikan dan menunggu hasil pemeriksaan. polimiksin. dapat diberikan antibiotik tunggal. dan Meningokok dapat menyebabkan septikemia atau meningitis.• Komplikasi Stafilokok dapat menyebabkan blefarokonjungtivitis. . • Penatalaksanaan 1.

• Prognosis Konjungtivitis bakteri yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu. adalah penyakit swasirna. Bila tidak diobati akan sembuh sendiri dalam waktu 2 rninggu. Dengan pengobatan biasanya akan sembuh dalam 1-3 hari. seperti Haemophilus Influenzae. .

usia 20 tahun dan mengeluh mata merah. namun ada temannya. Sehingga pemeriksaan penunjang. sedikit berair dan terkadang disertai nyeri sejak 2 hari yang lalu dan tidak ada riwayat penggunaan lensa kontak.• Pasien B Pada pasien B. yaitu pasien A mengalami konjungtivitis bakteri yang dimana dapat melakukan penularan melalui sentuhan atau media yang dapat memperantarai perpindahan bakteri sehingga diduga pasien B mengalami konjungtivitis bakteri yang menular melalui rekannya sesama SPG. . komplikasi dan prognosisnya dapat dikatakan sama dengan pasien A. penatalaksanaan.

terasa gatal sekali dan tidak adanya rasa nyeri sejak 6 hari yang lalu. injeksi dan kemosis serta lakrimasi.• Pasien C Pada pasien C usia 17 tahun mengeluh mata merah. Konjungtivitis alergi adalah peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi atau hipersensitivitas tipe humoral ataupun sellular. yang mungkin saja disertai mata berair. kemerahan dan fotofobia.Gejala yang paling penting untuk mendiagnosis penyakit ini adalah rasa gatal pada mata. suspect diagnosisnya adalah konjungtivitis alergi yang dimana memiliki ciri khas yaitu rasa gatal. dari gejala klinis pasien C. .Konjungtiva sepuluh kali lebih sensitif terhadap alergen dibandingkan dengan kulit. • Diagnosis Konjungtivitis Alergi Diperlukan riwayat alergi baik pada pasien maupun keluarga pasien serta observasi pada gejala klinis untuk menegakkan diagnosis konjungtivitis alergi.

.

• Pemeriksaan penunjang • Laboratorium Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan sel eosinofil. dan basofil yang meningkat.Dapat juga dilakukan pemeriksaan tes alergi untuk mengetahui penyebab dari alerginya itu sendiri. . sel plasma. limfosit. • Prognosis Walaupun penyakit alergi konjungtiva sering sembuh sendiri akan tetapi dapat memberikan keluhan yang memerlukan pengobatan.

antiinflamasi non-steroid (AINS).• Penatalaksanaan Untuk penatalaksanaan konjungtivitis alergi dapat diberikan obat-obat seperti kortikosteroid. . vasokonstriktor. antihistamin. dan stabilisator sel mast.

sapu tangan dan tissue. • Kebersihan diri dengan mencuci tangan. penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih. Apakah edukasi yang harus diberikan untuk masing-masing pasien di skenario? • Konjungtivitis mudah menular. sapu tangan. • Tidak terpapar sinar matahari terlalu sering. • Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya. • Pada keratitis dengan etiologi bakteri. karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat. membersihkan lap atau handuk. • Tidak mengucek mata. virus. dan tissue. • Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.membersihkan lap atau handuk. . maupun jamur sebaiknya kita menyarankan pasien untuk mencegah transmisi penyakitnya dengan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan.debu. 9.

pasien B (Konjungtivitis bakteri) dan pasien C (Konjungtivitis alergi). kami mendapatkan suspect diagnosis untuk pasien A (Konjungtivitis bakteri). Untuk memastikan diagnose pasti perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. . Penatalaksanaan pada masing-masing pasien bisa diberikan obat-obatan atau salep untuk mengurangi keluhan. darikeluhanyang berbeda pada masing-masing pasien diskenario. KESIMPULAN Berdasarkan hasil diskusi kelompok SGD 2.

Terimakasih  .